"Musuh kalian bukanlah orang asing, tapi orang terdekat kalian sendiri"
Suara itu terdengar begitu jelas di telinga tiga pemuda yang berada di sebuah kampung penuh misteri.
Akankah mereka bisa menemukan siapa musuh terdekat mereka itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mulai menerima
Di tempat Hamka
"Papa, kenapa setiap menelepon papa harus naik pohon?" tanya Zeeshan yang ditelepon Hamka
Di bawah sana Liam sedang mencari batu yang dia lihat saat terbang bersama Ireng di bantu Lintang, Laily dan Kenanga. tapi Hamka memilih menggunakan kesempatan itu untuk menelepon Zeeshan, Haris dan Ivanka.
"Kalau papa tidak di sini, nanti papa tidak bisa lihat wajah anak papa yang tampan" jawab Hamka
"Kamu tidak sakit kan?" tanya Hamka
"Tidak, Shan sehat, Ethan dan Eiliya juga sehat, mami yang sakit" jawab Zeeshan
"Sakit apa? Kenapa papi kamu tidak bawa ke dokter?" tanya Hamka khawatir
"Mami sakit karena masuk angin, kata papi semalam sudah di buang anginnya" jawab Zeeshan polos.
"Itu pasti akal akalan Om Om mesum itu, dasar aki aki kurang asem, dia bohongin anaknya supaya bisa berduaan dengan Emerald" batin Hamka
"Lalu sekarang di mana Ethan dan Eiliya?" tanya Hamka
"Mereka ada di rumah Om Brata, katanya ada Om nya Abimanyu ke sana, namanya Om Bruce kalau nggak salah" jawab Zeeshan
"Oh, kakaknya Briana" gumam Hamka
Hamka melihat ke bawah, orang orang itu masih terlihat sibuk mencari tapi tidak kunjung menemukan batu yang dimaksud Liam. Tapi tiba tiba saja Hamka melihat sesuatu yang di injak Kenanga dan Hamka tertawa.
"Kenapa Lo tertawa!" teriak Liam dari bawa sana
"Lo semua nyari sampai besok juga nggak akan ketemu itu batu, batunya di injak Kenanga tuh" jawab Hamka berteriak
"Astagfirullah Kenanga, kenapa kamu tidak bilang" ucap Lintang dan Kenanga hanya mengendikkan bahunya cuek.
"Kenapa pa?" Tanya Zeeshan
"Om Liam cari batu, ternyata batunya itu di injak istrinya" jawab Hamka
"Om Liam kapan pulang pa?" tanya Zeeshan
"Mungkin masih lama, nanti kalau pohon keramat sudah tumbuh besar dan bisa melindungi dirinya sendiri, papa akan ajak kamu ke sini" ungkap Hamka
"Mau, Shan mau tahu rumah tempat papa tinggal sekarang, Shan juga mau lihat sekolah papa, Om Liam dan Om Lintang" jawab Zeeshan berbinar senang
"Kalau begitu sudah dulu ya, sudah sore, salam untuk semuanya, nanti papa telepon lagi, sama tolong minta papi kamu isi kuota papa, sama Om Liam dan Lintang juga" ucap Hamka
"Siap papa, Shan sayang papa" jawab Zeeshan
"Papa lebih sayang kamu nak, assalamu'alaikum" balas Hamka tersenyum manis
"Wa'alaikumussalam"
Bruk.
Hamka langsung turun ketika batunya sudah ditemukan, batu berwarna ungu kehitaman itu memang sangat indah, dan Liam bilang batu itu akan dia jadikan cincin seperti gelang giok milik mereka.
"Bagus kan?" tanya Liam dan Kenanga mengangguk.
"Ayo pulang, gue udah dapat jamur banyak ini, buat jamur krispi yuk" ucap Lintang
"Pasti gue yang buat" sinis Liam
"Kan cuma Lo yang bisa masak di antara kita bang" jawab Lintang
"Ayo deh, gue sedang senang sekarang, karena apa yang gue cari sudah ketemu" balas Liam.
"Apa itu jamur krispi kang?" tanya Laily
"Makanan enak dari jamur, nanti di kasih bumbu chili oil atau bubuk balado, enak" jawab Lintang
"Uuu!" ucap Kenanga
"Kamu nanti chili oil nya aja ya" ucap Lintang dan Kenanga mengangguk senang.
Plak.
"Lo mau gue nggak bisa tidur gara gara anak ini merengek semalaman" gerutu Liam
"Hehe.. Bercanda bang" jawab Lintang memeluk Liam
"Iiii..an, Aan" Kenanga langsung memisahkan Liam dan Lintang dan memeluk Liam dengan wajah cemberut.
"Cemburu dia karena Liam di peluk orang" ledek Hamka
"Lo punya istri yang posesif bang, hati hati deh, sama cowok juga dia nggak mau kalah, anak kecil apalagi, Fatih saja dia jadikan musuh" ucap Lintang
"Bagus deh, supaya dia bisa jaga dan mempertahankan gue meski banyak godaan laki laki kaya di luar sana" jawab Liam mengecup kening Kenanga dan menggendongnya
"Apa dia sedang membandingkan Kenanga dengan Kalingga?" tanya Hamka
"Mungkin, semoga saja bang Liam nggak buat Kenanga merasa jadi pelarian atau pelampiasan" jawab Lintang
"Gue percaya Liam bukan orang yang seperti itu, ayo susul mereka" ucap Hamka
Mereka berjalan beriringan di dalam hutan itu, para prajurit Lintang terus mengawasi pangeran mereka dan memastikan kalau mereka selamat sampai ke rumah Sagara.
#######
Malam harinya.
"Enak kan?" tanya Lintang
"Ini enak sekali, nanti Laily akan buat yang banyak kalau bapak dapat jamur dari hutan, supaya bisa di kirim ke kampung mahoni juga" jawab Laily
"Iya, minta bapak cari, nanti buatnya di sini, kita buat juga untuk anak anak di sekolah, mereka pasti suka" ucap Liam yang sedang menyuapi Kenanga.
"Aaa... Naa"
"Iya, bapak dan kak Karna juga di kasih" jawab Liam mulai mengerti setiap ucapan Kenanga dengan caranya sendiri
"Daripada makan camilan yang tidak sehat, lebih baik buat yang sehat, nanti bisa buat keripik bayam juga ya bang, sama keripik bawang terus biji ketapang" ucap Hamka merayu Liam
"Karena ada Laily yang bisa bantu, gue akan buat kalau ada kiriman dari resort lagi" jawab Liam
"Laily akan bantu, supaya Laily juga bisa buat sendiri kalau bang Liam sedang sibuk" ucap Laily
"Adek ipar teladan, tidak seperti yang ini" ungkap Liam menjewer telinga Hamka
"Gue bisa masak, tapi buat Lyra doang" jawab Hamka
"Bucin memang Lo mah" sinis Lintang
"Harus, lihat saja Kenanga, dia tidak mengerti apa itu suami tapi dia terus menempel pada Liam dan tidak pada yang lain, itu karena hatinya tahu kalau hanya Liam yang boleh dia dekati" jawab Hamka
"Apa menurut Lo bapak akan berubah jadi sekutu kita karena Kenanga?" Tanya Liam
"Gue nggak tahu, tapi seharusnya sekarang dia bisa menilai, mana yang bisa membuat dia Untung lebih banyak, gue lihat mertua Lo itu tipe orang yang suka di puji dan suka kalau orang orang bergantung padanya" jawab Liam
"Gue juga merasa seperti itu, lihat saja para warganya tidak segan segan menitipkan anak gadisnya di sana" ungkap Lintang
"Tapi gue lihat kak Karna berubah, dia jadi lebih kalem, dulu saat ingin memiliki Laily, dia kasar sekali" ucap Liam
"Iya, kang Karna juga sekarang lebih ramah, para warga kata bapak sering memberikan hasil panen mereka pada kang Karna karena sering menolong warga" ucap Laily
"Jangan puji dia, kamu hanya boleh memujiku saja" protes Lintang
"Cemburu ya pangeran" ledek Liam dan Hamka tertawa begitupun Kenanga yang tertawa tanpa suara dan tidak mengerti apa yang di tertawakan Liam, yang penting dia ikut Liam tertawa saja, membuat Liam gemas dan mengecup bibir Kenanga
"Woi!" Pekik Lintang dan Hamka