Indonesia
NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: tamat
Genre:Saudara palsu / Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:866.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Nyonya Besar

"Udah nggak usah dipikirkan. Keluarga Alexander itu menjadi urusanku," lanjut Dom.

"Aku nggak akan biarkan keluarga Alexander berbuat onar," genggaman erat Dominic menguatkan Berlian.

"Makasih," balas Berlian.

"Aku tak akan memaksa kamu ketemu keluarga Alexander," bilang Dom.

"Dom, pasti berat langkah kita ke depan," ujar Berlian.

"Kita hadapi bersama, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku. Ke ujung dunia manapun, pasti akan kutemukan," sahut Dominic dengan tatapan serius.

"Keluarga Alexander butuh penerus, apalagi kamu putra tunggal Dom. Kita tak bisa menyingkirkan fakta itu," Berlian membahas ulang.

"Kita berusaha," jawab Dominic.

"Usaha yang bagaimana? Pernikahan tujuh tahun berakhir karena tuntutan penerus keluarga. Aku tak ingin mengulang hal yang sama," ucap Berlian.

"Sayang, tak akan berat jika kita lewati bersama," balas Dominic.

Berlian teringat kebersamaan nya dengan Arya. Berlian ambigu, karena Arya pun dulu mengatakan hal yang sama.

'Apa semua pria seperti itu?' ragu Berlian.

"Jangan samakan aku dengan mantan kamu," Dominic menyentil kening Berlian yang melamun.

"Kok tahu?" tanya Berlian heran.

"Bukan kah aku pernah bilang, apa yang tak aku tahu tentang Berlian Putri Wiranata," kata Dominic seraya tersenyum.

Kesetiaan Dominic menunggu itu sudah menjadi bukti. Dan itu belum Berlian sadari.

"Turun? Atau menunggu di mobil?" tanya Dom bijak.

"Aku belum sesiap itu untuk bertemu dengan nyonya Alexander," ujar Berlian.

"Baiklah, aku tak memaksa," Dominic turun untuk menemui mama nya di kantor Dom.

Selepas pergi, Berlian ikutan turun. Daripada bengong mendingan cari makan di kantin perusahaan.

Menu di kantin membuat Berlian kangen. Bertahun-tahun Berlian bekerja di perusahaan ini.

Teman lama banyak yang masih mengenali Berlian.

"Hai Berlian. Apa kabar? Sombong nih yang sudah jadi direktur. Tak pernah mampir ke sini," sapa karyawan bagian pemasaran.

Berlian tersenyum. Sejak dipindah ke perusahaan Wijaya, Dominic lah yang sering nyamperin Berlian ke sana.

"Tumben ke sini?" tanya yang lain.

"Kangen yang di sana tuh," kata Berlian dengan arah mata menuju menu-menu yang tersaji di kantin.

Berlian menikmati makanan yang tadi diambil.

"Dasar janda gatel, pasti dia ke sini mau tebar pesona ke big bos," bisik karyawan yang berada tak jauh dari meja Berlian dan Berlian mendengar dengan jelas.

"Sudah gatel, mandul lagi," imbuh yang lain.

"Dengar-dengar perusahaan mantan suaminya bangkrut. Apa karena itu mereka cerai,"

Suara sumbang di kantin dianggap angin lalu oleh Berlian dan santai menghabiskan makan.

.

Di ruangan Dom

"Kemana aja kamu seharian? Tiga jam mama menunggu mu Dom," kata nyonya Alexander.

"Kalau lama ditinggal aja, ngapain repot nunggu?" Dominic menaruh pantat di kursi kebesaran nya.

"Dom, ingat. Akhir pekan ini kamu harus pulang. Keluarga Sentosa mau datang," kata nyonya Alexander langsung pada intinya.

"Nggak by phone aja sih? Merepotkan," balas Dominic.

"Mama yakin, pasti tak kamu angkat kalau mama telepon," sanggah mama Dominic.

"Tergantung tema pembicaraan," balas Dominic.

"Kinara akhir pekan ini datang dari luar negeri. Dan mama harap kamu tak mengecewakan mama Dom," lanjut nyonya Alexander.

"Kinara gadis baik-baik. Latar belakang keluarga jelas. Dan satu yang pasti, statusnya jelas bukan seorang janda," tandas nyonya Alexander.

"Perawan rasa janda sekarang bukan barang langka Mah," balas Dominic.

"Mama yakin Kinara tak seperti itu," sanggah mama Dominic.

Tring.

Pesan masuk ke ponsel Dominic.

"Nomor ponsel Kinara aku kirim, ntar sempatkan jemput ke bandara," suruh mama Dom.

"Berasa ojek online nih," tanggap Dominic.

"Jemput calon istri apa salahnya," sahut nyonya Alexander sengit.

"Dia bukan calon istriku," tolak Dominic.

"Dom, tak ada penolakan," kata mama Dom tegas.

"Dom, mama itu senang jika punya menantu Kinara. Sudah cantik, baik budi. Dan yang jelas keluarga Sentosa adalah keluarga yang sepadan dengan keluarga Alexander.

"Yang sepadan dengan keluarga Alexander hanya lah keluarga Wiranata," seru Dominic.

"Ha... Ha... Ngaco! Kamu mau nikah sama uncle mu itu?" tawa renyah menghiasi bibir wanita setengah baya itu.

Dominic diam, malas menjelaskan. Toh Berlian belum siap dikenalkan sebagai putri tunggal keluarga Wiranata.

"Terserah mama," sahut Dominic.

"Oke, mama pergi," nyonya Alexander beranjak

"Jangan lupa Dom, akhir pekan jumput Kinara," mama Dominic keluar ruangan dengan senyum mengembang.

.

Ponsel Berlian berdering kala makan di depannya telah tandas.

"Dimana?" suara Dominic terdengar.

"Kantin," bilang Berlian.

Panggilan terputus.

"Selalu begini," omel Berlian karena Dominic memutus panggilan sepihak.

Kedatangan Dominic di kantin membuat suasana kantin mencekam.

Seumur-umur baru kali ini Dominic berada di sana.

Dominic duduk di depan Berlian.

"Kita pergi saja," bisik Berlian, tak ingin menjadi bahan gosip karyawan yang ada di sana.

"Ntar, aku mau makan dulu," kata Dom membuat alis Berlian saling bertaut.

"Pesan seperti punyamu saja," kata Dominic tak peduli sekitar, hanya piring kosong depan Berlian yang menjadi titik fokus.

"Dom, kita makan di resto saja. Lihat sekitarmu!" Berlian kembali membisikkan sesuatu.

"Peduli amat," tolak Dominic.

"Issshhh," desis Berlian kesal.

Asisten Brian pun menyusul keberadaan sang bos.

"Wah, ternyata ada nyonya," Asisten Brian mengulum senyum saat menyapa Berlian.

"Nyonya...? Bahkan Asisten Brian memanggil janda gatel itu nyonya? Ilmu pelet apa yang dia pakai, sampai dua pria tampan itu meleleh dengan nya," suara tak enak terdengar di belakang Berlian.

Brak....

Dominic menggebrak meja.

"Kamu... Kamu... Kamu....," tunjuk Dominic ke arah tiga karyawan perempuan yang duduk di belakang Berlian.

"Besok pagi tidak usah pergi ke perusahaan ini. Selesaikan hari ini juga urusan administrasi kalian di bagian HRD," bentak Dominic.

"Tuan, apa salah kami? Kami hanya mengatakan kebenaran," alibi mereka.

"Hati-hati sama dia tuan. Kami hanya bisa mengingatkan, keputusan ada di tangan anda," imbuh yang lain.

Asisten Brian memberi isyarat beberapa kali ke arah mereka untuk diam. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, mereka semakin menjadi.

"Asisten Brian, jangan biarkan karyawan model beginian kerja di perusahaan ku," tegas Dominic dengan kilat mata merah.

'Baik tuan," sambut Asisten Brian.

Mood Dominic terjun bebas.

"Kita ke resto depan," Dominic menggandeng Berlian dan membiarkan Asisten Brian menyelesaikan.

.

.

To be continued

1
Khairul Azam
perkataan tuan alexsander itu bukankah termasuk pelecehan
Khairul Azam
banyal fitnah karena km gak mau klo ayahmu mau mengumumkan klo km iti anaknya, itu jg termasuk dosa jg karena memboarkan orang lain berpikir biruk.
echa purin
👍👍👍
Ita Ita
novelnya sangar bagus dan menarik.
moenaelsa: makasih 🌟 kak
total 1 replies
Titien Prawiro
Diambang batas gk ada lanjutannya apa.
Yuliati Soemarlina
yeh berlian bukan morotin..itu perhiasan dikasih mertuanya..
Yuliati Soemarlina
ketabrak ga sengaja aja dipermasalahkan kinara...modus nipu nih 2 manusia cecunguk ??
Yuliati Soemarlina
pemain" drama saling bersinggungan...
ken darsihk
tuh Ayah sdh di sumpal oleh ibu nya si Intan , benar Berlian pelakor tetap sajah pelakor 😠😠
ken darsihk
Yahhh Berlian kenapa juga lari ke club , sudah gitu ketemu sama pecundang dan gundik nya
ken darsihk
Aq mampir
karya pertama nya author yng aq baca , seperti nya bagus
moenaelsa: makasih kak
total 1 replies
Yuliati Soemarlina
jgn nyela berlian..dengarkan ucapan dr..jgn sok tau...lama" nyebelin juga si berlian ini
Yuliati Soemarlina
lihat tanda" nya..kamu hamil berlian..
Yuliati Soemarlina
berlian n dom sama" ngebohongi ortu...kenapa thor ceritanya jelimet begini...rahasia"...teruuus🤭🤭🤭
Yuliati Soemarlina
berlian..rahasia teruuuuuus...cape deh...🤭
Yuliati Soemarlina
2 org licik bersekutu..apakah akan berhasil ?
Yuliati Soemarlina
klo ceritanya bagus tentu bagus komentarnya thor...
Yuliati Soemarlina
Dom cepat halalkan berlian...biar gak terus diganggu ulat keket si kinara
Yuliati Soemarlina
akibat berlian keras kepala..banyak fitnah..apa yg kamu pertahankan berlian..lemot banget otak peran utama ini
Yuliati Soemarlina
bungkam tuh mulut lemes si kinara..tunjukan pd dunia bahwa kamu anak tunggal wiranata..biar orang" tdk merenehkanmu..kesel juga baca cerita ini thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!