Asyifa adalah seorang gadis yatim piatu yang hidup bertiga dengan kedua adiknya. Sebagai anak sulung, dia bertanggung jawab membesarkan kedua adiknya, setelah ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan hebat saat pulang dari berjualan.
Suatu hari dia terlibat skandal dengan teman satu kelasnya, teman yang juga dia kagumi dalam diam.
Sebab skandal tersebut, dia harus kehilangan beasiswa dan menuntutnya untuk keluar dari sekolah favorit tersebut.
5 tahun kemudian, dia dipertemukan dengan teman sekelasnya dengan kondisi yang berbeda.
Tetapi cinta yang dulu pernah singgah... ternyata masih tetap menetap tanpa bisa terungkap.
Bagaimana kisah selanjutnya...
selamat membaca guys... semoga kalian terhibur...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
WAKTU YANG TERSISA
Lampu indikator telah mati 1 bulan yang lalu, tubuh lemah seorang kakak dari dua adik itu telah di pindahkan ke ruang ICU.
Nit nit nit nit...
suara dari mesin Elektrokardiogram terdengar stabil, tetapi entah mengapa hinggak detik ini belum ada pergerakan dari pasien.
" Arka... Bagaimana kondisi istrimu" suara lembut membuyarkan lamunan Arka.
Deg!!!
" Luna..." suara lirih dari Arka terdengar.
"Seperti yang kamu lihat" Arka menjawab dengan singkat.
"Aku berdoa semoga istrimu lekas sembuh" kata Luna.
" Kamu harus kuat ya..." lanjut Luna.
" Aku akan ikut om Yamka menghadiri sidang hari ini... Semoga pelaku di hukum dengan berat." kata Luna kembali menguatkan Yamka.
" Luna..."
" Arka"
Mereka bersamaan memanggil, rasa yang tertinggal masih kuat berada di hati dua insan yang pernah merasakan jatuh cinta itu.
Cinta yang harus terputus bukan karena benci, tetapi karena takdir yang harus mereka lalui.
" Terimakasih... " kata Arka mendahului.
" Sama2 Arka... Kalau kamu membutuhkanku... Aku selalu siap." Luna membalas ucapan Arka dengan menggenggam lengan sang mantan.
" Bahkan aku siap membantumu dalam hal apapun Arka... Rasa ini tidak pernah berubah. " kembali Luna berbicara mengingatkan Arka betapa dalam cinta mereka tetapi tidak pernah bisa bersama.
" Aku masih memiliki Istri Luna, meskipun aku masih sangat mencintaimu, tetapi... Aku tidak akan pernah meninggalkan istriku selama dia masih bernafas..." jawab Arka dan mendapat anggukan dari Luna.
Luna keluar dari ruangan itu dan bergabung dengan Yamka juga Nadia, untuk menghadiri sidang perdana percobaan pembunuhan terhadap Asyifa.
" Asyifa... Kamu tahu... Sudah satu bulan kamu berada di sini, di ruangan yang penuh dengan alat alat yang selalu membuatku takut. Bangunlah Fa... Apakah kamu tudak lelah memejamkan mata?" Arka terus menstimulasi pergerakan Asyifa sesuai anjuran dokter.
" Bangunlah Fa... Jangan lama lama kamu menikmati tidurmu... Aku janji akan mengabulkan semua permintaanmu jika kamu mau membuka mata. Bangunlah Fa... Aku membutuhkanmu..." Arka melanjutkan bicara dan sesekali mengecup bibir istrinya.
" Apa yang membuatmu enggan membuka mata Fa.... Adik adikmu sangat terluka melihat me terbaring tak berdaya, kamu tahu Fa... Aku merindukanmu..." Arka terus berbicara pada istrinya.
Lalu dia berdiri dan meninggalkan Asyifa untuk memgambil air minum.
Saat Arka pergi... kedua mata Asyifa mengeluarkan air mata, jari tangan dan kakinya bergerak.
Asyifa merespon semua yang dia dengar, termasuk percakapan Arka dan Luna, tetapi... Mata yang selalu redup itu seakan enggan terbuka.
Arka kembali duduk di sisi istrinya, lalu... Dia melihat bekas lelehan air mata.
" Kamu menangis... Apa yang membuatmu enggan membuka mata Fa... Kasihan Radit dan Bayu... Mereka merindukan kamu dan seakan kehilangan arah..." Arka kembali berbicara.
"Permisi Pak Arka, kami datang untuk mengganti cairan infus" perawat datang dan Arka melangkah keluar untuk memberi mereka ruang.
Arka duduk termenung seorang diri, meraba apa yang ada di hati.
Asyifa koma sudah 1 bulan, dan dalam 1 bulan... Dia berteman dengan sepi tanpa istri.
Kedua orang tuanya, adik adiknya, kedua iparnya... silih berganti menemaninya tetapi tetap dia sendiri menyelam dalam sepi.
Kehadiran Luna beberapa hari ini sedikit membuka rongga yang sesak, tetapi tetap kesadaran istri harapan utamanya.
" Aku merindukanmu Syifa.... Aku merindukan setiap sentuhanmu... lembutmu dan... Manisnya perhatianmu..." ungkap Arka dalam hati.
Dua perawat tampak keluar dan berpamitan pada Arka, diapun segera masuk ke ruangan lagi untuk menemani istrinya.
"Hai Syifa... Aku sudah berjanji menuruti semua permintaanmu, kamu ingin melihat sakura bukan?? ayoo, buka matamu, pulihkan badanmu... Kita berangkat melihat sakura yang sebentar lagi mekar. Sadarlah Syifa... Kasihan adik adik... Mereka sangat bersedih melihatmu. " Arka mengenggam erat telapak tangan istrinya, sesekali menciumnya.
Arka merasakan pergerakan... Perlahan... Jari jari lembut itu menampakkan respon. Arka tersadar dan langsung memencet tombol emergency.
Dokter dan perawat jaga langsung datang untuk memeriksa. Pupil mata bergerak, dokter terus memberikan stimulasi dan Asyifa terus menunjukkan respon positif.
Perlahan... mata bening itu terbuka, tertutup dan terbuka lagi. Agaknya... Mata indah itu belum menyesuaikan cahaya silau dari lampu.
Hingga mata itu tetap berkedip perlahan lahan... Hingga akhirnya terbuka sempurna.
Mata yang lebih dari satu bulan tertutup... Akhirnya terbuka dengan sempurna. Menatap sekelilingnya... Dan berusaha mengingat apa yang sudah terjadi.
Arka yang melihat Asyifa membuka mata, tampak sangat bahagia, dokter bernafas dengan lega. Masa kritis itu telah terlewati.
Tubuh ringkih dan lemah itu telah di pindahkan ke ruang perawatan, belum ada satu katapun keluar meski hanya sekedar menyapa suaminya. Hanya sesekali tatapan kesedihan, kekecewaan dan... Luka, yang terlihat di mata perempuan berkulit sawo matang tersebut.
Arka tidak ingin berbicara apapun... Dia membiarkan Asyifa tenang dan beristirahat. Sesekali membelai pipi istrinya dan mengecup keningnya.
" Lekas sembuh Fa..." kata Arka...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih suport dan dukungannya ya teman teman... Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa
skrg saat syifa sdh mnyerah dgnmu.... km bru merasa syifa adalah hidupmu....
km bilang sangat mncintai luna.... bhkn cinta untuk luna sdh mengakar kuat di hatimu.... tpi km brsikeras ingin tetap mnjadi suami syifa....🙄🙄
sedangkn arka.... tetap trjebak dgn yg konon cinta hnya untuk luna...
jgn iri dgn ayifa krna mnikah dgn arka....
wloupun arka mnjadi suaminya.... tak ada cinta untuk syifa...
cinta arka hnya untuk luna seorang,yumna....
jdi stop jgn km trlalu dlm mmbnci syifa... hingga km khilangan akal sehatmu...