Indonesia
NovelToon NovelToon
Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

"Budget nya ini terlalu berlebihan, harus lebih efisien!"

Kenzo Swara, memberikan revisi untuk Rain Edelweis tak terhitung jumlahnya.

Lelah dan ingin marah, tapi nasib sial Rain memang ada di tangan Teman Rival kantornya itu. Kepala Tim Marketing vs Kepala Tim Perencanaan memang sering bentrok.

Di sisi lain, ada Divisi Humas yang selalu jadi penengah.

Apa jadinya kalau rival kantor Rain malah diam diam suka sama Rain?

Padahal setiap hari Rain selalu mencacinya.

Simak kisah mereka disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bekal dari anak baru

Kamis siang, kantin kantor rame seperti biasa. Rain baru aja mau duduk di meja biasa bareng Pandu, tapi belum sempat dia menaruh nampan, seorang perempuan udah lebih dulu duduk di kursi sebelah Pandu. Dinda, staf baru dari divisi Finance yang belum genap sebulan kerja di sana.

"Kak Pandu, aku bawain bekal, nih. Tadi masak kebanyakan di rumah," kata Dinda, menyodorkan kotak makan dengan senyum lebar. "Coba deh, siapa tahu suka."

"Eh, nggak usah repot-repot," Pandu menjawab, tersenyum ramah seperti biasa, senyum yang sama persis yang dia kasih ke siapa pun, tapi entah kenapa kali ini bikin dada Rain terasa sesak.

"Nggak repot, kok! Aku emang seneng masak." Dinda membuka kotak itu, memamerkan isinya dengan bangga. "Cobain, Kak, please."

Rain berdiri agak canggung dengan nampan di tangan, nggak yakin harus duduk di mana. Akhirnya dia memilih kursi di seberang, agak jauh dari posisi Dinda.

"Rain juga mau coba?" tanya Dinda, baru sadar ada Rain di situ, meski nadanya terdengar sekadar basa-basi.

"Nggak, makasih. Udah bawa makan sendiri," jawab Rain, berusaha terdengar santai meski dalam hati mulai kesal tanpa alasan yang jelas.

Sepanjang makan siang, Dinda terus mendominasi obrolan, menanyakan ini-itu ke Pandu dengan antusias yang berlebihan. Pandu, seperti biasa, menjawab semuanya dengan sabar dan ramah, tanpa menyadari, atau mungkin pura-pura nggak menyadari, bahwa perhatian yang dia terima itu bukan sekadar perhatian biasa.

 

"Kamu kenapa diem aja dari tadi?" tanya Pandu, begitu Dinda akhirnya pamit duluan karena ada rapat.

"Nggak apa-apa," jawab Rain, mengaduk makanannya tanpa nafsu.

"Rain."

"Aku cuma... nggak tahu, ya," Rain akhirnya buka suara, agak ragu. "Kamu tuh baik ke semua orang. Aku sampai bingung, mana yang beneran spesial buat kamu, mana yang cuma kamu perlakukan sama kayak yang lain."

Pandu terdiam sejenak, ekspresinya sulit dibaca. "Kenapa tiba-tiba nanya gitu?"

"Nggak tiba-tiba juga," Rain menjawab, suaranya melembut. "Aku cuma... capek nebak-nebak."

Ada jeda cukup panjang. Pandu menatap piringnya, lalu menghela napas pelan. "Rain, aku"

Ponsel Pandu berbunyi, notifikasi pesan masuk dari grup kerja. Dia melirik sekilas, lalu buru-buru berdiri.

"Maaf, ada yang manggil rapat mendadak," katanya, terdengar lega sekaligus canggung di saat bersamaan. "Kita lanjutin ngobrolnya nanti, ya?"

Rain mengangguk pelan, meski dalam hati dia tahu "nanti" itu sering kali nggak pernah benar-benar datang kalau menyangkut Pandu.

 

Sore harinya, saat Rain sedang menunggu lift sendirian, Kenzo kebetulan lewat, membawa setumpuk dokumen.

"Kamu kelihatan kusut," komentar Kenzo, berdiri di sebelahnya menunggu lift yang sama.

"Nggak apa-apa," jawab Rain otomatis, meniru kalimat yang tadi siang dia dengar dari Pandu sendiri, meski maksudnya sama sekali berbeda.

"Kalau capek kerjaan, bilang aja capek kerjaan," kata Kenzo, datar seperti biasa. "Tapi ekspresi kamu bukan ekspresi capek kerjaan."

Rain menoleh, sedikit kaget dengan ketepatan tebakan itu. "Kamu ini... suka banget nebak-nebak orang."

"Bukan nebak," Kenzo menjawab, "cuma memperhatikan."

Lift terbuka, mereka berdua masuk berbarengan. Dalam diam beberapa detik, Rain akhirnya mengaku, entah kenapa lebih nyaman cerita ke orang yang biasanya galak ini dibanding ke orang yang biasanya lembut.

"Kadang aku bingung," gumam Rain, lebih ke dirinya sendiri. "Orang baik itu belum tentu berani, ya?"

Kenzo menatapnya sejenak, seolah mencerna kalimat itu lebih dalam dari yang Rain maksud. "Baik itu gampang. Semua orang bisa baik kalau nggak ada risikonya. Berani itu beda cerita."

Rain terdiam, menatap lantai lift yang berkilau memantulkan lampu neon. Kalimat itu terasa terlalu tepat sasaran, seolah Kenzo tahu persis apa yang lagi Rain pikirkan tanpa Rain perlu jelasin panjang lebar.

Pintu lift terbuka di lantai tujuan Rain. Sebelum keluar, dia menoleh sekali lagi ke arah Kenzo.

"Kamu berani?" tanya Rain, entah kenapa penasaran.

Untuk pertama kalinya, Kenzo tersenyum kecil, benar-benar tersenyum, bukan sekadar ekspresi datar seperti biasa.

"Coba aja lihat nanti," jawabnya, sebelum pintu lift menutup di antara mereka.

Rain berdiri mematung sebentar di depan lift yang udah tertutup, jantungnya berdebar jauh lebih kencang dari yang seharusnya untuk satu kalimat sederhana.

1
Xlyzy
si pandu bad mood parah itu
Xlyzy
Udah jelas ada yang lagi cembokur malah di perjelas Rain ga peka banget sih
-Thiea-
semoga Kenzo beneran niat bantu ya. bukan malah buat jebakan.
Tamaa
Sombong secara tidak langsung
Tamaa
Kasian pandu
Tamaa
Harus niat lah Kamu kan mau ketemu sama calon mertua
-Thiea-
punya masalah kali dia sama kamu. atau dia naksir kamu.😁
-Thiea-
dikira otak gak perlu istirahat. di suruh buat mikir terus.
Miu.Nuha
jadi pingin tahu masa lalu kenzo 😖
se mistery apa dia...
Miu.Nuha
akrab donk, karna rival
biasany kalo rival gitu kan harus deket buat saling cekcok 🤭 tpi nyatanya ada hati disana...
Filan
diombang-ambing aja ya, pikirannya ama 2 cowok itu.
Filan
digantung terus...
Filan
hei... kata-katamu itu bisa bikin orang baper dan salah paham. Suka bilang, kalau nggak jangan bikin baper orang.
Myz Pena
ya bener.. makin akrab dan makin asyik.. bentar lagi cinlok tuh 🤣
Myz Pena
sari kayaknya penasaran ,, tapi sungkan mau nanya jadinya hanya bisa senyum2 sendiri
Arni Arlinawati Pratiwi💃
rain peka an orang nya emak suka thor, kebanyakan pada gak peka, dan itu bikin jiwa dan raga emak pengen banget keluarin tokoh nya dari novel, dan bicara sama emak 4 mata.. 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
mantap thorrr.. pembawaan tokoh nya, sama narasi nya emak gak ngerti lagi, harus banyak belajar lagi ini mah.. /Facepalm/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
udah lah, ini mah kenzo emang kek gitu kalo lagi kerja dingin nya tuh karena dia emang gak pernah membawa urusan pribadi ke tempat kerja.. tapi ada pengecualian buat rain nih kayak nya, sotoy dulu..
Arni Arlinawati Pratiwi💃
salahin authorrr nya napa kek gituuu.. 🗿 server nya eror nanti aja, ah elah!
Arni Arlinawati Pratiwi💃
sue.. yang kek gini gini benci banget emak, udah lembur ngerjain sampe beres pas mau submit laporan, server tiba tiba nge heng kalo ponsel mah.. nah ini mah urusan nya sama author nya, sini kamu sayang emak ketapel.. 🗿/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!