Indonesia
NovelToon NovelToon
Terbelenggu Dendam

Terbelenggu Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: syitahfadilah

Kebebasan dari balik jeruji ternyata bukanlah akhir dari hukuman. Setelah bertahun-tahun mendekam di penjara, Indri berharap dapat memulai hidup yang baru. Namun, dosa masa lalu yang telah menghancurkan kehidupan seseorang membuatnya menjadi sasaran balas dendam.

Di balik kepulangannya, Evan telah menyiapkan sebuah permainan yang dirancang dengan sempurna. Bukan untuk membunuh Indri, melainkan membuat wanita itu merasakan penderitaan yang jauh lebih menyakitkan daripada kematian. Sedikit demi sedikit, kehidupan Indri direnggut—harga dirinya, kebebasannya, hingga harapan untuk hidup bahagia.

Namun, semakin jauh Evan melangkah menjalankan rencana balas dendamnya, semakin dalam pula ia terjebak dalam perasaan yang tak pernah ia duga.

Lantas... Akankah Indri berhasil terbebas dari belenggu dendam yang mengikat hidupnya? Ataukah justru Evan yang akan terperangkap dalam rasa yang sama beracunnya dengan kebencian yang selama ini ia pelihara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Riko menoleh. "Bu Indri?"

Indri tidak langsung menjawab. Kepalanya terasa sangat ringan. Pandangan di depannya mulai berkunang-kunang. Suara orang-orang di sekitar terdengar semakin jauh.

Ia mencoba berpegangan pada meja yang berada di dekatnya.

"Riko..." Suara Indri sangat pelan.

Riko langsung mendekat. "Ibu kenapa?"

Indri menggeleng. "Entah... kepalaku..." Kalimat itu belum selesai ketika tubuhnya tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Dokumen yang berada di tangannya jatuh berserakan.

"Bu Indri!" Riko dengan sigap menangkap tubuh Indri sebelum wanita itu benar-benar terjatuh ke lantai. Namun Indri sudah tidak sadarkan diri. Wajahnya pucat. Matanya tertutup.

Riko panik. "Bu Indri!" Ia menepuk pelan pipi Indri, tapi tidak ada respons.

Beberapa karyawan yang berada di sekitar lobi langsung menoleh.

Riko berdiri sambil menopang tubuh Indri. "Tolong!"

Suaranya terdengar keras. "Pak! Tolong panggil petugas medis!"

Beberapa orang langsung berlari mendekat.

"Bu Indri pingsan! Hubungi rumah sakit!"

Riko menoleh kepada salah satu karyawan. "Segera siapkan kendaraan!"

"Iya, Pak!"

Riko kembali memperhatikan Indri. "Bu Indri, ibu dengar saya?"

Tidak ada jawaban. Wajah Riko semakin panik. Ia tidak tahu apa yang terjadi. Beberapa hari terakhir Indri memang sering mengeluh pusing dan mual. Namun Riko tidak pernah menyangka kondisinya akan sampai seperti ini.

"Tolong bertahan..." Suara Riko bergetar.

Di lantai atas, Rio baru saja selesai berbicara dengan salah satu anggota tim proyek ketika mendengar keributan dari arah lobi.

Ia menoleh. "Ada apa?"

Tidak ada yang langsung menjawab. Suara orang-orang terdengar samar dari bawah.

Rio segera berjalan menuju lift.

Begitu pintu lift terbuka di lantai dasar, ia langsung melihat kerumunan. Langkahnya terhenti. Di tengah kerumunan itu, Riko sedang menopang Indri yang tidak sadarkan diri.

Ekspresi Rio berubah. "Indri?" Ia langsung berjalan cepat menghampiri. "Apa yang terjadi?"

Riko menoleh. "Ibu Indri tiba-tiba pingsan."

"Sudah berapa lama?"

"Baru beberapa menit."

Rio melihat kondisi Indri. Wajahnya pucat. "Rumah sakit sudah dihubungi?"

Riko mengangguk. "Sedang disiapkan kendaraan."

Mereka kemudian membantu membawa Indri menuju kendaraan. Beberapa karyawan membuka jalan.

Riko masih terlihat cemas. "Bu Indri, tolong sadar."

Rio memperhatikan Riko. Untuk sesaat, ia tidak mengatakan apa-apa.

Setelah membaringkan tubuh Indri di kursi belakang, Riko masuk lebih dahulu. Rio pun ikut masuk setelahnya.

Sepanjang perjalanan, Riko terus memperhatikan Indri. "Bu Indri..."

Ia menggenggam tangan Indri dengan hati-hati. "Tolong sadar, Bu."

Rio yang duduk di kursi depan samping supir, tatapannya sesekali beralih kepada Indri, kemudian kepada Riko. Ia teringat bagaimana selama beberapa hari terakhir Riko semakin dekat dengan wanita tersebut. Namun kali ini tidak ada ruang untuk memikirkan hal lain. Yang terpenting adalah kondisi Indri.

"Sudah hubungi keluarganya?" tanya Rio.

Riko menggeleng. "Saya belum sempat."

"Kalau begitu, biar saya yang hubungi." Rio mengambil ponsel.

Ia menghubungi Haris dan memberi tahu keadaan Indri.

Sesampainya di rumah sakit, petugas medis segera membawa Indri masuk.

Riko turun dari kendaraan dengan wajah tegang. Rio berdiri beberapa langkah di belakangnya. Untuk pertama kalinya, wajah tenang pria itu terlihat sedikit berubah. Ia menatap pintu ruang pemeriksaan. Kemudian melihat Riko yang mondar-mandir dengan gelisah.

"Tenang."

Riko menoleh. "Saya khawatir."

"Saya tahu."

Mereka kemudian sama-sama diam. Tidak lama kemudian, Haris datang dengan tergesa-gesa.

"Indri di mana?"

Riko langsung menjawab. "Masih diperiksa dokter, Pak."

Haris menatap pintu ruang pemeriksaan. "Apa yang terjadi?"

Riko menjelaskan. "Tadi Bu Indri tiba-tiba pingsan di lobi."

Haris mengusap wajah. "Sejak beberapa hari terakhir dia memang sering merasa tidak enak badan."

Rio yang mendengar itu langsung menoleh. "Sudah berapa lama?"

"Beberapa hari." Haris menghela napas. "Dia menganggap hanya kelelahan."

Rio terdiam. Kata-kata itu membuat pikirannya kembali tertuju kepada pesan yang baru saja ia kirim beberapa waktu lalu.

Indri beberapa kali terlihat mual dan pusing. Sekarang wanita itu bahkan sampai pingsan.

Rio menatap pintu ruang pemeriksaan. Ada sesuatu yang membuat firasatnya semakin tidak nyaman.

Beberapa saat kemudian, dokter keluar. Haris langsung menghampiri.

"Dok, bagaimana keadaan anak saya?"

Dokter tersenyum menenangkan. "Untuk sementara kondisinya stabil."

Haris menghela napas lega. "Syukurlah."

"Bu Indri kemungkinan mengalami kelelahan dan tekanan fisik. Kami masih perlu melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pastinya."

Riko bertanya, "Apakah kondisinya serius, Dok?"

"Belum bisa kami simpulkan sebelum pemeriksaan selesai."

Haris mengangguk. "Kami mengerti."

Dokter kemudian kembali masuk.

Riko duduk. Tangannya masih terlihat tegang. Rio berdiri tidak jauh darinya. Namun pikirannya tidak berhenti bekerja. Ada terlalu banyak hal yang terjadi setelah kepergian Evan. Indri yang terus mengalami mual dan pusing. Bahkan sekarang sampai pingsan.

Dan semua itu terjadi ketika wanita tersebut sedang berusaha kembali menjalani hidupnya. Rio kembali mengambil ponsel. Ia menatap layar beberapa saat. Untuk pertama kalinya, jarinya berhenti sebelum mengetik. Ia tidak langsung mengirim pesan.

Tatapannya tertuju kepada pintu ruang pemeriksaan. Kemudian ia menyimpan kembali ponselnya.

Untuk saat ini, ada hal yang lebih penting. Kondisi Indri.

Namun di dalam hati, Rio semakin yakin bahwa sesuatu yang besar sedang terjadi. Dan cepat atau lambat, ia harus menemukan jawabannya.

***

1
ken darsihk
Belum up thorr
ken darsihk: ooh 🙏
Sehat selalu untuk author nya
total 2 replies
Eva Karmita
pengen banget pites kepala nya Rio ...tega amat ngk ngasih tau kehamilan Indri ke Evan 😏😤 ... astagaa bikin emosi aja ini anak manusia satu 😩
Eva Karmita
RioRiooooo... kenapa kamu sembunyikan kehamilan Indri 😏😤 harus nya kamu kasih tau Evan terserah kedepannya Evan mau bagaimana mau tanggung jawab atau lari dari kenyataan... jangan sampai kamu di salah kan kalau Indri mulai membuka hati untuk Riko..
Aditya hp/ bunda Lia
jangan jadi pengacau kamu Evan
ken darsihk
Akhir nya perasaan yng terpendam dari Evan menyeruak juga keluar
ken darsihk
sesungguh nya mereka saling mencintai Evan Indri , tapi mereka menyembunyikan dengan baik
Aditya hp/ bunda Lia
cepat kuatkan pilihanmu Van jangan sampe nanti pas lagi ijab kamu datang mengacau ... 🤭
ken darsihk
Evan pasti akan shick shack shock ketika dia tahu , Indri lah yng menginginkan kamu tiada
ken darsihk: iya bun 🤣🤣🤣
total 6 replies
ken darsihk
Thanks author spillan nya tentang Cinta 👍👍🩵
ken darsihk
Dan ketika Evan tau kematian nya atas ulah nya Indri juga , apa Evan bisa memaafkan Indri
Eva Karmita
kasih vote untuk emak ...siapa tau emak berbaik hati buat Evan balik kampung 😂😂

Evan sudah saatnya kamu keluar dari persembunyian hadapi dengan jentel ..jgn jadi banci kau ..,, selesai masalah mu dgn Indri jgn buat kesalahan lagi kasihan calon anakmu Van nanti tumbuh tanpa sosok mu , jgn sampai kamu menyesal Indri jadi milik Royco...
Aditya hp/ bunda Lia: Iya tuh Royco jamur 😂😂😂
total 4 replies
Eva Karmita
Riko sebenarnya kamu siapa ...tiba" hadir di kehidupan Indri dan mencoba masuk apa tujuan mu Riko tidak mungkin kan kamu langsung suka sama Indri dan mau bertanggungjawab 🤔🤔
ken darsihk
kupersembahkan secangkir kopi thor , untuk penjelasan nya 🤭🤭
Nurlinda: 😄😄😄😄😄🙏🙏🙏
total 1 replies
ken darsihk
Ada sesuatu yng tersembunyi kah dibalik kebaikan nya Riko ke Indri
ken darsihk
Gagal paham sama Cinta dia begitu baik , bukan nya Cinta hanya saudara tiri yak
Belum pernah di bahas deh thor hubungan Cinta dan Indri 🩵
ken darsihk: Yesss tengkyuuu thor
total 4 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Riko ini beneran tulus apa ada sesuatu ada udang di balik bakwan gitu 🤭
jujur ajah masih teka teki sama Riko dia itu emang cinta sama Indri atau ada maksud lain 🤔
Aditya hp/ bunda Lia: 🤷🤷🤷🤷🤷
total 4 replies
Eva Karmita
semangat Indri 🔥💪🥰
ken darsihk
Poor Indri 🤗🤗
Aditya hp/ bunda Lia
akhirnya bukan cuma pak Haris yang tau cerita Indri dan Evan ... cinta dan Vano juga
Aditya hp/ bunda Lia
dan saat semua membaik Rio mendapat bukti kalo Indri yang menyuruh orang buat sabotase mobil evan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!