Indonesia
NovelToon NovelToon
Ternodainya Kehormatanku Oleh Mayor

Ternodainya Kehormatanku Oleh Mayor

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Konflik etika / Kehidupan Tentara / Menikahi tentara
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Malam yang mengerikan telah menimpa seorang gadis malang bernama Asri Devantara, kesuciannya di renggut oleh Angga Pratama dalam keadaan mabuk. Sejak malam itu Asri berusaha melarikan diri dari masalah sekaligus traumanya, namun takdir selalu punya cara mempertemukannya kembali dengan pria yang sudah merusak masa depannya. Ini bukan suatu kebetulan melainkan sebuah takdir kejam untuk keduanya, takdir yang ditulis semesta agar memang keduanya bersatu. Apa alasan semesta menyatukan keduanya dengan cara kejam dan waktu yang dipaksakan.
"Saya akan nikahi kamu Asri, meski saya tahu kamu masih trauma akan kejadian malam itu." Mayor Angga Pratama.
"Kasih aku waktu, Mas. Aku masih takut melayanimu." Asri Devantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Ruang tunggu kantor imigrasi dengan aktivitas kesibukan di dalamnya yang sangat padat, suara ketikan keyboard komputer terdengar dari bilik tempat petugas.

Suara dering nomor antrian di panggil berkala, serta gumaman orang-orang yang sedang mengurus dokumen perjalanan yang menciptakan kebisingan yang monoton.

Di sudut ruangan papan informasi digital terus menampilkan nomor-nomor panggilan, untuk wawancara dan pengambilan foto paspor yang sudah jadi.

Di tengah keramaian itu, Asri melangkah menuju loket penyerahan berkas---dirinya sudah memantapkan niatnya untuk keluar negeri.

Dirinya akan keluar negeri untuk menata hidup baru, "selamat tinggal Indonesia...aku bukan nggak cinta negara ini...namun aku memendam trauma, kasus pelecehan yang aku alami saat ini belum ada kelanjutannya."

Asri bicara dalam hatinya, lalu melanjutkan kalimatnya.

"Mungkin dengan aku ke luar negeri sementara waktu...aku bisa melupakan rasa traumaku," lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.

Asri berjalan membelah kerumunan sembari menempelkan ponselnya ke telinga kanannya, tubuhnya mengenakan kemeja bahan rayon warna hijau sage, bawahnya mengenakan celana kulot hitam panjang resmi.

Tak lupa tas hitam tersampir di bahunya warna cokelat, dan tangan kirinya menggenggam erat map plastik berisi paspor lama dan dokumen-dokumen akademisnya.

Asri sedang menelepon Putri demi menggambarkan bahwa proses antrean berjalan lancar, meski kondisi kantor imigrasi sangat ramai.

"Iya, Put...gua baru mau ke loket foto. Kalo udah kelar gua minta jemput lu kok," ucap Asri di telepon dengan pandangan yang berfokus pada berkas di tangannya.

Fokusnya terbagi membuat Asri tak menyadari, kehadiran seorang wanita yang juga berjalan ke arahnya dari arah yang berlawanan.

Wanita yang berjalan dari arah berlawanan itu, baru saja menyelesaikan untuk mengambil paspor barunya di loket penyerahan.

Alina Barenyah.

Pagi ini sosok Alina tampil sangat memikat dan berkelas---menunjukkan status sosialnya sebagai putri atau anak jenderal.

Tampil dengan sangat modern berkelas, mengenakan tanktop warna biru tua, bawahnya mengenakan celana jeans warna oceanian yang memperlihatkan kakinya yang jenjang.

Bahunya nampak di selimuti oleh kardigan rajut, dengan motif etnik tenun tradisional perpaduan warna biru dan cokelat tua.

Di tangan kirinya memegang tas clutch mewah dari Dior, motif anyaman dengan paspor hijau Indonesia.

Bruk!

Bahu Asri dan Alina berbenturan di saat itu keduanya berpapasan, benturan itu mampu membuat map plastik Asri jatuh.

"Eh... maaf, Mbak," ucap Asri refleks dengan nada penuh sopan santun.

Asri segera mengambil berkasnya dan menjauhkan ponsel dari telinganya, sementara Alina menoleh ke arah Asri dan menyunggingkan senyuman manis.

"Oh, iya. Nggak apa-apa kok," jawab Alina lembut dengan nada suara yang berkelas.

Setelah saling melemparkan senyuman, Alina kembali melenggang pergi dengan langkah kaki menuju pintu keluar.

Sementara Asri menatap kepergian wanita itu, merasa ada sesuatu yang menariknya---namun tak mau banyak berpikir, dirinya menempelkan kembali ponselnya ke telinganya----untuk melanjutkan percakapan dengan Putri.

Kedua wanita itu berjalan menjauh ke arah tolak belakang, keduanya tak sadar---takdir mereka saling bertaut satu sama lain.

"Kok aku merasa ada benang merah pada wanita tadi," ucapnya dalam hati, jantungnya tiba-tiba berdebar kencang.

Asri terus berjalan tanpa mau memikirkan perasaannya, yang mengarah ke wanita itu.

Wanita ini hanya ingin agar bisa secepatnya mengurus paspornya, tanpa sadar jika wanita yang bertabrakan dengannya tadi, adalah tunangan dari pria yang sudah mengambil kesuciannya.

Sementara Alina yang tersenyum ramah kepada Asri tadi juga tak sadar, jika tunangannya sudah melakukan hal menjijikan pada wanita tadi.

Jika tahu, Alina akan semakin yakin untuk menjauhi Angga---tentu atas dukungan sang ayah.

Sementara itu di rumah Angga, terlihat dua perwira tengah di ruang tamu.

Cahaya matahari siang menembus melalui jendela kaca yang besar, di ruang tamu.

Ruang tamu di dominasi oleh perabotan kayu jati klasik, dengan deretan bingkai foto keluarga Pratama saat di Yogyakarta---berjejer rapi di atas rak dinding.

Sebuah blower atau kipas angin bergantung di langit-langit ruang tamu.

Mayor Angga dan Mayor Bima tengah memanfaatkan waktu luang mereka sebelum berangkat dinas, keduanya nampak duduk santai di ruang tamu.

Angga mengenakan kaos lengan pendek warna hitam pekat, bawahnya mengenakan celana pendek bahan denim warna biru muda.

Pria itu duduk bersandar di sofa kayu jati dengan raut wajah tampak begitu tegang, dan penuh kecemasan yang amat dalam.

Di depannya duduk Bima bersebrangan, dengan mengenakan kaos lengan pendek warna navy, bawahnya mengenakan celana panjang loreng hijau khas TNI AD.

Bima raut wajahnya tak cemas seperti Angga, malah di tertawa meledak-ledak saat mendengar cerita Angga.

"Itu semalam aku mimpi begitu," ujar Angga.

"Malah mimpiin Asri, mana di kamar aku lagi." Angga bicara menceritakan kepada Bima, namun soal hubungan intim dirinya tak menceritakannya kepada Angga.

Mendengar itu Bima malah tertawa terpingkal-pingkal dengan tubuh sedikit condong ke depan, tangan kanannya memegang lututnya.

Tangan kirinya menyentuh dadanya seolah mencoba menahan tawanya agar tak terlalu keras.

Menurutnya, cerita Angga mengenai mimpinya yang semalam terdengar sangat lucu dan tak masuk akal.

Angga menatap heran rekan kerjanya ini, matanya menyipit seolah merasa di ejek oleh Bima, menganggap remeh akan siksa batin yang merusak kewarasannya.

"Lah kau kenapa ketawa? aku serius?" tanya Bima dengan nada yang dingin, suaranya terdengar serak karena kurang tidur.

Bima mencoba meredakan tawanya di tenggorokan, menyeka sudut matanya yang sedikit berair.

"Ya lagian kau itu Mayor TNI, masa masih mikiran hal begitu," kata Bima.

Bima lalu menghela napas, mencoba meredakan tawanya.

Lalu memajukan tubuhnya dan menatap Angga dengan tatapan yang serius.

"CCTV asli di server hotel sudah berhasil kita tangani berkat orang IT kita semalam. Di mata hukum dan kesatuan, kau itu bersih tanpa celah. Jadi stop bertingkah seperti buronan yang ketakutan setiap kali melihat bayangan tuh cewek," jelas Bima.

Mendengar itu Angga hanya terdiam, pandangannya kosong beralih ke atas meja.

Kata-kata Bima memang terdengar logis, namun entah mengapa Angga tak bisa melupakan Asri dalam pikirannya.

Seakan bayangan wajah Asri, dan wangi harum tubuhnya terus membayanginya---padahal Angga sudah memiliki tunangan.

Kini, seolah dirinya merasa tak peduli akan tunangannya, pikirannya kini beralih ke Asri---sementara Alina tengah memikirkan cara membujuk sang ayah agar membatalkan pertunangannya dengan Angga.

Baik Mayor Angga Pratama atau Alina Barenyah, seperti terlihat sudah tak saling cinta---namun Angga tak masalah juga memilih Asri.

Toh, Asri juga wanita yang tak kalah hebat dari Alina-----meskipun Asri adalah wanita yatim piatu.

*

*

*

*

1
Salmah Salmah
bagus sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!