Indonesia
NovelToon NovelToon
Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Langit pagi Kota Awan Merah memancarkan semburat jingga ketika Ye Xuan melangkah keluar dari Halaman Barat. Setelah menembus Alam Kondensasi Qi Bintang Tiga, indranya menjadi sepuluh kali lipat lebih tajam. Ia bisa mendengar kepakan sayap burung pipit dari jarak puluhan meter dan merasakan aliran angin yang berhembus di antara dedaunan.

​Namun, kultivasi Qi saja tidak cukup. Di kehidupan masa lalunya, Ye Xuan dikenal sebagai Dewa Pedang nomor satu di Alam Ilahi. Untuk mengeluarkan potensi tempurnya yang sesungguhnya di tubuh fana ini, ia membutuhkan sebuah senjata yang mampu menahan tekanan Qi Naga Primordial.

​Tujuannya pagi ini adalah Paviliun Senjata Keluarga Ye.

​Berbeda dengan Paviliun Obat yang dijaga oleh antek Tetua Pertama, Paviliun Senjata berada di bawah pengawasan Tetua Ketiga, Ye Kuang. Tetua Ketiga adalah sosok netral yang hanya peduli pada ilmu bela diri dan tidak pernah ikut campur dalam perebutan kekuasaan klan.

​Begitu Ye Xuan memasuki bangunan batu berlantai dua yang kokoh itu, aroma besi dan minyak senjata langsung menyambutnya. Ratusan pedang, tombak, dan golok terpajang rapi di rak-rak kayu jati.

​Di sudut ruangan, seorang pria tua berlengan satu sedang duduk bersila sambil mengasah sebilah pedang pendek. Ia membuka sebelah matanya saat mendengar langkah kaki Ye Xuan.

​"Kudengar kau menghancurkan tangan Ye Ming kemarin di Paviliun Obat," suara parau Ye Kuang memecah kesunyian. "Banyak yang mengira itu hanya kebetulan, tapi melihat cara berdirimu yang kokoh dan napasmu yang teratur... meridianmu benar-benar sudah pulih. Bahkan, kau sudah mencapai Bintang Tiga."

​Ye Xuan berhenti melangkah dan mengangguk singkat. "Mata Tetua Ketiga masih setajam pedang."

​Ye Kuang mendengus pelan, melanjutkan asahannya. "Jangan besar kepala dulu, Nak. Ye Tian telah memasuki pengasingan tertutup dan disuplai dengan pil tingkat menengah oleh kakeknya. Saat ia keluar nanti, ia kemungkinan besar akan mencapai Bintang Tujuh. Perbedaan empat tingkat di Alam Kondensasi Qi adalah jurang yang tak bisa dijembatani dengan sekadar keberuntungan. Pilihlah satu senjata tingkat fana di lantai ini, anggap saja sebagai modal terakhirmu untuk bertahan hidup di turnamen nanti."

​"Bintang Tujuh?" Ye Xuan tersenyum tipis, sebuah senyuman yang meremehkan langit dan bumi. "Bahkan jika dia mencapai Alam Pembentukan Fondasi sekalipun, di mataku dia hanyalah seekor ayam tanah yang menunggu untuk disembelih."

​Tangan Ye Kuang terhenti. Ia menatap pemuda itu lekat-lekat. Arogansi macam apa ini? Jika ini diucapkan sebulan lalu, ia akan menganggap Ye Xuan sudah gila. Namun, ada ketenangan absolut di mata pemuda itu yang membuat sang tetua merinding.

​Ye Xuan tidak membuang waktu lagi dan mulai mengitari rak-rak senjata. Ia mengambil sebilah pedang baja berkualitas tinggi dan menyalurkan sedikit Qi ke dalamnya.

​Ting!

​Bilah pedang itu langsung retak dan patah menjadi dua bagian hanya karena tidak sanggup menahan kepadatan Qi Naga Primordial milik Ye Xuan.

​Ye Kuang terbelalak. Mematahkan pedang baja seratus tempaan hanya dengan mengalirkan energi? Ketebalan Qi macam apa yang dimiliki anak ini?

​"Semuanya terlalu ringan dan rapuh," gumam Ye Xuan sambil melempar gagang pedang yang patah itu kembali ke rak. Pandangannya kemudian jatuh pada sebuah benda hitam kotor yang digunakan untuk menyangga kaki meja rak senjata tertua di sudut ruangan.

​Itu sama sekali tidak terlihat seperti pedang. Lebih mirip lempengan besi hitam berkarat yang tumpul, tebal, dan sangat jelek, tanpa gagang yang jelas selain bagian pangkal yang dililit kain usang.

​"Benda itu?" Ye Kuang mengerutkan kening saat melihat Ye Xuan mendekati lempengan besi tersebut. "Itu bukan senjata. Itu adalah Bijih Besi Bintang Jatuh yang ditemukan leluhur klan ratusan tahun lalu. Benda itu terlalu keras untuk dilebur oleh pandai besi manapun di kota ini, dan beratnya mencapai seribu kati. Tidak ada yang bisa mengayunkannya, jadi kami menggunakannya sebagai ganjalan—"

​Kata-kata Ye Kuang tercekat di tenggorokan.

​Dengan satu tangan kanannya, Ye Xuan mencengkeram pangkal besi hitam itu dan mengangkatnya dengan santai. Udara di sekitarnya berdesir. Seribu kati—setara dengan berat lima ratus kilogram—diangkat seringan memegang ranting kayu.

​"Besi Bintang Jatuh? Orang-orang fana ini benar-benar tidak mengenali harta karun," batin Ye Xuan. Di bawah karatnya yang tebal, ia bisa merasakan fluktuasi elemen logam yang luar biasa padat. Ini adalah material yang hanya bisa ditemukan di inti meteorit, sangat cocok untuk menahan daya hancur teknik pedang tiraninya.

​"Aku ambil yang ini," ucap Ye Xuan santai, memanggul lempengan besi raksasa itu di bahu kanannya seolah itu terbuat dari kapas.

​Ia berbalik dan berjalan keluar dari Paviliun Senjata, meninggalkan Tetua Ketiga yang masih mematung dengan mulut terbuka. Butuh beberapa menit bagi Ye Kuang untuk sadar dari keterkejutannya, dan matanya kini dipenuhi oleh kilatan kegembiraan yang liar.

​"Monster... anak dari Ye Zhan itu telah berubah menjadi monster! Turnamen bela diri kali ini... Keluarga Ye akan benar-benar diguncang gempa besar!"

​Selama empat belas hari berikutnya, Ye Xuan tidak pernah keluar dari wilayah Hutan Belakang Keluarga Ye.

​Di bawah air terjun yang deras, suara benturan logam yang memekakkan telinga bergema setiap hari. Lempengan besi hitam seberat seribu kati itu kini tidak lagi berkarat. Setiap tebasan yang dilakukan Ye Xuan menggunakan Qi Naga Primordial perlahan-lahan mengikis karat tersebut, menyingkap warna hitam pekat yang mengkilap bagai cermin gelap.

​"Tebasan Penghancur Bintang: Bentuk Pertama - Membelah Lautan!"

​BOOM!

​Lempengan besi itu diayunkan secara horizontal. Tidak ada cahaya Qi yang mewah, hanya murni kekuatan fisik dan tekanan absolut. Namun, tebasan tumpul itu menciptakan gelombang kejut udara yang melesat ke depan, membelah aliran air terjun setinggi dua puluh meter menjadi dua bagian yang terputus selama beberapa detik sebelum air kembali jatuh.

​Batu karang raksasa di balik air terjun itu hancur menjadi debu.

​Ye Xuan menurunkan pedang besinya, napasnya sedikit memburu namun senyum puas terukir di wajahnya. Dalam dua belas hari latihan neraka, kultivasinya telah melonjak ke Alam Kondensasi Qi Bintang Empat puncak. Sisa energi dari esensi herbal sebelumnya benar-benar diserap sempurna oleh otot dan tulangnya.

​"Dengan fisik ini dan Pedang Besi Bintang, kultivator Alam Pembentukan Fondasi awal pun harus berpikir dua kali sebelum menerima tebasanku," gumam Ye Xuan sambil menatap langit yang mulai beranjak senja.

​Besok adalah hari Turnamen Bela Diri Klan.

​Di saat yang sama, dari arah pusat Kediaman Keluarga Ye, sebuah pilar energi berwarna putih kotor melesat ke langit, diiringi suara tawa arogan yang bergema ke seluruh penjuru kediaman.

​"Hahaha! Bintang Tujuh! Aku, Ye Tian, akhirnya menembus Bintang Tujuh! Mulai besok, tidak ada lagi jenius di Keluarga Ye selain diriku!"

​Mendengar tawa dari kejauhan itu, Ye Xuan hanya memiringkan kepalanya dengan bosan. Ia memanggul pedang hitam besarnya dan berjalan perlahan menuruni gunung kembali ke halamannya.

​"Berteriaklah sepuasmu hari ini, katak kecil. Karena besok, aku akan mencabut lidahmu di hadapan kakekmu sendiri."

1
Marthen
menyerah akan selamat
meLawan maka akan ada patriark yang baru
Marthen
kebanggaan fana artinya kebanggaan dunia bawah bila baik ke dunia atas hanya dijadikan pengawal penjaga pintu gerbang
preeeeeetttttttt
Fajar Fathur rizky
bikin yexuan hancurkan kultivasi jianwuji bikin jianwuji jadi sampah
Marthen
up thor
sibaweh abduh
bagus sekali ceritanya thor
Marthen
up thor
Visitor8053
Ye Xuan mantap mendapatkan ilmu hebat
Marthen
sudah tgl 4....uo lagi thor 👍
Marthen
asyiiiik panggung dominasi.....
Marthen
hutan binatang buas bagi masyarakat awan ini adalah hutan kematian tetapi bagi mantan kaisar dewa ini adalah kebun binatang yg berisi hewan2 jinak preeeetttt
Marthen
jozzzzz
Marthen
kelinci percobaan beryjung tumbaL
Marthen
assl yg betul ye xuan...kata2mu ini kami tunggu di alam semesta atas sebagai inti cerita pembalasan dendam kepada mo yuan
ARay
nekat boleh, oon jangan coy... ngotak dikit dah
Fajar Fathur rizky
cepat bantai zhao ying beserta keluarganya dan klan zhao pajang mayat mereka di sekte itu
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan zhao sampai ke akar akarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!