Indonesia
NovelToon NovelToon
Bangkitnya Kaisar Dewa

Bangkitnya Kaisar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rick Tur

Di lima alam kultivasi yang bertingkat — Dunia Fana, Dunia Roh, Dunia Dewa, Dunia Dewa Kuno, hingga Dunia Kekosongan — seorang Kaisar Dewa gagal menembus batas tertinggi dan tubuhnya hancur menjadi debu. Namun jiwanya yang tak pernah mati terlahir kembali ke dunia fana sebagai Ye Hu, anak tertua seorang Marquis yang dicap sampah karena dantian-nya hancur akibat keracunan tiga tahun lalu.

Dengan ingatan ribuan tahun dan pengetahuan alkimia serta teknik kuno yang telah hilang dari dunia, Ye Hu bangkit perlahan. Ia menyembuhkan dantian-nya sendiri, menciptakan pil dengan kemurnian mustahil bagi siapa pun di tingkatnya, dan mengungkap pengkhianatan di dalam keluarganya sendiri —

Ini barulah awal perjalanannya, Selanjutnya dia menemui keturunan dari murid-muridnya sedang menderita di dunia dana ini. Dengan kondisi tubuh yang terbatas, Ye Hu berusaha untuk membantu buyut dari murid-muridnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rick Tur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengungkap Kebenaran ke 2

Wajah Ye Ba pucat pasi. Dengan tangan gemetar, ia mempersilakan Adipati duduk di kursi kepala keluarga — tempat yang menjadi lambang kekuasaannya sendiri. "Tuan Adipati… mohon duduklah di sini. Mari kita selesaikan masalah ini dengan baik."

Namun Adipati Wu Ling menggeleng tegas. "Tidak perlu. Aku hanya berdiri di sini untuk satu hal — mendengarkan apa yang dikatakan Ye Hu. Biarkan kebenaran yang berbicara."

Ye Hu tidak banyak bicara. Dengan tenang ia mengeluarkan Giok Perekam dari lengan bajunya. Semua mata di ruangan itu tertuju pada benda putih susu itu. Ia meneteskan setetes darah ke atas permukaannya. Seketika itu juga, bayangan cahaya dan suara terproyeksi di udara, menampilkan dengan jelas percakapan di kamar Nyonya Liu — pengakuan tentang keterlibatan Bayangan Malam, rencana meracuni Pil Penguat Sumsum, dan perintah untuk membunuhnya di Rumah Bunga Indah.

Hening mencekam menyelimuti aula saat tayangan berakhir. Wajah setiap anggota keluarga menjadi pucat pasi. Mereka saling berpandangan, tak percaya bahwa di antara mereka ada orang yang bersekongkol dengan organisasi penjahat paling ditakuti. Semua orang perlahan berlutut, menunduk dalam.

"Kami tidak tahu… kami tidak tahu sama sekali… Mohon ampun, Tuan Adipati! Kami tidak bersalah!"

Tak lama kemudian, dua pengawal Adipati menggiring Nyonya Liu masuk ke dalam aula. Wajahnya pucat, matanya bengkak karena menangis.

Ye Ba langsung berdiri dan membentak istrinya dengan suara gemetar karena marah dan takut. "Apa yang telah kau lakukan?! Sejak kapan kau menjadi anggota Bayangan Malam? Apakah kau pembunuh bayaran yang dikirim ke sini?!"

Nyonya Liu jatuh berlutut, air mata mengalir deras di pipinya. "Suamiku… tolong aku… aku dijebak! Aku tidak bermaksud begitu!" Ia lalu menatap Ye Hu dengan tatapan memohon. "Hu er, anakku… bukankah kau tahu Ibu selalu mengasihimu? Katakan pada mereka, Hu er!"

Ye Hu tidak menoleh sedikit pun. Tatapannya tetap lurus dan tajam kepada Ye Ba. "Tuan Marquis Ye, jawablah dengan jujur. Apakah kau benar-benar tidak tahu bahwa Pil Penguat Sumsum yang kau berikan kepadaku itu telah diracun?"

"Hu er, bagaimana mungkin Ayahmu begitu kejam!" Ye Ba melangkah mendekat, suaranya terdengar tulus namun matanya menyembunyikan kegelisahan. "Sekalipun kau bukan anak kandungku, aku tetap memelihara dan merawatmu selama dua puluh tahun ini!"

"Kau bukan mengasihiku," balas Ye Hu dingin. "Kau hanya takut kepada orang yang pernah menolongmu dulu. Itu saja. Sekarang jawab pertanyaanku — apakah kau tidak tahu rencana membunuhku melalui pil itu?"

"Tidak! Aku tidak tahu!" jawab Ye Ba tegas, namun keringat dingin mulai menetes di pelipisnya.

Ye Hu mengeluarkan sebuah pil dari lengan bajunya dan melemparkannya kepada Ye Ba. "Kalau begitu, katakan apa ini."

Ye Ba menangkap pil itu, menatapnya sebentar. "Ini… ini Pil Penguat Sumsum."

"Itu jelas Pil Penguat Sumsum," Sahut Mu Yang, "kurasa semua orang dapat melihat meskipun dari jauh. "

"Kalau begitu, telanlah," ucap Ye Hu datar.

Ye Ba ragu, tangannya gemetar mendekatkan pil itu ke mulutnya lalu berhenti.

"Mengapa kau ragu?" tanya Ye Hu tajam.

"Jangan Kuatir Marquis Ye." Mu Yang menambahkan, "Bukankah Pil Penguat Sumsum tidak berbahaya bagi orang yang sudah mencapai tingkat Foundation Establishment? Tidak ada efek racun, tidak ada kerusakan. Lantas mengapa kau takut?"

"Ini… ini bukan Pil Penguat Sumsum!" Ye Ba gagap, wajahnya semakin pucat.

"Tadi kau sendiri yang mengatakannya," cemooh Ye Hu. "Dari kejauhan pun semua orang bisa mengenalinya. Lantas mengapa sekarang kau bilang itu bukan pil itu?"

"Ini… warnanya…" Ye Ba menunduk, matanya melirik ke arah Adipati yang menatapnya tajam. "Pil Penguat Sumsum yang asli berwarna putih susu bersih. Tapi ini… ini agak kusam, kekuningan."

"Benar," jawab Ye Hu dingin. "Karena pil itu telah dicampur dengan Akar Penghancur Tulang. Jika ditelan, ia akan menghancurkan organ dalam dan merusak dantian. Dari jauh memang terlihat sama, tapi jika dilihat dari dekat perbedaannya jelas. Beberapa hari ini aku memikirkan terus mengapa pil penguat sumsum itu menjadi racun dan racun apa yang terkandung didalamnya. Aku meminta di toko obat pil penguat sumsum yang asli dan aku baru sadar akan perbedaan warnanya. Aku jadi tahu bahan apa yang di campur di dalamnya. Dan kau Tuan Marquis — kau melihat perbedaannya. Kau tahu pil itu sudah berubah. Tapi kau tetap mendiamkannya dan tetap memberikannya kepadaku."

"Anakku… itu tidak benar!" Ye Ba bersujud di lantai, ketakutan bahwa seluruh keluarganya akan dihukum mati karena kejahatannya. "Tiga tahun lalu aku belum berpengalaman! Aku tidak sadar!"

"Bohong!" bentak Ye Hu, suaranya menggelegar di seluruh aula. "Kau melihatnya dengan jelas! Kau pura-pura tidak tahu karena kau juga menginginkan kematianku! Jika aku mati karena 'kecelakaan' akibat pil itu, maka tanggung jawabmu kepada orang yang menitipkanku dulu pun akan lepas! Kau tidak perlu takut lagi padanya! Dan ketahuilah — aku tidak pernah menginginkan jabatan, kekuasaan, maupun harta Keluarga Ye. Semua itu tidak berarti apa-apa bagiku!"

Tangannya mengepal erat, tubuhnya sedikit gemetar karena amarah. Seluruh anggota keluarga yang masih bersujud menunduk semakin dalam, tidak berani menatap matanya sedikit pun.

"Tuan Adipati," seru Ye Hu lantang. "Mulai saat ini, aku tidak memiliki hubungan darah maupun keluarga dengan Keluarga Ye. Segala ikatan di antara kami putus saat ini juga. Urusan keadilan untuk mereka — serahkan sepenuhnya kepada Tuan Adipati."

Tanpa menunggu jawaban, Ye Hu berbalik dan melangkah keluar dari aula besar itu.

"Hu er! Jangan tinggalkan Ibu!" teriak Nyonya Liu histeris, berusaha bangkit mengejar namun ditahan oleh pengawal.

"Hu er, anakku! Ayahmu benar-benar tidak tahu!" Ye Ba berusaha meraih kaki Ye Hu, namun sosok Si Tudung muncul di hadapannya, menahannya agar tidak mendekat.

Ye Hu terus berjalan tanpa menoleh. Di belakangnya, Mu Yan dan Ma Teng segera mengikuti keluar dari aula itu.

Adipati Wu Ling berdiri tegak, menatap seluruh isi ruangan dengan tatapan dingin dan tegas. "Dengan kekuasaan yang diberikan kepadaku sebagai penguasa wilayah ini, aku menangkap Nyonya Liu karena bersekongkol dengan organisasi penjahat Bayangan Malam dan berusaha membunuh anggota keluarga. Dan kau, Marquis Ye — karena mengetahui kejahatan itu namun diam dan ikut bersekongkol, kau juga ditahan. Seluruh harta dan aset Keluarga Ye akan disita sementara. Nasib kalian akan diputuskan oleh pengadilan kerajaan."

Pengawal segera maju dan memborgol Nyonya Liu serta Ye Ba. Adipati pun berbalik dan melangkah keluar, meninggalkan anggota keluarga lainnya yang masih bersujud di lantai, menangis dan gemetar ketakutan, menyadari bahwa kemewahan dan kekuasaan Keluarga Ye telah runtuh dalam sekejap mata.

Di luar aula, di halaman luas kediaman itu, Ye Hu berhenti sejenak dan menatap ke arah langit. Angin bertiup menerpa wajahnya, membawa rasa lega sekaligus kesedihan yang dalam. Ia telah bebas. Bebas dari kepura-puraan, bebas dari racun, bebas dari orang-orang yang ingin mengambil nyawanya. Namun ia juga tahu — tempat ini tidak pernah menjadi rumahnya.

"Kau sudah melakukannya dengan benar," ucap Mu Yan pelan di sampingnya. "Kau tidak berhutang apa pun kepada mereka."

Ye Hu mengangguk pelan, lalu melangkah keluar melewati gerbang besar Keluarga Ye — gerbang yang ia masuki sebagai anak yang dibuang, dan kini ia keluar sebagai seorang penguasa yang kembali. Di depan matanya terbentang jalan panjang menuju pegunungan, menuju tempat harta Xuan Ling, dan menuju takdir yang menantinya di puncak dunia.

1
Nanik S
Chu Hua sangat licik
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
Nanik S
Chu Hua juga bengis dan kejam
Nanik S
Menuju jalan didepan yang yak terbatas
Nanik S
Ye Ba... dan seluruh keluarga harus mengetahui
Nanik S
Apakah Pemuda tampan itu Ayah Xuan Ling
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
Nanik S
Kesepakatan yang bmenguntungkan
Nanik S
Ambil saja sekalian lempenganya
Nanik S
Rhu Shun ketua bayangan malam
Nanik S
Keren dan keren ... apakah bisa didapat lempenganya
Nanik S
Sebenarnya Ye Hu anak siapa
Nanik S
Banyak sekali musuhnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!