Indonesia
NovelToon NovelToon
Bunga Untuk Keanu

Bunga Untuk Keanu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Orang Disabilitas
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bunga gadis belia berusia 20 tahun, seorang pelukis tunawicara akibat trauma tragedi pembunuhan orang tuanya belasan tahun yang lalu, sempat merasakan kebahagiaan bersama Azka Alexander, pria tulus yang mencintainya apa adanya. Namun, kebahagiaan itu begitu singkat. Menjelang wafat akibat sakit keras, Azka berwasiat agar kakak kandungnya, Keanu Alexander, menikahi Bunga.
Keanu pria dingin yang menyimpan trauma mendalam terhadap wanita terpaksa menerima pernikahan itu demi memenuhi permintaan terakhir sang adik. Kini, Bunga dan Keanu terjebak dalam rumah tangga tanpa cinta. Di tengah dinginnya sikap Keanu, Bunga tetap berjuang mengungkap misteri di balik kematian orang tuanya demi menuntut keadilan.
Akankah pernikahan atas dasar keterpaksaan ini mampu menyembuhkan luka masa lalu mereka dan berubah menjadi cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

Bunga tersentak hebat saat cengkeraman Keanu menahan langkahnya. Saat ia memutar badan kembali menatap ke arah ujung koridor, sosok pria misterius dengan bekas luka di pelipis itu sudah lenyap di balik kerumunan orang.

Dadanya Bunga naik turun tak beraturan. Peluh dingin semakin deras membasahi keningnya, dan seluruh tubuhnya bergetar kencang. Bayangan tragedi kematian orang tuanya berputar liar, menghantam kesadarannya hingga wajahnya Bunga kembali pucat pasi.

"Kau ini kenapa?!" bentak Keanu heran, melepaskan cengkeramannya saat menyadari gemetar hebat pada tubuhnya Bunga.

"Aku cuma meninggalkanmu sebentar untuk mengambil obat, dan kau malah keluyuran tidak jelas!"

Bunga memegangi dadanya yang sesak. Jemarinya bergetar hebat saat mencoba menyampaikan bahasa isyarat di depan Keanu.

"Pria itu... pria dengan bekas luka di wajahnya... dia ada di sini! Dia yang ada di rumahku saat malam itu!" gerak tangan Bunga begitu panik dan kacau, matanya menyiratkan ketakutan mendalam.

Keanu mengernyitkan keningnya rapat-rapat. Ia menatap gerakan tangan yang kacau itu dengan raut wajah tidak sabar dan jengkel.

"Sudah kubilang aku tidak mengerti apa yang kau maksud dengan gerakan tangan konyol mu itu!" pangkas Keanu tajam. "Jangan mulai bertingkah aneh lagi di tempat umum! Obatmu sudah kuambil, sekarang kita pulang!"

Bunga menggeleng keras, air mata ketakutan dan frustrasi mulai merembes dari sudut matanya. Ia kembali menggerakkan tangannya, memohon agar Keanu mau mempercayainya dan menantunya untuk mencari pria itu. Namun bagi Keanu, tingkah Bunga hanyalah bentuk ketidakstabilan emosi akibat anemia dan trauma yang berkepanjangan.

Tanpa memperdulikan kepanikan Bunga, Keanu menarik pergelangan tangan gadis itu dengan tegas, memaksanya melangkah menuju area parkir.

Sepanjang perjalanan pulang di dalam mobil, Bunga hanya bisa bersandar di pintu kendaraan sambil meremas jemarinya sendiri. Tangisnya pecah tanpa suara. Di satu sisi, hatinya hancur karena Keanu sama sekali tak mau mendengarkan atau memahaminya. Namun di sisi lain, sebuah kobaran tekad baru mulai membakar jiwanya, pria misterius itu nyata dan berada di kota yang sama dengannya.

Meski kini terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama pria sedingin Keanu, Bunga berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia akan tetap berjuang mengumpulkan sisa-sisa petunjuk demi mengungkap misteri pembunuhan orang tuanya dan menuntut keadilan yang telah lama terkubur.

*

*

Setelah mengantar Bunga kembali ke mansion, Keanu langsung melaju kencang menuju kantor Alexandria, salah satu anak perusahaan vital di bawah naungan Alexander Group yang kendali utamanya masih dipegang penuh oleh Tuan Alexander selaku direktur utama.

Keanu menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya, menyandarkan punggungnya dengan raut wajahnya yang gusar.

"Dasar wanita tidak jelas! Aku semakin muak saja saat bahasa isyarat itu ia keluarkan!" ujarnya sembari memijat pelipisnya yang terasa semakin berdenyut pusing.

Tak lama kemudian, Adrian, asisten pribadinya masuk ke dalam ruangan dengan membawa sejumlah dokumen penting.

"Selamat siang, Tuan Keanu," sapa Adrian sopan. "Saya ingin mengabarkan bahwa rapat yang sempat tertunda tadi pagi akan dimulai kembali setelah jam makan siang nanti."

Keanu mengangguk singkat. "Baiklah."

Namun, saat Adrian hendak berbalik pergi, Keanu mendadak menahannya. "Tunggu sebentar, Rian!"

Adrian menghentikan langkahnya. "Iya, Tuan? Apakah ada yang bisa saya bantu?"

"Apakah kau bisa mencarikan aku seorang penerjemah bahasa isyarat?" tanya Keanu dengan nada datar namun menuntut.

Seketika Adrian mengernyitkan keningnya. Sebagai asisten yang serba tahu, ia paham betul jika sang atasan sebenarnya sedang kebingungan menghadapi Bunga, istri barunya yang tidak bisa berbicara. Sebuah senyum tipis hampir terukir di wajah Adrian sebelum ia memberanikan diri memberi saran.

"Baik, Tuan. Nanti akan saya coba carikan. Tapi saran saya, kenapa Tuan tidak ikut belajar bahasa isyarat saja? Dengan begitu, Tuan bisa jauh lebih memahami Nyonya Bunga secara langsung."

Brak!

Seketika rahang Keanu mengeras. Pandangannya menghunus tajam penuh ancaman. "Apa maksudmu berkata seperti itu, Rian?! Kau sudah bosan bekerja di sini, hah?!"

Adrian tersentak dan mendadak gugup setengah mati. "B... Bukan begitu maksud saya, Tuan! Baik, secepatnya akan saya carikan apa yang Tuan minta barusan!" jawab Adrian panik, lalu buru-buru membungkuk dan melangkah cepat keluar dari ruangan sebelum kemarahan bosnya semakin meledak.

*

*

Sementara itu di mansion, Bunga duduk diam di tepi ranjang kamarnya. Mengingat insiden di rumah sakit dan keputusasaan karena Keanu sama sekali tidak mengerti bahasa isyaratnya, Bunga menyadari satu hal. Ia tidak boleh pasrah begitu saja.

Dengan jemari yang masih sedikit gemetar, Bunga membuka laci meja nakasnya. Ia menggeledah isi laci tersebut sampai akhirnya menemukan sebuah buku catatan kecil bergaris beserta sebuah pulpen.

Bunga menggenggam erat buku catatan itu di dadanya. Mulai saat ini, ia akan menggunakan tulisan untuk berkomunikasi dengan Keanu. Ia tidak ingin pesan pentingnya termasuk petunjuk tentang pria misterius bermuka luka itu kembali terabaikan hanya karena Keanu menolak memahami bahasa tubuhnya

*

*

Malam harinya, Keanu kembali ke mansion dengan raut wajah lelah usai menyelesaikan rentetan rapat di kantor. Langkah kakinya yang mantap bergaung di koridor lantai dua, melintas di depan kamarnya Bunga. Langkah itu mendadak terhenti saat ia melihat pintu kamar sang istri sedikit terbuka.

Di dalam, Bunga tampak sedang duduk di meja belajarnya. Cahaya jingga dari luar jendela menerpa wajahnya yang fokus, jemarinya tekun menorehkan tinta di atas sebuah buku catatan kecil. Ada rasa penasaran asing yang menyusup ke dada Keanu, namun dengan cepat ia menepisnya dan mengetuk pintu dengan ketukan keras.

Tok! Tok! Tok!

Bunga tersentak, refleks menoleh ke arah pintu. Melihat Keanu berdiri menyilangkan tangan di ambang pintu, Bunga segera beranjak dari kursinya. Ia meraih buku catatan kecil yang baru saja ditulisnya, lalu melangkah mendekati Keanu dengan tatapan penuh kehati-hatian.

Keanu menatap Bunga dari atas ke bawah dengan tatapan dinginnya yang khas.

"Kenapa belum tidur? Dokter bilang kau harus banyak istirahat."

Bunga tidak menggerakkan jemarinya seperti biasa. Sebagai gantinya, ia mengangkat buku catatan kecil itu tepat di hadapan Keanu. Di halaman paling atas, terukir tulisan tangan yang rapi dan tegas:

'Kak Keanu, maaf soal di rumah sakit tadi. Mulai sekarang, kalau Kakak tidak mengerti bahasa isyaratku, aku akan menulisnya di buku ini. Mohon dibaca.'

Keanu mengernyitkan keningnya, menatap tulisan itu sejenak sebelum pandangannya beralih pada mata Bunga yang memancarkan kesungguhan. Ada desakan kepuasan kecil di hatinya melihat wanita itu akhirnya tidak lagi mencekokinya dengan gerakan tangan yang membingungkan. Namun, Keanu tetap mempertahankan raut wajahnya yang datar.

"Baguslah kalau kau sadar diri," sahut Keanu dingin, memalingkan wajahnya. "Setidaknya aku tidak perlu membuang waktu menebak-nebak apa yang ada di kepalamu."

Bunga membalik halaman buku catatannya dengan cepat, menunjukkan tulisan lain yang sudah ia persiapkan sebelumnya:

'Pria di rumah sakit tadi... aku mengenalinya. Dia adalah salah satu pembunuh orang tuaku belasan tahun yang lalu. Ada bekas luka di pelipis kirinya. Aku mohon, percayalah padaku, Kak.'

Deg!

Pandangan Keanu terkunci pada baris-baris kalimat tersebut. Raut wajahnya berubah serius seketika, matanya meneliti tulisan Bunga dengan cermat. Ia teringat kembali kepanikan luar biasa dan gemetar hebat pada tubuh Bunga di koridor rumah sakit tadi siang. Jadi, wanita ini bukan sedang bertingkah aneh atau mencari perhatian, melainkan memergoki sosok dari masa lalunya?

Keanu menghela napas panjang, lalu menatap Bunga tajam. "Kau yakin dengan apa yang kau lihat? Atau ini cuma ilusi akibat trauma masa lalu mu yang bangkit lagi?"

Bunga dengan cepat menggelengkan kepalanya keras-keras. Ia meraih pulpennya, jemarinya bergerak cepat menari di atas kertas:

'Aku tidak salah lihat, Kak. Wajah dan bekas luka itu... selalu menghantuiku setiap malam. Dia ada di kota ini!'

Keanu terdiam sejenak, menatap lekat tatapan keputusasaan sekaligus tekad di matanya Bunga. Benteng kecurigaan dalam dirinya perlahan terusik oleh kenyataan pahit yang disimpan wanita di hadapannya ini.

"Kematian orang tuamu sudah belasan tahun berlalu, Bunga," ujar Keanu dengan suara berat yang menggelegar tenang. "Tapi kalau apa yang kau tulis ini benar... artinya ada bahaya yang sedang mengintaimu."

Keanu merebut buku catatan kecil itu dari tangannya Bunga, membalik sampulnya, lalu memasukkannya ke dalam saku jasnya sendiri.

"Buku ini aku simpan. Dan ingat, jangan pernah mencoba mencari pria itu sendirian tanpa pengawasanku. Jika kau melanggar, aku tidak akan segan-segan mengunci mu di rumah ini," ancam Keanu tegas.

Meski nada bicara Keanu terdengar kejam dan mengintimidasi, Bunga menangkap secercah ketegasan perlindungan di dalamnya. Untuk pertama kalinya sejak Azka meninggal, Bunga mengangguk pelan dengan setitik rasa lega di dadanya, berharap langkah ini menjadi awal terkuaknya tabir misteri yang selama ini menyiksa jiwanya.

Bersambung...

1
Teh Yen
ternyata itu bukan tuan Alexander yg aslinyp kembarannya
Nar Sih
sdh mulai terlihat jls mslh disini ,gila harta dan tahta mebuat saudara jdi tega dan gila mecari pesugihan korban nya saudara sendiri
fatmawati (pipit)
ternyata papa alexander punya kembar identik yang sangat terobsesi pada ritual pada dewa darun untuk kekayaannya.
untuk iblis bermuka dua seharusnya kamu saja yang menjadi tumbal ritual dewa darun itu
Mom Ilham
kejutan bgt thor👍/Casual/🤭
Nadja 🎀
Clarissa tobat bisa dpt jodoh lbh baik dr keanu semangat ya!!
vania larasati
lanjut kak
Arw
plot twist nya ini ternyata...benar2 saudara yg jahat padahal kembar indentik...
Muft Smoker
aduuuuh demi harta dn kekuasaan ,,
ma saudara pun saling menikung ,, tikung kanan ,, tikung kiri ,, main tikung ooh ,, ooh ,,




🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waaaah apa ini ,, kejutan apa lgii ni kak eliiiii ,,
aq padamu pokokny😉😉😉
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makiin penasaran tiap bab ny ,,
aq fikir cerita kak eli cuma seputar perjodohan pengganti ,, trnyata di balik ny ad sekte yg tersembunyi ,,
😱😱😱😱
Muft Smoker
jgn2 ni bpa ny bunga ,, msh hidup tp di sekap😱
Muft Smoker
aduuuuh jd horror begini kak ,,
dr awal emnk udh curiga aq ma tuan Alexander ,,
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
cerita kali ini menegang kan kak,ada drama romatis juga ada horor nya
Teh Yen
Clarisa d sekap oleh tuan Alexander lalu itu ketemu siapa yah ?
Teh Euis Tea
othorku, jujur aku takut baca cerita KK yg ini, ntah kenapa aku kurang suka baca cerita mafia atau cerita horor
tegang aku bacanya
Teh Euis Tea: di Usain ya kak🙏
total 2 replies
Oma Gavin
makin seru cerita nya
fatmawati (pipit)
cerita lebih horor dimana seorang papa yang tega menumbalkan anak kandung demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah /Sob//Sob//Sob//Sob/
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak
total 1 replies
fatmawati (pipit)
ayo keanu kamu pasti bisa mengungkap kebenaran ini, untuk clarissa apa bapak tua ini ayah kandung dari bunga 🤔🤔🤔🤔🤔
apakah kematian diana juga ada kaitannya dengan papa alexander
fatmawati (pipit)
novel kk yg ini ada misteri dari sebuah perusahaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!