Tiga tahun menjadi istri Anugrah Pratama, Cynara hanya dianggap sebagai beban. Pernikahan mereka bahkan disembunyikan karena Anugrah mengaku lajang demi mendapatkan pekerjaan. Ketika Anugrah memilih membuka hati untuk perempuan lain, Cynara menyerah dan perceraian pun terjadi.
Dua bulan kemudian, Cynara mengetahui dirinya hamil.
Lima tahun berlalu. Cynara kembali sebagai pemimpin Narendra Group, bersama putranya, Naren. Takdir mempertemukannya kembali dengan Anugrah, kini menjadi seorang manajer di perusahaan besar. Namun, bukan Anugrah yang akan mengubah hidupnya.
Ada Alvin Mahendra, CEO dingin yang diam-diam menyimpan luka kehilangan istrinya.
Pertemuan mereka membuka kembali rahasia masa lalu yang seharusnya terkubur.
#anakrahasia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Cari Tahu Hubungan Mereka!
Pintu ruang kerja Alvin diketuk dua kali.
“Masuk!” Alvin sedang membaca ulang proposal yang diajukan Narendra Group.
Candra, asistennya membuka pintu.
“Pak.”
Alvin yang sedang membaca dokumen tersebut mengangkat wajah. “Ada apa?”
Candra berjalan mendekat sambil membawa tablet. “Saya ingin menyampaikan sesuatu.”
Alvin meletakkan pena. “Katakan.”
“Tadi saya melihat Pak Anugrah berbicara dengan Ibu Cynara.”
Alvin terdiam. "Anugrah dan Bu Cynara?”
“Iya, Pak.” Candra tampak ragu sejenak. “Sepertinya mereka saling mengenal.”
Alvin mengangkat alis. “Seberapa jauh?”
“Saya kurang tahu.”
Candra kemudian menceritakan apa yang sedang ia lihat, meski suaranya tak begitu kedengaran, karena mereka berbicara seperti berbisik-bisik. Tapi ada kemarahan juga di sana.
Tidak hanya itu, Candra sengaja membuka tablet dan melihat rekaman di luar sana. Di layar terlihat Cynara dan Anugrah berdiri berhadapan.
Meski suara mereka tidak terdengar jelas, gestur keduanya cukup menunjukkan bahwa percakapan itu bukan sekadar sapaan antara dua orang yang kebetulan bertemu.
Alvin memperhatikan layar. Tatapan Anugrah terlihat tegang. Sementara Cynara justru tampak menguasai sesuatu yang tak ia mengerti. Lebih tepatnya, Cynara sedikit mengintimidasi adik iparnya itu.
“Sepertinya ada pertengkaran?” gumam Alvin.
“Sepertinya begitu, Pak. Tapi saya tak mendengar begitu jelas," terangnya.
Alvin kembali menatap layar. Cynara kemudian berjalan meninggalkan Anugrah. Pria itu masih berdiri di tempat.
Alvin mengernyit. “Candra.”
“Ya, Pak?”
“Kau mengenal Anugrah?”
Candra mengangguk. “Cukup lama, Pak. Sebelum saya menjadi Asisten Bapak, saya pernah bekerja satu divisi dengannya. Tepatnya sebelum Bapak mengangkatnya menjadi manajer.”
“Kalau begitu, kau pasti tahu kehidupan pribadinya.”
Candra terdiam. “Tidak banyak.”
"Bagaimana informasi pernikahan waktu dia masuk dulu?"
“Kalau masa kami dulu, fresh graduated wajib lajang atau belum menikah, Pak," terang Candra yang ternyata bergabung di waktu yang sama dengan Anugrah.
"Iya, sih. Biar lebih fokus bekerja, makanya diberi syarat demikian," ucap Alvin lagi.
Candra mengangguk. “Benar, Pak.”
Alvin kembali bersandar.
Entah mengapa, percakapan itu membuat pikirannya terhubung dengan pertemuan kemarin dengan sosok kecil yang memberikan Keanu bola.
'Kalau dipikir-pikir, wajah anak itu cukup mirip dengan Anugrah.'
Namun, Alvin tidak suka mengambil kesimpulan tanpa bukti. Ia pun tidak berniat mencampuri urusan pribadi karyawannya, apalagi dia adalah suami Gadiza, adiknya sendiri.
Tetapi, ada sesuatu yang membuatnya merasa perlu mengetahui kebenarannya. Terutama karena Cynara kini merupakan calon mitra bisnis penting bagi perusahaan.
“Candra.”
“Ya, Pak?”
“Cari tahu.”
Candra tampak bingung. “Cari tahu apa?”
“Hubungan Anugrah dengan Cynara, dulu.”
Candra membelalakkan mata. “Pak, maksudnya, Bapak mau cari gosip terbaru?”
Alvin berdehem, membuat Candra tergidik.
“Bukan untuk gosip!” Suara Alvin tetap datar. “Saya ingin informasi yang jelas. Jangan sampai kita terlalu buta karena dia sekarang jadi bagian dalam perusahaan ini.”
Candra mengangguk. “Baik.”
“Cari tahu apakah mereka pernah bekerja bersama, berteman, atau memiliki hubungan keluarga.”
Alvin berhenti sebentar.
Kemudian menambahkan, “Dan kalau memang pernah ada hubungan lain di antara mereka…”
Tatapannya kembali tertuju pada layar. “Cari tahu dengan lebih detail.”
“Baik, Pak.” Candra hendak keluar.
“Candra.”
Ia kembali menoleh. “Iya, Pak? Ada lagi?”
“Jangan sampai Anugrah tahu.”
“Baik.”
Pintu kembali tertutup.
Alvin menatap layar yang kini sudah gelap. Ada sesuatu yang tidak masuk akal.
Kemarin ia bertemu Cynara bersama Naren.
Hari ini ia mengetahui bahwa Cynara memiliki hubungan masa lalu dengan salah satu manajer yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.
Dan Anugrah tampak begitu gelisah saat bertemu perempuan itu. Alvin mengusap dagunya.
Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi satu hal mulai membuatnya penasaran.
.
.
Di meja kerja dekat pintu CEO, Candra mulai menjalankan perintah Alvin. Ia membuka data lama perusahaan.
Nama Anugrah Pratama muncul di layar. Lalu Candra mengetik nama Cynara Rizkia Fitri. Beberapa informasi muncul.
Namun, satu hal membuat Candra berhenti. Matanya membesar.
“Serius?”
Ia menatap layar lebih lama. Kemudian mengambil ponsel segera memotret informasi tersebut. Ada sesuatu yang baru saja ia temukan.
Dan kalau informasi itu benar... pertemuan Cynara dan Anugrah hari ini bukanlah pertemuan antara dua orang asing.
Mereka memiliki masa lalu yang jauh lebih dekat daripada yang dibayangkan siapa pun.
Candra segera kembali menuju ruangan Alvin. Karena informasi itu... terlalu besar untuk disimpan sendiri.
*bersambung*