Indonesia
NovelToon NovelToon
KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

🏆JUARA 2 YAAW PERIODE 1 TAHUN 2026.🏆

Anindya Maheswari, menikah dengan Raditya Wicaksono tanpa restu dari orang tua Radit karena Anindya hanya seorang yatim piatu dan besar di panti asuhan.

Cinta tulus dari Radit membuat Anindya bertahan, berjuang bersama, banting tulang, memeras otak dan keringat. Memulai segalanya dari nol hingga akhirnya sukses.

Namun, siapa sangka setelah sukses Radit malah berkhianat? Menjalin hubungan dengan gadis yang lebih muda, memiliki seorang anak, dan bahkan selingkuhan itu sedang hamil lagi.

Membawa amarahnya yang membara, Anindya bertekad mengembalikan Radit dan keluarga nya ke keadaan semula.

“Kamu lupa satu hal. Jika aku bisa membuatmu sukses, aku juga bisa membuatnu hancur!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

.

 

Anindya mengangkat wajahnya, menatap lurus ke arah Raditya dengan raut sendu, seolah ia benar-benar sedih melihat  apa yang baru saja terjadi pada suaminya Itu.

"Sebenarnya juga ingin membantumu," ucap Anindya pelan dengan mata berkaca-kaca. "Tapi bohong…!" lanjutnya sambil terkikik geli, membuat Raditya spontan mengetatkan rahang. 

"Apa kamu tidak bisa melihat situasi yang ada di depan mata?" tanyanya dengan nada mengejek. Ia sudah tak lagi menahan diri untuk melawan Raditya secara terang-terangan. "Semuanya sudah terjadi, dan keadaan ini sudah tidak bisa diubah lagi. Kamu yang sudah merusak semuanya dengan tanganmu sendiri. Aku tidak mau menolongmu. Kamu harus mulai belajar menerima kenyataan pahit ini, dan carilah solusinya dengan kekuatanmu sendiri."

"Sayang... tolonglah..." pinta Raditya lagi dengan suara parau dan wajah yang benar-benar memelas. Ia sama sekali tidak percaya bahwa wanita yang selama bertahun-tahun selalu ada membantunya kini berani menolaknya begitu saja. 

Namun, harapan itu hancur seketika saat Anindya perlahan berdiri tegak dengan dua tangan bersilang di depan dada, menatap dirinya dengan tatapan datar, dingin, dan tajam. 

Anindya melangkah mendekat, lalu dengan santai menepuk-nepuk pelan bahu Raditya, persis seperti cara seseorang menghibur orang lain yang sudah kalah telak.

"Ayo... tunjukkan lagi rasa percaya dirimu seperti saat baru saja melangkah masuk ke ruangan ini tadi! Bukankah kamu sangat yakin berkata bahwa kamu akan mampu mengembalikan kejayaan RA Group? Nah, sekarang buktikan lah. Aku menunggu untuk memberimu ucapan selamat."

Setelah melontarkan kata-kata itu, Anindya melenggang dengan bahu yang sengaja menabrak bahu Raditya, pergi meninggalkan ruangan itu diiringi pandangan semua orang yang kini penuh kekaguman padanya. Meninggalkan Raditya yang terpaku kaku di tengah ruangan dengan wajah pucat pasi serta masa depan yang kini benar-benar gelap gulita.

 Kedua bahu Raditya perlahan luruh ke bawah seolah seluruh tulang penyangganya dicabut paksa. Kedua tangannya yang tadi terkepal kuat hingga buku jarinya memutih, kini terkulai lemas di samping tubuhnya. Kakinya tak lagi sanggup menahan beban tubuh dan beban rasa malu yang begitu berat, hingga akhirnya jatuh terduduk kembali ke kursinya. 

Di sampingnya, Darius sang asisten hanya bisa berdiri kaku dengan kepala tertunduk dalam. Kedua tangannya disatukan di depan perut, tak berani menatap wajah tuannya yang kini tampak hancur lebur. Bencana besar baru saja menimpa mereka, dan tak ada satu pun kata yang mampu diucapkannya untuk menenangkan keadaan.

''Bagaimana sekarang? Apa yang harus aku lakukan?!'' gumam Radit dalam hati. ''Kegagalan mendapatkan tender kali ini secara otomatis juga memutus aliran dana. Tak hanya itu, semua perusahaan di kota ini pasti akan menertawakan aku."

Rasa takut, malu, dan marah bercampur aduk menjadi satu, membuat kepalanya terasa begitu pening dan nyeri tak tertahankan. Pria itu mencengkeram rambut dengan kedua tangannya. Lelah…  frustasi! 

*

Sementara itu, di luar gedung suasana terasa sangat berbeda. Hari yang telah mulai sore membuat  udara tak lagi panas. Angin bertiup lembut menerpa wajah Anindya yang tengah melangkah santai menuju tempat mobilnya terparkir. Senyum tipis tak lepas dari bibirnya, bukan senyum kemenangan yang sombong, melainkan senyum lega seolah beban berat baru saja terangkat dari pundaknya.

Tanpa menoleh ke belakang lagi, Anindya masuk ke dalam mobil mewah yang sudah menunggunya, dan kendaraan itu pun segera melaju meninggalkan gedung tempat yang menjadi salah satu saksi wujud kehancuran Raditya.

*

Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai oleh Anindya berhenti tepat di depan sebuah gedung bertingkat yang megah dan berarsitektur modern. Itulah gedung yang beberapa bulan lalu ia sewa secara diam-diam untuk lokasi perusahaan barunya.

Anindya turun dan berdiri sejenak menatap bangunan itu dengan mata berbinar penuh harapan. Di dalam sana, segalanya sudah siap. Tenaga kerja profesional yang ia pilih sendiri, dan sebagian direkomendasikan oleh Adrian sudah menempati ruangan masing-masing, lengkap dengan peralatan dan fasilitas terbaik. Para investor yang percaya padanya, termasuk teman-teman lama, sudah menyuntikkan dana yang sangat besar, dan semuanya sudah mulai bergerak.

Semuanya sudah beres. Ia hanya tinggal melakukan peluncuran resmi dan membuka pintu perusahaan itu untuk umum.

 

Anindya melangkah melewati pintu kaca otomatis gedung megah itu. Suasana di dalamnya sangat tenang, rapi, dan berkelas. Begitu melihat dirinya datang, wajah-wajah yang tadinya serius bekerja seketika berubah cerah.  

Seorang resepsionis muda yang duduk di meja depan segera berdiri tegak dan menyapa.  

"Selamat sore, Ibu Anindya! Senang sekali melihat Ibu datang kembali," ucap wanita itu sopan.

"Selamat sore juga, Nisa." Anindya membalas senyuman itu tanpa menghentikan langkah kakinya. 

Belum jauh Anindya berjalan melewati lobi, beberapa staf yang sedang berjalan membawa berkas-berkas segera berhenti dan menundukkan badan memberi hormat.

"Selamat sore, Ibu Anindya!" sapa mereka serempak namun tetap sopan. 

"Selamat sore semuanya. Terima kasih atas kerja keras kalian. Pertahankan semangat itu ya," jawab Anindya sambil mengangguk kecil, matanya menyiratkan rasa bangga. 

Baru saja akan masuk ke dalam lift yang menuju ke lantai atas di mana ruangannya berada, seorang pria paruh baya datang menghampirinya. 

"Bu Anindya, kebetulan sekali Ibu datang. Saya baru saja mau mengirimkan laporan persiapan peralatan dan kerjasama awal. Semua kontrak dengan pemasok sudah kita amankan dan tanda tangani," lapor pria yang di dadanya bertuliskan nama 'Haris Prasetyo', dengan nada penuh semangat.

"Bagus sekali, Pak Haris. Kerja bagus. Simpan baik-baik berkasnya, nanti saya akan memeriksanya lebih teliti lagi," jawab Anindya puas. 

"Siap, Bu! Kami semua sudah berdiri di garis finis, tinggal menunggu aba-aba dari Ibu saja," sahut Pak Haris penuh keyakinan.

 Anindya tersenyum lega. Semua yang biasa rencanakan sudah siap. Hanya menunggu waktu yang tepat untuk membuka gorden. 

Anindya masuk ke dalam lift diiringi dengan tatapan kagum oleh para karyawan yang berpapasan dengannya. Mereka semua tahu siapa Anindya, dan betapa hebatnya nama itu di dunia bisnis, juga berita tentang pengkhianatan yang ia terima dari suaminya. Itulah sebabnya mereka makin bersemangat untuk membuktikan bahwa wanita ini layak mendapatkan kerajaan bisnis yang jauh lebih besar dan lebih hebat dari sebelumnya.

Lift yang membawa Anindya terbuka lebar tepat di depan pintu besar berlabel RUANGAN DIREKTUR UTAMA. Ia berhenti sejenak, merasakan hatinya yang hangat. 

''Semuanya sudah ada di tangan dan sudah matang,'' batinnya sambil menggenggam gagang pintu. ''Gedung ini, uang, tenaga, kepercayaan, dan koneksi... semuanya sudah siap meledak menjadi kekuatan besar."

Anindya membuka pintu itu dan masuk ke dalam ruangannya yang luas, mewah, namun terasa sangat nyaman lalu berjalan menuju meja kerjanya yang besar. Wanita itu duduk di kursi kebesarannya sambil menatap keluar jendela kaca besar yang menghadap ke arah kota.

Di luar sana, Raditya sedang jatuh dan hancur lebur. Dan di sini, Anindya sedang berdiri tegak, membangun kekuatan baru.

Anindya  membuka laci yang ada di meja kerjanya mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat dengan logo pengadilan agama. 

"Hanya tinggal beberapa minggu dari perkiraan selingkuhanmu melahirkan," gumamnya. "Aku Akan memberikan kejutan menyenangkan. Perusahaan, gugatan perceraian, baru setelah itu aku akan mengadakan pesta untuk launching perusahaan. Raditya... jika saatnya tiba… buka matamu lebar-lebar. Dan lihatlah betapa jauhnya langkahku meninggalkanmu di tempat paling bawah.'

1
Henny Rahmawattyy
makanya tinggal di indonesia aja kan arv gratis dr pemerintah 😄
мєσωzα
ceritanya seruuu.. tokoh utamanya jg keren, tegas, cerdas, tau apa yg harus dilakukan 👏🏻👏🏻👏🏻
мєσωzα
lagian datengnya pas hari-H banget sih? gak dari kemaren" gituuu.. kan terima kabar pernikahannya dah seminggu yg lalu 😅
kompiang sari
rasakan
kompiang sari
Mampir Thor
мєσωzα
aaah si adrian dipaksa pulang buat dijodohin toooh.. untung dia dah ngumpulin bukti kalau keluarga calonnya orang jahat.. mending sama anin aja, keluarganya baik-baik, konglo jg 🤭
мєσωzα
beberapa bab kebelakang banjir air mata mulu 😭😭😭
Tressye Nona Wawolangi
seruuuu lanjut Thor, biasa saya kalau baca novel cuman lewat2 GK serius baca tapi ini sudah 2 x saya baca dan TDK pernah lewat lagi tegang ini
мєσωzα
kalau tanya gugel, hasil paternity test paling cepet itu 24 - 48 jam thor.. rasanya kalau 4-6 jam itu sedikit gak make sense deh 😅
tapi yaaa ini dunia halu sih ya 🤭
мєσωzα
pengobatan ARV gratis ko dit
мєσωzα
beneran keluarga pengkhianat.. bapak ibu anak sama aja 🤮
мєσωzα
klo ada wanita lain sebelum sama sofia, berarti radit ini dah lama sering selingkuh diluar ya.. emang dah jadi habit selingkuh ini mah 🤦🏻‍♀️
мєσωzα
emang udah gila si radit ini 🤦🏻‍♀️
Evi Anggorowati
yah emang bodoh km Raditya mknya jadi org tu byk2 bersyukur uda punya istri baik dan setia mlh selingkuh alasan pengen punya anak pdhal istri nya kan ga mandul, sekalinya selingkuh eh ternyata dibohongi ma pelakor skrng mlh kena HIV jatuh miskin pula...
Evi Anggorowati
knp Raditya mlh pengen punya anak dr wanita lain ya pdhal kan bs punya anak dr anin istri nya sendiri, berarti emang Raditya uda g cinta ma anin krn kl cinta g mungkin selingkuh dan aku ga kasian sama sekali ma Raditya
Nek Arrirafa
👍👍👍👍👍👍👍👍
мєσωzα
bapak anak doyan selingkuh, emak main judol.. gak ada yg bener ini 🤦🏻‍♀️
мєσωzα
perusahaan yg baru ini apa nggak ikut masuk harta gono gini ya? kan meskipun belum pembukaan, tapi perusahaannya udah ada dari sebelum cerai🤔
мєσωzα
sebenarnya masalah pajak ini agak aneh sih.. biasanya kan perpajakan diurus sama bagian finance. tapi yaudahlah gpp, biar radit kelabakan hehe
мєσωzα
hmm, rasanya petugas pajak kalau nagih pembayaran yg nunggak gak begini deh 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!