Diana melihat suaminya mencium atasannya di mobil, kala hujan deras di depan rumah. Alih-alih minta maaf, Geo malah menceraikan Diana saat istrinya itu minta penjelasan. Bahkan kedua orang tua Geo menghina dan mengusir Diana dari rumah itu.
Tak hanya itu, Sandra wanita selingkuhan suaminya, yang ternyata adalah salah satu putri orang terpandang di kota itu, membayar orang untuk membakar toko orang tua Diana. Memaksa Diana mempercepat perceraian dan menyerahkan hak asuh anak mereka pada Geo.
Saat Diana merasa sangat putus asa dan terpuruk, karena tak punya sepeser pun untuk membayar biaya rumah sakit ibunya dan operasi ayahnya. Seorang pria datang mendekat dan berkata,
"Kamu Diana kan? mau menikah denganku? aku akan bayar semua pengobatan ayah dan ibumu. Juga mengambil kembali hak asuh putrimu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
John segera menghampiri Diana, dan sedikit membungkukkan tubuhnya menyapa Diana.
"Nyonya!" sapa John.
Diana mengangguk, dan itu membuat Sandra dan Geo saling pandang. Tentu saja mereka kenal dengan John. Orang yang kerap datang ke perusahaan mewakili CEO perusahaan tempat mereka bekerja.
"Tuan John, apa anda tidak salah? wanita ini, anda panggil dia nyonya?" tanya Sandra.
Ekspresi wajahnya jelas menunjukkan kalau Sandra sama sekali tidak mengira. Dia yang terus merendahkan Diana. Bagaimana bisa John sampai membungkuk seperti itu memberi hormat pada Diana.
"Tuan John, wanita ini ambil paksa kartu dari mas Ravi!" kata Diana.
John dengan tegas menoleh, setelah melihat Sandra. John berhadapan langsung dengan wanita itu.
"Sejak kapan direktur keuangan punya keberanian mengambil paksa kartu nyonya Wiratama!"
Jegerr
Sandra yang sejak tadi berdiri dengan sikap percaya diri mendadak terdiam. Senyum tipis yang menghiasi bibirnya perlahan menghilang, seolah-olah seseorang baru saja menghapusnya dalam satu sapuan. Matanya membesar, menatap Diana dengan tatapan tidak percaya, lalu beralih kepada Tuan Wiratama yang berdiri di samping wanita itu. Untuk beberapa detik, Sandra bahkan lupa bagaimana cara bernapas.
"Dia… istri Tuan Wiratama?"
Pertanyaan itu keluar nyaris seperti bisikan, tetapi cukup terdengar oleh orang-orang di sekitarnya. Wajahnya yang semula penuh keyakinan berubah kaku. Jari-jarinya mencengkeram ujung tas dengan erat, sementara pikirannya berusaha mencerna kenyataan yang terasa mustahil. Diana, wanita yang selama ini ia pandang sebelah mata, yang menurutnya tidak lebih dari seseorang yang mudah disingkirkan, ternyata adalah istri dari pria yang selama ini mereka hormati dan takuti di perusahaan.
Sandra menelan ludah. Tatapannya kembali jatuh kepada Diana, kali ini dengan kegelisahan yang tidak mampu ia sembunyikan. Ada rasa malu yang mulai merayap, bercampur takut membayangkan semua perkataan dan perlakuannya selama ini mungkin telah didengar oleh orang yang salah.
Di sisi lain, Geo juga tidak kalah terkejut. Pria itu yang semula berdiri dengan kedua tangan di saku celana langsung mengeluarkannya. Tubuhnya menegang, dan wajahnya seketika kehilangan warna. Matanya terpaku pada Diana, seolah-olah sedang melihat seseorang yang sama sekali berbeda dari wanita yang selama ini ia kenal.
"Istri… Tuan Wiratama?" ulangnya dengan suara berat.
Geo bahkan sempat melirik Sandra, berharap wanita itu akan mengatakan bahwa mereka salah dengar. Namun, Sandra hanya berdiri membisu. Keduanya saling bertukar pandang dalam keheningan yang terasa menyesakkan.
Ingatan Geo berputar cepat. Semua ucapan merendahkan yang pernah ia lontarkan kepada Diana, semua sikapnya yang menganggap wanita itu tidak memiliki kedudukan, mendadak terasa seperti kesalahan besar yang baru saja menampar wajahnya sendiri.
Wanita yang dia buang, tanpa apapun. Ternyata sekarang menjadi istri bosnya.
Geo masih berusaha memungkiri semuanya. Mana mungkin? dia masih mencoba membantah.
"Tuan John, ini tidak mungkin. Diana ini baru bercerai..."
"Karena sudah bercerai, maka sekarang dia menikah dengan tuan Wiratama. Apa yang salah dengan semua hal itu?" tanya John dengan tatapan tegas tapi dengan nada suara yang begitu tenang.
Sandra sendiri masih tidak bisa percaya dengan apa yang dia dengar. Dia sekali lagi menatap Diana.
'Wanita ini, bagaimana mungkin! aku bahkan belum pernah bertemu secara langsung dengan tuan Wiratama. Hanya bisa melihatnya di koran dan media sosial, apa hak-nya bisa menjadi istri pria terhormat dan paling kaya di kota ini!'
Dalam hatinya, Sandra benar-benar tidak terima. Tatapan matanya kemudian beralih ke arah Geo.
'Atas dasar apa? atas dasar apa aku sudah merebut Geo darinya, tapi dia mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari Geo. Tidak, aku tidak terima!'
Sett
Sebelum Sandra keluar dari kedengkian dalam hatinya itu. John sudah merebut kembali kartu hitam yang ada di tangan Sandra.
"Nyonya, nyonya ingin membayar sesuatu?" tanya John dengan sangat sopan.
Cara bicara John pun semua orang yang ada di tempat itu bisa melihatnya. John bicara dengan sangat baik, sopan, lembut dan ramah pada Diana. Sementara John bicara dengan cuek dan sangat dingin pada Sandra dan Geo.
Diana mengangguk cepat.
"Iya!"
John bahkan mengembalikan kartu itu pada Diana dengan kedua tangannya.
"Tuan manager, mulai sekarang. Nyonya Wiratama adalah member Eksklusif di toko ini. Dan mereka..."
John menoleh ke arah Sandra dan Geo.
"Jika mereka dibiarkan masuk dan mengganggu nyonya lagi. Maka aku sendiri yang akan pastikan toko ini..."
Manager toko itu langsung panik. Dengan cepat pria itu melambaikan tangannya beberapa kali di depan John.
"Tuan, tenang saja. Aku pastikan dua orang ini tidak akan bisa masuk ke toko Kiton lagi. Aku jamin. Security!"
Manager itu pun segera memanggil security. Dia Security datang, dan manager toko itu memerintahkan pada para security untung mengusir Sandra dan Geo.
Dicekal seperti itu, Sandra marah sekali. Selama ini mana ada yang memperlakukan dirinya seperti itu.
"Lepaskan aku!" pekik Sandra sambil memberontak, "Kalian tidak tahu siapa aku, aku Sandra Hartawan. Kalian akan membayar mahal untuk apa yang kalian lakukan ini!"
Sayangnya semua omong besar Sandra itu tidak mempengaruhi siapapun. Yang dikenal oleh manager toko hanya John. Dan yang dipatuhi oleh para security itu adalah Manager toko. Mau Sandra teriak seperti apa, juga tidak akan didengarkan.
Dan pada akhirnya Sandra, juga Geo dihempaskan begitu saja oleh dua security itu keluar dari toko.
Sandra nyaris terhuyung, dia benar-benar marah. Wajahnya merah padam. Dia belum pernah mendapatkan penghinaan seperti ini selama dia hidup.
"Brengsekk kalian!" pekik Sandra berteriak dan mengundang perhatian beberapa pengunjung mall yang ada di dekatnya.
Geo yang merasa malu, mencoba untuk menenangkan Sandra. Pria itu menyentuh lengan Sandra, tapi Sandra dengan cepat menepisnya.
"Dasar tidak berguna!" pekik Sandra melampiaskan kekesalannya pada Geo.
"Kenapa marah dan berteriak seperti itu? kamu sendiri yang datang masuk ke toko itu dan mengambil kartu Diana!"
Mata Sandra makin terbelalak, bisa-bisanya Geo malah menyalahkannya.
Sandra mendengus kesal, dan mendorong Geo menjauh darinya.
"Kamu itu memang pria yang tidak berguna ya! kenapa? setelah tahu mantan istrimu jadi istri orang kaya, kamu menyesal menceraikannya? hah?"
"Tidak seperti itu Sandra. Kamu sedang hamil, marah-marah begini..."
"Dasar pecundang!" pekik Sandra kesal dan langsung meninggalkan Geo.
Geo menghela nafas panjang, dia berkali-kali dihina dan diremehkan oleh Sandra. Tatapannya kemudian teralih pada Diana yang masih berada di dalam toko. Wanita yang bahkan tidak berani bicara dengan nada tinggi padanya. Geo menghela nafas panjang, mungkin pria itu menyesal, sayang sekali penyesalan itu sudah terlambat.
***
Bersambung...
mana pemilik nya lagi🤣
karyawan aja pada sok ngehina pemilik 🫣
ni orang kepalanya kepentok kali ya
Trus amnesia
eh liat kita sangkanya kita orang yg paling dicintainya 🤣🤣
lah kalau tetibaan dia inget lagi,gimana donk😔
pasti bingung..
ini orang ,mesti gimana ya balesnya?
pandai ny cuma mengeluh aj dy
hitung2 pembalasan dari diana
dia aja bisa seenaknya ngerebut ank lu dengan ga tau malu nya
bisa ngapain lagi ntar nya..
tebak aja
seruu kan hidup lo🤣🤣
marah?
lah emang fakta,gimana donk
udah mokondo ga tau malu lagi🫣🤣