Indonesia
NovelToon NovelToon
Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bonggiw01

Aku Assasin Terkuat yang tak terkalahkan, bahkan setelah menjadi seorang kakek tua, tidak ada yang bisa membunuh ku.
"Hidup ku bosan. aku harap... aku bisa bertemu dengan musuh yang lebih kuat dari ku..."
Tenyata keinginan ku Terkabul!

Setelah aku mati oleh serangan jantung, Aku di hidup kan kembali di dunia Murim... di dunia yang banyak sekali Petarung yang sangat kuat.

ini perjalanan ku sebagai Assasin Terkuat di dunia modern, sekarang hidup di dunia murim.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17.

Kereta kuda berguncang perlahan di jalan berbatu yang menurun menuju kota Ciangsa. 

Di pojok paling belakang, Ryan duduk dengan tenang. 

Jubah hitamnya menutupi hampir seluruh tubuh. 

Di dalam kereta kuda itu, ada dua pria tua beruban, dua pendekar yang membawa pedang panjang di pinggang mereka, serta seorang ibu dengan dua anak remaja yang tampak kelelahan. 

Ryan bersandar, kedua matanya setengah terpejam. ‘Aku sudah mengirim pesan melalui gagak bayangan pada Bella dan Luna. Seharusnya mereka sudah menerima kabar bahwa aku baik-baik saja. Aku sudah menjelaskan rencana ku pada mereka, Dengan begitu, mereka tidak akan khawatir'

“Kita harus tetap berhati-hati. Kultus Iblis… mereka sudah bergerak lagi.” Ucap salah satu pendekar.

Pendekar satunya mengangguk, “Benar. Kudengar mereka menghancurkan cabang Clan Taring Naga hanya dalam satu malam. Tak ada yang bisa menandingi kekuatan itu.”

Percakapan mereka membuat ibu dan anak kecil itu ketakutan.

“Tenanglah,” sahut salah satu pria tua. “Selama kita menuju kota Ciangsa, kita aman. Kota itu rumah bagi para clan besar. Tidak ada satu pun anggota Kultus Iblis yang cukup gila untuk menyerang ke sana.”

Pria tua lain menimpali, “Benar. Ciangsa adalah benteng paling kuat di wilayah barat. Setiap langkah di sana diawasi ahli-ahli pedang. Tak ada tempat lebih aman selain itu.”

Namun salah satu pendekar mendengus, matanya menatap tajam ke luar jendela. “Kalian salah, Pak Tua. Kudengar Aliansi Pedang Tujuh Langit sudah mulai membangun kota baru. Mereka mengalihkan kekuatan dari kota Ciangsa. Itu artinya… Ciangsa sudah bukan yang terkuat lagi.”

“Ya,” kata pendekar satunya. “Aliansi sedang mempersiapkan sesuatu. Mereka mungkin bersiap untuk perang besar… dan itu berarti kita semua tidak akan pernah benar-benar aman.”

Percakapan itu berlanjut, semakin berat, namun Ryan hanya duduk diam sambil mendengarkan. 

‘Aliansi Pedang Tujuh Langit membangun kota baru? Apa tujuan mereka? Menarik… aku harus mencari informasi lebih dalam soal ini.’

Kereta terus berderak maju.

Namun saat mereka melewati jalan sempit di tepi tebing, suasana tiba-tiba berubah mencekam. 

Dari balik bebatuan, sekelompok pria berpenutup wajah muncul.

“BERHENTI!!!” teriak seorang pemimpin dari atas kudanya.

Kuda-kuda meringkik panik, kereta berguncang keras hingga hampir terbalik. 

“Sial! Baru saja kita membicarakan nya! Mereka pasti Kultus Iblis! Mereka datang ke sini!” salah satu pendekar berseru.

“Celaka! Mereka sudah menunggu kita di sini! Kita harus melawan mereka!” sahut pendekar lain, tangannya gemetar di gagang pedang.

“Tak mungkin… jumlah mereka terlalu banyak. Kita tidak bisa melawan!”

“Tidak ada cara lain… kita harus menyerah!” akhirnya, kedua pendekar itu turun dengan wajah penuh ketakutan, meletakkan pedang mereka di tanah.

Ryan pun turun dengan langkah santai, matanya menatap kelompok itu dengan dingin.

Pemimpin bandit itu menghunus pedangnya dan berteriak lantang, “Dengar semua! Kami adalah pasukan Kultus Iblis! Kami yang membantai Clan Taring Naga dalam semalam!”

Puluhan orang di belakangnya mengangkat pedang sambil bersorak. 

‘Cih... Para bandit rendahan ingin memanfaatkan nama Kultus Iblis untuk menakut-nakuti orang lain? Benar-benar memiliki nyali yang besar.’

“T-Tuan… ampunilah kami,” kata kusir dengan suara bergetar. “Kami hanya ingin lewat… kami mohon, jangan bunuh kami!”

"Hahaha..." Pemimpin bandit tertawa terbahak-bahak. “Kalau ingin hidup... serahkan semua harta yang kalian punya!! Cepat kumpulkan!”

Para penumpang tak punya pilihan. 

Dengan tangan gemetar, mereka menyerahkan kantong emas, perhiasan, bahkan pedang mereka. Semua dilemparkan ke kaki para bandit.

Namun belum puas, salah satu bawahan bandit mendekat, menatap sang ibu dan anaknya dengan tatapan bejat. “Bos… lihat. Perempuan itu cantik, anak-anaknya juga sehat. Kalau kita jual, harga mereka pasti mahal!”

Sang ibu terisak, memeluk kedua anaknya erat-erat. “Tolong… jangan libatkan anak-anakku. Aku mohon… ambil saja hartaku, tapi jangan mereka…”

Pemimpin bandit menyeringai, menunduk menatap wajah sang ibu dengan keji. “Hm… wajahmu cantik, tubuhmu masih segar. Anak-anakmu juga bagus untuk dijual. Ya… ikat mereka! Malam ini… kita akan bersenang-senang.”

“Yeahhh!!” teriak para bandit. “Ini benar-benar hari yang indah!”

Salah satu dari mereka mendekat sambil menghunus pedangnya. “Ayo jalan, atau kutebas lehermu!”

Tangan kasar mulai meraih sang ibu dan anak-anaknya. 

"Tidak...! Aku mohon! Jangan!"

Tangisan pecah, tubuh mereka bergetar ketakutan. 

Semua penumpang hanya bisa menunduk, tak berani melawan. 

Para pendekar yang seharusnya melindungi, justru ketakutan tak berdaya.

Ryan berdiri di sana, dan menatap dingin para bandit itu.

“Berhenti.” Suara Ryan terdengar datar. “Kalian dari Kultus Iblis, benar?”

Pemimpin bandit itu melotot. “Apa-apaan kau?! Apa kau ingin mati, bocah ?! Benar! Kami dari Kultus Iblis! Kami yang menghancurkan Cabang Clan Taring Naga!" bentaknya dari atas kuda, suaranya dipenuhi kemarahan.

Ryan tetap berjalan tanpa tergesa. “Aku hanya ingin memastikan… apakah benar anggota Kultus Iblis itu sekuat yang dibicarakan orang-orang?"

Para bandit saling melirik, sebagian terbahak, sebagian lagi menatap heran. 

“Hahaha! Sepertinya ada orang yang merasa jagoan! Kau ingin menghadapi ajalmu lebih cepat, hah?!” ejek pemimpin bandit.

Namun Ryan tidak menanggapi mereka. Ia menoleh pada para penumpang kereta.

“Dengarkan aku. Jika aku membunuh para bajingan ini, aku akan mengambil semua harta yang kalian serahkan pada mereka. Apa kalian keberatan?”

Semua penumpang terdiam sesaat, lalu salah satu pria tua menjawab lirih, “Ambillah… setelah kami serahkan barusan, itu bukan milik kami lagi.”

“Benar,” timpal pria tua lain. “Kami tidak peduli.”

“Kami pun tidak keberatan,” tambah salah seorang pendekar muda dengan nada serius.

Ryan menyeringai tipis. “Bagus. Kalau begitu… aku akan bunuh para anggota Kultus Iblis ini.”

Pemimpin bandit memerah padam, urat lehernya menegang. “BAJINGAN! Apa kau pikir bisa mengalahkan kami?! Apa kau tidak paham?! Kami lah yang membantai Clan Taring Naga dalam semalam! Di mata kami, Kau hanyalah serangga!" Ia melirik ke arah para bawahan nya. "Bunuh dia! Hancurkan dia!!”

"UURRRRRRRAAAAAA!!"

Puluhan bandit berteriak serempak dan langsung menyerbu Ryan.

Pedang-pedang berkilat di udara, menusuk dan menebas dari berbagai arah.

WUUSHH! WUUSHH!

Dua pedang menghujam dari kanan dan kiri.

Namun...

TAK! BUAK! BRAAAK!

Ryan menepis serangan pertama dengan telapak tangan, memutar tubuhnya, lalu menghantam wajah salah satu bandit hingga gigi dan darah muncrat.

WUUSHH!

Tiga pedang menyusul dari arah belakang.

DUAK! BUAK! BRAAAK!

Ryan berbalik cepat, menghantam ulu hati lawan dengan siku, menendang lutut musuh lainnya hingga patah, lalu menghantam kepala bandit ketiga hingga tengkoraknya pecah.

Puluhan bandit terus menerjang, mata mereka dipenuhi kebencian. 

Namun bagi Ryan, mereka hanyalah domba-domba bodoh yang berlari ke jurang.

BUAK! DUAK! BRAAAK!

Tinju Ryan menghantam dada, membuat tulang rusuk hancur. 

BUAK!

Satu tendangan menghantam wajah, memelintir leher korban hingga mati seketika. 

BRAAK!

Ia menginjak leher seorang bandit lain dengan kekuatan penuh, suara retakan tulang bergema.

BUAK!

Tendangannya menghantam perut salah satu bandit, organ dalamnya remuk hingga muntah darah keluar dari mulut.

DUAK!

Dengan gerakan cepat, ia meraih kepala musuh dan memelintirnya. Leher patah, tubuh jatuh tidak bergerak.

Dalam hitungan detik, dua puluh bandit terkapar tak bernyawa. 

Darah mengalir deras di tanah berbatu, udara penuh bau besi dan kematian.

Semua penumpang terdiam, wajah mereka pucat. 

Mereka tidak percaya apa yang baru saja mereka saksikan.

seorang pemuda sendirian membantai puluhan Anggota Kultus Iblis bersenjata dengan tangan kosong.

Ryan menepuk tangannya, lalu berjalan ke arah tumpukan kotak emas yang dikumpulkan sebelumnya. 

“Aku akan mengambil semua ini,” ucapnya dingin.

Setelah itu, ia menghampiri sang ibu dan kedua anaknya yang masih ketakutan. 

“Kalian bebas sekarang.”

Wanita itu menatap Ryan dengan mata berkaca-kaca. “Te-terima kasih, tuan…”

“Luar biasa, anak muda! Kau benar-benar kuat! Dari clan mana kau berasal?”

“Benar! Kau bahkan mengalahkan mereka tanpa senjata! Tak pernah kulihat hal seperti ini!”

“Kau pasti pendekar hebat. Sungguh, kita sangat beruntung kau ada di dalam kereta ini!”

'Sial.. aku tidak terbiasa si puji seperti ini! Apa yang harus aku katakan pada mereka?' pikir nya sambil menggaruk kepala.

1
Endi Tu Endy
dari awal lagi kah
Terserah
gass thor 🍻
V.MaryGrace
lanjut thorr
Terserah
ninggalin jejak dulu
Ed Troivan
update terus💪👍
The Rizki: kenalan yuk
total 1 replies
Ed Troivan
Lumayan ceritanya thorku 💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
xebeck D ron
awal lagi nih?
ZAHRANI
keren mantap jiwa thor👍👍
Heroik gg
katanya season 2 bang kok balik season 1
Anonim
👍
Betesyon Betesyon
ini cerita nya di mulai dari awal lagi kah?
RR
lagi pindahan atau lagi tes ombak nih bang😁, semangat terus pokonya dahh
ZAHRANI: bang jangan sampek hiatus😭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!