Beel adalah seorang siswa yang tenang dan santai.
Namun di balik sifat tenang dan santai nya ,Beel adalah seorang yang misterius dan tak terbaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 - Dua kelompok,Satu tujuan
Sore hari di kota Metrolis.
Sore itu Beel keluar dari rumahnya dan langsung menuju ke mobil miliknya, untuk menuju ke tempat dimana tim Spider miliknya sudah menunggu.
Beel berangkat lebih cepat untuk lebih dulu menyusun rencana dengan tim Spidernya, sebelum bergerak bersama Aldo, Monic, Derry, Rob dan 2 guru Lee dan Sekar.
Dalam perjalanannya menuju ke lokasi dimana markas geng Audas berada, sebuah panggilan masuk di ponsel Beel berbunyi.. panggilan itu dari Christi.
Lalu Beel mengangkat panggilan itu,
"ya Christi..ada apa?" tanya Beel sambil menyetir.
"kamu sudah jalan?" tanya Christi balik
"sudah..baru saja keluar rumah" jawab Beel.
Christi sempat terdiam sebentar
"kau yakin tetap pergi?" tanya Christi lagi terdengar seperti cemas.
Beel mengangguk walaupun Christi tidak melihat
"ya aku yakin.." jawab Beel.
"apa kamu bisa berjanji semua akan baik-baik saja?" tanya Christi lagi.
Beel hanya tersenyum
"aku.. tidak..kita semua akan baik-baik saja, akan ku pastikan itu" jelas Beel pada Christi.
"kau tidak perlu mengkhawatirkan ku.. aku pasti akan baik-baik saja dan kita akan bisa jalan-jalan lagi bersama" lanjut Beel.
Mendengar itu Christi tersenyum di dalam kamarnya
"kalau begitu tepati janjimu.." tegas Christi dalam panggilan itu.
"sudah pasti.." jawab Beel.
Christi pun terlihat lebih tenang sekarang
"kalau begitu hati-hati..dah Beel" ucap Christi lalu mematikan panggilan teleponnya.
Beel pun menaruh kembali ponselnya di saku, kemudian melajukan mobilnya lebih cepat ke lokasi tujuan.
Setelah setengah jam berkendara, Beel memarkirkan mobilnya kemudian berjalan ke lokasi yang ditentukan.
Beel masuk ke sebuah gang gelap di jalanan kota selatan Metrolis, di dalam gang gelap tersebut terlihat 6 anggota Spider sudah menunggu.
"lagi-lagi lama datang.." kesal Vee.
Beel hanya tersenyum
"beruntung kau bos kami, kalau tidak mungkin sudah ku gantung di tiang bendera sekolahmu" tambah Vee.
"sudahlah Vee, kita langsung saja bicarakan rencananya" sambar Lisa memotong perdebatan Vee.
Evan membuka laptopnya dan memperlihatkan lokasi markas geng Audas yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka sekarang berada.
"titik biru ini adalah lokasi kita sekarang dan titik merah itu adalah lokasi markas geng Audas.." jelas Evan sambil menunjuk ke arah layar monitor laptopnya
Evan lalu melanjutkan
"ada 2 pintu masuk ke dalam gedung tersebut yang biasa di lalui oleh para anggota geng, pintu pertama adalah untuk pertemuan dengan tamu dan pintu kedua adalah pintu khusus para anggota geng" lanjut Evan menjelaskan.
Arthur memperhatikan denah gedung tersebut,
"jadi darimana kita bisa masuk?" tanya Arthur
Evan menunjukkan sebuah saluran udara yang terhubung ke dalam gedung.
"ini adalah saluran udara gedung itu, kita bisa masuk melalui lubang saluran udara tersebut kemudian keluar di saluran angin ruangan laundry.. itu adalah tempat teraman untuk masuk tanpa diketahui mereka" terang Evan.
"kenapa harus keluar di tempat laundry?" tanya Rendy
Evan menoleh ke Rendy
"karena setiap siang adalah waktu pengambilan laundry di gedung tersebut, jadi kemungkinan besar sore ini tempat itu adalah tempat yang kosong tidak ada seorangpun disana" jelas Evan dengan detail.
Josh melihat detail saluran udara tersebut.
"sepertinya saya dan Rendy tidak bisa masuk ke dalam saluran udara itu.." ujar Josh.
Lisa melihat Josh
"bagus kau seorang yang sadar kekuranganmu" canda Lisa.
Josh melirik ke Lisa, sedikit kesal tapi dia tidak mengatakan apapun.
"jadi rencananya, Beel?" tanya Vee.
Beel memperhatikan lokasi sudut markas tersebut.
"Arthur dan Vee akan masuk melalui saluran udara terlebih dahulu, kemudian Evan akan memberikan arahan melalui transmisi menuju ke ruangan utama Audas, Rendy akan mengacaukan CCTV yang sudah diretas, Josh dan Lisa akan mengawasi gua dan tim sekolah yang akan bergerak dari arah lain" jelas Beel.
"saat kami membuat kekacauan di luar dan perhatian mereka teralihkan oleh kekacauan, Evan arahkan Arthur dan Vee untuk bergerak ke ruangan utama" tambah Beel.
Semua anggota Spider pun mengangguk,
"satu pertanyaan, Beel.. apa tim sekolahmu sudah mengetahui keberadaan Spider yang membantu misi mereka?" tanya Lisa
Beel menggelengkan kepalanya
"belum.. mereka belum mengetahui keberadaan Spider, lebih baik jangan sampai mereka tahu" jelas Beel
"lakukan seperti biasa tanpa jejak, tanpa suara dan tanpa kesalahan" tutup Beel.
Lalu anggota Spider mempersiapkan seluruh peralatan nya, sementara Beel berjalan keluar dari gang untuk bertemu dengan tim sekolah nya di tempat lain.
Beel sampai di tempat dimana Aldo,Monic,Derry dan Rob berada bersama dengan Guru Lee dan juga guru Sekar.
Lee melihat ke arah Beel yang baru saja datang
"jadi semua sudah lengkap disini.." kata guru Lee sambil melihat yang lain satu persatu.
"baiklah.. beberapa jam yang lalu aku dan Sekar sudah memperhatikan beberapa pergerakan di beberapa gedung sekitar sini" jelas Lee.
Lalu tangan Lee menunjuk ke arah gedung yang merupakan markas dari geng Audas,
"dari penglihatan ku mereka berada di gedung itu" jelas Lee,
Aldo bertanya
"jika itu markas mereka, bagaimana rencana kita untuk masuk?" tanya Aldo.
Lee lalu bersandar di tembok
"kita membagi kelompok.." jelas Lee.
Lee lalu melihat Rob
"Rob, mereka pasti mengenalmu karena merupakan salah satu anggota juga.. kau bisa masuk ke dalam dan memberitahu kepada kami di sisi mana penjagaan mereka kosong" jelas Lee memberikan instruksi nya
"Sekar dan aku akan masuk dari belakang gedung" lanjut Lee menjelaskan
Dan Lee menatap Beel, Monic, Aldo dan Derry
"Beel bersama Monic akan masuk secara diam-diam dari sisi timur dan Aldo bersama Derry akan masuk dari sisi barat" ujar Lee.
"dan semua menunggu Rob memberitahu kepada kita sisi mana yang tak terjaga, siapapun yang memiliki sisi kosong langsung masuk ke dalam" tegas Lee menambahkan.
"ingat semua..tujuan kita adalah barang bukti untuk menjebloskan geng ini ke polisi" tutup Lee.
Semua pun setuju dan berjalan ke posisi mereka masing-masing.
Beel yang berjalan bersama Monic ke sisi timur gedung memberikan informasi melalui sebuah kode ketukan di transmisi Spider kepada Rendy untuk mulai meretas CCTV keamanan gedung.
Mendengar kode itu Rendy langsung bergerak dan memasukkan kodenya untuk meretas seluruh kamera CCTV gedung, setelah CCTV berhasil diretas Rendy mengambil sambungan transmisinya,
"kamera aman, kalian bisa memulai" ujar Rendy dengan santai.
Mendengar itu Arthur dan Vee dengan pakaian khusus masuk ke dalam lubang saluran udara.
Di bawah sebuah pohon di dekat gedung, Evan sedang duduk dengan laptop di depannya
"Arthur, Vee.. setelah masuk kalian hanya perlu lurus sekitar 50 meter kemudian pilih jalur saluran udara ke arah kiri" jelas Evan mengarahkan Arthur dan Vee.
"kami mengerti.." jawab Arthur yang sedang merangkak hati-hati bersama Vee.
"Josh, Lisa.. kalian sudah memastikan wajah teman-teman dari Beel?" tanya Evan
Lisa menjawab
"selain Beel, mereka berjumlah 6 orang.. sama seperti formasi kita, 4 laki-laki dan 2 perempuan" jawab Lisa.
"apa itu kebiasaan buruk atau baik dari Beel membentuk tim beranggotakan 6 orang dengan 2 perempuan 4 laki-laki?" sambar Rendy melalui transmisi mereka yang terhubung.
"sekali lagi kau berbicara yang hal tidak penting, aku memastikan kau hanya akan makan sayuran selama seminggu" cetus Lisa dalam transmisi sambungan.
"hei..hei.. Lisa, gua cuma bercanda" jawab Rendy yang ada di dalam mobil.
Vee yang sedang merangkak didalam saluran udara pun kesal
"kita sedang ada di dalam misi, bisa tidak kalian tenang? apa perlu ku beritahu Beel kalian tidak serius menjalankan misi?" kesal Vee sedikit mengancam.
"maaf, Vee.." jawab Lisa dan Rendy secara bersamaan.
Misi dengan tujuan sama, namun kelompok yang berbeda.