Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Pembantai Dewa

Sang Pembantai Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sarmadi

BANGKIT TANPA WARISAN.
Pemuda jenius terlahir tanpa dantian. di hina dan di hianati. pada suatu hidup dan mati ia baru menyadari diri nya telah merubah jantung di dada nya hingga menjadi jantung abadi. semua itu karena tekat nya hingga membuat rasa takut yang menghiasi hidup nya menjadi Entitas yang tidak berbentuk. hingga menyatu dengan jantung di dada nya. membuat jantung itu dikenal sebagai jantung dao yang tak terhancurkan,
kini jantung dao yang tak terhancurkan itu menggantikan dantian yang tidak ia miliki, dengan jantung dao yang tak terhancurkan, dia mampu bangkit dengan menginjak lautan darah musuh yang menghalangi jalan menjadi yang tak terkalahkan.

👉👉Tolong baca dulu sampai 10 bab, jika tertarik terimakasih. jika tidak pun terimakasih telah membantu karya ini meski tidak sebaik yang lain 🙏🙏🙏 Saya doakan kalian pada sehat, Amiin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarmadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 26 komandan qiong qi di buat kewalahan

.

​"Aku di bawah perintah sang patriark untuk menangkap bocah itu hidup-hidup. Jadi, cara inilah yang paling efektif untuk menangkap bocah bermarga ye itu," jawab sang komandan, memancarkan aura peperangan ke segala arah.

​Mendengar hal itu, wakil komandan hendak membujuknya. Namun, ketika melihat tekad bulat di mata sang komandan, ia hanya bisa menghela napas.

​Tentu saja yang membuat wakil komandan merasa takut adalah sifat teknik terlarang itu: menggabungkan seluruh kekuatan para prajurit ke dalam tubuh sang pengguna untuk digunakan sendiri. Teknik tersebut akan menimbulkan efek samping yang luar biasa hingga berujung pada kematian, akibat tubuh pengguna yang tidak sanggup menampung energi masif dari ratusan prajurit—kecuali jika ia memiliki garis keturunan Klan Yujin.

​Faktanya, sang komandan sama sekali bukan keturunan Klan Yujin, sementara teknik tersebut diciptakan hanya untuk garis keturunan keluarga yujin. Jika pihak luar nekat menggunakannya, mereka harus menanggung konsekuensi yang sangat fatal. Lebih tepatnya, teknik terlarang itu merupakan formasi nomor satu Keluarga Yujin.

​"Bentuk formasi nomor satu!" teriak sang komandan tegas.

​"Baik, Komandan!"

​Wusss... wusss...

​Ratusan prajurit tersebut dengan cepat bergerak membentuk formasi melingkar, dengan sang komandan berada tepat di tengah-tengah. Secepat kilat, mereka merangkai segel yang rumit, begitu pula dengan sang komandan.

​Wusss...

​Begitu segel terbentuk, ratusan prajurit serempak mengalirkan energi vital mereka kepada komandan. Sementara itu, wakil komandan yang tidak ikut serta hanya berdiri berjaga, mengantisipasi kemungkinan Yefan menyerang secara tiba-tiba.

​Namun, Yefan yang berada di kejauhan justru bersikap sebaliknya. Alih-alih menyerang untuk menghentikan proses tersebut, ia hanya menatap mereka dengan acuh tak acuh, seakan sengaja membiarkan semuanya terjadi.

​Tentu saja Yefan memiliki alasan tersendiri. Bagi diri nya yang memegang dua artefak sekaligus, ia sama sekali tidak gentar meski harus berhadapan dengan kultivator Alam Roh tahap tengah—apalagi hanya menghadapi penggabungan kekuatan tiruan yang mustahil mampu menaikkan tingkat kultivasi lawan hingga ke tahap tengah.

​Bomm...!

​Tiba-tiba, aura dahsyat terpancar dari tubuh Komandan Qiong Qi dan terus meningkat pesat, hampir menembus tahap tengah. Kendati demikian, jurang pemisah antara tahap awal dan tahap tengah kultivasi sangatlah besar. Tidak bisa di rekayasa, Sekalipun ratusan prajurit mengerahkan seluruh energi vital mereka hingga wajah mereka memucat pasi, aliran energi ratusan perajurit itu tetap tidak mampu menjembatani jurang perbedaan tersebut.

​Semua orang yang menyaksikan tindakan sang komandan dibuat terkejut. 'Bukankah ini Formasi Nomor Satu yang mampu membunuh musuh yang berada satu tingkat di atasnya?' gumam Bai Feng terkejut. 'Sepertinya sang komandan merasa tidak memiliki keyakinan penuh untuk menangkap Yefan tanpa menggunakan formasi ini,' gumam nya sambil menyipitkan mata.

​"Cukup!" seru sang komandan kepada ratusan prajurit yang kini tampak kehabisan tenaga dan berwajah pucat. Komandan sendiri menyadari bahwa mustahil baginya menembus tahap tengah, meski hanya bersifat sementara.

​Boomm...!

​Sang komandan perlahan bangkit berdiri dengan aura yang menggetarkan seisi penjuru tempat. Namun, jika diamati lebih dekat, terlihat urat-urat nadi bermunculan dalam pola acak di sekujur lehernya—efek samping nyata dari penggunaan teknik terlarang oleh seseorang yang tidak memiliki garis darah Keluarga Yujin. Meski tahu akibatnya akan merenggut nyawanya sendiri, sang komandan sama sekali tidak memperdulikannya.

​'Memang benar dugaanku, dia bukan karakter sembarangan,' batin Yefan saat merasakan aura sang komandan jauh lebih dahsyat daripada kekuatan Penatua Yanfeng yang dulu pernah menggunakan formasi serupa untuk bertarung dengannya. 'Dia tampak seperti seorang jenius yang mampu menantang musuh satu tingkat di atasnya, dan kini ia memperkuat dirinya dengan formasi terlarang. Dengan aura peperangan sekuat itu, setidaknya dia kini setara untuk melawan kultivator Alam Roh tahap tengah. Menarik,' gumam Yefan dalam hati,.

​"Yefan! Sudah waktunya kau membayar seluruh kekacauan yang telah kau perbuat pada Keluarga Yujin!" seru sang komandan menggelegar.

​"Banyak bicara. Seolah-olah keluarga sampah kalian adalah yang paling benar di dunia ini," balas Yefan dingin sambil menebaskan pedangnya menyamping.

​Srett...!

​Cahaya putih keabuan melesat ke arah sang komandan, memicu fenomena aneh di udara. Melihat hal itu, sang komandan menyipitkan mata. Jelas ia merasa sedikit gentar menghadapi tebasan pedang Yefan yang teramat aneh dan memancarkan fenomena supranatural yang sulit dijelaskan. Tanpa buang waktu, ia mengeluarkan sebilah tombak yang diselimuti aura merah mengerikan, lalu menghantamkannya untuk membendung cahaya pedang tersebut.

​Boomm...!

​Ledakan hebat terjadi di titik benturan, menghantam dan merusak area sekitar. Orang-orang yang menyaksikan pertarungan itu terperanjat saat melihat energi putih keabuan kini telah menyelimuti separuh bilah tombak sang komandan, bahkan mulai merayap hendak menelan tubuh nya.

​Sang komandan mengerutkan keningnya. Ia dapat merasakan bahwa energi putih keabuan itu bersifat sangat korosif—bahkan Qi pelindung di sekujur tubuhnya pun kesulitan membendung laju energi tersebut.

​Sebelum situasi menjadi tidak terkendali, sang komandan yang kini memiliki kekuatan yang setara tingkat tengah itu menghentakkan kaki kanannya dengan keras ke udara.

​"Hancur!" teriaknya.

​Boomm...!

​Aura peperangan yang luar biasa melesat keluar dan menghancurkan energi putih keabuan hingga terpencar ke segala arah. Orang-orang di sekitar sontak berlarian menyelamatkan diri karena diliputi ketakutan; bagi mereka, energi putih keabuan itu tak ubahnya kutukan maut yang mematikan.

​Melihat sang komandan mampu menahan serangan Yefan, sang wakil komandan menghela napas lega, sebab ia pun sangat mewaspadai ancaman dari energi putih keabuan tersebut.

​"Mari kita serang bersama!" ujar sang komandan kepada wakilnya. Ia sangat menyadari sifat mematikan dari energi putih keabuan itu, jelas ia memferediksikan akan membutuhkan waktu untuk meringkus yefan meski kekuatan nya telah di tingkatkan beberapa kali lipat,

sehingga ia harus mengakhiri pertempuran secepat mungkin. Jika tidak, efek samping dari teknik terlarang ini akan lebih dulu menyerang tubuhnya, dan di saat itu tidak ada beda nya diri nya seperti ikan di atas talenan.

​"Siap, Komandan!"

​Boomm...!

​Aura kuat terpancar dari tubuh sang wakil komandan, sementara bendera perang yang di penuhi sayatan berkibar liar di genggamannya.

​"Serang dari dua arah!"

​"Baik!"

​Wusss... wusss...!

​"Dua kultivator di Alam Roh tahap awal, itu tidak akan mengubah hasil apa pun. Sekalipun kekuatan kalian digabungkan, itu tetap belum cukup untuk menyamai Alam Roh tahap tengah," cibir Yefan diiringi niat membunuh yang pekat.

​"Hmph, kita lihat saja nanti, bocah! Mati kau pendosa!"

​Wusss!

​Sang komandan melesat menusukkan tombaknya langsung ke arah leher Yefan, sementara wakil komandan menghantamkan bendera perangnya menuju dada pemuda itu.

​Menghadapi serangan jepit dari dua arah tersebut, Yefan hanya mendengus dingin.

​Srett...!

​Tebasan pedang Yefan menyambut tusukan tombak sang komandan. Bersamaan dengan itu, Atas kehendaknya, kuas bertinta hitam yang terselip di sabuk pinggangnya bergetar hebat dan memproyeksikan gambar tiga dimensi di depan dada Yefan, memblokir hantaman bendera perang wakil komandan.

​Boom... boom...!

​Ledakan beruntun terjadi, menimbulkan ledakan berutal kesegala arah,

menebarkan energi putih keabuan bagaikan butiran tepung yang dengan cepat menyelimuti ribuan pepohonan dan pegunungan sebelum pada akhirnya meledak dahsyat untuk ketiga kali nya,

menyebabkan Kehancuran demi kehancuran kian memperkeruh situasi.

Akibat benturan tersebut, Yefan, wakil komandan, serta sang komandan sama-sama terhempas mundur berkali-kali.

​Uhuk! Wakil komandan memuntahkan seteguk darah di udara dalam peroses terpental nya, dan bendera perang yang di penuhi sayatan di tangannya tampak sobek di beberapa bagian.

​Sang komandan berada dalam kondisi yang sedikit lebih baik, meski lengan kanannya masih bergetar hebat akibat benturan tersebut.

​Yefan segera menstabilkan tubuh nya, menyunggingkan senyuman jenaka di wajah tampannya. Berkat perlindungan gambar tiga dimensi di tubuh nya, ia sama sekali tidak mengalami kerugian berarti meskipun dia sempat terdorong mundur.

​Sang komandan mengatupkan giginya rapat-rapat. "berengsek! Artefak bocah ini benar-benar aneh. meski berada di kelas bawah, tapi bisa memiliki kekuatan sebesar itu!"

​"Aku tidak percaya tidak bisa meringkus bocah ingusan bermarga ye itu!" geram sang komandan sambil melirik wakilnya yang baru saja berhasil menyetabilkan luka-lukanya.

​"Lagi!" teriak sang komandan.

​Mendapat isyarat tersebut, wakil komandan langsung melompat maju, meski di dalam hatinya di landai rasa keterkejutan akibat bendera perangnya yang robek di beberapa bagian oleh gambar tiga dimensi artefak Yefan.

​Selama bertahun-tahun berperang di medan pertempuran, bendera perang itu telah teruji menghadapi serangan maut dari puluhan musuh di Alam Roh tahap tengah, hingga meninggalkan banyak bekas sayatan di permukaannya. Kendati demikian, berbagai sayatan itu sedikit pun tidak pernah mengurangi ketangguhan sang bendera.

​Namun, baru kali ini ia mendapati artefak andalannya tersebut tidak mampu menahan tebasan pedang Yefan—padahal, bendera perang ini adalah senjata tingkat menengah.

​Wusss... wusss...!

​"Terlalu percaya diri," cibir Yefan, sambil menyambut serangan komandan.

​Boom... boom... boom...!

​Sesekali kali, proyeksi gambar gambar tiga dimensi berkedip-kedip di antara tubuh Yefan membelokir serangan susulan dari wakil komandan.

"Dengan ayunan fleksibel.

​Srrriiing...

​Suara gesekan mata bilah pedang yang tajam beradu nyaring dengan ujung tombak sang komandan yang sangat tajam. Bersamaan dengan itu, tubuh sang komandan terus bergetar hebat tatkala kekuatan putih keabuan menyembur di setiap benturan terjadi dengan pedang yefan yang menerpa tubuh nya hingga terus menggerogoti dagingnya secara perlahan.

​"Keparat!" teriak sang komandan frustrasi, kembali menghentakkan kakinya ke udara.

​Boomm...!

​Aura yang jauh lebih mengerikan meluap dari tubuh sang komandan, berhasil mendesak mundur energi putih keabuan yang sedang menggerogotinya.

​Yefan sama sekali tidak memperdulikan amukan sang komandan. Dengan gerakan penuh keanggunan, ia memanfaatkan kesibukan lawannya yang tengah mengatasi energi putih keabuan, lalu melayangkan tebasan pedang maut ke arah kepala wakil komandan—yang saat ini sedang berusaha keras mencari cari celah untuk menembus pertahanan gambar tiga dimensi Yefan yang terus membelokir serangan bendera perang nya.

​Mendapat serangan mendadak yang mematikan itu, sang wakil komandan panik bukan kepalang. Secepat kilat ia mengangkat bendera perangnya untuk membelokir.

​Boommm...!

​Ledakan mengerikan kembali meletus, membuat sang wakil komandan terpental tak terkendali sejauh mungkin hingga menghantam dinding pegunungan terjal dan tertimbun oleh reruntuhan batu.

​Yang hanya meninggalkan bendera perang sang wakil komandan yang tampak melayang layang di udara dalam keadaan terbelah menjadi sepuluh bagian, lalu jatuh berserakan ke tanah bagaikan rongsokan tak berharga.

Jelas sekali, bendera perang itu tidak sanggup menahan kedahsyatan tebasan pedang Yefan

​Bersambung...

-----Meskipun tidak sebaik yang lain, Setidak nya hasil isi kepala sendiri-----

1
Ed Troivan
plagiat kau
Rozer Cros: diam Diam diam, 🥹
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
bikin yefan jadi alkemis tingkat tinggi yang mana kaisar tianming sendiri harus berlutut dan memberi hormat bikin nanti yefan bantai klan yujin dan hancurkan kaisar itu beserta keluarganya kaisar itu
Fajar Fathur rizky
cepat bikin yefan bantai jendral
Rozer Cros
mksh kk ketitik nya.
aku cuma mau jelasin. ini karya hasil Kranggan ku sendiri kk, dan ga PP kalo KK ga percaya juga. dan terimakasih atas dukungan nya untuk karya ini meski tidak sebaik yang lain. 🙏🙏
intsomi: itu buzzer,jangan di liat komenannya,abaikan saja
total 5 replies
Ed Troivan
Author plagiat, ngga bakal ditamatin
Ed Troivan
Pasti ini karya plagiatmu lagi author tolol, kau bisa-bisanya menerjemahkannya lalu kau ubah nama tokoh-tokohnya makanya nggak kau lanjut novel Sang Penakluk... 👍
Rozer Cros: terima kasih kk udah dukung karya ini meski tidak sebaik yang lain. semoga sehat selalu kk
total 1 replies
Ed Troivan
kok rantaul
Ed Troivan: nggak bertanggung jawab lu Thor
total 4 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
Fajar Fathur rizky
nanti bikin yefan bantai keluarga yunjin dengan cara paling kejam dan sadis
Fajar Fathur rizky
cepat bantai yanfeng bikin ranah kultivasi yefan langsung naik ke ranah yang lebih tinggi dari ranah yanfeng
Farhan Sadewa
gereget BNR lihat tingkah laku Yulin zou ini 🤭
Ed Troivan: Author tolol
total 1 replies
Farhan Sadewa
membuat penassran
Farhan Sadewa
penuh misteri👍
Ed Troivan: penuh misteri🤣 author gak jelas. palingan ilang lagi nanti karena nggak bisa plagitin lagi
total 1 replies
Farhan Sadewa
penasarn
Farhan Sadewa
jadi penasaran🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!