Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak
"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.
kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13 HATI YANG KALUT
******
******
******
Terlihat seorang pria dengan berjas abu-abu melangkah jalan dengan kaca mata hitam di wajahnya, ia menekan tombol bel,
Di dalam rumah terlihat Elina yang sedang duduk di kursi makan bersama sang adik Berhadapan menikmati minum bersama
Tong
Nong
Suara bel terdengar oleh mereka berdua, entah siapa yang datang membuat mereka berdua sedikit heran.
"Bukain pintu gih... siapa yang datang" Minta Elina pada adiknya.
"Ko aku... kakak lah... lagi enak-enak duduk sambil minum teh hangat". Tolak Dara dengan ekpresi bete.
" Kamu ya... minta bukain pintu aja enggak mau". Ucap Elina kesel beranjak melangkah jalan. Saat Elina bukakan pintu, ia terkejut kedatangan Kelvin mantannya sendiri
"Hay". Senyum kelvin sambil melambai kan tangan dengan sambutan ramah.
Elina yang melihat kedatangan Kelvin seketika kesel tidak membalas senyuman Kelvin ia hanya terdiam menatap tajam
" Ngapain kesini? ". tanya Elina tegas
" Hm! ingin melihat mantanku yang cantik ini". Ucap Kelvin sambil colek dagu Elina mengoda, namun Elina langsung tepis tangan Kelvin yang kurang ajar.
"Hei!!! jangan sentuh-sentuh saya! ". Ucap Elina tegas dengan marah.
" Siapa kak? ". Tanya Dara datang
" Hei, sayang ".Sapa Kelvin sambil melepaskan kaca mata hitamnya langsung tersenyum.
" A arrrggghhh sayang.... ". Balas Dara langsung melangkah mendekat dan peluk sang kekasih
Setelah pelukan hangat Dara pun melepaskan peluk kan sambil tersenyum bahagia melihat kedatangan sang pacar
" Ko kamu kesini sih...? ". Tanya Dara tidak menyangka
" Iya!! karena aku kangen sama kamu".
"hmmmm!! Sayang, aku suka, ayo masuk". Ajak Dara tarik pergelangan tangan pacarnya
Elina yang melihat mereka merasa jijik dan bete apa lagi melihat kehadiran mantan pacar nya makin gila dan aneh. Elina tutup pintu melangkah jalan mengikuti mereka berdua
"Hey sayang bagaimana bisa kamu sampai ke sini? ". Tanya Dara tersenyum bahagia
Kelvin duduk di kursi
" Iya cuman lewat, sebenarnya ". Jawabnya
" ohh!! cuman lewat iya...! ". Di balas oleh Elina merasa aneh ia duduk di kursi berhadapan dengan mereka berdua
" Apaan sih kak! ". Ucap Dara kesel
" Eh!! ada Kelvin ". Sapa Williams datang melangkah mendekat
Mereka semua menoleh pada Williams
" Iya! Om apa kabar ". Ucap Kelvin menyodorkan telapak tangan.
" Baik". Jawabnya berjabat tangan dengan senyum.
"Ok, kalian lanjut, ayah mau berangkat kerja". Ucapnya lagi Williams pada mereka bertiga
" Iya ayah ". Jawab Elina
Williams pun melangkah jalan pergi. Elina yang melihat kelakuan sepasang kekasih di hadapannya pun merasa risih. Apa lagi adiknya sendiri begitu manja bertingkah anak kecil, sedangkan Kelvin sok memberikan perhatian padahal Elina tahu kalau Kelvin pacarin adiknya bukan karena cinta tapi memiliki tujuan tertentu.
*****
*****
*****
Brayen yang akan bersiap untuk berangkat kerja seketika sekilas teringat dengan Elina, ia tidak bisa melupakan kejadian kemarin semakin jatuh cinta dan ingin sekali mengenal lebih dalam lagi.
"Brayen! ". Panggil Joni tiba-tiba saja datang ke kamar.
Sontak brayen kaget dari lamunannya
" Iihhh". Ucap brayen kesel merasa terganggu
"Kenapa? ". Tanya Joni heran
" Tidak apa-apa,! ada apa? ".
" Ayo". ajak Joni
"Ayo kemana? ". Tanya brayen bingung
" Huffttt... ". Joni tarik nafas panjang. "Ke cafe... tempat kerja mu. ok.. ". Ucap Joni dengan nada lemas seperti orang yang males untuk menjawab
" Ohhh! heheheheh". Senyum lebar cekikikan
Kemudian tidak lama kini brayen dan joni sudah ada di dalam mobil. Di perjalanan menuju cafe, terlihat brayen sambil main ponsel sedang Joni seperti biasa menyetir mobil untuk mengantar bosnya.
"Joni! bagaimana caranya perjodohan aku dengan Elina akan terjadi, jujur ingin sekali menikahinya". Ucap brayen merasa tidak tahan
" Hm! kenapa kamu sekarang jadi kebelet nikah?. kalau nona Elina tidak mau, cari saja perempuan lain. banyak yang mau dengan mu". Ujar joni sambil menyetir mobil melihat kedepan jalan
"Aku tidak mau dengan perempuan lain .Aku menginginkan Elina ,hanya Elina .sekarang aku jatuh cinta padanya. Ingin sekali menikahinya, tapi sekarang aku bingung, Perjodohan sebelumnya pernah sepakati. Perjodohan itu tidak dilanjutkan lagi, gara-gara Aku melakukan sesuatu yang seharusnya tidak aku lakukan. Aku sadar aku salah. aku sudah sering minta maaf padanya. Tapi hasilnya tetap sama tidak ada perubahan. dia tetap menolak Perjodohan itu, sekarang aku galau, sedih ". Keluh Brayen merasa Kalut dengan perasaannya.
" Menurut ku, kamu harus sabar menghadapi perempuan galak seperti dia. dia itu cukup sulit mendapatkan cinta. tapi kayaknya orang seperti mu bisa meluluhkan nona Elina dengan mudah ".
" Meluluhkan bagaimana? secara dia itu jutek. tapi mungkin yang kamu katakan benar juga. pernah terlepas tidak terkendali. entah mengapa dia itu sangat suka sesuatu, dia tidak menolak ku saat menyentuhnya ". Ucap brayen merasa bingung
" Hah? apa yang kamu lakukan padanya, jangan-jangan ingin berniat memperkosanya? ".Tanya Joni
" Iya... kalau tidak kelepasan ". Jawab brayen lantang tidak merasa berdosa
" Wah... benar-benar isi kepala kotor ".
" Ya elah... nama juga kelepasan, wajar. seorang laki-laki jantan ada kalanya merasakan sesuatu ". Ujar brayen
"Brayen. Sebaiknya prilakuan baik lah pada wanita, dengan lembut atau perhatian. jangan melakukan tidak senonoh atau merayu dan menggodanya. satu lagi ingetin dirimu jangan manfaat kan sesuatu di tubuh wanita kalau hanya untuk kesenangan sendiri yang akan merugikan kalian berdua". Ujar Joni mengingat kan dengan menekankan.
Brayen terdiam dengan ekpresi bete ia merasa bingung isi kepalanya memang kotor tapi hatinya berbeda jauh. Tubuh bereaksi ingin melengkapi ia juga bingung.
Tidak lama sampai lah di sebuah cafe, mobil yang mereka tumbangi berhenti di pinggir jalan, Brayen keluar dari dalam mobil melangkah jalan ke cafe.
Di dalam cafe brayen melangkah memasuki
"Brayen! ". Sahut teman kerjanya memanggil yaitu Dion
Brayen menoleh melihat dion melangkah mendekat membawa sebuah tablet di tangan kanannya.
" Iya".
"Kemarin kamu izin? ".
" Iya, izin tidak masuk kerja, kenapa? ".
" ini, waktu itu aku ingin menujukan sebuah CCTV soal adikku bersama seseorang mirip dengan mu". jelas dion sambil menujukan tablet yang ia pegang
"Ahh! iya aku lupa, ayo duduk di sana". Ajak brayen untuk duduk
mereka berdua pun duduk bersama berdekatan, dion pun membuka layar mencari berkas Video untuk di tunjukan, ia pun tekan klik untuk melihat sebuah video CCTV.
" Nih liat ". Minta dion
Brayen pun menonton dengan serius, ia pun tekan berhenti lalu ia zoom agar lebih jelas. saat melihat lebih teliti ia terkejut melihat seorang pria bersama adiknya dion, ia merasa mengenali, wajahnya, dari tubuh dia memang mirip dengan dirinya tapi wajahnya berbeda.
"Mirip kan dengan mu". ucap dion
" iya mirip tapi bukan aku. itu saudara ku". Jawabnya berfikir keras
"Saudara mu? ".
" iya".
"Aku kira kamu tidak punya saudara".
Brayen terdiam sejenak berfikir ia rasa ada hubungan sesuatu saudara pertamanya yaitu Kak Beni dan adik perempuan teman kerjanya yaitu dion, ia rasa ada hubungan cinta. Kalau ia apa mungkin ini alasan ayahnya brayen tidak pernah memberi izin mengurus perusahaan pada Beni. Sebuah pertanyaan itu muncul di isi kepala brayen, ia merasa ingin mencari tahu kebenarannya.