Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Istrimu, Bukan Babu Mu

Aku Istrimu, Bukan Babu Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wirly Pena

perkenalkan namaku Jasmine. Usiaku 34 tahun. aku sudah menikah dan mempunyai dua orang anak yang berusia 7 tahun dan 4 tahun. Kegiatanku hanya seorang Ibu rumah tangga.
Suamiku bekerja sebagai PNS di kelurahan desa.
Simak kisahku yang begitu berat aku jalani . Hanya karena ingin mendapatkan surga dari ridho suamiku.
Tapi ternyata aku tak lebih hanya dijadikan seorang babu berkedok istri.
Simak kisah lengkapku ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wirly Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mulai melangkah

Pukul setengah sepuluh malam, akhirnya aku tiba dirumah. Perjalanan pulang terasa begitu panjang. Berkali-kali pikiranku selalu kembali pada apa yang aku lihat sore tadi. Wajah Mas Rama dan Vanessa terus saja terbayang-bayang.

Aku menoleh ke arah rumah Mbak Rima. Rumahnya sudah gelap. Sepertinya Mbak Rima dan kedua anak ku sudah tidur. Sebenarnya aku ingin kesana untuk menjemput aldi dan Aira. Namun kuurungkan niatku. Aku tidak ingin mengganggu mereka yang sudah terlelap tidur. Akhirnya aku mengirim pesan kepada Mbak Rima.

[ Assalamualaikum, Mbak. Ini aku baru sampai rumah. Apakah Aldi dan Aira bisa aku jemput sekarang? Aku takut jika terlalu merepotkan Mbak Rima. ]

Setelah mengirim pesan kepada Mbak Rima. Kemudia aku membuka pintu garasi, lalu memasukkan motor Mbak Rima ke dalam.

Setelah itu aku melangkah masuk ke dalam rumah. Aku berjalan menuju kamar. Begitu berada di dalam, langkahku terhenti di depan cermin. Aku menatap pantulan diriku sendiri. Dan untuk beberapa saat aku hanya diam.

Kemudian aku melepas jilbabku, yang sejak tadi menutupi kepalaku. Aku menyentuh rambutku yang tidak tertata. Wajahku pun terlihat sangat lelah. Aku bahkan lupa kapan terakhir kali merawat diri. Karena selama ini pikiranku dipenuhi urusan rumah.

Bayangan Vanessa tiba-tiba muncul di pikiranku. Wanita itu sangat cantik dan terawat. Dia tahu bagaimana membuat dirinya terlihat menarik. Mungkin karena ini, Mas Rama berpaling dariku. Kalau memang benar, aku juga bisa berubah dan menyulap diriku menjadi jauh lebih menarik dari pada wanita jalang itu. Aku akan membuktikannya.

Setelah puas menatap diriku di depan cermin. Aku kemudian berbalik menuju lemari pakaian. Pandanganku tertuju pada rak paling bawah, terdapat laci kecil yang jarang sekali kubuka. Lalu aku berjongkok kemudian menarik pelan laci itu. Sebuah dompet berukuran sedang terselip di dalam rak tersebut. Kemudian aku mengambilnya dan membawanya ke atas tempat tidur.

Dengan hati-hati, aku membuka dompet itu. Satu persatu isinya aku keluarkan. Sepasang anting emas, gelang, kalung dan juga cincin yang masih lengkap dengan surat-suratnya. Selain itu, juga ada beberapa lembar uang seratus ribuan yang tersusun rapi di dalamnya.

Alhamdulillah, mungkin jumlah nya tidak banyak. Tapi cukup untuk menjamin hidup ku dan kedua anak ku beberapa bulan kedepan, sebelum aku mendapatkan pekerjaan.

Aku selalu ingat ucapan Ibuku. Jika perempuan itu harus pandai mengatur keuangan dan menyimpannya. Karena kita tidak tau suatu saat akan ada kebutuhan yang mendesak. Dan sekarang, simpananku ini sangat berguna.

Selama ini, aku selalu menyisihkan uang belanja dari Mas Rama tanpa sepengetahuannya.

Tiba-tiba ponselku bergetar. Mungkin itu balasan pesan dari Mbak Rima. Aku segera meraih ponselku. Dan benar saja, pesan balasan dari Mbak Rima.

[ Walaikumsallam. Alhamdulillah kalau Mbak sudah sampai dirumah. Biarkan anak-anak dirumahku dulu, Mbak. Kasihan kalau harus di bangunkan. Sekarang lebih baik Mbak Jasmine istirahat dulu. 0,ya jadi untuk besok, mbak Jasmine sudah ada rencana apa belum? ]

[ Terimakasih, ya Mbak karena sudah menjaga Aldi dan Aira. Dan untuk besok aku belum ada rencana. Tapi ada yang ingin aku sampaikan sama Mbak Rima. ]

[ Iya, Mbak.. Aku senang bisa membantu. Oke kalau gitu, besok kita bahas bersama. Sekarang istirahatlah, Mbak. ]

[ Iya Mbak. Sekali lagi terimakasih ]

Setelah mengirim pesan itu, aku meletakkan ponsel di samping bantal. Ku baringkan tubuhku diatas kasur. Aku sangat lelah, lelah lahir batin. Kedua mataku kembali panas. Aku berusaha menahannya agar tidak menangis. Namun percuma, air mataku langsung mengalir begitu saja. Aku sudah membulatkan tekadku, Mas Rama dan juga Vanessa harus membayar apa yang sudah mereka perbuat padaku dan anak-anakku. Dan Tanpa sadar mataku mulai terpejam.

................................

Adzan subuh berkumandang, membelah kesunyian pagi yang masih gelap. Aku membuka mataku perlahan. Sudah waktunya untuk sholat subuh.

Ada rasa sesal yang perlahan memenuhi dada, karena ada beberapa waktu sholat yang sengaja aku lewatkan hanya karena pikiranku terlalu kacau. Aku terlalu sibuk menangis, terlalu sibuk memikirkan Mas Rama, sampai lupa bahwa ada tempat untuk mengadu yang jauh lebih baik daripada manusia.

Aku segera bangkit dari tempat tidurku dan berjalan menuju kamar mandi. Air wudhu yang membasuh wajah terasa begitu menyegarkan. Setelah selesai berwudhu, ku kenakan mukenaku. Kemudian aku berdiri di atas sajadah dan menunaikan ibadah dengan kusyuk.

Setelah salam, aku tidak langsung beranjak. Aku tetap duduk di atas sajadah. Kedua tanganku ku angkat. Ku panjatkan doa dan harapan. Aku memohon ampun, memohon di berikan petunjuk dan juga kekuatan.

Setelah cukup lama berdoa, aku mengusap wajah dengan kedua telapak tangan. Aku merasa sedikit lebih tenang.

Selesai sholat dan berdoa. Aku kemudian duduk di tepi tempat tidur sambil berpikir. Pagi ini aku berencana untuk mendatangi kantor Mas Rama. Aku ingin menemui atasan nya. Aku ingin mengetahui kebenaran tentang masalah yang sedang dihadapi Mas Rama di kantor nya.

Dan jika bisa aku ingin meminta gaji Mas Rama di bekukan. Karena aku tidak ikhlas jika gaji nya di berikan terus menerus kepada wanita jalang itu.

Selama ini, aku hanya menerima uang belanja mingguan. Sementara kebutuhan rumah tidak sedikit. Susu anak-anak, uang jajan Aldi dan Aira, keperluan sekolah, listrik, air, dan kebutuhan pokok lainnya.

...****************...

Terimakasih sudah membaca..

Jangan lupa follow, yaa 😘

1
partini
habis masuk lobang si jalang masuk lobang istri,,apa ga takut jas banyak penyakit takut kena penyakit kelamin
Wirly Pena: Ikuti terus episode selanjutnya ya kak 😄
total 1 replies
Anonim
Lemah banget jadi cewe ,
Wirly Pena: jangan lupa, ikutin terus ceritanya, ya kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!