Indonesia
NovelToon NovelToon
Pembalasan Gadis Mafia

Pembalasan Gadis Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rahmawati18

Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.

Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.

Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.

Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 : Dihadang

"KELUAR!"

Dua preman itu memukul-mukul kaca mobil yang dikendarai Alexa. Alexa melepaskan sabuk pengaman dari tubuhnya. Ia kembali memakai topeng hitamnya itu dan keluarga dari dalam mobil.

"Kalian mau apa?" tanya Alexa sambil bersandar di mobilnya. Ia memperbaiki rambut yang menutupi wajahnya dengan jarinya. Alexa memainkan sebuah pemantik di tangannya, kakinya ia silangkan di depan.

Suasana malam yang dingin di lereng gunung yang sunyi membuat suasana semakin mencekam. Sesekali terdengar suara auman binatang buas dari dalam hutan. Kedua preman yang sedang menghadang Alexa memegang sebuah pisau dan pistol di tangannya. Preman itu mendekat ke arah Alexa.

Alexa berdiri dengan tegak. Tangannya ia silangkan di depan dada. Ia pun melangkah mendekat ke arah preman yang mendekatinya itu.

"Hay, Nona. Kenapa kamu naik mobil sendirian malam-malam begini? Lebih baik ikut kami saja, kami akan memanjakanmu." ucap salah seorang preman itu. Ia mendekat hendak mengelus wajah Alexa.

Alexa menepis kasar tangan preman itu dan berhasil membuatnya berdecak kesal.

"Jangan sentuh aku jika kalian tidak ingin mati." tegas Alexa.

"HAHAHA...!" Kedua preman itu tertawa mendengar ucapan gadis itu.

"Mati? Mati kamu bilang. Hey Nona badan sekecil ini mana bisa membunuh kami. HAHAHA...!"

BRUUKK

Satu pukulan melayang di wajah salah satu preman yang hendak mengelus wajah Alexa tadi.

"Kurang ajar!" bentak preman yang satunya lagi. Preman itu menodongkan pisau ke arah Alexa. Ia hendak menusuk gadis itu dengan pisau di tangannya. Alexa berhasil menghindar dengan sempurna.

SREETT

Alexa menunduk, badannya memutar 180 derajat. Pisau itu hanya nyerempet rambutnya.

Tanpa buang waktu, siku Alexa langsung menghantam ulu hati si preman itu.

BUUG!

"Ughh!" Preman itu jatuh dan hanya bertumpu dengan lututnya nafasnya memburu dan ngos-ngosan. Pisaunya mental ke aspal.

Preman satunya lagi yang sudah dipukul oleh Alexa langsung bangkit. Mukanya sudah lebam. Ia mengeluarkan pistol dari pinggangnya.

"Diam di tempat!" teriaknya. Tangannya gemetar.

Alexa cuma senyum di balik topeng hitamnya. Pemantik di tangannya masih ia mainkan.

Klik... Klik...

"Lempar pistolnya." suaranya datar. Dingin.

"Bajingan! Lu pikir gue takut?!" Preman itu menarik pelatuk pistol yang di pegangnya.

DOR!

Peluru melesat. Dengan kelincahan gadis itu, ia berhasil menghindari Peluru. Peluru itu menancap ke pintu mobilnya.

DANG!

Angin malam makin kencang. Auman dari hutan kedengeran lagi, lebih deket.

Alexa narik napas. Dalam sedetik, ia sudah di depan si preman.

Ia menangkap pergelangan tangan preman yang megang pistol.

KRAAK!

"AARRGG,,, Tanganku,,!" jerit si preman. Pistolnya jatuh.

Alexa memutar badannya dan membanting si preman ke kap mobil.

BRAK!

Kaca spion mobil Alexa patah.

Dua preman itu sekarang meringkuk di tanah. Yang satunya memegang perut dan yang satunya lagi memegang tangannya yang patah.

Alexa berjalan pelan ke arah mereka. Ia jongkok. Topeng hitamnya makin keliatan serem di bawah lampu mobil.

"Siapa yang nyuruh kalian menghadang aku di sini?" suaranya pelan, tapi menusuk.

Preman yang tangannya patah menelan ludahnya. "Ga... gak ada siapa-siapa! Cuma... cuma mau rampok!"

Alexa mendekatkan pemantik ke wajahnya preman itu.

KLIKK

Api kecil menyala dari pemantik yang di pegang Alexa.

"Bohong."

Ia mendekatkan api itu ke jaket si preman. "Aku benci orang pembohong. Apalagi di gunung dengan cuaca yang sangat dingin ini."

"Nggak! Nggak! Oke oke!" preman itu menjerit. "Ada yang bayar! Katanya ada cewek naik mobil hitam lewat jam 12! Kami disuruh menghadang dan membunuh anda!"

"Siapa?" Gertak Alexa.

"Aku nggak ta,,, Aku nggak tahu!" ucap preman itu terbata-bata dan masih berusaha menutupi.

Alexa semakin mendekatkan api itu ke wajah si preman.

"Ba,,,Baik, aku akan katakan. Kami di suruh menggagalkan misi anda ke perbatasan. Itu saja yang kami ketahui Nona. Orang itu tidak menyebutkan namanya." jelas si preman.

Tangan Alexa yang megang pemantik berhenti. Alexa memencet tombol yang terletak di samping pemantik itu.

KLIK

Pisau tajam dari pemantik itu muncul. Alexa menusuk kedua perut preman itu dengan pisau hingga si preman itu tak lagi bernyawa.

"Siapa sebenarnya yang berani menggagalkan misiku?" batin Alexa. Alexa berdiri, ia masuk ke dalam mobil. Sebelum mesin mobil di nyalakan, ia melihat kedua preman yang sudah berbaring tak bernyawa dari kaca spion mobilnya.

VROOOM.

Mobil hitam itu melesat nembus gelapnya lereng gunung. Hanya tinggal dua preman yang sudah tidak bernyawa dan suara auman hutan yang makin jauh.

Ucapan preman itu masih berputar-putar di kepala Alexa. Malam semakin larut, hembusan angin semakin kencang. Alexa menancap gas mobilnya. Sebentar lagi ia akan sampai di tempat dimana Addison akan menjemputnya.

Kini Alexa di hadapkan dengan tanjakan tajam dan bebatuan. "Ini pertama kalinya aku ke perbatasan. Misi ayah akan aku selesaikan dengan cepat."

Dari kejauhan sudah terlihat Addison yang berdiri mondar mandir di samping mobilnya. Alexa menghentikan mobilnya tepat di samping mobil Addison.

Wajah lega jelas terlihat di wajah pria bertubuh tinggi, berkulit putih dan berbadan kekar itu.

Alexa keluar dari dalam mobilnya. Addison menghampirinya. "Nona, dimana Tuan Theo?" tanya Addison heran. Karena dia mengira yang bakalan datang untuk menyelesaikan misi ini adalah Theodore sendiri.

"Oh, ayah menugaskanku untuk membantu anda menjalankan misi di perbatasan." ucap Alexa yang lagi-lagi memainkan pemantik di tangannya.

Addison mengangguk. "Baik, Nona Muda. Apa kita bisa berangkat sekarang?" tanya Addison.

Alexa kembali ke mobilnya dan mengambil ransel. Addison membukakan pintu mobil untuk Alexa dan mempersilahkannya naik.

Addison menghidupkan mesin mobilnya. "Nona kita masih butuh 1 jam perjalanan untuk sampai ke perbatasan."

"Baik."

Suasana kembali hening. Hanya terdengar suara mesin mobil dan gesekan daun-daun di pinggir lereng gunung akibat hembusan angin yang cukup kencang. Addison mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.

Alexa memecah suasana. "Tuan Addison, apa yang terjadi di perbatasan? Kenapa Misi kita jadi kacau?"

Addison melihat ke arah gadis itu. "Begini Nona,,,," Addison menjelaskan semua yang terjadi di perbatasan ketika mereka menjalankan misi.

Alexa mendengar dan menyimak semua yang di jelaskan oleh Addison. Ia memahami setiap perkataan yang keluar dari mulut pria itu.

Selama perjalanan, Alexa sudah menyusun sebuah rencana sesuai dengan penjelasan Addison.

"Penyusup itu membunuh beberapa pengawal yang menjaga di perbatasan." lanjutnya lagi.

Alexa mengangguk. Tanpa mengatakan apa-apa lagi.

Akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Terlihat beberapa pengawal sudah berbaris rapi menyambut kedatangan Alexa.

Addison turun dari mobil. Ia membukakan pintu untuk Alexa dan mempersilahkan gadis itu turun.

"Selamat datang, Nona Muda!" ucap semua pengawal memberi hormat. Alexa berjalan dengan mengenakan topeng hitamnya. Ia menggunakan blazer hitam dan celana jeans hitam yang menampakkan aura mafia yang sangat kuat di dalam dirinya.

***

Happy ready teman-teman 🤗 🥰 🤗

1
Elisabeth Ratna Susanti
makin seru 👍iklan 👍
Adi Sudiro
cerita yg kesekian menjijik kan
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...
Elisabeth Ratna Susanti
misinya seru sekali 🥰👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren juga ya Alexa berani melawan preman 👍
Virgo♍: mkasih sudah baca ceritaku kakak🥰
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like komen plus subscribe 🥰👍
Virgo♍: Terima kasih kakak🤗
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
membayangkannya ngeri banget ini.......seperti nonton film padahal baca.....keren Thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!