Indonesia
NovelToon NovelToon
Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Nikahmuda
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Saat membuka matanya, Clarissa Wilson tidak mengingat, kapan dia telah menikah dengan Stephen Sylvester, lelaki yang sudah lama ia suka.

Clarissa ingat, kalau ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Stephen, di acara kelulusan Sekolah mereka, tapi.. kenapa tiba-tiba saat membuka mata, ia sudah memiliki seorang putri berusia lima tahun bersama Stephen?

Apa yang sebenarnya terjadi? Clarissa merasa ada yang ia lewatkan, begitu ia terjatuh saat ingin memeluk Stephen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 21.

Clarissa mengenali siapa sepasang suami-istri itu.

Ayah kandung dan Ibu tiri Stephen Sylvester.

Hubungan Stephen dengan Ayahnya dingin, sejak Ayah Stephen menikah dengan selingkuhannya.

Ayah Stephen, Robert Sylvester, tidak perduli sama sekali dengan Stephen, bahkan tidak pernah mengurus Stephen.

Sombong sekali cara bicara orang tua ini! pikir Clarissa perlahan bangkit dari berjongkoknya memandang dingin ke arah Ayah mertuanya itu.

"Kenapa ribut sama anak kecil!" Audrey, Ibu tiri Stephen, menegur Robert memandang Aurora dengan tatapan dingin.

"Sudah umur lima tahun, masih saja belum bisa bicara!!" jawab Robert dengan ketus memandang Aurora tidak suka.

Stephen melangkah menghampiri Aurora, dan meraihnya merapat padanya, lalu melemparkan pandangan matanya ke arah Ayahnya dengan tatapan mata marah.

"Apa sudah cukup bicara mu? putriku hanya sedang sakit, makanya dia belum bisa bicara!!"

"Itu semua karena mu! kamu menikah dengan perempuan tidak berpendidikan!!" jawab Robert semakin terdengar ketus.

"Rumah tangga kacau dia buat! tapi kamu malah membiarkannya saja selingkuh! kenapa aku punya anak pengecut sepertimu?!" sambung Robert semakin ketus melemparkan rasa tidak sukanya pada Clarissa.

Stephen seketika naik darah mendengar apa yang dikatakan Ayahnya, membuatnya melangkah ingin meninju Ayahnya itu.

Prang!!!

Baru saja kaki Stephen melangkah satu langkah, tiba-tiba Clarissa melemparkan piring kaca ke lantai dengan kencang.

Stephen terkejut mendengar suara piring yang terlempar ke lantai.

Ia seketika menghentikan langkahnya, lalu melihat ke arah piring yang pecah di lantai, dan kemudian melihat Clarissa yang tampak marah memandang ke arah Ayahnya.

Robert dan Audrey juga terkejut di tempat mereka.

Dengan wajah yang terlihat takut, dan tubuh gemetar, Aurora memeluk kaki Stephen dengan erat.

"Anda sudah tua tidak punya tata krama! bisa-bisanya kamu ribut dengan anak umur lima tahun! suamiku bukan anak pengecut! dia suami yang baik! hanya saja kekurangan dalam hidupnya memiliki orang tua sepertimu!!"

Wajah Robert seketika merah padam.

"Bagaimana bisa kamu bicara tidak sopan pada orang tua?!" sentak Robert mendengar sindiran tajam Clarissa, "Seperti inikah istri pilihanmu, Stephen?! perempuan yang tidak punya sopan santun sama sekali, bicara kasar pada orang tua!!"

"Aku tidak akan bicara seperti begitu, kepada orang tua yang pantas untuk dihormati! tapi, kepada orang tua yang meninggalkan istri dan anaknya selama bertahun-tahun, dan tidak perduli dengan anak sendiri, bahkan merendahkan orang lain, aku tidak akan bicara sopan padanya!!"

"Ka.. kamu! diam!!!" Robert sontak memegang dadanya mendengar nada menyindir Clarissa yang semakin tajam.

Audrey menjadi panik melihat Robert, yang sepertinya hampir terkena serangan jantung, karena sikap berani Clarissa melawan Robert.

Audrey membantu Robert berdiri dengan baik, supaya Robert tidak terhuyung ke belakang.

Di sofa, sedari tadi Ethan diam-diam melihat, apa yang dilakukan Clarissa kepada Ayah Stephen, mengelus pipinya yang tadi ditampar Clarissa.

Sekarang Clarissa terlihat jadi menarik! bisiknya tersenyum mengelus pipinya.

"Kamu sendiri berselingkuh, tidak perduli dengan anakmu! dulu seharusnya aku tidak merestuimu masuk ke dalam keluarga Sylvester!!" sembari memegang dadanya Robert melontarkan amarahnya membuka keburukan Clarissa.

Audrey terlihat semakin cemas melihat keadaan Robert.

Clarissa diam tidak menjawab Ayah mertuanya itu.

"Cukup sudah!!!" sentak Stephen, ia tidak ingin berdebat lagi dengan Ayahnya.

Stephen meraih Aurora, dan menggendong putrinya itu pada satu lengannya, dan tangannya satu lagi meraih tangan Clarissa.

"Ayo kita pergi!"

Melihat Stephen hendak pergi, Robert seketika melangkah satu langkah untuk menahan Stephen pergi.

"Stephen! tamu utama masih dalam jamuan keluarga malam ini, apa kamu harus pergi begitu saja?!" tegur Robert mengingatkan Stephen.

Stephen yang akan melangkah, menoleh memandang Ayahnya dengan sikapnya yang dingin, dan menyimpan amarah dalam tatapan matanya.

"Aku menunggu kamu belajar menghargai putri dan istriku, setelah itu baru bicara padaku" jawab Stephen.

Stephen kemudian menarik tangan Clarissa untuk pergi dari sana, setelah ia selesai mengatakan apa yang harus ia katakan kepada Ayahnya.

Bersambung.......

1
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
tu kan salah paham lagi....
ihhh gemesss deh kenapa gk saling jujur gtu. atau komunikasi kek bir gk salah paham... 😭
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
wahh Clarissa kamu dibohongin.
memang benar sekertaris nya ettan berbohong.baru aj mulai baikan udah mau salah paham lagi...
Dilla Fadilla
lanjut thor up yg bnyk
kymlove...
bagus Clarissa dan Stephen.. bila perlu hancurkan keluarga anak nakal itu!!
kymlove...
Stephen mana weee
Guest
crazy up thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!