Indonesia
NovelToon NovelToon
Calon Istri Nomor 33

Calon Istri Nomor 33

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:955.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

32 wanita menyerah. Vivi adalah calon istri nomor 33.

Menikah dengan duda beranak lima seharusnya menjadi solusi bagi dirinya yang divonis tak bisa punya anak sejak muda.

Namun tidak ada yang memberitahunya bahwa lima anak Pak Baskara telah bersekutu untuk mengusir setiap wanita yang mencoba menggantikan posisi ibu mereka. Akankah Vivi bertahan, atau menjadi nama berikutnya dalam daftar kegagalan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

"Apa?"

"Kamu yang memastikan mereka bebersih sebelum tidur. Kamu yang memastikan mereka makan malam. Kamu yang memastikan mereka belajar. Kamu yang memastikan mereka tidur tepat waktu." Satu per satu kalimat itu keluar dengan tenang. Tanpa emosi.

Tetapi justru itulah yang membuat Baskara mulai panik. Karena selama ini ia dibantu ibunya dan setelah menikah Vivi mengambil alih tugas itu , Ia baru sadar bahwa semua hal itu diam-diam sudah dilakukan Vivi.

Vivi melanjutkan. "Aku akan menyendiri di kamar tamu. Sampai kamu punya jawaban."

Baskara berdiri. Tetapi terlambat. Karena Vivi sudah berbalik. Melangkah masuk ke dalam rumah. Meninggalkan suaminya yang masih berdiri di teras.

Di ruang belajar, lima pasang mata langsung mengikuti pergerakan itu. Sean yang pertama menyadari. Yuan langsung menurunkan bukunya. Saka berhenti menggambar. Ella mengangkat kepala. Bahkan Lili ikut menoleh.

Mereka melihat Vivi berjalan melewati ruang keluarga. Tanpa senyum. Tanpa menyapa.Tanpa mengingatkan siapa pun tentang tugas sekolah. Langkahnya tenang. Namun jelas berbeda dari biasanya.

Kemudian mereka melihat Baskara masuk beberapa detik kemudian. Ekspresinya juga aneh. Seolah baru saja kalah dalam sebuah perdebatan. Sean langsung melirik Yuan. Yuan membalas lirikan itu. Bahasa rahasia kakak beradik. Ada sesuatu yang terjadi. Mereka terus mengamati.

Vivi menaiki tangga. Berjalan menuju koridor. Masuk ke kamar tamu. Lalu, Klik. Suara kunci terdengar jelas. Pintu terkunci.Dan tidak dibuka lagi.

Saka berkedip. "Apa mereka habis berantem?"

"Diam." Sean langsung menjawab. Namun bahkan dirinya sendiri penasaran. Ini pertama kalinya mereka melihat Vivi meninggalkan Baskara.

Lima belas menit kemudian. Masalah pertama muncul. Lili mulai merengek lapar. Kemarin Vivi yang menyiapkan sesuatu sebelum jam makan malam. Namun kali ini tidak ada aroma masakan dari dapur. Tidak ada suara panci. Tidak ada siapa-siapa.

Sean mulai menyadari sesuatu. "Ayah."

Baskara yang sedang duduk di ruang keluarga mengangkat kepala. "Iya?"

"Lili lapar." Sean menunggu. Tidak ada kelanjutan. "Ayah. Lili lapar."

"Iya, Ayah dengar."

"Terus?"

Baskara terdiam. Karena untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama Ia tidak tahu harus melakukan apa dulu. Biasanya semua berjalan begitu saja. Anak-anak makan. Belajar. Mandi. Tidur. Rumah tetap hidup. Dan baru sekarang ia menyadari harus Ada seseorang yang mengatur semuanya. Sebelumnya ibunya anak-anak, lalu ibunya, sekarang diserahkan pada Vivi meski belum ada serah terima.

Di balik pintu kamar tamu yang terkunci. Vivi duduk di tepi ranjang. Masih menahan emosi. Masih menahan kecewa. Ia tidak menangis. Tidak juga marah. Ia hanya lelah. Karena sejak dibawa ke sini ia berusaha menjadi istri. Berusaha menjadi ibu. Berusaha menjadi penghuni rumah itu. Sementara Baskara seolah menganggap semua itu akan terjadi secara otomatis. Seperti menyalakan lampu. Seperti mengisi bensin. Seperti rutinitas yang tidak perlu dipikirkan. Padahal tidak. Semuanya membutuhkan hati. Dan hati tidak bisa dibeli dengan yayasan. Tidak bisa dibeli dengan hadiah. Tidak bisa dibeli dengan status.

Di luar kamar terdengar langkah kaki kecil. Berhenti tepat di depan pintu. Kemudian suara mungil yang sangat dikenalnya terdengar.

"Tante Vivi?" Lili. "Tante Vivi..." Suara itu terdengar lagi.

Untuk pertama kalinya hari itu, hati Vivi sedikit melunak. Karena rupanya Meski menjadi ibu yang tidak diinginkan bagi sebagian orang Ada satu anak kecil di rumah itu yang mulai mencarinya ketika ia tidak ada.

Vivi tetap duduk di tepi ranjang. Matanya menatap pintu yang masih tertutup rapat. Di luar, suara kecil itu terdengar lagi.

"Tante Vivi..." Kali ini lebih pelan. Lebih ragu. Seolah Lili tidak mengerti kenapa pintu itu tidak dibuka seperti biasanya.

Vivi memejamkan mata. Kalau ia membuka pintu sekarang, kemarahannya pada Baskara akan runtuh begitu saja. Dan kali ini ia tidak ingin mengalah. Bukan karena ego. Tetapi karena Baskara perlu menyadari sesuatu. Rumah tangga tidak bisa berjalan dengan satu orang saja. Akhirnya Vivi berdiri. Mendekati pintu. Namun tidak membukanya. "Lili sama siapa?"

"Sendiri..."

Vivi langsung mengernyit. Sendiri? Anak dua tahun? Ia membuka pintu sedikit. Dan benar saja. Lili berdiri di sana sambil memeluk boneka kelincinya. Sendirian. Tidak ada Sean. Tidak ada Yuan. Tidak ada Baskara. Tidak ada siapa-siapa. Vivi langsung jongkok. "Lili kok sendiri?"

"Lapar."

Tentu saja. Vivi hampir tertawa. Anak sekecil ini tidak peduli ada konflik rumah tangga. Tidak peduli ada drama orang dewasa. Yang ia tahu hanya satu. Perutnya kosong. Vivi mengusap kepala anak itu. "Ayah di mana?"

"Nggak tahu." Jawaban yang sangat tidak membantu.

Namun cukup membuat Vivi menghela napas panjang. Ia mengintip keluar koridor. Rumah terdengar ramai dari dapur. Terdengar suara Saka. Suara Sean. Dan suara Baskara yang mulai terdengar stres. Di dapur. Situasinya memang tidak baik. Sangat tidak baik. Sean berdiri dengan tangan terlipat. Yuan duduk sambil mengamati. Saka terlihat menikmati kekacauan ini. Sementara Ella mulai rewel karena lapar. Dan Baskara sedang menatap isi kulkas.Seolah kulkas itu menyimpan jawaban kehidupan.

"Ayah masak apa?" Sean bertanya.

"Sedang dipikirkan."

"Sudah tiga puluh menit dipikirkan." Yuan menambahkan.

Baskara memijat pelipis. Ia memang bisa memimpin rapat di perusahaannya. Bisa mengelola bisnis. Bisa mengambil keputusan besar bernilai miliaran rupiah. Tetapi menentukan menu makan malam lima anak ternyata jauh lebih sulit.

"Pesan makanan saja." Saka memberi solusi.

"Kemarin Ayah bilang terlalu sering pesan makanan tidak sehat." Sean langsung menyela.

Iya. Tapi aku lapar." Ella mulai cemberut. Dan situasi semakin kacau.

Saat itulah Vivi muncul di ujung tangga. Menggendong Lili. Semua mata langsung menoleh. Termasuk Baskara. Pria itu tampak lega melihatnya. Yang tentu saja membuat Vivi semakin kesal. Karena jelas sekali lelaki itu baru menyadari betapa banyak hal yang selama ini ia kerjakan.

"Tante Vivi!" Ella langsung berdiri. Kemudian buru-buru duduk lagi. Seolah takut ketahuan terlalu senang melihatnya.

Sean memperhatikan semuanya. Diam-diam.

Vivi berjalan ke dapur. Membuka kulkas. Melihat isinya. Lalu menutupnya lagi. "Masih ada nasi." Tidak ada yang menjawab. "Masih ada ayam." Masih diam. "Masih ada sayur." Kemudian Vivi menoleh kepada Baskara. "Tinggal dimasak."

Baskara terdiam. Karena kalimat itu terdengar sangat sederhana. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Dan mereka berdua sama-sama tahu.

Vivi lalu berbalik. "Ayo Lili."

"Ke mana?" tanya Lili.

"Kembali ke kamar." Lili langsung memeluk lehernya. Anak ini terlalu mudah menempel. Kembali menuju tangga. Meninggalkan dapur. Meninggalkan Baskara. Dan meninggalkan kekacauan yang harus dibereskan sendiri oleh pria itu.

Sean memperhatikan punggung Vivi sampai menghilang di lantai atas. Kemudian ia menoleh kepada ayahnya. Untuk pertama kalinya hari itu, Sean melihat sesuatu yang tidak biasa.

1
Inooy
kamu benar2 menghormati kluarga mendiang Alia, terutama nya bu Ema sang ibinda Alia 👍👍
Inooy
ini nii definisi g mo mensyukuri apa yg udh Allah kasih,,,
kalian tuh harus nya lebih bersyukur masih d biayain ama Baskara, padahal semesti nya kalian bukan tanggung jawab Baskara lg..hanya karena kebaikan Baskara hidup kalian bisa layak begini, klo aj Alia tidak menikah ama Baskara..apakah kalian akan hidup tenang tanpa kekurangan??
udh jelas2 yayasan punya bu Mega, dengan mengatasnamakan Alia kalian meminta Nina menjadi ketua yayasan..padahal d surat wasiat tertulis dengan jelas klo Vivi lah yg akan menggantikan bu Mega jika bu Mega meninggal dunia...ckckck dasar kalian manusia2 serakah!!!!
Inooy
liat tuuuh Baaas istri kamu, dia tidak menyalahkan kamu sepenuh nya..dia malah mo bertanggung jawab menyelesaikan masalah yg tidak dia lakukan..ibu mu tidak salah memilih orang utk menggantikan posisi nya ,,kamu aj yg terlalu baik terhadap kluarga mendiang istri kamu..seharus nya kamu kaji ulang ketika mo mengangkat Nina sbagai ketua yayasan, jangan hanya dia sepupu nya mendiang istri kamu tanpa berunding dulu ama Vivi main angkat aaaja..jd begini kan keadaan nyaa?
Inooy
kesalahan mu terlalu fatal Baas, hanya karena terlalu menghormati kluarga mendiang istri mu..kamu mempertaruhkan nama baik istri kamu yg sekarang, yg notabene orang yg udh d ketahui sbagai penerus pemilik yayasan....
otak kamu d taruh d manaaaaa Baaass,,kamu selalu melindungi kluarga mendiang istri mu tp kamu menghancurkan nama baik istri kamu yg skarang ckckck
maka nya Baaass apapun alasan nya wasiat tetap lah wasiat..kamu tidak bisa seenak nya memindahkan surat wasiat tanpa sepengetahuan sang penerima wasiat,,,nyesel kan kamuuu..yayasan d ambang kehancuran, istri kamu kecewa dengan keputusan sepihak muuu...😤
Inooy
karena bu Mega tau kamu wanita baik Vii, dn beliau percaya kamu mampu menjaga dn melindungi kluarga Baskara...🥹
Inooy
kebaikan seseorang akan terlihat dr banyak nya doa yg d kirimkan dr orang2 yg pernah d bantu nya....
jd banyak2 lah berbuat baik, karena kebaikan qta yg akan menolong qta kelak d akhirat..🥺
Inooy
ketika bu Mega memaksa Vivi utk jd bagian keluarga nya,,seakan akan itu sebuah pertanda bahwasanya takdir tentang kehidupan tengah menghampiri nya..bu Mega seolah olah mengatakan "Vii, titip anakku dn cucu2 ku..hanya kamu yg bisa ibu percaya utk mengurus dn merawat mereka ketika ibu sudah tidak ada..karena waktu ibu sudah semakin dekat"

hhaaaa,,makin mewek aq ka Fitriiii 😭😭😭
milk shake🍓🥤
semogaa cepat terbongkar dan dokter Sinta dipenjara karna bikin laporan palsu dan kliniknya ditutup
milk shake🍓🥤
jgn cuman keklinik tantemu itu berobat, sesekali perlu kerumah sakit,
Isna
keren...keren..seru bgt ceritanya..
rahmah
ceritanya bagus Vivi wanita luar biasa yg baik hati gak pernah marah tapi banyak ujian mulai ditipu puluhan tahun sama tante yg sudah menganggapnya anak sendiri sampai dia menangis setiap hari karena vonis tidak bisa punya anak dan itu juga dia tinggal kekasihnya karena vonis itu sampai dia diminta menikah dg anak pemilik yayasan tempat dia mengajar duda 5 anak bernama Baskara yg sibuk dg pekerjaannya(sepertinya Baskara cuma taunya menambah anak saja 🤭) anak²nya yg sudah menolak 32 calon ibu berbagai cara dilakukan anak²nya pada Vivi juga begitu tapi Vivi masih bisa mengatasinya sampai anak² menerima Vivi sebagai ibu mereka tapi cobaan Vivi tidak berhenti disitu hingga dia akhirnya hamil dan melahirkan bayi laki² yg bernama Hanan dan dia bahagia bersama suami dan 6 anak²nya..🥰
mimma
Luar biasa
Inooy
dengan kata lain..bu Mega bisa meninggalkan Baskara dn anak2 nya dengan tenang, karena mereka udh ada d tangan yg tepat..
Inooy
hhuuaaaa,,jd keingat ibu aq yg udh pergiii 😭😭😭😭

ternyata firasat bu Mega begitu cepat terjadi,,,pantas aj bu Mega mendesak Vivi teroos utk d jadiin menantu nya, ternyata beliau tidak ingin meninggalkan anak dn cucu2 nya tanpa pendamping hidup..kini bu Mega udh tenang meninggalkan Baskara dn anak2 nya, karena bu Mega udh percaya dengan Vivi yg akan menjaga dn melindungi cucu2 nya termasuk Baskara....
bab paling mengsedihkan 😭😭😭
Inooy
s kulkas 7 pintu mulai terserang virus bucin 😂
jaga kewibawaan mu Baas,,maaasa jealous ama anak2 sendiri Baas..Baaass...ckckck
Wulhan Agustyna Ismail
Bisanya cuman bisa bikin anak lima pula, tapi tidak tau mengurusnya
Inooy
mantap Vii jawaban mu..biar mikir tuh suami muu 😂
Inooy
punya dendam apaan siih dook,,sumpah aq puyeng mikirin dendam nya dokter..emg dokter g cape apaa tiap hari mikirin dendam? mendingan d lepasin aj dook,,nanti klo ketahuan Vivi kebusukan dokter..citra dokter d mata Vivi pasti runtuh karena kebusukan hati dokter 😮‍💨
Inooy
makin puyeng aq gara2 dokter Sinta yg d panggil TANTE ama Vivi,,ternyata berhati buuuussuuuukk...😤
Inooy
waduuuhh,,makin mencurigakan aj nih dokter Sinta...
ada masa lalu apa nih sampe2 sekelas dokter Sinta menutupi kebenaran yg seharus nya Vivi ketahui...apakah dulu Vivi sempat menolak cinta nya anak dokter Sinta, ato bagaimana niih??
karena dr cara dokter Sinta melihat kebahagian Vivi seperti tidak teriiimaa....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!