Indonesia
NovelToon NovelToon
MY DEAR SECRETARY

MY DEAR SECRETARY

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:4.9M
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Dia hanyalah sekretaris tak menarik dan berkacamata yang selalu terlihat sibuk dengan tugasnya.

Tapi di balik penampilannya yang polos, Cassia Manon diam-diam menyimpan rasa pada bos playboy, Maxence Kingsford.

Sayangnya, Maxence tak pernah menggodanya meskipun dia seorang playboy karena mungkin di matanya—Cassia sama sekali tak menarik.

Sampai suatu malam dalam sebuah pesta bisnis, Max dijebak dengan minuman perangsang oleh seorang wanita yang menginginkan dirinya.

Cassia Manon yang selalu bersamanya—akhirnya menyelamatkannya, tapi konsekuensinya berat, satu malam menjadi pelampiasan hasrat bosnya. Dan Cassia justru menyerahkan tubuhnya dengan sukarela.

Pagi harinya, Cassia mengira semuanya selesai. Tapi ternyata Maxence tak ingin berhenti.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Apakah tetap tanpa ikatan dan hanya sekadar pelampiasan semata? Ataukah akan ada benih-benih cinta di hati Max untuk Cassia yang semakin lama cintanya semakin besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Siang Bisnis

Mobil mewah berwarna hitam pekat itu melaju lambat. Cassia menarik sedikit tepi blazernya. Max duduk di belakang, sedangkan Cassia, sang sekretaris, di depan bersama sopir seperti biasa.

Pemisah kaca buram yang biasanya dipasang saat Max ingin privasi kali ini tidak diaktifkan, tapi itu tak mengubah apapun.

Pria itu sangat jarang mengajak Cassia mengobrol, mungkin karena Cassia pendiam dan di matanya begitu membosankan.

Mereka biasanya hanya bicara seputar pekerjaan saja.

Sopir bernama Mark itu sesekali melirik Cassia melalui kaca spion dan tersenyum kecil. Cassia membalas dengan anggukan samar.

Mark tahu Cassia bukan tipe sekretaris yang banyak tingkah. Dia datang, bekerja, pulang. Suaranya hampir tak pernah terdengar di ruang kantor yang luas itu. Hanya bicara seperlunya saja, dan itu lebih banyak pada sang bos.

"Hujan mulai turun, Tuan," ujar Mark melihat tetesan di kaca depan.

"Tidak apa-apa. Tetap ke restoran," jawab Max tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.

Cassia menatap jendela samping. Rintik hujan selalu menenangkan hatinya. Dia melihat kilasan pantulannya di kaca jendela.

Ia tahu penampilannya biasa saja. Tidak seperti wanita-wanita di sekitar Max, dia tidak pernah memakai lipstik merah atau sepatu hak stiletto.

Dan mungkin itulah mengapa Max seolah tak pernah benar-benar melihatnya.

*

*

Setibanya di restoran, mereka langsung masuk. Cassia duduk di samping Max, tepat di sisi kiri, dengan tablet catatan terbuka di pangkuannya.

Edward datang sepuluh menit kemudian, seorang pria paruh baya dengan perut buncit tapi memiliki wajah sumringah, penuh senyum.

Di belakangnya mengikuti seorang wanita muda berambut panjang, berkacamata tanpa bingkai, yang diperkenalkan sebagai Sasha, asisten pribadinya, yang penampilannya sangat modis.

"Max, senang bertemu lagi!" Edward mengulurkan tangan, dan Max menjabatnya dengan erat.

"Edward. Mari kita langsung ke inti."

Mereka duduk. Cassia diam mengamati. Edward berbicara tentang kerja sama dan angka-angka yang bagi Cassia terdengar biasa saja. Dan dia mencatat semuanya dengan rapi.

"Kami butuh komitmen dari pihak Anda soal tenggat waktu pengiriman," kata Sasha tiba-tiba.

Cassia melirik Max. Pria itu mengangkat alis. "Komitmen saya tidak perlu diragukan." Max menoleh ke Cassia. "Halaman 23, tolong bacakan."

Cassia membuka proposal revisi dengan cepat. Suaranya terdengar jernih meski pelan.

"Bagaimana dengan masa tenggang pembayaran?" tanya Edward.

Max tersenyum. "Net 60 hari, tidak bisa ditawar."

Sasha dan Edward bertukar pandang. Tapi Max tahu, perusahaan Edward tidak punya banyak pilihan selain menerima.

Cassia melihat kerutan di kening Edward mengendur setelah Max menambahkan satu klausul tambahan tentang potongan 5% jika pembayaran dilakukan di bawah 30 hari. Sebuah taktik kuno yang selalu berhasil.

Saat menu makanan diantar, percakapan beralih ke topik yang lebih ringan. Edward bercerita tentang liburannya ke Swiss, sementara Sasha sesekali melirik Max. Seperti biasa—Max tak akan bisa diabaikan dan selalu memikat perhatian pria.

"Ngomong-ngomong, Max, ada yang baru di kehidupan pribadimu?" tiba-tiba Edward bertanya sambil menyuap salmon panggang.

Cassia melihat jari Max yang memegang garpu berhenti sesaat.

"Tidak ada yang perlu dibicarakan."

Edward tertawa. "Kau seharusnya sudah memilih satu di antara mereka. Sudah waktunya kau serius, anak muda.”

Max menatap Edward dengan tatapan santai. “Aku sangat pemilih. Dan aku tak mau memilih yang salah. Sejauh ini, aku belum menemukan yang bisa masuk ke dalam hidupku.”

Cassia menunduk, tapi dia memperhatikan setiap ucapan Max. ‘Jadi, dia belum menemukan wanitanya? Apa yang dia cari?’

"Kau benar. Harus wanita yang tepat,” kata Edward.

1
ayudesy subardo
Terlalu overthinking si Cassia
Sbg pembaca lama² kesel. Hidup lu udah enak, Let it flow aja Cass
ayudesy subardo
Kok kesel banget aq sm si bobby, jd laki² lembek. Gak bisa bela anaknya. Bagus deh Carissa ngelawan, udah cukup direndahin bertahun² 👍👍
ayudesy subardo
Cassia kebanyakan pikiran, udah terlalu lama jomblo kali ya 😄.. NgueyeL poll
AmmiMZA
cerita sat set tidak banyak drama. sayang konflik yang dimunculkan terlalu aman. banyak tokoh yang berpotensi menjadi konflik agar seru. tp hilang tanpa ada kelanjutannya..
tapi secara keseluruhan sudah baik ceritanya
jumirah slavina
ganti istri saja Kamu.
dia bukan Ibu tapi Nenek Sihir
jumirah slavina
ya ampunnnnnn...
mo jambak bibir nih Nenek Sihir
jumirah slavina
kau saja yang belajar sana smp pagi., gak usah tidur²
jumirah slavina
baca sendiri sonoh.,
dasar Ibu durjana...
Sakdiah Sakdiah
wow..tau² udah empat aja nih
Sakdiah Sakdiah
kami gak di undang thor
Sakdiah Sakdiah
duuh...kenapa dibikin jadi kacau gini sih Thor
Sakdiah Sakdiah
nunggu di tikung orang nih bang max
Sakdiah Sakdiah
belum jumpa samacalon adek ipar ni si cass
Sakdiah Sakdiah
jumpa Mak mertua...panas dingin
say't
perfecto thor ☕️
say't
modus lo lorenzo 🤣
Sakdiah Sakdiah
si cass ini terlalu berhati² tapi juga terlalu ceroboh
Sakdiah Sakdiah
bucin parah ne bang max
Sakdiah Sakdiah
iya,apa Cass masih berpenampilan seperti Bety lla fea?
say't
jngn2 hale ni anakx clarissa cz isi otaknya sama 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!