Indonesia
NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Ternyata Aku Pewaris Ilmu Medis Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Penyelamat
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Arif Wicaksono, pewaris ilmu medis kuno dan ketua organisasi rahasia Biro Akasa, turun gunung hanya untuk dihina dan ditolak mentah-mentah saat menagih janji perjodohan dari Keluarga Baskoro. Namun, nasib justru membawanya bertunangan dengan Shinta Liem, gadis bawel berenergi Yin murni penawar racun di tubuhnya, sekaligus memulai perjalanannya membuat orang-orang sombong yang meremehkannya berlutut menangis darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Ini adalah kampus swasta paling elit di ibu kota, tempat berkumpulnya anak-anak konglomerat dan pejabat.

Tempat parkirnya dipenuhi deretan mobil mewah yang harganya mencapai miliaran rupiah.

Shinta memarkirkan mobilnya di area khusus VIP mahasiswa dengan sangat lincah.

Tap.

Mereka berdua turun dari mobil nyaris bersamaan.

Kehadiran Shinta langsung menarik perhatian banyak pasang mata mahasiswa yang sedang berkumpul di taman kampus.

Sebagai putri Keluarga Liem, Shinta adalah salah satu primadona yang sangat dipuja di kampus ini.

"Wah, itu Nona Shinta! Cantik sekali hari ini!" bisik beberapa mahasiswa pria.

"Tapi tunggu, siapa cowok yang turun dari mobilnya itu? Sopir baru ya?" tebak mahasiswa lain keheranan.

Mendengar bisikan-bisikan itu, Shinta mempercepat langkahnya agar jaraknya dengan Arif sedikit menjauh.

Arif sama sekali tidak peduli dengan tatapan meremehkan dari orang-orang di sekitarnya.

Dia berjalan santai mengikuti Shinta dari belakang sambil melihat-lihat gedung kampus yang menjulang tinggi.

"Boleh juga tempat ini, fasilitasnya jauh lebih mewah dari rumah sakit biasa," puji Arif dalam hati.

Baru saja mereka berjalan melewati lobi utama, segerombolan mahasiswa pria menghadang jalan mereka.

Di tengah gerombolan itu, berdiri seorang pemuda berpenampilan sangat mencolok.

Pemuda itu memakai jaket kulit bermerek, kacamata hitam mahal, dan rambut yang ditata sangat rapi.

Di tangannya terdapat sebuket bunga mawar merah berukuran besar yang terlihat sangat norak.

Itu adalah Reyhan Kusuma, tuan muda dari Keluarga Kusuma yang diceritakan oleh ayah Shinta.

"Selamat pagi bidadariku, kau terlihat semakin mempesona hari ini," sapa Reyhan dengan senyum sok tampan.

Reyhan menyodorkan buket bunga raksasa itu tepat di depan wajah Shinta.

Shinta langsung mundur selangkah dengan raut wajah sangat jijik dan muak.

"Minggir Reyhan, aku tidak suka bunga, baunya membuatku bersin!" tolak Shinta terang-terangan.

Senyum di wajah Reyhan sedikit luntur, tapi dia berusaha menahan gengsinya di depan teman-temannya.

"Jangan begitu sayang, ini bunga mawar langka yang kupesan langsung dari Belanda khusus untukmu," bujuk Reyhan memaksakan senyum.

"Aku bilang minggir ya minggir! Kau tidak dengar ya?!" bentak Shinta mulai kehilangan kesabaran.

Shinta mencoba berjalan menyamping untuk menghindari Reyhan, tapi anak buah Reyhan langsung menghalangi jalannya.

"Eits, jangan buru-buru Nona Shinta, Bos Reyhan kan cuma mau ngobrol sebentar," goda salah satu anak buahnya.

Arif yang sejak tadi berdiri diam di belakang Shinta menghela nafas panjang.

Dia paling malas berhadapan dengan anak-anak kaya manja yang kelakuannya seperti preman pasar.

Tap.

Arif melangkah maju dan berdiri tepat di depan Shinta, menghalangi pandangan Reyhan.

"Telingamu bermasalah ya? Dia bilang tidak mau, jadi bawa pergi bunga rongsokanmu itu," ucap Arif dengan suara datar.

Reyhan menurunkan buket bunganya dan menatap Arif dari atas ke bawah dengan tatapan merendahkan.

"Siapa kau berani ikut campur urusanku? Kau pengawal baru Keluarga Liem?" ejek Reyhan.

"Wah, Keluarga Liem sudah mau bangkrut ya sampai menyewa pengawal kurus dan dekil sepertimu?" tawa Reyhan memancing tawa anak buahnya.

Hahaha.

Gerombolan mahasiswa itu tertawa terbahak-bahak menghina penampilan Arif yang memang tidak memakai barang bermerek mahal.

Shinta menggigit bibirnya kesal melihat Arif dihina di depan umum.

Meski dia sendiri sering mengejek Arif, tapi entah kenapa dia sangat marah saat orang lain melakukannya.

"Jaga mulutmu Reyhan! Dia bukan pengawalku, dia itu..." Shinta ragu-ragu sejenak mencari kata yang pas.

"Dia itu tunanganku!" teriak Shinta tanpa sadar mengucapkan kata terlarang itu.

Hening.

Suasana lobi kampus seketika sunyi senyap seperti kuburan.

Semua mahasiswa yang lewat langsung menghentikan langkah mereka karena syok berat.

Reyhan melebarkan matanya di balik kacamata hitamnya, rahangnya nyaris jatuh ke lantai.

Bahkan Arif sendiri sampai menoleh ke arah Shinta dengan sebelah alis terangkat heran.

"Tunangan?" batin Arif menahan tawa melihat wajah Shinta yang kini semerah tomat karena keceplosan.

"T-tunangan?! Kau bercanda kan Shinta?!" jerit Reyhan tidak terima.

"Bagaimana mungkin kau bertunangan dengan gembel tidak jelas ini?! Kau pasti cuma bohong untuk menghindariku!"

Reyhan membuang buket bunganya ke lantai dengan kasar dan menunjuk wajah Arif penuh amarah.

"Hei udik! Berapa kau dibayar untuk pura-pura jadi pacarnya hah?!" bentak Reyhan maju mendekati Arif.

Arif tidak mundur sedikit pun, dia malah menyeringai tipis melihat Tuan Muda itu mengamuk.

"Aku dibayar dengan hal yang tidak akan pernah bisa kau dapatkan seumur hidupmu," jawab Arif santai.

"Apa itu?! Katakan padaku! Aku bisa membayarmu seratus kali lipat agar kau menjauh darinya!" sombong Reyhan.

Arif sedikit menundukkan kepalanya dan menatap tajam tepat ke mata Reyhan.

"Kasih sayangnya," bisik Arif dengan nada mengejek yang sangat mematikan.

Pernyataan itu bagaikan tamparan keras yang tak kasat mata tepat di wajah Reyhan.

Mahasiswa-mahasiswi di sekitar lobi mulai berbisik-bisik dan menahan tawa melihat wajah Reyhan yang memerah menahan malu.

Shinta yang berdiri di belakang Arif sudah tidak sanggup lagi menahan rasa malunya.

Jantungnya berdebar sangat kencang mendengar ucapan manis namun penuh bisa dari pemuda itu.

"Berengsek! Beraninya kau mempermainkanku!" raung Reyhan mengepalkan tangan kanannya bersiap memukul.

Wush.

Tinju Reyhan melayang ke arah wajah Arif dengan kecepatan orang awam yang tidak terlatih.

Bagi Arif, gerakan itu terlihat sangat lambat seperti adegan gerak lambat di dalam film.

Arif bahkan tidak perlu menangkisnya, dia hanya menggeser bahunya ke samping dua sentimeter.

Wus.

Tinju Reyhan meleset total membelah udara kosong.

Karena mengayunkan tangannya terlalu keras tanpa mengenai sasaran, Reyhan kehilangan keseimbangannya.

Tubuhnya terhuyung ke depan dengan sangat konyol.

Bruk.

Wajah arogan Reyhan mencium lantai lobi kampus dengan suara yang sangat nyaring.

"Aduh! Hidungku!" jerit Reyhan memegangi hidungnya yang langsung mengeluarkan darah segar.

Anak buah Reyhan langsung panik dan buru-buru membantu bos mereka berdiri.

"Bos! Hidung Bos berdarah!" teriak salah satu dari mereka heboh.

Arif menatap Reyhan yang sedang merintih kesakitan dengan pandangan kasihan yang dibuat-buat.

"Tulangmu terlalu keropos Tuan Muda, sebaiknya kau perbanyak minum susu di rumah sebelum mengajak orang berkelahi," ejek Arif dingin.

Tanpa mempedulikan Reyhan yang masih mengamuk, Arif berbalik dan menarik pergelangan tangan Shinta.

"Ayo pergi Nona cerewet, udara di sini tiba-tiba jadi bau sampah," ucap Arif santai menyeret Shinta pergi.

Shinta hanya menurut dan mengikuti langkah Arif dengan patuh tanpa banyak bicara lagi.

Meninggalkan Reyhan yang berteriak-teriak marah di tengah lobi kampus ditonton oleh ratusan mahasiswa.

"Awas kau udik sialan! Aku tidak akan melepaskanmu! Kau sudah membangunkan harimau tidur!" ancam Reyhan menghapus darah di hidungnya.

Reyhan menatap kepergian Arif dengan penuh dendam kesumat.

Sebagai Tuan Muda Keluarga Kusuma, dia tidak pernah dipermalukan seperti ini di depan umum.

"Kalian semua cepat selidiki siapa latar belakang gembel itu!" perintah Reyhan pada anak buahnya.

"Aku akan membuat hidupnya di kampus ini menjadi neraka jahanam!"

Di sisi lain, Arif yang sedang berjalan sambil menggandeng tangan Shinta hanya tersenyum tipis.

Ancaman murahan seperti itu sama sekali tidak membuatnya takut.

"Harimau tidur? Cih, dia paling cuma anak kucing rumahan yang kebanyakan gaya," batin Arif santai.

Kehidupannya di kampus elit ini sepertinya tidak akan membosankan sama sekali.

1
Was pray
Shinta itu tipe wanita keras kepala tapi ceroboh dan agak lambat berpikir
Was pray
pemimpin naga hitam jenis biji-bijian kah Thor?
Was pray
gak apa2 Shinta.. anggap aja rekreasi ke pelabuhan tanjung Priok , kamu kan wanita hebat yg gak butuh nasehat orang lain.. 🤭
Was pray
emang Arif dan Shinta kuliahnya di rumah sakit? waduh .. ambil fakultas apaan Arif nanti?
Was pray
kenapa bos preman kalau gak plontos ya botak? gak ada yg ganteng kah si bos preman Thor? 🤭🤭
Was pray
cek cek.... 👎 MC nya kuat sih... tapi mulutnya perlu dipemak ulang
Was pray
kurang didikan Budi pekerti kah Arif?
kayra lubna
Cerita yang sangat unik,ada percintaan,pengobatan,seni bela diri,sangat memuaskan hati untuk dibaca...mantaaaap👍
kiyoe: terimakasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!