didunia ini dimana sihir adalah segalanya, sedangkan Kyle Rouseyn dianggap sebagai yang terlemah dalam bidang sihir
Kyle adalah murid kelas 2 akademi sihir reveign yang terkenal karna menghasilkan banyak kandidat hero, semua murid dan orang orang menganggap kyle tidak akan pernah bisa menjadi hero. kyle tidak memperdulikannya, dia terus berusaha untuk membuktikan dirinya bisa menjadi hero
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon satria satsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
adiknya luna, lira
Tiba tiba alice dan tiara masuk ke kamarnya kyle, mereka terkejut saat melihat ada seorang perempuan yang tidak mereka kenal sedang berada di kamarnya kyle
Tiara menghampiri kyle dengan perasaan kaget. "Siapa perempuan itu, kyle?" tanya tiara
"Dia adalah rubah yang tadi aku bawa dari hutan karna terluka"
"Tadi kalian juga sudah melihatnya" jawab kyle dengan gugup
"Itu tidak mungkin, tadi rubah itu agak kecil dan berbulu oren" ujar alice
"Aku juga awalnya tidak percaya, tapi itulah kenyataannya" balas kyle dengan jelas
"Kau tidak mengapa ngapa kannya kan?" tanya alice dengan malu malu
"Aku baru saja ingin mengobati lukanya" ucap kyle dengan santai
"Maaf jika membuat kegaduhan disini"
"Aku akan pergi saja dari sini" ujar luna sambil berjalan keluar dari kamarnya kyle
Saat dekat dengan pintu kamar, tiba tiba luna terjatuh ke tanah dan memegangi lukanya
"Sakit sekali" gumam luna
Kyle menggendong luna lalu meletakannya di kasur
"Lukamu masih parah, jangan pergi dan banyak bergerak dulu" ujar kyle
"Tapi adikku masih di hutan, aku harus menyelamatkannya" balas luna dengan nada tegas
"Apa adikmu juga sedang terluka di hutan?" tanya kyle dengan perasaan khawatir
"Dia tidak terluka, saat kami diserang raja orc. Aku menyuruhnya pergi menjauh sedangkan aku mengalihkan perhatian raja orc" jawab luna
"Seharusnya dia aman aman saja"
"Aku tidak merasakan tanda bahaya saat tadi di hutan dan saat ini" ujar tifana
"Syukurlah jika adikku baik baik saja" balas luna
"Kau harus sembuh dulu baru mencari adikmu. Kau boleh tinggal disini dan kami akan senang menerimamu" ucap kyle sambil tersenyum
"Benarkah?" tanya luna dengan nada memastikan
"Ya, kami menerimamu"
"Dan kau sangat lucu, luna" jawab alice dan tiara secara bersamaan
Setelah itu, kyle mengobati luka lukanya luna. "Luna, kau istirahat saja di kamarku. Aku akan tidur di sofa ruang tamu" ujar kyle
"Tidak, aku yang menumpang disini tapi malah aku yang tidur di kamar" balas luna
"Kau tidak menumpang, ini adalah tumah barumu" ujar kyle sambil tersenyum
Wajahnya luna memerah. "Tetap saja, aku tidak enak jika harus tidur di kamarmu. Aku saja yang tidur di sofa ruang tamu" ucap luna
"Tifana, tolong buat luna tetap di kamarku" ujar kyle
"Ya, aku akan membuat luna tetap disini" balas tifana
Tifana menggunakan sihir sehingga luna tertidur di kasur kamarnya kyle. "Aku akan menjaganya" ucap tifana
Kyle keluar dari kamarnya, ia berbaring di sofa ruang tamu. "Kalau dipikir pikir, luna tadi sangat cantik dan lucu" gumam kyle
Besoknya paginya, kyle baru saja terbangun dari tidur tapi ia sudah melihat luna yang berdiri di dekatnya
"Kyle, ayo segera ke hutan. Aku merasakan perasaan tidak enak" ujar luna dengan perasaan khawatir
"Aku merasa dia sedang dalam bahaya" ujar tifana
"Baiklah, aku akan segera ke hutan" balas kyle
Kyle, tifana, dan luna pergi ke hutan dekat kota untuk menjemput adiknya luna
Mereka melihat seorang perempuan yang memiliki ekor dan telinga kelinci berwarna putih kebiruan sedang di serang oleh raja orc
Kyle mengayunkan pedangnya ke arah raja orc hingga dia terhempas jauh, tifana membuat sihir pelindung di sekitar adiknya luna
Kyle menebas raja orc hingga dia terluka parah dan kembali masuk ke hutan yang sangat dalam
Luna menghampiri adiknya. "Lira, kau baik baik saja?" tanya luna dengan perasaan khawatir
"Ya, aku baik baik saja kak" jawab lira
"Syukurlah jika kau baik baik saja" seru luna dengan perasaan lega
"Siapa mereka, kakak?" tanya lira
"Mereka adalah orang yang merawatku saat terluka. Dan mereka adalah orang yang baik" jawab luna sambil tersenyum
"Terima kasih sudah merawat kakak ku" ujar lira dengan jelas
"Ya, tapi kenapa kau dan luna berbeda?" tanya kyle dengan penasaran
"Kak luna itu bukan kakak kandungku, kami sudah tidak punya keluarga lagi"
"Lalu kak luna lah yang merawat dan melindungiku" jawab lira
"Mulai sekarang, kalian tinggal dirumah ku. Aku dan yang lainnya akan menerima kalian" ujar kyle dengan jujur
"Benarkah?" tanya luna
"Ya, aku tidak bisa membiarkan kalian tinggal dihutan" jawab kyle sambil tersenyum
"Kak, apa kita harus menyembunyikan ekor dan telinga kita?" tanya lira
"Ya, kita harus menyembunyikan ekor dan telinga kita" jawab luna
"Kenapa kalian menyembunyikan ekor dan telinga kalian?" tanya kyle dengan penasaran
"Kami sering dihina dan di perlakukan buruk karna penampilan kami" jawab luna
"Padahal kalian terlihat cantik saat melihatkan ekor dan telinga kalian" ujar kyle dengan jujur