Indonesia
NovelToon NovelToon
THE SAINTESS BEHIND THE WHITE VEIL: THE GODS ARE OBSESSED WITH ME

THE SAINTESS BEHIND THE WHITE VEIL: THE GODS ARE OBSESSED WITH ME

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Komedi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Ophelia Elizhabet de Ceolum adalah seorang biarawati cantik yang tinggal di Grand Temple of Olympus, kuil terbesar sekaligus pusat kekuasaan agama di Kekaisaran Celestia. Ia selalu mengenakan cadar putih untuk menyembunyikan wajahnya yang luar biasa indah, rambut pirang keemasan, dan mata biru jernih. Namun, Ophelia memiliki rahasia aneh: ia dapat melihat layar misterius berisi percakapan para dewa dan dewi. Awalnya ia mengira dirinya gila, sampai para dewa mulai berebut memberinya berkah. Ketika Saintess resmi terpilih dan konspirasi kuil dimulai, Ophelia perlahan menyadari bahwa dirinya adalah Saintess sejati. Sayangnya, para dewa ternyata jauh lebih merepotkan daripada manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4: A Man Made of Ice

Sensasi dingin yang tiba-tiba merayapi lorong sepi itu membuat tengkuk Ophelia meremang. Jika hawa keberadaan Lucien tadi terasa seperti sebilah pedang tajam yang siap menghujam, maka kehadiran pria di depannya ini terasa seperti badai salju abadi yang mampu membekukan detak jantung dalam sekejap.

Adrian Theodore Everhart. Grand Duke of Northern Empire.

Pria yang dijuluki sebagai "Manusia Es dari Utara" itu berdiri ragu beberapa langkah di depan Ophelia. Pakaian bangsawan bersulam benang perak dan mantel bertumpuk bulu serigala utara membuat posturnya yang tinggi terlihat makin mendominasi. Sepasang mata biru pucatnya—serupa dengan warna lapisan es di atas danau beku—menatap lurus ke arah cadar putih Ophelia.

╔══════════════════════════════════════════════════════════╗

[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]

Target: Ophelia Elizhabet de Ceolum

New Character Encounter: Adrian Theodore Everhart

Frost Mana Density: DANGEROUSLY HIGH

Divine Jealousy Index: RISING AGAIN

╚══════════════════════════════════════════════════════════╝

[GOD OF WAR: LELAKI DARI UTARA INI LAGI! KENAPA DIA HARUS MENGHALANGI JALAN OPHELIA SEKARANG?!]

[GODDESS OF BEAUTY: Ah, perpaduan warna rambut perak kelabu dan bulu serigala itu sungguh memanjakan mata... Tapi tentu saja, kecantikan Ophelia-ku jauh lebih unggul!]

[GOD OF FORTUNE: Jangan biarkan dia membekukan pilar batu kuil! Biaya pemanasan magis untuk mencairkan es abadi sangat mahal!]

[UNKNOWN GOD: ...Stay away from him.]

Ophelia menarik napas dalam-dalam di balik kain putihnya. ‘Bisakah sehari saja aku tidak bertemu dengan tokoh-tokoh penting kekaisaran yang berpotensi memicu perang dingin di koridor kuil?’

"Biarawati bercadar," panggil Adrian sekali lagi. Suaranya berat, dalam, dan membawa gema dingin yang membuat udara di sekitar mereka mengembun halus. "Aku mengajukan pertanyaan. Bisakah kau memberitahuku di mana letak ruang doa pribadi yang paling terpencil di kuil ini?"

Ophelia menundukkan kepala penuh hormat, mencoba bersikap seprofesional mungkin sebagaimana seorang biarawati kelas bawah dalam melayani tamu terhormat kuil.

"Hamba memohon maaf atas keterlambatan merespons, Yang Mulia Grand Duke," ujar Ophelia lembut, berusaha menjaga jarak aman. "Ruang doa terpencil yang Anda maksud berada di Paviliun Barat, tepat di belakang taman bunga lili putih. Tempat itu sangat sepi dan jarang dilalui oleh para peziarah maupun pendeta muda."

Adrian tidak langsung bergerak. Mata biru pucatnya tidak beralih sedikit pun dari sosok Ophelia. Ada jeda hening yang cukup panjang, begitu sunyi hingga suara hembusan angin dari luar jendela lorong terdengar sangat jelas.

"Kau..." Adrian berbisik pelan, mengamati reaksi Ophelia. "Kau mengenali identitasku?"

‘Tentu saja aku mengenali Anda!’ jerit Ophelia dalam hati. ‘Siapa di kekaisaran ini yang tidak kenal dengan Grand Duke yang membawa hawa membeku ke mana pun dia berjalan?!’

Namun, tentu saja Ophelia tidak menyuarakan pikiran liarnya.

"Pakaian berhias bulu serigala utara dan aura kekuasaan yang luar biasa dari Yang Mulia sudah cukup menjadi petunjuk bagi siapa pun di kuil ini," jawab Ophelia tenang, mengarahkan tangannya ke arah lorong kanan. "Jika Yang Mulia berjalan lurus mengikuti lorong ini lalu berbelok ke kiri, Anda akan menemukan tangga batu menuju Paviliun Barat."

Adrian masih berdiri di tempatnya. Senyum tipis yang hampir tak terlihat tampak terukir di bibirnya yang pucat. Pria itu sudah terbiasa melihat orang-orang berlutut ketakutan atau gemetar saat berhadapan dengannya karena hawa es yang secara tidak sengaja selalu dipancarkannya. Namun, biarawati kecil di depannya ini—meski bahunya sedikit tegang—sama sekali tidak mundur atau menunjukkan gestur ketakutan yang berlebihan.

Bahkan, hawa dingin yang dipancarkan Adrian seolah tertahan oleh batas tak kasat mata yang melingkupi tubuh Ophelia.

Di atas kepala Adrian, layar transparan kembali berkedip-kedip heboh.

[GOD OF KNOWLEDGE: Fluktuasi suhu di sekitar Ophelia stabil pada 22 derajat Celsius. Pelindung sihir pasif tingkat ilahi secara otomatis menetralisir elemen es milik Adrian.]

[GODDESS OF LOVE: OOH! Dinding es sang Grand Duke runtuh oleh ketenangan Ophelia! Ini dia awal dari kiasan 'Pria Dingin yang Meleleh karena Gadis Biasa'!]

[GOD OF WAR: MELELEH APANYA?! AKU AKAN MEMBAKAR SELURUH ES DI UTARA JIKA DIA MENCOBA MERAYU OPHELIA!]

Ophelia memejamkan mata di balik cadarnya, menahan diri untuk tidak memijat pelipisnya yang mulai berdenyut nyeri. ‘Eros, tolong berhenti membuat skenario roman Picisan! Dan Dewa Perang, tolong tahan amarahmu sebelum seluruh kuil ini terbakar api ilahi!’

"Terima kasih atas petunjukmu, Biarawati," ucap Adrian akhirnya. Pria itu melangkah maju satu tahap. Setiap pijakan kakinya di atas lantai marmer meninggalkan lapisan embun beku tipis yang mengristal indah. "Namun, aku tidak terbiasa berjalan di tempat asing tanpa pemandu. Maukah kau mengantarku ke sana?"

Ophelia membeku. ‘Mengantarmu? Ke ruang doa paling terpencil?! Di saat tiga dewa di depanku siap meledakkan tempat ini?!’

"Mohon ampun, Yang Mulia," tolak Ophelia sehalus mungkin, sambil mengangkat keranjang berisi susunan lilin aromaterapi yang dibawanya. "Hamba sedang mengemban tugas untuk mengantarkan lilin-lilin ini ke Paviliun Utara sebelum misa pagi dimulai. Jika hamba terlambat, Kepala Biarawati akan—"

"Aku yang akan bertanggung jawab pada Kepala Biarawati-mu," potong Adrian cepat. Nada suaranya tidak menerima penolakan, khas seorang penguasa wilayah utara yang terbiasa memberi perintah. "Tugasku di kuil ini sangat penting, dan aku membutuhkan ketenangan tanpa gangguan dari para bangsawan lain yang terus mengejarku."

Ophelia menggigit bibir bawahnya. Situasi ini benar-benar tidak menguntungkan. Jika ia menolak terlalu keras, Adrian mungkin akan merasa curiga—sebagaimana Lucien dan Raphael sebelumnya. Mengapa seorang biarawati biasa begitu gigih menghindari interaksi dengan para pemegang kekuasaan?

╔══════════════════════════════════════════════════════════╗

[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]

Quest Emergency Prompt:

[Escort the Frozen Duke OR Face Divine Rage!]

Warning: Asterion is currently loading a Meteor Strike.

╚══════════════════════════════════════════════════════════╝

‘METEOR STRIKE?! DARI MANA DIA MENDAPATKAN METEOR DI DALAM RUANGAN?!’ Ophelia berteriak histeris dalam hatinya.

"Baiklah, Yang Mulia," putus Ophelia pada akhirnya dengan nada pasrah yang sangat tersembunyi. "Hamba akan mengantarkan Anda sampai ke depan pintu Paviliun Barat."

"Bagus," sahut Adrian pendek.

Ophelia membalikkan badan, berjalan mendahului Adrian dengan jarak sekitar dua meter. Langkah kakinya yang dilapisi sepatu kain tanpa suara berpadu dengan ketukan berirama dari boots tinggi milik sang Grand Duke.

Selama perjalanan melintasi lorong-lorong batu yang sunyi, atmosfer di antara mereka terasa sangat intens. Adrian berjalan dengan tenang di belakang Ophelia, namun sepasang mata birunya terus mengamati gerak-gerik sang biarawati. Cara berdiri gadis itu yang tegak namun anggun, kibaran halus cadar putihnya yang tidak pernah tersingkap sedikit pun, serta aroma bunga lili segar yang samar-samar tercium dari tubuhnya—semua itu terasa begitu bertolak belakang dengan hawa dingin yang selalu melingkupi hidup Adrian.

"Biarawati," panggil Adrian pelan di tengah perjalanan.

"Ya, Yang Mulia?" Ophelia merespons tanpa menoleh ke belakang, tetap fokus menatap jalan di depannya.

"Mengapa kau terus menutupi wajahmu?" tanya Adrian langsung, tanpa basa-basi politik yang biasanya membosankan. "Aku telah bertemu dengan ratusan pendeta dan biarawati di Kuil Agung ini. Hanya kau yang mengenakan cadar setebal ini."

Layar di udara mendadak dipenuhi simbol seruan merah.

[GODDESS OF BEAUTY: BERANINYA DIA TANYA-TANYA! WAJAH OPHELIA ADALAH HARTA KARUN DUNIA!]

[GOD OF KNOWLEDGE: Rekomendasi jawaban: Gunakan alasan penyakit kulit atau norma agama untuk meminimalkan rasa penasaran target sebesar 84%.]

Ophelia menghela napas tipis di balik kain putihnya. ‘Terima kasih atas sarannya, Orpheon, tapi aku tidak akan mengaku memiliki penyakit kulit.’

"Nazar kesederhanaan, Yang Mulia," jawab Ophelia dengan nada tenang yang diatur sedemikian rupa. "Di hadapan keagungan para dewa, rupa fana tidaklah memiliki arti. Hamba hanya ingin dilayani berdasarkan pengabdian hamba, bukan karena penampilan luar."

Adrian menyipitkan matanya. Jawaban itu terdengar klise dan normatif, persis seperti apa yang akan diucapkan oleh para pendeta fanatik. Namun, nada suara Ophelia sama sekali tidak terdengar seperti orang yang sedang membanggakan kesucian dirinya. Suara itu terasa... lelah. Seolah-olah gadis itu terpaksa mengucapkan kalimat tersebut demi bertahan hidup.

"Nazar yang menarik," komentar Adrian pendek. "Namun di dunia politik kekaisaran, sesuatu yang disembunyikan rapat-rapat biasanya merupakan hal yang paling berharga... atau paling berbahaya."

Langkah Ophelia terhenti di depan sebuah pintu kayu jati berukir megah yang menandai pintu masuk Paviliun Barat.

"Kita telah sampai, Yang Mulia Grand Duke," ujar Ophelia sambil memutar tubuhnya menghadapi Adrian, menundukkan kepala dengan santun. "Di balik pintu ini terdapat ruang doa pribadi yang paling sunyi. Tidak ada orang yang akan mengganggu Anda di sini."

Adrian berhenti beberapa langkah di depan Ophelia. Pria itu menatap pintu kayu tersebut sejenak, lalu kembali menatap Ophelia.

"Terima kasih, Biarawati," ucap Adrian. Ia meraih sebuah kantong kain beludru kecil dari balik mantel bulunya dan mengulurkannya kepada Ophelia. "Anggap saja ini imbalan karena telah menuntunku dan menjaga ketenangan tempat ini."

Dari denting halus yang terdengar, Ophelia tahu betul isi kantong itu adalah koin-koin emas murni dengan stempel keluarga Everhart.

[GOD OF FORTUNE: JANGAN DITERIMA! KOIN UTARA ITU MEMILIKI TINGKAT KEMURNIAN EMAS YANG RENDAH DIBANDINGKAN EMAS ILIAD! ITU KERUGIAN!]

[GOD OF WAR: JANGAN TERIMA UANG DARI PRIA LAIN! JIKA KAU BUTUH EMAS, AKU BISA MENJATUHKAN HUJAN KOIN DARI LANGIT SEKARANG JUGA!]

Ophelia menatap kantong emas itu, lalu menggelengkan kepalanya perlahan, menolak hadiah tersebut dengan sangat sopan.

"Hamba mengucapkan terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia," kata Ophelia lembut. "Namun, melayani tamu kuil adalah kewajiban hamba sebagai seorang biarawati. Hamba tidak diperkenankan menerima imbalan pribadi atas tugas sederhana ini."

Adrian menaikkan satu alisnya, sedikit terkejut. Jarang sekali ada orang yang menolak koin emas dari keluarga Everhart. Namun bukannya marah, mata biru pucat sang Grand Duke justru berkilat penuh minat.

"Begitukah?" Adrian menarik kembali kantong emasnya. "Kalau begitu, sebutkan namamu. Setidaknya aku harus tahu siapa biarawati yang telah membantuku hari ini."

Ophelia ragu sejenak. Menyebutkan nama aslinya pada seorang Grand Duke bisa pemicu masalah di masa depan. Namun, menolak menyebutkan nama pada seorang bangsawan tinggi dianggap sebagai penghinaan besar.

"Nama hamba adalah Ophelia, Yang Mulia," sahutnya pelan.

"Ophelia..." Adrian mengulang nama itu dengan suaranya yang berat, seolah-olah sedang mengingat setiap suku katana. "Nama yang indah."

Pria itu kemudian berbalik, mendorong pintu kayu jati tersebut, dan melangkah masuk ke dalam ruangan doa yang sepi sebelum pintu tertutup kembali secara otomatis.

Ophelia berdiri sendirian di koridor dingin itu. Begitu Adrian menghilang sepenuhnya dari pandangan, tubuh Ophelia melemas. Ia bersandar pada dinding batu dingin di sampingnya.

╔══════════════════════════════════════════════════════════╗

[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]

Target: Ophelia Elizhabet de Ceolum

Encounter Cleared: Grand Duke Adrian

Divine Jealousy Level: 88%

Sanity Level: 12% (CRITICAL)

╚══════════════════════════════════════════════════════════╝

[GODDESS OF LOVE: DIA MENYEBUT NAMAMU DENGAN SUARA NADA BASS YANG SANGAT SEKSI! AKU BISA MERASAKAN BENIH-BENIH CINTA DARI UTARA!]

[GOD OF WAR: AKU TIDAK PEDULI! AKU TETAP AKAN MEMINDAHKAN METEOR INI KE WILAYAH UTARA!]

[GODDESS OF WISDOM: Asterion, batalkan sihir meteormu sekarang juga sebelum Athena turun tangan.]

[UNKNOWN GOD: ...You did well, Ophelia.]

Ophelia menatap barisan teks biru yang terus memenuhi pandangannya tanpa henti. Humor deadpan-nya yang biasa kini mencapai titik jenuh tertinggi.

Ia menepuk jidatnya pelan di balik kain cadar putih.

"Paus Agung, Komandan Ksatria, dan sekarang Grand Duke Utara..." gumam Ophelia lirih pada udara kosong. "Tuhan... jika ini adalah ujian kesabaran untuk menjadi biarawati yang baik, bisakah Anda mengurangi jumlah aktor utamanya?"

Tentu saja, layar di depannya tidak memberi jawaban rasional—hanya deretan komentar para dewa yang makin heboh memperdebatkan siapa pria terbaik untuk mendampingi sang biarawati bercadar.

1
Wulan
semangat thor up nya 😌😌
Wulan
kasihan seraphina semoga waktu tau dia bukan saintess dia nga kecewa atau marah sama Ophelia yang adalah saintess sebenarnya 🙂🙂
Wulan
God of fortune yang gila duit tertipu sebesar lima ratus koin emas😆😆
Wulan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

kak fresh tea terima kasih Karna menerima pendapat saya dan memberikan jawapan... maaf kalau sekira nya pendapat saya agak terburu-buru dalam berpendapat pada karya kakak... semangat kak berkarya nya aku akan selalu mendukung karya kakak yang ini dan mengusahakan untuk sampai pada end cerita🤗🤗

waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh 🤗🤗 semangat 😁✊
Wulan
mereka berkomunikasi? ketahuan kh kalau Ophelia bisa liat layar percakapan para dewa?
Wulan
kakak penulis Tampa mengurangi rasa hormat aku mau membagi kan pendapat ku sebagai pembaca setelah membaca 40 eps awal hari ini

cerita dan gendre Kakak bagus dan unik tapi cerita nya agak berbelit dan ada beberapa episod yang hampir mirip dari segi cerita dan dialog hanya beda karakter saja dan setelah baca dari eps 1 sampai 40 aku belum menemukan inti dari cerita nya awal dari ceritanya juga sulit aku fahami tidak ada keterangan atau penjelasan lebih kenapa Ophelia yang di pilih para dewa mungkin pendapat ku ini agak terburu-buru Karna baru 40 eps sekarang inti dari cerita nya juga belum keluar tapi sebagai pembaca aku hanya mengutarakan pendapat aku saja kepada kakak penulis aku enjoy juga kok dengan cerita nya😁😁 semangat kakak penulis😁✊
Fresh Tea: terima kasih atas saran nya nanti aku perbaiki supaya tidak berbelit-belit 😭🙏 makasih udah baca cerita ku 😭😭
total 1 replies
Wulan
kak ararthor kapan mereka semua tau kalau Ophelia adalah saintess sebenarnya?
semangat thor up nya 🤗🤗🤗
Wulan
dari dulu kan suda berakhir Ophelia 🙂🙂
Wulan
di alam dewa juga ada pasar gelapnya 😭🙏
Wulan
semangat menjalani hidup yang berat kedepan nya Ophelia 😌😌
Wulan
penyelamat datang😆😆
Wulan
tolong berhenti dewi kecantikan kasihan Ophelia 🙂🙂
Fresh Tea: Mereka gak akan berhenti...huhu
total 1 replies
Wulan
kak arthor kenapa nga bongkar aja edintitas Ophelia sebagai saintess kan seru😌😌
Wulan: iya kelihatan jelas bahkan sekedar dekat saja dewa perang langsung mau kirim petir Ilahi 🙂🙂
total 2 replies
Wulan
thor kapan dunia tau Ophelia sebenarnya saintis yang sebenarnya 🙂🙂
Wulan: nga papa aku akan menunggu dengan sabar😌
total 2 replies
Wulan
aku setujuh🙂
Wulan
ini dia penyelamat 😌😌
Wulan
aku bertaruh Adrian yang akan mendapat senyum pertama Ophelia 😆😆
Wulan
sungguh aku mendukung hubungan nya Ophelia dan adrian sekarang 😆😆
Wulan
aku setuju aku akan meningkuti kapal Ophelia dan adrian😆😆
Wulan
aneh banget Nama pasangannya😭😭
Wulan: iya tentu saja tapi aku mendukung pasangan nya Adrian dan Ophelia 😆😆
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!