Indonesia
NovelToon NovelToon
Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.

Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.

Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: ANCAMAN SANG PENGUASA NAGA

Ancaman Reno menggema tegas di seluruh sudut aula perjamuan Hotel Imperial Mulia.

Suasana yang tadinya bising oleh musik pesta mendadak berubah menjadi sangat mencekam.

Tak ada satu pun pebisnis atau pejabat elit provinsi yang berani membuka suara.

'Mati gue... ini orang bukan cuma kaya, tapi monster kultivasi!' batin Zhao Tian ketakutan setengah mati.

Lutut Zhao Tian gemetar hebat, memicu tubuhnya ambruk terduduk di atas lantai marmer yang dingin.

Reno memalingkan pandangannya, menatap Alya yang masih tampak syok.

"Alya, yuk kita pulang. Pesta ini membosankan," ajak Reno dengan nada suara yang mendadak kembali lembut.

Alya mengangguk pelan, menyentuh lengan Reno untuk menenangkan dadanya yang masih berdebar kencang.

"I-Iya, Reno... ayo kita keluar dari sini," bisik Alya pasrah.

Reno merangkul bahu Alya dengan protektif, melangkah santai melintasi kerumunan orang kaya yang kini sibuk memberi jalan.

Bagas berjalan tepat di belakang mereka, memberikan tatapan tajam pada Zhao Tian yang masih lemas di lantai.

"Tuan Muda Zhao, ingat pesan Tuan kami kalau lu masih sayang nyawa," bisik Bagas dingin sebelum berlalu pergi.

Setelah rombongan Reno menghilang di balik pintu utama hotel, aula langsung pecah oleh kegaduhan luar biasa.

"Gila! Pria itu benar-benar mengancam akan meratakan Klan Zhao!" teriak seorang pengusaha senior dengan muka pucat.

"Siapa sebenarnya pemuda itu?! Kekuatannya beneran nggak masuk akal!" timpal tamu lainnya ketakutan.

Zhao Tian merangkak mendekati Master Feng yang masih terkapar memuntahkan darah.

"Master Feng! Lu nggak salah lihat kan?! Dia beneran Master Spiritual Agung?!" bentak Zhao Tian panik.

Master Feng mendongak dengan tatapan mata dipenuhi trauma mendalam.

"T-Tuan Muda... cepat hubungi Ketua Klan..." bisik Master Feng dengan suara bergetar parah.

"Kalau Ketua Klan tidak turun tangan sendiri, Klan Zhao beneran bakal punah besok pagi!" tambah Master Feng menegaskan.

Zhao Tian merogoh saku jasnya dengan tangan gemetaran, mengambil ponsel pintarnya.

Dia segera menekan nomor kontak darurat milik ayahnya, Zhao Xiong, yang merupakan Ketua Klan Zhao.

Sambungan telepon langsung terhubung pada nada dering ketiga.

"Ada apa, Tian? Kenapa lu telepon malam-malam begini?" suara berat dan berwibawa terdengar dari seberang telepon.

"P-Papi! Tolong Tian, Pi! Ada yang mau hancurin klan kita!" jerit Zhao Tian histeris.

"Apa?! Siapa yang berani cari masalah sama Klan Zhao di provinsi ini?!" bentak Zhao Xiong murka.

"D-Dia... dia cuma pemuda miskin dari kota sebelah, tapi Master Feng kalah cuma pakai satu jari!" adu Zhao Tian menahan tangis ketakutan.

Suasana di seberang telepon mendadak hening sejenak.

"Satu jari mematahkan pedang Master Feng?!" tanya Zhao Xiong dengan nada suara kaget luar biasa.

"Iya, Pi! Master Feng bilang dia ada di Ranah Master Spiritual Agung!" lanjut Zhao Tian cepat.

Brakkk!

Suara meja kayu hancur berantakan terdengar nyaring dari balik telepon Zhao Xiong.

"Bangsat! Lu ngelakuin masalah apa sampai memicu monster seperti itu?!" murka Zhao Xiong dari jauh.

"Tian cuma... cuma nggoda ceweknya sedikit, Pi..." jawab Zhao Tian terbata-bata pelan.

"Anak goblok! Lu beneran mau seret klan ini ke liang kubur?!" maki Zhao Xiong tanpa ampun.

"Terus Tian harus gimana sekarang, Pi?" tanya Zhao Tian pasrah.

"Bawa Master Feng pulang sekarang juga! Papi bakal kumpulin seluruh Tetua Klan malam ini!" perintah Zhao Xiong tegas sebelum mematikan telepon secara sepihak.

Sementara itu, di dalam mobil Rolls-Royce yang melaju tenang menuju Vila Puncak.

Alya duduk bersandar di kursi belakang, menatap Reno dengan banyak pertanyaan yang bersarang di kepalanya.

"Reno... kamu sebenarnya siapa?" tanya Alya pelan sambil menatap mata suaminya.

Reno tersenyum tipis, menggenggam jemari Alya dengan erat.

"Aku cuma Reno, suami kamu yang bakal selalu lindungi kamu dari siapa pun," jawab Reno jujur.

"Tapi... kekuatan tadi itu apa? Kenapa pria tua itu panggil kamu Master Spiritual?" desak Alya heran.

'Hadeuhhh... bingung kan gue mau jelasinnya gimana,' batin Reno meringis pelan.

"Dulu waktu aku merantau tiga tahun, aku sempat berguru sama ahli pengobatan dan bela diri kuno di gunung," dalih Reno meyakinkan.

Alya menghela napas panjang, memilih untuk percaya pada penjelasan suaminya.

"Aku nggak peduli siapa kamu sebenarnya, yang penting kamu nggak bahayain diri kamu sendiri," bisik Alya lembut.

"Tenang aja, sayang. Nggak ada yang bisa celakain aku di dunia ini," janji Reno mantap.

Mobil akhirnya tiba di pelataran Vila Puncak yang megah dan sunyi.

Bagas membukakan pintu mobil untuk Reno dan Alya.

Setelah Alya masuk ke dalam kamar utama untuk beristirahat, Reno berdiri di balkon lantai dua sambil menatap langit malam.

Bagas melangkah mendekat, membungkuk penuh hormat di belakang Reno.

"Tuan Muda, seluruh anggota elit Grup Naga Hitam sudah siaga di batas kota," lapor Bagas sigap.

"Bagaimana dengan pergerakan Klan Zhao?" tanya Reno dingin.

"Ketua Klan Zhao sedang mengumpulkan lima Tetua Besar mereka malam ini juga," jawab Bagas cepat.

"Mereka kabarnya membawa Pusaka Naga Pedang Kuno untuk menghadapi Anda besok pagi," tambah Bagas.

Reno memutar gelas anggur di tangannya, tersenyum licik dipenuhi percaya diri.

"Baguslah kalau mereka bawa pusaka klan," sahut Reno datar.

"Biar sekalian gue hancurkan kebanggaan klan mereka sampai tak tersisa sedikit pun."

Di tempat lain, di kediaman utama Klan Zhao yang megah dan bergaya tradisional.

Aura ketegangan membumbung tinggi di dalam aula pertemuan utama klan.

Lima pria tua berjubah merah dengan energi aura yang sangat kuat duduk melingkar di atas panggung kayu.

Di tengah mereka, Zhao Xiong berdiri dengan wajah merah padam memegang sebilah pedang kuno berornament naga.

"Ketua! Kita tidak bisa tinggal diam disuruh berlutut oleh pemuda tidak dikenal!" seru salah satu Tetua Klan geram.

"Benar! Biarpun dia Master Spiritual Agung, Klan Zhao kita punya formasi pedang pelindung klan!" timpal Tetua lainnya penuh ambisi.

Zhao Xiong mengepalkan tangannya rapat-rapat, matanya menyala penuh dendam.

"Besok pagi, kita tidak akan berlutut!" tegas Zhao Xiong lantang.

"Kita bakal bawa seluruh pasukan tempur Klan Zhao untuk membantai pemuda itu di Vila Puncak!"

1
💫Penjelajah Novel💫
gak nyambung ceritanya dengan bab 3. skip dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!