Indonesia
NovelToon NovelToon
PLAYING WITH FIRE

PLAYING WITH FIRE

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:67.3k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Jordan Carlton mengira Vanessa adalah wanita lemah yang tak akan pernah berani meninggalkannya.

Yessika mengira ia berhasil merebut segalanya dari Vanessa, termasuk calon suaminya.

Namun Vanessa memegang kunci takhta sejati keluarga Carlton dan ia memilih untuk menyerahkannya pada pria yang paling dibenci Jordan.
Alessio Carlton mungkin terlihat menakutkan, dingin, dan licik. Namun saat Vanessa menawarkan pernikahan sebagai senjata balas dendam, Alessio tersenyum gelap. Sebab, jauh sebelum Vanessa memasuki kamarnya malam itu, Alessio sudah menyiapkan panggung untuk menjadikannya sang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Vanessa perlahan membuka matanya yang terasa begitu berat. Aroma disinfektan yang tajam menusuk indra penciumannya, menyadarkannya bahwa ia tengah terbaring di atas ranjang rumah sakit.

Saat pandangannya mulai agak fokus, sosok pertama yang ia lihat adalah Alessio yang bersedekap dada di sudut ruangan, memandanginya tanpa berkedip.

Vanessa sempat tersentak kaget, namun dengan cepat ia menguasai diri dan menetralkan raut wajahnya.

"Kau... sudah bangun?" tanya Alessio dengan suara rendah, melangkah mendekati ranjang.

"Bagaimana keadaanmu?" lanjut pria itu.

"Seperti yang kau lihat," jawab Vanessa parau, tenggorokannya terasa gatal dan kering. "Masih bernapas."

Alessio meraih cangkir di meja nakas, memutar kran dispenser kecil, lalu menuangkan air hangat untuk Vanessa. Pria itu menyodorkannya dengan gerakan tenang.

"Kenapa kau masih mau menikah dengan Jordan jika dia saja tidak bisa menjagamu dengan baik?"

Vanessa menerima cangkir itu, menyesapnya perlahan sebelum menatap balik manik mata Alessio yang sehitam malam.

"Kau pikir aku punya pilihan? Baik di Keluarga Grey maupun Keluarga Carlton... posisiku selalu di bawah tekanan. Aku tidak pernah diberi ruang untuk mengemukakan pendapat."

Vanessa menatap Alessio lekat-lekat, lalu melempar pertanyaan balik. "Lalu kau sendiri... kenapa menolongku?"

Alessio terkekeh tipis, menyunggingkan senyum datar yang sulit diartikan.

"Jangan percaya diri. Aku hanya tidak ingin Yessika terkena masalah jika kau mati di meja makan tadi."

Vanessa tersenyum miring. Ada sedikit kepahitan yang menyelinap di dadanya mendengar jawaban dingin itu.

Namun, Vanessa tahu pasti, raut panik dan sorot mata cemas yang ia lihat samar-samar sebelum hilang kesadaran tadi tidak bisa berbohong.

"Kau boleh bersandiwara, Alessio," batin Vanessa teguh. "Tapi aku tahu ada celah besar untuk membuktikan padamu betapa busuknya Yessika."

Brak!

Pintu kamar perawatan mendadak terdorong kasar. Jordan melangkah masuk lebih dulu dengan wajah tegang, disusul oleh Benny Grey, Yessika di atas kursi roda, dan Rika yang mendorongnya dari belakang.

"Vanessa! Kau sudah sadar?!" tanya Jordan dengan nada ketus, mengabaikan keberadaan Alessio di sisi ranjang.

"Seperti yang kau lihat," sahut Vanessa dingin tanpa minat.

Yessika tiba-tiba memajukan kursi rodanya, memamerkan raut wajah prihatin yang dibuat-buat.

"Kak Vanessa... harusnya dari awal Kakak bilang kalau punya alergi parah. Orang-orang tidak akan memaksa jika Kakak jujur dari awal. Kasihan Jordan, dia jadi disalahkan dan mau dilaporkan ke Paman Arthur..."

Seketika, sumbu amarah Jordan kembali tersulut mendengar provokasi Yessika.

"Benar kata Yessika!" bentak Jordan seraya menunjuk wajah Vanessa. "Kenapa kau tidak bilang dari awal kalau alergi seafood, hah?! Kau sengaja, kan?! Kau sengaja menjebak ku agar Ayah menghukum ku lagi! Ini pasti trik licik mu untuk membalas dendam padaku!"

Vanessa menatap Jordan dengan pandangan jijik.

"Menjebakmu? Kau yang menjejalkan makanan itu ke mulutku secara paksa, Jordan."

"Dengar, Vanessa!" potong Jordan tidak mau kalah. "Nanti saat Ayah datang, kau harus bilang padanya kalau alergimu kambuh karena kecerobohanmu sendiri! Mengerti?!"

"Aku tidak mau berbohong," tolak Vanessa tegas.

Wajah Jordan memerah padam. "Kau menolak?! Bagus! Kalau kau menolak, aku batalkan pernikahan kita! Aku akan membiarkanmu berdiri sendirian di atas altar dan menanggung malu di depan ratusan tamu undangan nanti!"

Bukannya takut, Vanessa justru terkekeh pelan. "Baguslah. Aku juga tidak sudi menikah dengan pria yang sudah dikotori oleh perempuan lain."

"Apa katamu?!" gertak Jordan tersinggung berat. "Kapan aku pernah dikotori oleh perempuan lain, hah?!"

Vanessa tidak menjawab dengan kata-kata. Matanya melirik tajam ke arah Yessika yang duduk di kursi roda.

Menerima lirikan mematikan itu, Yessika seketika salah tingkah. Wajahnya pucat, dan tangannya meremas gaunnya gelisah. "K-Kak Vanessa... kenapa melihatku seperti itu?"

"Tidak apa-apa. Apa kau sedang tersinggung, Yessika? Padahal, aku tidak sedang membicarakan dirimu," sahut Vanessa dengan senyuman miring.

"Vanessa! Kurang ajar sekali kau!" amuk Jordan yang makin hilang kendali karena merasa wanita simpanannya dituduh sembarangan.

"Kau lagi-lagi menuduhku selingkuh dengan Yessika?! Kau memang harus diberi pelajaran agar tahu tata krama!"

Jordan mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi di udara, melangkah maju dan hendak mengayunkan pukulan keras ke arah wajah Vanessa yang masih terbaring lemah.

"Mati kau..."

Brak! BUKK!

Belum sempat telapak tangan Jordan menyentuh kulit Vanessa, sebuah tinju mentah berkecepatan tinggi melayang dari arah samping dan menghantam rahang kiri Jordan dengan sangat telak.

"Aghh!"

Tubuh Jordan terlempar ke samping, menghantam tiang infus hingga roboh, lalu tersungkur mengenaskan di lantai marmer. Darah segar seketika menyembur dari sudut bibirnya.

Seluruh orang di dalam ruangan terperanjat histeris. Yessika menjerit tertahan, sementara Benny Grey mundur ketakutan.

Di depan pintu kamar yang terbuka lebar, berdiri sosok pria paruh baya bertubuh tegap dengan setelan jas hitam mewah. Aura dominasi dan kemurkaan yang sangat pekat memancar dari tubuhnya, membuat suhu di dalam ruangan mendadak membeku.

Arthur Carlton, sang pemimpin utama berdiri di sana dengan napas memburu dan kepalan tangan yang masih menegang keras.

"Anak tidak tahu diri!" geram Arthur dengan suara berat yang menggelegar bagai gemuruh petir.

"Berani-beraninya kau main tangan pada calon menantu ku di depan mataku!"

Jordan yang terkapar di lantai mendongak dengan wajah pucat pasi. Matanya membelalak lebar memancarkan ketakutan yang teramat sangat.

"A-Ayah...?"

1
mery harwati
Kapan hadir Allesio junior?
dewi rofiqoh
Lanjuut kak
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
akhirnya hama2 sedikit demi sedikit di Brantas habis 👍👍👍😉😁
mery harwati
Barang bekas mau dikasihin ke Vanessa 😛
dewi rofiqoh
Bukan karena Jordan yessika! Vannesa melakukan ini karena ingin melihat kalian hancur
rurry Irianty
perlu d getok kepala jalang satu ini,mana mau Vanessa SM mokondo busuk jordan
Sari Nilam: getok aja pake palu sekalian, ngapain balik ke jordan yang sudah gak ada apa2nya,
Alessio lebih bagus. ngarep tuh biar bisa balik ke alessio....halu
total 1 replies
ryuka
diiihhh siapa yg mau mungut sampah kaya jordon..kamu doank yessika 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Umi Zein
rasakan tuh pria tua Bendot, ngmbil harta hasil nipu ngerampas ya habis lah, sama aja lu Kya besan lu, si cathur sma2 serakah ngerampas harta anak sah
dewi rofiqoh
Giliran kamu benny🤭🤭
Umi Zein
dasar Bendot gak tau diri udh numpang hidup dr harta istri eeh istrinya malah di selingkuhin, bener2 gak tau malu lu Bendot tua, enak aja harta Mamanya Vanesa elu nikmatin sma selingkuhan dan anak haram lu 😠😠
Umi Zein
dirupiahkan bisa jdi brpa M itu?!🙄🙄🤣🤣
Umi Zein
ayo Vanesa rebut kembali harta ibu yg memang mnjdi hakmu, biar si Bendot tau rasa sma gundik dan anak haramnya 😏😏😠
Mundri Astuti
nah iya ...enak beud bapak kau klo dibiarin keenakan tuh si wewegombel
ryuka
bagus vanessaa 🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Al Bunda
nazis😡😡😤😤.
Umi Zein
makan tuuh kata penyesalan.. klo seandainya Vanesa ga punya apa2 juga elu gak bakalan mau sama Vanesa 😏😏
Umi Zein
Karena faktanya seluruh aset warisan itu milik Ale2 udh seharusnya balik ketangan Ale2 pemilik sah nya. dan atas dasar kesabaran Ale2 akhirnya dia bisa ngambil haknya kembali yg di rampas sma bpak durjana Elu Jordan sampah'. sekarang nikmatin hasil dari niat dan perbuatan busuk elu sm bpk durjana Elu 😠😠
dewi rofiqoh
Lanjuut
Umi Zein
hadeu Jor elu tuh mau mnta maaf mau ngemis sma Vanesa knpa malah jdi elu yg Emosi karna Vanesa udh cinta sm Ale2 😏😏😏

wong edan 🤣🤣🤣🤣
Umi Zein
semoga segera dapet debay biar joran pancingan gak ngusik2 Vanesa lagi😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!