Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM GACHA RAJA KULINER

SISTEM GACHA RAJA KULINER

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Galang Kurniawan, seorang pedagang makanan kecil bernasib sial yang hidupnya selalu jalan di tempat. Di malam terburuk dalam hidupnya ketika gerobaknya dihancurkan dan ia hampir menyerah, Galang tiba-tiba membangkitkan Sistem Kuliner Acak yang memaksanya berjualan di lokasi-lokasi aneh dengan hadiah gacha yang fantastis. Dimulai dari berjualan di rumah sakit, Galang harus menghadapi berbagai macam pelanggan baru, persaingan bisnis yang kotor, koki arogan yang meremehkannya, hingga tantangan memasak bahan-bahan langka dari sistem.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Slurp.

Bima menyeruput kuah kaldu itu sedikit demi sedikit karena masih sangat panas.

Detik ketika kuah itu menyentuh lidahnya, mata Bima mendadak membulat sempurna.

Rasa gurih ayam kampung asli meledak di dalam mulutnya tanpa ada campuran micin yang berlebihan.

Sensasi hangat dari jahe merah perlahan merayap turun ke tenggorokannya memberikan kenyamanan yang luar biasa.

"Gila, kuahnya segar banget!" seru teman Bima yang duduk di sebelahnya.

Mereka bertiga tidak banyak bicara lagi dan langsung menyerang isi mangkuk masing-masing.

Kunyah. Kunyah.

Daging ayam kampung yang biasanya alot kini terasa sangat empuk dan lumer di mulut.

Hanya butuh waktu lima menit, ketiga mangkuk itu bersih tanpa sisa sedikit pun.

Bima meletakkan sendoknya dan bersandar di kursi sambil memejamkan mata.

Tiba-tiba, efek magis dari resep sistem itu mulai bekerja di dalam kepalanya.

Rasa stres yang menumpuk selama berbulan-bulan akibat skripsi yang sering direvisi dosen pembimbing mendadak sirna.

Dada Bima yang tadinya terasa sesak karena tekanan orang tua perlahan menjadi sangat lapang.

Sebuah rasa hangat yang menenangkan menjalar dari perut hingga ke hatinya, seolah ada seseorang yang memeluknya erat.

Tanpa disadari, setetes air mata jatuh dari sudut mata Bima melintasi pipinya.

"Loh Bim, kamu kenapa nangis anjir?" tegur temannya yang juga terlihat sedang mengusap mata.

Bima membuka matanya dan menatap mangkuk kosong di depannya dengan perasaan campur aduk.

Rasa bersalah tiba-tiba menghantam dadanya dengan sangat keras.

Ia teringat niat buruknya tadi yang ingin membayar makanan seenak ini dengan uang dua ribu rupiah.

Ia juga teringat betapa keras orang tuanya bekerja di kampung untuk mengiriminya uang saku setiap bulan.

"Gue ngerasa berdosa banget tadi mau nipu abang ini," bisik Bima dengan suara bergetar.

Bima berdiri dan merogoh dompet kulitnya yang tipis.

Ia mengambil selembar uang lima puluh ribu rupiah, satu-satunya uang besar yang ia miliki minggu ini.

Teman-temannya juga melakukan hal yang sama, mengeluarkan uang pecahan besar dari dompet mereka dengan wajah penuh penyesalan.

Bima berjalan mendekati Galang dan meletakkan selembar uang biru itu di atas etalase kaca.

"Bang, ini uangnya, kembaliannya ambil saja buat abang," ucap Bima sambil menundukkan kepala tanda hormat.

"Sup ayam abang ini benar-benar bikin hati saya yang lagi stres skripsi jadi tenang banget."

Galang pura-pura terkejut melihat pecahan uang yang disodorkan Bima.

"Loh Mas, katanya tadi mau bayar pakai uang dua ribu? Ini terlalu besar untuk mahasiswa," balas Galang sengaja memancing.

Bima menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Jangan Bang, saya kualat nanti kalau bayar murah untuk makanan seenak dan senyaman ini," tolak Bima mantap.

Kedua temannya ikut meletakkan uang lima puluh ribuan di atas kaca.

"Iya Bang, anggap saja ini sedekah dari kami karena abang sudah masak dengan jujur," tambah teman Bima.

Galang akhirnya tersenyum lebar dan mengantongi uang tersebut.

"Terima kasih banyak Mas, semoga skripsinya cepat selesai dan lancar ya," doa Galang tulus.

Bima dan teman-temannya pergi meninggalkan gerobak Galang dengan wajah yang sangat damai dan langkah yang ringan.

DING.

[Progres Penjualan: 3/200 porsi.]

Layar biru sistem muncul sejenak menunjukkan angka progres yang bertambah.

Galang mengelus dagunya sambil menatap kepergian mahasiswa-mahasiswa itu.

"Ternyata begitu cara mainnya sistem," batin Galang sambil tersenyum licik.

"Syarat bayar seikhlasnya ini adalah jebakan psikologis."

"Efek magis dari sup ini memanipulasi emosi pelanggan menjadi sangat damai dan dipenuhi rasa bersyukur."

"Orang yang sedang merasa damai dan bersyukur tidak akan tega membayar murah."

Dugaan Galang terbukti benar seratus persen.

Menjelang jam sepuluh pagi, Bima dan teman-temannya ternyata menceritakan pengalaman ajaib mereka ke grup angkatan.

Informasi tentang sup ayam yang bisa menghilangkan stres skripsi menyebar bagai api tertiup angin di kalangan mahasiswa akhir.

Kerumunan mahasiswa mulai berbondong-bondong mendatangi gerobak Galang.

"Bang, pesan satu porsi makan sini!"

"Saya dua porsi Bang, kuahnya dibanyakin ya buat obat pusing habis dimarahin dosen!"

Suasana di sekitar gerbang belakang kampus mendadak riuh oleh antrean pelanggan.

Galang dengan cekatan meracik pesanan demi pesanan tanpa henti.

Trak klak trak.

Suara sendok dan mangkuk yang beradu menjadi melodi indah di telinga Galang.

Setiap mahasiswa yang selesai makan pasti akan menunjukkan reaksi yang sama.

Ada yang menitikkan air mata karena tiba-tiba merindukan masakan ibunya di kampung halaman.

Ada yang tiba-tiba bersemangat kembali untuk mengerjakan tugas yang menumpuk.

Dan yang paling penting, tidak ada satu pun dari mereka yang membayar dengan uang receh.

Semuanya membayar di atas rata-rata harga makanan kampus, mulai dari dua puluh ribu hingga lima puluh ribu rupiah per mangkuk.

Bahkan ada seorang mahasiswi kedokteran yang menangis tersedu-sedu setelah makan dan meninggalkan uang seratus ribu di meja.

"Mas, terima kasih sudah menyelamatkan mental saya hari ini," ucap mahasiswi itu sebelum berlari masuk ke kampus.

DING.

[Progres Penjualan: 85/200 porsi.]

Galang terus melayani antrean yang seolah tidak ada habisnya itu dengan senyum yang tidak pernah pudar.

Kekhawatirannya tentang rugi bandar akibat aturan sistem benar-benar tidak terbukti.

Justru dengan konsep bayar seikhlasnya, ia bisa mendapatkan keuntungan dua kali lipat lebih banyak dari harga normal.

Jam di ponselnya menunjukkan pukul dua siang.

Matahari bersinar cukup terik membuat peluh menetes deras dari dahi Galang.

Panci raksasanya di dalam dimensi penyimpanan sudah mulai menyusut kuahnya.

"Ayo Galang, tinggal sedikit lagi dan pisau legendaris itu akan jadi milikmu," gumam Galang menyemangati dirinya.

Tiba-tiba, sebuah mobil SUV mewah berwarna hitam berhenti tepat di belakang antrean mahasiswa.

Kaca jendela mobil itu turun perlahan menampilkan wajah seorang pria paruh baya berkacamata hitam.

Pria itu menatap jijik ke arah gerobak Galang dan mahasiswa yang sedang makan di trotoar.

"Sopir, turun dan beli satu porsi makanan sampah itu," perintah pria di dalam mobil dengan nada arogan.

"Saya mau membuktikan apa benar makanan jalanan ini lebih enak dari masakan restoran bintang lima milik saya."

1
Wega Luna
ada loh nasi goreng 6000 an kalo GK salah di daerah Kediri atau Tulungagung ,,, asli pengen beli tapi karena kemarin bus pariwisata ku GK bisa menepi jadi cuma lihat dari jendela bus ,kalo ada waktu luang saya mau kesana lagi pake mobil pribadi ,,, sebagai pecinta kuliner nasi goreng saya penasaran rasanya dengan harga tersebut
ZAHRANI: waaaah info yang menarik kak👍
total 1 replies
Dhewa Shaied
lanjut thor
Khalita Aazahra
lanjut
Wega Luna
perlu dicoba tuh ,,,aku suka daging bekicot yg disalah itu waktu hamil dulu bisa habis 10 tusuk langsung makan , berarti nasi goreng ala seafood yh
Nissa Safira: Bener juga sih... ayam lebih mahal dari bekicot 🤣 Oke deal, nanti kalau Galang bagi resep Nasi Goreng Bekicot aku share di sini. Mbak yang pertama cobain di rumah ya, kabarin kalau bocil-bocil pada ketagihan🤣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!