Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Pengkhianatan Mempertemukan Dua Hati

Ketika Pengkhianatan Mempertemukan Dua Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Tiyas adalah seorang istri yang setia dan penuh cinta, namun dunianya hancur seketika saat ia mendapati suaminya, Gio, berselingkuh dengan Mia—yang tak lain adalah saudara sepupunya sendiri. Pengkhianatan berlapis ini meremukkan hatinya, memaksa Tiyas untuk menelan kepahitan dan mengumpulkan serpihan harga dirinya yang tersisa.
Di tengah badai kekecewaan tersebut, takdir mempertemukannya dengan Narendra, yang bernasib serupa sebagai suami Mia yang juga dikhianati. Berawal dari rasa sakit dan luka yang sama, Tiyas dan Narendra perlahan menemukan ruang aman untuk saling menguatkan, menumbuhkan kenyamanan, serta merajut harapan baru di atas reruntuhan masa lalu mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Keesokan paginya setelah sarapan bersama, Tiyas berpamitan dengan kedua orang tuanya. Koper dan barang-barangnya sudah kembali tersusun rapi di dalam bagasi mobil.

Tiyas meraih tangan Ayah dan Ibunya, mencium punggung tangan mereka berturut-turut dengan penuh rasa takzim.

"Ayah, aku sudah mentransfer uang bulanan ke rekening Ayah. Nanti malam Ayah ajak Ibu jalan-jalan pakai mobil baru, ya," ucap Tiyas tersenyum manis.

Ayah seketika menghentikan langkahnya dan menatap Tiyas dengan raut terkejut.

"Nduk, apa lagi ini? Kamu ini boros sekali. Ayah masih ada uang pensiunan yang lebih dari cukup."

"Ayah," potong Tiyas lembut namun penuh ketegasan, menggenggam erat jemari Ayahnya.

"Ini khusus dari Tiyas untuk Ayah sama Ibu. Pakai saja buat bersenang-senang. Uang Tiyas adalah uang Ayah dan Ibu juga."

Ibu di samping Ayah mengusap bahu Tiyas dengan mata yang kembali berkaca-kaca, haru melihat baktinya sang putri yang tak pernah luntur meski hatinya sedang terluka hebat.

"Tiyas pulang dulu ya, Ayah, Ibu. Assalamu'alaikum." pamit Tiyas seraya melangkah menuju pintu kemudi.

"Wa'alaikumussalam. Hati-hati di jalan ya, nduk. Jangan lupa selalu kabari Ayah dan Ibu," balas Ayah dan Ibu beriringan sambil melambaikan tangan.

Tiyas melajukan mobilnya membelah gerbang rumah, meninggalkan Magelang dengan dada yang tak lagi sesak.

Garis senyum di bibirnya kini menyiratkan keberanian baru.

Yogyakarta dan Narendra sudah menantinya, dan masa-masa di mana ia diam tertindas telah resmi berakhir.

Ponsel Tiyas bergetar lembut saat ia sedang mengemudi.

Di layar tertera sebuah pesan singkat dari Narendra, mengabarkan bahwa pria itu sudah berada di dalam pesawat dan bersiap untuk lepas landas dari Bali menuju Yogyakarta.

[Hati-hati di jalan, Narendra,]

Tiyas membalas pesan tersebut sebelum kembali fokus membelah jalanan.

Satu jam perjalanan dari Magelang akhirnya membawanya kembali ke rumah megahnya di Yogyakarta.

Begitu gerbang dibuka, Tiyas mendapati pemandangan yang sepenuhnya berbeda.

Rumah itu telah selesai dicat ulang dengan warna baru yang lebih segar, dan seluruh perabotan lama yang pernah disentuh atau menyimpan kenangan bersama Gio sudah diganti total dengan perabotan baru bernuansa minimalis elegan.

Herman dan Riko, dua staf kepercayaannya, langsung bergegas menyambut kedatangan Tiyas.

"Selamat datang, Nyonya. Saya, juga baru sampai juga ini, Nyonya," ucap Herman ramah.

Wajah pria itu tampak semringah setelah baru saja selesai mengantarkan dan mengatasnamakan mobil bekas Gio ke kampung halamannya sesuai perintah Tiyas.

"Terima kasih banyak ya," balas Tiyas mengangguk penuh apresiasi.

Tiyas melangkah masuk ke dalam rumah, lalu mengumpulkan seluruh pelayan dan asisten rumah tangga yang bekerja di sana.

Mereka berbaris rapi di ruang tengah, menatap Tiyas dengan raut bertanya-tanya.

"Hari ini sampai tujuh hari ke depan, kalian semua saya liburkan," umum Tiyas tenang.

Seketika riuh bisik-bisik kaget terdengar di antara para pelayan.

Salah satu dari mereka memberanikan diri bertanya dengan wajah cemas, "Lho, Nyonya, kenapa? Apa saya dan yang lain dipecat?"

Tiyas tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya pelan.

"Tidak, saya tidak memecat kalian. Saya hanya ingin menyendiri dulu untuk beberapa hari ke depan. Dan ini ada uang saku tambahan untuk kalian semua selama masa libur."

Tanpa menunda, Tiyas langsung mengoperasikan ponselnya dan mentransfer sejumlah uang saku yang sangat cukup ke rekening masing-masing pelayan.

Melihat pemberitahuan transferan masuk di ponsel mereka, mata para pelayan berbinar kaget sekaligus haru.

Tiyas kemudian memberikan isyarat memperbolehkan mereka untuk segera berkemas dan pulang ke rumah masing-masing.

Sebelum melangkah keluar dari pintu utama, para pelayan berbalik menatap Tiyas.

Meski tidak tahu secara detail, mereka bisa merasakan badai berat yang sedang dihadapi oleh majikan baik hati mereka itu.

"Nyonya harus kuat, ya," ucap mereka tulus dan kompak memberikan dukungan.

Tiyas menganggukkan kepala seraya mengukir senyum hangat.

"Terima kasih banyak. Hati-hati di jalan."

Setelah pintu besar terkunci rapat dan keheningan menyelimuti rumah megah yang kini bersih dari jejak pengkhianatan Gio, Tiyas berjalan perlahan menuju lantai atas.

Benteng pertahanannya di Yogyakarta sudah siap, dan sebentar lagi, pertemuannya dengan Narendra di rumah makan ayam asap akan memulai babak baru pertarungan mereka.

Tiyas melangkah masuk ke dalam kamar utamanya.

Nuansa kamar itu kini berubah total. Tempat tidur baru yang kokoh, sprei satin nan lembut, serta tirai baru yang anggun telah menggantikan seluruh interior lama yang pernah menyerap kebohongan Gio.

Ia merebahkan tubuhnya sejenak di atas peraduan yang segar itu, memejamkan mata dan menikmati keheningan yang tak lagi menyesakkan.

“Ini rumahku, dan aku akan menjaga serta membangun hidupku di sini,” batin Tiyas penuh tekad.

Setiap sudut bangunan ini berdiri atas keringat dan kerja kerasnya sendiri, tak ada alasan baginya untuk membiarkan benalu seperti Gio merusaknya lebih jauh.

Di tengah keheningan itu, ponsel Tiyas berdering nyaring di atas meja nakas. Nama Gio tertera di layarnya.

Tiyas menatap layar itu dengan senyum dingin, menetralkan suaranya sebelum menggeser ikon hijau.

"Iya, Gio, ada apa?" tanya Tiyas tenang, tanpa ada nada curiga sedikit pun.

Di seberang telepon, suara Gio terdengar agak tergesa dan dipaksakan manis.

"Tiyas, sepertinya aku masih belum bisa pulang dari Bandung hari ini. Klien di sini tiba-tiba minta perpanjangan meeting dan ada jamuan bisnis mendadak yang harus diurus. Apa kamu bisa mentransfer uang sepuluh juta lagi sekarang? Buat menutupi biaya operasional dan DP venue acaranya."

Tiyas menatap tirai kamar yang berayun pelan diterpa angin sore.

Ia tahu betul uang itu bukan untuk urusan bisnis, melainkan untuk memanjakan Mia di vila mewah Lembang.

Namun, alih-alih menolak atau marah, Tiyas justru menyunggingkan senyum tipis.

"Oh begitu. Iya, Gio. Sebentar lagi aku transfer, ya," jawab Tiyas lembut.

"Terima kasih banyak, Sayang! Kamu memang istri yang paling pengertian. Lima hari lagi aku pulang, ya. Love you," ucap Gio cepat.

Klik.

Gio langsung menutup panggilan tanpa menunggu balasan Tiyas.

Di tempat tidur barunya, Tiyas membuka aplikasi perbankan di ponselnya dan mentransfer uang sepuluh juta rupiah ke rekening Gio.

Bagi Tiyas, sepuluh juta ini bukanlah kerugian, melainkan umpan.

Ia sengaja membiarkan Gio merasa di atas angin dan makin serakah, karena semakin banyak bukti transaksi tak wajar yang dibuat Gio, semakin mudah baginya untuk menjatuhkan pria itu ke jurang kehancuran tanpa bisa berkutik sedikit pun di pengadilan nanti.

"Nikmati uang itu selagi bisa, Gio," gumam Tiyas dingin seraya meletakkan ponselnya.

"Karena lima hari lagi, bukan kepulangan hangat yang menyambutmu, melainkan akhir dari segalanya."

1
Noey Aprilia
Suami spupunya aja dia rbut,aws aja kl suami kknya jg d rebut....🙄🙄🙄....
Noey Aprilia
Gmana ga ngsih rstu....naren bnr2 clon suami plus clon mntu idaman...
udh jgain tiyas,posesif bgt smp ga bleh ngpa2in slain istrhat...sm clon mrtua pun ga pelit.....😀😀😀
Noey Aprilia
Stlh psah sm suami durjana,tiyas dptn clon suami idaman....sng mntan pst nysel krna akhrnya hdp mndrta..
sokooorrr.....😛😛😛
Noey Aprilia
Tuuhhh....
udh dpt rstu dr shbt n ortumu...mga kali ni klian bhgia,ga ada pngkhianatan lg sprti msa lalu....
sunaryati jarum
Akhirnya dapat restu dari orang tua
Ariany Sudjana
Tyas masih juga memikirkan pekerjaan, yang penting kamu sehat dulu. dokter sudah minta kamu istirahat, patuhi nasehat dokter
Noey Aprilia
Hai kk....
aku udh mmpir...slm knal.....
crtanya seru,suka sm tiyas yg tegas dn tngguh....mga bhgia trs sm naren....😘😘😘
my name is pho: Terima kasih kak🥰
total 1 replies
Ariany Sudjana
owh ternyata prank 🤣🤣😂😂
sunaryati jarum
so sweet banget Naren ngeprank kamu
sunaryati jarum
Suka
sunaryati jarum
Emak suka ceritanya tidak muter dan bertele-tele
sunaryati jarum
Baru mampir
my name is pho: Selamat membaca kak 🥰🙏
total 1 replies
Heny
Bearti yg kaya Tyas dan Naren gio dan mia benalu
my name is pho: iya kak
total 1 replies
Ariany Sudjana
harusnya Tyas kasih jawaban tunggu sampai putusan pengadilan keluar, kalau pas baru mediasi sudah ada jawaban dari Tyas, bisa jadi senjata untuk gio dan Mia, mereka nanti berpikir Tyas dan Narendra juga selingkuh di belakang mereka
Ariany Sudjana
itulah hukum tabur tuai Mia, kan pilihan kamu sendiri untuk selingkuh dari Narendra demi seorang gio, jadi jalani saja yah 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
pertimbangkan baik-baik lamaran Narendra tadi Tyas,betul kamu masih terluka, tapi tetap kamu perlu seorang yang bisa melindungi kamu
Ariany Sudjana
bodoh kamu Tyas, sama saja kamu itu sampah seperti Mia, kamu menghancurkan diri kamu sendiri dengan mabuk alkohol
Ariany Sudjana
bagus Tyas dan Narendra, kalian berdua sudah tegas terhadap pasangan pengkhianat tersebut, dan tinggal tunggu sidang saja 😄🙏
Ariany Sudjana
dasar suami bodoh kamu gio, kamu merasa insecure terhadap Tyas, terus apa itu bisa jadi alasan untuk kamu selingkuh ? dasar laki-laki pengecut kamu gio, kamu memilih mengkhianati perempuan hebat seperti Tyas, demi seorang pelacur murahan 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
bagus Imelda ngomong gitu ke Tyas, biar sadar belum berjuang kok sudah tumbang, karena kesehatan tidak mendukung dan juga ga perlu sok kuat, kamu juga perlu orang untuk berbagi, dan sekarang kamu buat semua orang sibuk Tyas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!