Indonesia
NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

🏆🥇 Juara 1, Yaww 2026 Periode 1, Kategori 2 💞 dan Juara Tema Kreatif.



Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Alex berdiri tegak di depan kedua anak itu. Tatapannya tenang, namun penuh wibawa.

“Aku datang menjemput kalian," ulangnya lagi. Begitu kalimat itu keluar dari mulutnya, Kenzo langsung berdiri dari bangku dengan wajah dingin.

“Kami tidak akan pergi!” Nada suaranya tegas meskipun ia masih anak kecil. Ia bahkan menarik tangan adiknya.

“Kenzi, kita tunggu Mommy saja.”

Namu, Kenzi malah menatap Alex dengan mata berbinar. Seolah sangat senang melihat pria itu. Alex menyilangkan kedua tangannya di dada, lalu berkata dengan santai.

“Bukannya kalian ingin bicara denganku?”

Kenzo mengerutkan kening.

“Apa maksudmu?”

Alex menatap langsung ke arah Kenzi.

“Kamu yang mengirim email kepadaku, bukan?”

Mata Kenzi langsung membesar.

“Daddy baca?”

Alex mengangguk pelan.

“Kamu bilang ingin bertemu denganku, Kamu ingin membuat kesepakatan.” Kalimat itu langsung membuat Kenzi meloncat kecil dengan semangat.

“Iya!” Ia menoleh pada kakaknya dengan wajah cerah.

“Kak! Dia datang! Dia benar-benar datang!”

Kenzi langsung berbalik lagi ke Alex.

“Ayo kita pulang!”

Namun, tangan Kenzi tiba-tiba ditarik kuat oleh Kenzo.

“Tidak.” Kenzo menatap adiknya dengan serius.

“Kita tidak ikut.”

Kenzi mengerutkan kening.

“Tapi Kak—”

Kenzo menatap Alex dengan tajam.

“Aku tidak percaya padanya.”

Alex hanya menatap bocah itu dengan ekspresi tenang. Kenzo lalu berkata dingin.

“Kalau kamu ingin bicara … kita bicara di sini saja.”

Beberapa guru yang melihat dari jauh mulai merasa suasana sedikit aneh. Namun, Alex hanya tersenyum tipis.

“Kesepakatan seperti itu tidak cocok dibicarakan di halaman sekolah.” Ia menatap kedua anak itu bergantian.

“Lagipula…” Tatapannya kembali ke Kenzo.

“Bukankah kamu ingin memastikan aku tidak mengganggu hidup kalian?”

Kenzo terdiam, kalimat itu tepat mengenai pikirannya. Alex lalu berkata santai.

“Ayo ikut denganku. Kita bicara dengan tenang.”

Kenzo masih terlihat ragu. Tetapi, Kenzi sudah menatap kakaknya dengan mata penuh harap.

“Kak … ayo! Aku mau bicara dengan Daddy.”

Kenzo menghela napas panjang dengan kesal. Anak itu akhirnya menatap Alex lagi dengan wajah serius.

“Kalau kami ikut … kau harus menepati kesepakatan kami.”

Alex menatapnya dengan tatapan tajam namun penuh minat.

“Kesepakatan apa?”

Kenzo menjawab dengan dingin.

“Kau tidak boleh mengganggu Mommy kami.” Beberapa detik Alex hanya menatap bocah itu, lalu ia berkata singkat,

"Masuk ke mobil dulu.”

Kenzo masih menahan tangan Kenzi. Namun, Kenzi sudah hampir melompat kegirangan. Ketika Kenzi hampir melangkah menuju mobil, suara sang guru tiba-tiba menghentikan mereka.

“Tunggu sebentar!"

Semua orang menoleh. Guru itu berdiri dari kursinya dan berjalan mendekat dengan wajah sedikit ragu namun tetap tegas.

Ia menatap Alex dengan sopan.

“Maaf, Tuan.”

“Tapi saya harus memastikan sesuatu terlebih dahulu.”

Alex menatap wanita itu tanpa mengubah ekspresinya.

“Apa itu?”

Guru itu kemudian berkata hati-hati,

“Apakah Anda benar ayah dari kedua murid ini?”

Ia menunjuk Kenzo dan Kenzi.

“Karena jika tidak, kami tidak bisa mengizinkan mereka ikut dengan Anda.”

Beberapa guru lain yang berada di halaman ikut memperhatikan situasi itu. Alex langsung menyipitkan matanya sedikit. Tatapannya berubah tajam dan dingin. Aura pria itu seketika terasa menekan. Namun, sebelum Alex sempat mengatakan apa pun Mario segera melangkah maju.

Ia tersenyum sopan kepada guru itu.

“Tidak perlu khawatir.”

Guru itu menatapnya.

Mario kemudian berkata dengan nada profesional,

“Tuan Alex memang orang tua dari kedua anak itu.”

Kenzo langsung mengerutkan kening. Namun, Kenzi terlihat sangat bangga.

“Iya! Daddy!”

Guru itu terlihat masih sedikit ragu.

“Tapi tadi salah satu dari mereka mengatakan bukan…”

Kenzo langsung memalingkan wajahnya dengan kesal. Sementara Kenzi malah mengangguk kuat.

“Iya! Dia Daddy kami!”

Guru itu akhirnya menatap Alex lagi.

Pria itu berdiri dengan sikap tenang, aura dinginnya masih terasa kuat.

Beberapa detik kemudian guru itu menghela napas kecil.

“Baiklah…”

“Kalau begitu kalian boleh pulang.”

Kenzi langsung tersenyum lebar.

“Yeay!”

Namun, Kenzo masih berdiri dengan wajah datar. Ia menatap Alex dengan mata penuh kewaspadaan. Seolah pria itu bukan ayahnya melainkan seseorang yang harus ia hadapi dengan hati-hati.

Alex berdiri di samping mobil hitamnya.

Pintu belakang sudah terbuka.

Kenzi bahkan sudah berdiri di depan pintu dengan wajah penuh semangat, hampir saja naik ke dalam mobil. Namun, Kenzo masih berdiri di tempatnya. Tatapannya penuh penolakan.

Alex menatap anak laki-laki itu beberapa detik. Lalu ia berkata dengan suara yang sedikit lebih lembut dari biasanya.

“Masuklah,” Nada suaranya tidak keras, bahkan terdengar sabar. Namun, Kenzo tetap menatapnya dengan wajah kesal.

“Aku belum setuju.”

Alex menghela napas pelan.

“Kita akan bicara. Tentang kesepakatanmu.”

Kenzo masih tidak bergerak.

Sementara Kenzi sudah hampir masuk ke mobil.

“Cepat Kak!”

Namun, sebelum situasi itu berlanjut suara mobil lain tiba-tiba berhenti di depan gerbang sekolah.

Semuanya menoleh, sebuah mobil tua berhenti agak mendadak.

Pintu mobil langsung terbuka.

Tasya turun dengan wajah panik. Begitu matanya melihat Alex berdiri di dekat kedua anaknya, dadanya langsung terasa sesak.

“Tunggu!”

Ia berjalan cepat mendekat. “Kenzo! Kenzi!”

Kedua anak itu langsung menoleh.

“Mommy!” Kenzi langsung berlari kecil menuju Tasya.

Tasya memeluk anak itu dengan erat. Tatapannya kemudian beralih pada Kenzo.

“Kamu tidak apa-apa?”

Kenzo mengangguk pelan tetapi kemudian Tasya menatap Alex. Tatapannya langsung berubah tajam.

“Kau lagi.” Nada suaranya penuh kemarahan yang ia tahan sejak pertemuan terakhir.

Alex berdiri tenang menghadapi tatapan itu. Seolah sudah menduga reaksi Tasya.

Tasya melangkah lebih dekat dan langsung menarik tangan Kenzo.

“Ayo kita pulang,”

Ia menatap Alex dengan dingin.

“Aku sudah bilang sebelumnya. Jangan mendekati anak-anakku lagi.”

Namun Alex tidak bergerak sedikit pun. Ia hanya berkata dengan suara rendah.

“Mereka yang memintaku datang.”

Tasya mengerutkan kening. “Apa?”

Alex menatap kedua anak itu.

Perdebatan kecil di depan gerbang sekolah mulai menarik perhatian beberapa guru dan orang tua murid yang belum pulang.

Tasya masih berdiri di depan kedua anaknya seolah menjadi penghalang.

“Kamu tidak berhak membawa mereka pergi,” ucapnya tegas.

Alex menatapnya tanpa emosi.

“Mereka yang memintaku datang. Nona Tasya, kita hanya perlu bicara.”

Namun, Tasya tetap menggeleng.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan.”

Ketegangan di antara mereka semakin terasa.

Saat itulah pintu mobil tua milik Tasya terbuka. Seorang pria tinggi keluar dari dalam mobil. Beberapa langkah kemudian ia sudah berdiri tidak jauh dari mereka. Tatapannya langsung tertuju pada Alex dan sebaliknya Alex juga langsung mengenali pria itu.

Dua pria dengan aura kuat berdiri saling berhadapan.

Dion berjalan mendekat lalu berdiri di samping Tasya.

“Tasya,” dia berkata pelan.

“Kita pulang saja.”

Namun, sebelum Tasya menjawab Dion sudah menatap Alex dengan dingin.

“Tuan Alex. Saya rasa Anda tidak perlu mengganggu mereka lagi.”

Kalimat itu membuat Mario yang berdiri di dekat mobil sedikit tegang.

Sementara Alex hanya mengangkat alisnya tipis. Ia menatap Dion dengan tajam.

“Dion Wijaya.” Nada suaranya terdengar datar, namun jelas mengenal pria itu.

“Sudah lama tidak bertemu.”

Dion tidak tersenyum, tatapannya tetap dingin.

“Aku hanya tidak ingin ada masalah di depan sekolah anak-anak.”

Namun, Alex tiba-tiba berkata dengan suara rendah namun tajam.

“Masalah ini bukan urusanmu.”

Ia menatap Dion lurus-lurus.

“Ini urusan keluargaku.”

Kalimat itu membuat Dion langsung terdiam. Beberapa detik ia hanya berdiri tanpa bicara. Tatapannya perlahan beralih pada Tasya.

Sementara Tasya juga terlihat sedikit terkejut mendengar kata itu.

'Tuan Alex suami Tasya?' Dion menatap Tasya tak percaya.

1
frida
good job Thor terus lah berkarya
echa purin
👍
Ari Sawitri
bukannya sdh 9bulan ya di bab sebelumnya kok prematur ?🤔🤔
Ari Sawitri
team keamanan tp bukan buat istri dan anak anaknya. begitu kejadian br ada team keamanan. ini orang kaya bener bukan sebenarnya 🤔🤭😅
Sri Wulandari
akhirnya karma sdh menantimu kini giliran qm & istrimu yg akan menanggung smua perbuatan mu d masa lalu Arlond siap² sj qm mendapatkan hukuman yg setimpal dg apa yg telah qm lakukan pd kakakmu sendiri Arland
Sri Wulandari
gara² ingin hidup lebih baik qm rela kehilangan cinta pertama mu & menikah dg Merlin & qm lebih memilih mencintainya dlm diam tp lihat sprti apa hidupmu skrng hanya d manfaatkan sj sm klrg istrimu bahkan anak yg d kandung istrimu bkn anakmu & keserakahan tlh menghancurkan hidup kalian smua
Sri Wulandari
senjata makan tuan karma lngsng d byr lewat putri mu dulu qm membunuh Arlan & istrinya skrng qm akan mengulangi lg perbuatan kalian itu & putrimu & calon bayinya jg merasakan akibat dr k jahatan kalian bahkan akibatnya bakal lebih fatal
Sri Wulandari
knp qm g mencoba mencari tau apa yg sbnrnya terjadi dg klrg mu Tasya karna smua saling berhubungan termasuk tentang k matian k dua orang tuamu jg dendam 2klrg hingga saat ini
Sri Wulandari
harusnya qm jg curiga & waspada dg sikap Arlond kakek Rockhi karna selama ini dia yg sllu berusaha keras menyakiti Tasya siapa tau dia jg terlibat dg Jessy
Sri Wulandari
semakin qm berusaha menjauhkan Alex dr Tasya hubungan mereka akan semakin dlm & terikat... Jessy
Sri Wulandari
harusnya kakek buyut takut dg keturunannya yg ini mereka bs sj menghancur perusahaan mu jg bs menstabilkan kembal begitu jg dg mommynya
Sri Wulandari
menghadapi orang sprti tuan Vasillo qm mmng harus bersikap tegas & berani klu tdk qm akan d tindas & d remehkan apalagi dendam antara klrg kalian yg blm bs d lupakan oleh sm² k dua klrg & qm skrng ibaratnya masuk k sarang harimau kembali g bs maju pun mati
Sri Wulandari
kasian Tasya g punya tempat yg aman utknya & twins....kakek Vasillo bs menerima twins tp tdk dg Tasya apalagi klu tau Tasya cucu kakek Rockhi
Sri Wulandari
seandainya dr awal kakek Rockhi mau menceritakan smua sm Tasya pasti g akan ada k salah pahaman sprti ini sedangkan Arlond dia sprti kompor meleduk yg siap membakar apa sj supaya smua lebih membara
Sri Wulandari
Alex sdh menduga klu kakek Rockhi pasti tdk akan tinggal diam membiarkan cucunya Tasya menikah dgnya....
mslh Alex semakin rumit yg satu perjodohan yg d tentukan kakek Vasillo yg satu pernikahannya dg Tasya akan d pisahkan oleh kakek Rockhi d tambah k datangan Arlond yg akan membawa mslh buat Tasya & twins😔
Sri Wulandari
kakek Vasilo datang makanya Tasya & twins d pulangkan k rumah kakek Rocki tp d sana justru tdk aman ada pamannya yg jahat dtng utk bls dendam smoga Alex bs melindungi Tasya & twins dr pamannya yg jahat & serakah itu....
klu kakek Vasilo aq rasa g akan mslh dg kehadiran Tasya & twins mungkin dia akan sangat bahagia karna ternyata dia memiliki 2 penerus .... marahnya mungkin hanya sementara karna penerusnya itu ternyata msh k turunan musuh bebuyutannya jd rumit tp.... kedatangan Arlond mungkin akan membuka rahasia penyebab dendam antara 2 klrg Vasilo & kakek Rockhi
Sri Wulandari
untung Tasya & twins sdh pindah k rumahnya Alex klu tdk dia pasti ketakutan lg melihat kedatangan pamannya yg hampir menjualnya dulu waktu d Berlin
Sri Wulandari
membuka hati utk daddy twins beri dia kesempatan sebenarnya Alex tdk sejahat seperti yg qm pikirkan dia hanya sedikit sombong & keras kepala sm sprti Kenzo....Alex bersikap keras karna dia punya banyak musuh yg siap menghancurkannya kpn sj makanya hidupnya g suka d usik siapapun apalagi dia pernah mengalami trauma kehilangan orang tua sprti qm makanya instingnya utk melindungi diri & klrg sangat kuat
Sri Wulandari
qm khan seorang peretas Tasya harusnya qm bs melacak Dion lewat perangkat elektronik yg dia gunakan atau melacak keberadaan mobilnya atau apalah yg bs d lacak lewat internet....lha ini qm sprti kehilangan kecerdasan mu....panik boleh tp bodoh jngn😔
Sri Wulandari
apakah itu suara Dion 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!