Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Dengan Bos Mafia

Cinta Terlarang Dengan Bos Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Tolong... tolong saya... ada yang mengejar saya..." bisik Elara dengan suara parau dan napas yang membakar kulit dada pria itu.

​Detik berikutnya, dua pria yang mengejar Elara mendobrak keluar dari semak-semak. Mereka menghentikan langkah seketika saat melihat pemandangan di depan mereka. Namun, sebelum salah satu dari mereka sempat membuka mulut untuk meminta maaf atau melarikan diri, Haidar—sang bos mafia yang memimpin wilayah tersebut—beralih pandang. Mata tajamnya yang sedingin es menatap kedua pria pengganggu itu. Tanpa rasa ragu atau sepatah kata pun, Haidar mengarahkan moncong pistolnya ke bawah dan menembak pergelangan kaki pria terdepan.

​DOR!

​Suara dentuman senjata api memecah keheningan hutan. Pria yang tertembak itu menjerit histeris, terhuyung jatuh ke tanah sambil memegang kakinya yang hancur, sebelum akhirnya merangkak mundur bersama temannya dengan wajah pucat pasi sambil terus membungkuk dan berteriak meminta maaf hysterical kepada Haidar. Mereka tahu betul siapa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPUTUSAN DAN JANJI SEDERHANA

​Elara menyandarkan tubuhnya yang masih lemas pada bantal, memberanikan diri menatap tepat ke dalam manik mata gelap Haidar. Keberanian yang sempat hilang kini merayap naik, didorong oleh kenyataan bahwa ada janin yang harus ia lindungi dan karma yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan keluarganya.

​"Haidar, aku butuh ponsel," ucap Elara dengan suara bergetar namun sarat akan ketegasan. "Aku harus mengabari orang tuaku dan menceritakan semuanya. Kita akan pergi besok pagi, dan masalah ketiga bajingan itu... biar aku yang menjelaskan kepada orang tuaku. Aku juga akan memberitahu mereka tentang pernikahan kita." ucap haidar.

​Elara menarik napas panjang, menahan rasa gugup yang mencengkeram dadanya saat mengajukan satu permintaan khusus pada sang bos mafia. "Tapi... bisakah kita melangsungkan pernikahan sederhana saja, Haidar? Aku tidak terlalu suka keramaian."

​Haidar bergeming sejenak. Tatapan matanya yang biasanya sedingin es melunak tatkala mendengar permintaan sederhana dari wanita di hadapannya. Pria yang terbiasa hidup dalam kemewahan dan dominasi itu tak menemukan alasan untuk menolak kepasrahan dan kejujuran Elara.

​"Baiklah," ucap Haidar rendah.

​Tanpa banyak kata, Haidar merengkuh wajah Elara, menundukkan kepalanya, lalu mencium lembut pucuk kepala Elara. Sebuah kecupan hangat yang menegaskan perlindungan mutlak, menandai awal dari babak baru kehidupan mereka berdua.

​"Sekarang aku akan menyuruh pelayan mengantarkan makanan ke sini," ucap Haidar lembut sembari mengusap perlahan pipi Elara yang memar.

​Pria itu kemudian berdiri, merapikan jas hitamnya yang sedikit kusut, lalu melangkah tegap keluar dari kamar tersebut. Pintu jati tebal berderit pelan sebelum akhirnya tertutup rapat, menyisakan suara langkah kaki Haidar yang kian menjauh di lorong mansion.

​Begitu sosok sang bos mafia menghilang dari pandangan, suasana kamar seketika menjadi begitu hening. Elara menyandarkan kepalanya pada sandaran ranjang yang empuk, mengembuskan napas panjang yang sejak tadi tertahan di dadanya. Kehangatan bekas kecupan Haidar di pucuk kepalanya masih terasa, menghadirkan perasaan aneh yang sulit ia artikan. Pria yang ditakuti banyak orang itu justru menjadi satu-satunya sosok yang memberikan perlindungan nyata di tengah hancurnya dunia Elara.

​Perlahan, jemari Elara terulur turun, mengusap lembut perutnya yang masih datar. Di dalam sana, sebuah kehidupan baru tengah bertumbuh—sebuah janin yang menjadi alasan kuat baginya untuk bertahan hidup dan menghadapi orang tuanya esok hari.

​Tak lama kemudian, ketukan pelan terdengar di pintu. Seorang pelayan wanita paruh baya masuk dengan senyum ramah, membawa nampan berisi sup hangat, mangkuk bubur halus, serta segelas air putih hangat dan obat-obatan yang telah diresepkan oleh Dokter Tya.

​"Nona Elara, Tuan Haidar meminta saya memastikan Anda menghabiskan makanan ini sampai bersih," ujar pelayan itu dengan sopan sembari menata hidangan di atas meja samping tempat tidur.

​Aroma sup gurih yang menyeruak lembut di udara tidak lagi memicu rasa mual di perutnya. Elara tersenyum tipis, menerima mangkuk yang disodorkan padanya. Sambil mengunyah perlahan, matanya menatap keluar jendela kamar yang memancarkan pendar cahaya rembulan malam, menyiapkan mental untuk perjalanan panjang yang menantinya besok pagi.

​Rasa lapar yang sempat terabaikan akibat tekanan batin bertubi-tubi kini meluap seketika. Sup ayam hangat berkua bening itu terasa begitu nikmat saat menyentuh lidahnya. Elara menyuap sup itu dengan sangat lahap, menikmati tiap sendok kuah gurih yang perlahan menghangatkan kerongkongan dan perutnya yang sempat bergejolak hampa.

​Pelayan wanita paruh baya yang berdiri di dekat ranjang tersenyum lega melihat Elara menikmati hidangannya tanpa ada lagi rasa mual yang mengganggu. Ia dengan telaten menyodorkan segelas air putih hangat begitu Elara menuntaskan mangkuk sup serta buburnya hingga tak tersisa sedikit pun.

​"Nona sangat hebat. Tuan pasti senang mendengar Nona makan dengan lahap," ujar pelayan itu ramah seraya mengambil kembali nampan kosong. "Ini obat dan vitamin dari dokter, Nona. Harus diminum sekarang agar kondisi tubuh Nona cepat pulih."

​Elara menerima butiran vitamin dan obat penguat kandungan tersebut, lalu meminumnya hingga tuntas. Setelah pelayan itu pamit dan mengunci pintu dari luar, Elara merebahkan kembali tubuhnya di atas kasur empuk. Energi yang perlahan kembali membuat matanya terasa kian berat.

​Sambil mengelus pelan perut datarnya, Elara memejamkan mata dalam keheningan malam mansion yang dingin. Untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu terakhir, ia bisa tertidur dengan perasaan relatif tenang—menyiapkan seluruh raga dan jiwanya untuk menghadapi kenyataan berat saat bertemu kedua orang tuanya esok hari.

1
Ira safitri
sangat bagus 🥰🥰
Waaaaaa_: Terimakasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!