Indonesia
NovelToon NovelToon
Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bonggiw01

Aku Assasin Terkuat yang tak terkalahkan, bahkan setelah menjadi seorang kakek tua, tidak ada yang bisa membunuh ku.
"Hidup ku bosan. aku harap... aku bisa bertemu dengan musuh yang lebih kuat dari ku..."
Tenyata keinginan ku Terkabul!

Setelah aku mati oleh serangan jantung, Aku di hidup kan kembali di dunia Murim... di dunia yang banyak sekali Petarung yang sangat kuat.

ini perjalanan ku sebagai Assasin Terkuat di dunia modern, sekarang hidup di dunia murim.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Di tengah hutan yang rimbun, cahaya matahari sore menembus celah-celah dedaunan, membuat jalan tanah yang dilalui rombongan kereta kuda terlihat redup.

Rombongan itu terdiri dari dua kereta kuda besar, diapit oleh sepuluh pendekar pedang.

Semua mengenakan pakaian berwarna abu-abu gelap, ciri khas pendekar Aliansi Pedang Tujuh Langit.

“Misi pengawalan ini membosankan sekali,” keluh Boris, tangannya berada di belakang kepala. “Kenapa harus sebanyak ini yang mengawal untuk misi yang membosankan? Lima orang saja cukup untuk melindungi rombongan seperti ini. Kita membuang-buang waktu saja.”

“Sudahlah, jangan banyak mengeluh,” jawab Bobi di sampingnya. “Bayaran yang kita dapat lumayan besar. Tugasnya jelas... kawal kereta kuda ini sampai kota Thora.”

“Kalau bukan karena bayaran besar, aku bahkan tidak mau ikut.” Boris jelas tidak menganggap misi ini serius.

Herry, yang berjalan di depan, menoleh dengan tatapan tegas. “Kita sedang mengawal putri dari Clan Taring Naga. Jadi Jaga sikapmu. Jangan sampai kau membuat nya tersinggung!”

“Apa yang perlu dijaga? Tidak akan ada orang bodoh yang mau menyerang rombongan sebesar ini,” Boris bersungut. “Sepuluh pendekar untuk satu putri? Konyol. Musuh akan berpikir ribuan kali sebelum menyerang.”

“Cukup!” potong Rico, ketua tim. “Tetap waspada. Ada laporan dari petinggi bahwa Kultus Iblis mulai bergerak lagi. Bisa saja mereka akan muncul. Jadi lakukan tugas ini dengan benar.”

“Kultus Iblis?” Boris mendengus. “Itu cuma cerita lama. Mereka sudah menghilang lima tahun terakhir. Dan sekarang Aliansi Pedang Tujuh Langit sudah terlalu kuat, apalagi sekarang dipimpin kita adalah Master Kyros dari Clan Awan Petir. Tidak akan ada yang berani melawan Aliansi kita.”

Rico hendak menjawab, namun...

WUUSSH!

Sebuah kilatan logam melesat di udara...

SRAAK!

Mata Herry terbelalak sejenak sebelum tubuhnya ambruk. 

Sebuah kunai menancap tepat di tengah keningnya, darah menetes ke tanah.

“ADA SERANGAN!!” teriak Rico sambil mencabut pedang. “BENTUK FORMASI! CEPAT!”

“Si… siapa yang berani Menyerang kami?! Dasar orang tolol!” Boris kini tampak tegang, tatapannya liar mencari sumber serangan.

Para pendekar segera mengelilingi kereta, melindungi putri di dalam. 

Udara tiba-tiba terasa lebih berat.

'Jelas-jelas ini serangan dari Kultus Iblis,' pikir Rico sambil menatap tubuh Herry yang sudah mati. 'Dan mereka pasti masih di sekitar sini untuk bersiap menyerang kami jika kami lengah! Sial!'

Tiba-tiba...

WUUUSSH! WUUUSSH! WUUUSSH!

Hujan kunai kembali melesat dari arah hutan.

"Jaga kereta kuda nya!" Teriak Rico.

TRANG! TRANG! TRANG!

Bunyi logam beradu menggema saat Rico dan yang lain menangkis.

“Musuh ada di arah jam sepuluh! Beberapa orang maju dan periksa! Yang lain tetap siaga! Misi utama kita adalah melindungi!” perintah Rico.

“Aku yang maju!” 

WUUUSSH!

Boris melesat tanpa menunggu perintah lagi. “Akan kupenggal kepala orang bodoh yang berani menyerang kita!”

Angin berdesir saat ia menembus semak belukar, matanya menangkap bayangan hitam bergerak cepat di antara pepohonan.

“Mati kau bajingan!” teriaknya sambil mengayunkan pedang.

TRANG!

Namun Serangannya tertahan oleh sepasang pedang pendek. 

Sosok itu berpakaian hitam dari kepala sampai kaki, wajah tertutup kain. 

Mata dingin memandang Boris tanpa emosi... Bella.

Boris menggeram dan menggempur tanpa henti.

TRANG! TRANG! TRANG! TRANG!

Namun Bella menangkis setiap tebasan dengan gerakan halus dan efisien. 

“Kultus Iblis keparat! Akan kubunuh kau karena berani menyerang kami!” Boris meraung, emosi menguasai gerakannya.

TRANG! TRANG! TRANG!

Bella masih bisa menahan serangan Boris dengan mudah....

Tapi Tiba-tiba, Bella mengubah tempo. Satu putaran cepat...

SRAAAAK!

Pedangnya memotong tangan kiri Boris.

BYUR!

“AAAGGGRRHHH!!!” teriak Boris, darah memancar liar.

Sebelum ia sempat mundur, pedang pendek Bella menusuk dadanya.

SRAAAAK!

Dan dalam satu gerakan lanjutan...

SRAAAK!

Kepalanya terpisah dari tubuh.

BRUG!

Tubuh Boris terjatuh tanpa nyawa, mata masih terbuka lebar dalam keterkejutan terakhirnya.

“Boris! Jawab aku! Apa yang terjadi di sana!” teriak Rico dari kejauhan. 

Tidak ada balasan.

'Bajingan! Bahkan Boris yang cukup kuat, dibunuh secepat ini… musuh kali ini seperti nya jauh lebih kuat dari yang ku duga!' Rico menggenggam pedangnya lebih erat. 

Udara di sekitar kereta terasa semakin mencekam. 

WUUUSSH! WUUSSH! WUUSSH!

Suara benda tajam memecah udara, kali ini datang dari arah yang berbeda. 

Puluhan kunai melesat cepat, memantulkan kilatan cahaya yang singkat di antara pepohonan.

TRANG! TRANG! TRANG!

Beberapa pendekar berhasil menahan, namun...

SRAAAK!

“Aaaarghhh!! Tolong aku! Aku terkena serangan!” Seorang pendekar berteriak ketika satu kunai menancap dalam di perutnya.

“Bertahan! Aku akan mengobati mu!” teriak temannya sambil merogoh kantong obat.

Namun sebelum ia sempat bertindak, bau busuk yang menusuk hidung tercium. 

Luka di perut itu berubah warna ungu kehitaman, membusuk dengan kecepatan yang tidak wajar. 

Kulit di sekitarnya melepuh dan mengelupas, darah bercampur lendir hitam mulai menetes ke tanah.

“Ra… racun! Hati-hati! Kunai itu beracun!” seru sang penolong dengan wajah panik.

Pendekar yang terkena racun itu terengah-engah, matanya melebar. “Se-selamatkan… aku… a-aku mohon... Aku tidak mau mati...” suaranya lirih, sebelum tubuhnya tersentak kaku dan napas terakhirnya menguap ke udara.

“Sial! Pengecut bajingan! Berani nya mereka menyerang dengan racun!” desis Rico, matanya menyapu sekeliling. 

“Semua nya dengar kan aku! Sepertinya hanya satu orang yang menyerang kita! Kita harus temukan dia dan mengepungnya, lalu membunuh nya!" Perintah Rico.

Namun langkah kaki terdengar Dari balik bayang pepohonan, sosok itu muncul.

Kain hitam menutupi wajahnya, hanya menyisakan sepasang mata yang dingin. 

Dia berjalan lurus, seolah tidak menganggap keberadaan mereka ancaman sama sekali.

“Kalian tak perlu repot mencariku,” ucap Ryan datar. “Aku akan datang sendiri ke pada kalian”

“Bajingan! Kultus Iblis keparat! Kau berani menyerang kami! Akan ku cabik-cabik kau!” teriak Rico, wajahnya memerah oleh amarah.

Dari kejauhan, Bella menyipitkan mata. 'Kenapa Ryan malah muncul begitu saja? Seharusnya dia tidak melakukan ini… kita kalah jumlah! Dan membunuh mereka satu persatu adalah pilihan tepat!" pikirnya cemas.

“Jadi ini para pendekar dari Aliansi Pedang Tujuh Langit?” Ryan menatap mereka satu per satu sambil terus melangkah. “Aku kecewa… ternyata tidak ada aura kuat yang kurasakan di antara kalian.”

“Kepung dia! Habisi!” perintah Rico.

Tujuh pendekar langsung membentuk lingkaran, pedang siap menusuk kapan saja. 

Ryan berdiri di tengah, memegang gagang katana dengan satu tangan, posisi bilahnya masih di dalam sarung.

WUUUSSSH!

Tiga pendekar menyerang serentak dari arah berbeda. Namun...

SRAAAK! SRAAAK! SRAAAK!

Mereka tiba-tiba berhenti di udara, mata kosong, tubuh kaku. Detik berikutnya...

BYUR!

Darah memancar liar ketika kepala, tangan, dan kaki mereka terpotong bersih. 

Crak! Crak!

Potongan tubuh jatuh menghantam tanah dengan suara basah. 

Ryan masih berdiri di posisi awal, katana di sarung, seolah dia belum sempat mencabutnya.

“Ti-tidak mungkin… ini tidak mungkin!” gumam Rico, wajahnya pucat. “Si-siapa kau sebenarnya?”

Ryan menoleh perlahan. “Siapa aku? Bukankah kau sudah tahu? aku dari Kultus Iblis.”

“BAJINGAN! IBLIS SIALAN!! Akan ku bunuh kau!” 

WUUUSSSH!

Rico melesat, pedang terhunus, berusaha menebas kepala Ryan. Namun yang terjadi...

SRAAAK!

Tanpa Ryan bergerak lebih dari setengah langkah, kedua tangan Rico terpotong, tangan itu masih menggenggam pedang yang kini terjatuh bersama tubuhnya.

“AAAAGGGRRRRHHHH!!! TANGAN KU! BAJINGAN!” Jeritan Rico memecah hutan, darah menyembur liar membasahi wajahnya sendiri.

Ryan menatapnya datar. “Aku kecewa. Pendekar dari Aliansi Pedang, ternyata kalian tidak sekuat yang aku bayangkan.”

WUUUSSH!

Lalu ia menghilang. Hanya bayangan hitam yang melintasi mereka, lalu....

SRAAAK! SRAAAK! SRAAAK!

Suara daging robek terdengar bersamaan.

BYUR!

Tubuh-tubuh terbelah, anggota tubuh berserakan, darah menggenang di tanah. 

Aroma amis menyelimuti udara. 

Dalam hitungan detik, Ryan dan Bella sudah membantai seluruh pasukan pengawal.

Dari kejauhan, Bella menyaksikan dengan mata terkejut. 'Luar biasa… kekuatan Ryan yang kulihat saat pelatihan ternyata hanyalah setetes dari kemampuan yang sebenarnya! Dia… lebih mematikan dari yang pernah kubayangkan!'

Di mata Bella, Ryan bukan hanya kuat, tapi juga tampan.

1
Endi Tu Endy
dari awal lagi kah
Terserah
gass thor 🍻
V.MaryGrace
lanjut thorr
Terserah
ninggalin jejak dulu
Ed Troivan
update terus💪👍
The Rizki: kenalan yuk
total 1 replies
Ed Troivan
Lumayan ceritanya thorku 💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
xebeck D ron
awal lagi nih?
ZAHRANI
keren mantap jiwa thor👍👍
Heroik gg
katanya season 2 bang kok balik season 1
Anonim
👍
Betesyon Betesyon
ini cerita nya di mulai dari awal lagi kah?
RR
lagi pindahan atau lagi tes ombak nih bang😁, semangat terus pokonya dahh
ZAHRANI: bang jangan sampek hiatus😭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!