Indonesia
NovelToon NovelToon
Genius Yang Disembunyikan

Genius Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dwinanda

Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.

Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.

Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.

Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.

Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.

Dan Putra Mahkota yang membuangnya?

Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 — TABIB GENIUS YANG DIREMEHKAN

Yun Luofeng menyilangkan tangan di depan dada, lalu dengan santai menyandarkan tubuhnya pada Yun Xiao.

“Orang yang seharusnya pergi dari sini adalah kau.”

Jing Lin tertawa mengejek.

“Aku adalah tabib kekaisaran, sedangkan kau hanya sampah yang menjadi bahan tertawaan seluruh Longyuan. Siapa pun tahu siapa yang dimaksud Tetua Rong.”

Dia belum puas. Tatapannya semakin menghina ketika melanjutkan, “Sifatmu benar-benar sama dengan kakekmu. Bertahun-tahun lalu aku sudah mengatakan bahwa kami tidak akan menyelamatkan Yun Qingya, tetapi Yun Luo tetap berlutut memohon!”

Tubuh Yun Luofeng menegang.

“Bahkan kalau saat itu dia bunuh diri di hadapanku,” lanjut Jing Lin angkuh, “aku tetap tidak akan menolong Yun Qingya!”

Suasana Paviliun Medis seketika berubah.

Bayangan seorang lelaki tua berambut putih berlutut dalam cuaca dingin demi menyelamatkan putranya muncul dalam pikiran Yun Luofeng.

Kakeknya pernah menjadi jenderal yang membuat musuh gemetar.

Namun demi Yun Qingya, dia rela membuang harga dirinya dan berlutut.

Sebagai balasan, Jing Lin hanya memberinya penghinaan.

Aura dingin mendadak terpancar dari Yun Xiao.

“Yun Xiao.”

Suara Yun Luofeng menghentikannya.

“Aku pernah mengatakan bahwa dendam Klan Yun akan kubalas sendiri.”

Yun Xiao terdiam, lalu menarik kembali niat membunuhnya.

Yun Luofeng berjalan perlahan menuju Jing Lin.

“Jing Lin, kau menolak menyelamatkan seseorang bukan alasan utama aku membencimu. Seorang tabib memang berhak menentukan pasiennya sendiri.”

Tatapannya semakin tajam.

“Tapi kau bekerja sama dengan Klan Mu untuk menghancurkan keluargaku. Itulah kesalahan terbesarmu.”

Jing Lin hendak mencibir ketika tatapan mereka bertemu.

Entah mengapa, pikirannya mendadak bergetar. Tubuhnya kaku sesaat.

Plak!

Tamparan keras mendarat di wajahnya.

“Tamparan ini untuk kedua orang tuaku. Klan Mu berutang darah kepada mereka, dan kau memilih berdiri bersama Klan Mu.”

Plak!

Tamparan kedua membuat kepala Jing Lin berputar.

“Yang ini untuk kakekku. Kau boleh menolak menyelamatkan seseorang, tetapi kau tidak berhak mempermalukan seorang ayah yang berlutut demi nyawa putranya!”

Plak!

Tamparan ketiga menyusul.

Jing Lin masih seperti kehilangan kemampuan bereaksi.

Yun Luofeng tersenyum dingin.

“Tidak melawan? Bagus. Sepertinya kau juga sadar telah melakukan kesalahan. Kalau begitu, akan kuberi beberapa tamparan tambahan.”

Ketika Jing Lin akhirnya tersadar sepenuhnya, kedua pipinya sudah terasa panas.

“YUN LUOFENG!”

Dia hampir gila karena marah.

“Kau berani menamparku di Paviliun Medis? Berlutut dan minta maaf sekarang! Kalau tidak, aku tidak akan mengampunimu!”

Yun Xiao menyerahkan saputangan.

Yun Luofeng menerimanya dan perlahan membersihkan telapak tangannya, seolah wajah Jing Lin telah mengotorinya.

Tindakan itu membuat lelaki tua tersebut semakin murka.

Namun sebelum dia sempat memaki, suara Tetua Rong terdengar.

“Kenapa kau masih berada di sini? Sudah kubilang pergi!”

Jing Lin mendengus puas.

Dia kembali salah memahami sasaran kemarahan Tetua Rong.

“Demi menghormati Tetua Rong, kali ini aku akan melepaskanmu.”

Dia menunjuk Yun Luofeng.

“Kau dengar? Pergi dari Paviliun Medis!”

Tetua Rong akhirnya tidak tahan.

“Jing Lin! Aku menyuruhmu pergi! Apa telingamu sudah tidak berfungsi?”

Jing Lin membeku.

Dia menunjuk dirinya sendiri.

“A-aku?”

“Siapa lagi?”

Tetua Rong mendengus.

“Aku belum pernah melihat orang setebal muka sepertimu. Sudah dua kali kusuruh pergi, tetapi kau masih berdiri di Paviliun Medis!”

Wajah Jing Lin berubah dari merah menjadi pucat.

“Tetua Rong, pasti ada kesalahpahaman. Yang membuat keributan adalah Yun Luofeng! Dia menyuruh seseorang memukulku!”

Tetua Ning tertawa dingin.

“Yang kulihat justru kau terus menghina gadis itu. Setelah dipukul, sekarang kau berharap Paviliun Medis membelamu?”

Jing Lin buru-buru menggeleng.

“Kalian tertipu olehnya!”

Dia merasa harus menjelaskan semuanya.

“Yun Luofeng sangat licik. Tadi malam dia menyewa seorang lelaki tua untuk berpura-pura sakit, lalu pura-pura menyelamatkannya dengan beberapa jarum agar semua orang percaya kemampuan medisnya luar biasa.”

Tatapan Tetua Ning berubah aneh.

Namun Jing Lin tidak menyadarinya.

“Muridku, Mu Wushuang, sudah mengetahui lelaki tua itu hanya berpura-pura sakit. Karena itulah dia tidak ikut campur. Dia hanya tidak ingin mempermalukan Yun Luofeng di depan semua orang.”

Ning Xin menatap Jing Lin seolah sedang melihat orang bodoh.

Tetua Rong juga mulai memahami sesuatu.

Sebaliknya, Jing Lin mengira keheningan mereka berarti perkataannya dipercaya.

“Orang licik seperti Yun Luofeng tidak boleh dibiarkan menipu Paviliun Medis. Aku hanya takut kalian tertipu karena melihatnya masih muda.”

Tetua Ning akhirnya tersenyum.

“Jadi kau adalah guru Mu Wushuang?”

“Benar.”

Jing Lin mengangguk bangga.

“Kalau boleh tahu, siapa Senior?”

“Aku?”

Tetua Ning melangkah maju.

“Aku adalah lelaki tua yang menurutmu disewa Yun Luofeng untuk berpura-pura sakit.”

Wajah Jing Lin langsung kehilangan warna.

“Apa?”

Dia menatap Tetua Ning, kemudian Ning Xin.

Barulah dia menyadari bahwa lelaki tua di hadapannya memang orang yang diceritakan Mu Wushuang.

Tetua Rong pun terkejut.

“Tunggu. Jadi tabib genius yang kau ceritakan sebelumnya adalah Yun Luofeng?”

Tetua Ning mengangguk.

“Tentu. Dialah yang menyelamatkanku tadi malam.”

Dia kemudian memandang Tetua Rong.

“Jangan bilang tabib yang ingin kau perkenalkan kepadaku juga gadis ini?”

Tetua Rong terdiam beberapa detik sebelum tertawa getir.

“Benar.”

Semua orang di aula membeku.

Tetua Rong menunjuk Yun Luofeng.

“Dialah genius yang memecahkan persoalan Racun Man Luo yang tidak mampu diselesaikan Paviliun Medis.”

Tetua Ning tertawa.

“Jadi sejak tadi kita membanggakan orang yang sama?”

“Sepertinya begitu.”

Yun Luofeng mengangkat alis.

“Kalian bahkan berniat membandingkan kemampuan kami?”

Wajah Tetua Rong menjadi sedikit canggung.

“Yah... aku dan Tetua Ning memang sudah berteman lama dan suka bersaing. Tapi sekarang jelas tidak mungkin dilakukan. Masa kami menyuruhmu bertanding melawan dirimu sendiri?”

Yun Luofeng hanya tersenyum penuh arti.

Sementara itu, Jing Lin tidak lagi mampu mendengar percakapan mereka dengan jelas.

Pikirannya dipenuhi satu kenyataan yang terus menghantamnya.

Yun Luofeng benar-benar memahami pengobatan.

Bukan hanya mampu mengobati Tetua Ning.

Dia bahkan orang yang memecahkan Racun Man Luo!

Lalu bagaimana dengan semua ejekannya selama ini?

Bagaimana dengan keyakinannya bahwa Mu Wushuang jauh lebih hebat?

Semua itu mendadak terdengar seperti lelucon.

Tetua Rong memanfaatkan kesempatan untuk mengalihkan rasa malunya.

“Jing Lin!”

Tatapannya menjadi dingin.

“Karena kau tetap tidak mau pergi dengan baik-baik, jangan salahkan Paviliun Medis.”

Dia mengangkat tangan.

“Pengawal! Lempar Jing Lin keluar!”

Wajah Jing Lin berubah drastis.

“Dan dengarkan baik-baik.”

Suara Tetua Rong menggema di aula.

“Mulai hari ini, Paviliun Medis tidak akan menerima permintaan pengobatan dari keluarga kekaisaran!”

Kerumunan langsung gempar.

Jing Lin datang untuk meminta pertolongan demi menyembuhkan Gao Ling.

Namun bukan pertolongan yang didapatnya.

Karena kesombongannya sendiri, dia justru membuat pintu Paviliun Medis tertutup bagi seluruh keluarga kekaisaran.

Dan di tengah kegemparan itu, Yun Luofeng hanya berdiri santai di sisi Yun Xiao.

Dia bahkan tidak perlu melakukan apa pun lagi.

Jing Lin sudah berhasil menampar wajahnya sendiri jauh lebih keras daripada tamparan yang diberikan Yun Luofeng.

......................

Bersambung...

1
Nonik Anda Swl
next please 🙏hadeh lagi seru-seru nya, tahu- tahu habis
Pelangi Jingga
semangat tor 💪
Pelangi Jingga: siap tor
total 2 replies
Arix Zhufa
up
Murni Dewita
double up thor dan tetap semangat
Dwinanda: Asiiaap🫡.... mksi kak stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Pelangi Jingga
kurang bnyk up nya tor 😂😂
Pelangi Jingga: semangat tor💪😍
total 2 replies
Pelangi SUCI
Bacaan yang menarik, semoga tamat sampai akhir 👍
Pelangi SUCI
Mantap Thor, saling dukung yuk karyaku RUANG SAKRAL SANG BELADIRI 💪
Dwinanda: "Terima kasih banyak, Kak! Siap, meluncur ke Ruang Sakral Bela Diri. Sukses terus ya buat karyanya/Pray/🫶
total 1 replies
Quinza Azalea
next
Arix Zhufa
cerita nya bagus,alur nya tidak ber tele tele,bahasa mudah di pahami. Semangat thor 😍
Dwinanda: Terimakasih kak😊.... sehat selalu dan bnyak rezekinya🫶🙏
total 1 replies
Arix Zhufa
Ternyata Yun xiao menyamar
Arix Zhufa
kasihan klan Mu 😄
Arix Zhufa
apakah ini jodoh nya??
Arix Zhufa
wanita dari zaman modern dilawan
Dwinanda
"Halo! Selamat datang di ceritaku. Semoga betah membaca sampai bab akhir ya😊🫶
Arix Zhufa
cerita nya menarik
Dwinanda: Makasih ka😊....stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
suka sekali sm kakek jendral
Arix Zhufa
mampir thor
Dwinanda: Makasih udah mampir, Kak! Happy reading, ya! Jangan lupa tambahkan ke rak buku kamu. 🥰
total 1 replies
Murni Dewita
👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!