Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Di Sarang Serigala

Terjebak Di Sarang Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

kisah seorang anak yang bernama Nina yang tinggal di desa dan bertahun-tahun di tinggal ayahnya, kemudian saat beranjak dewasa , ia di ambil kembali dan di paksa menikah untuk menggantikan saudara tirinya dengan laki-laki kejam seperti serigala.


yuk.. ikuti kisahnya... , akankah Nina bisa bertahan hidup di sarang serigala yang isinya manusia kejam berhati iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10

Mobil Faris berhenti di pelataran parkir privat sebuah gedung apartemen pencakar langit berdesain minimalis dan bernuansa gelap. Tempat itu dijaga amat ketat oleh belasan pria berbadan tegap bersetelan jas hitam dengan radio panggil terselip di telinga. Hawa dingin dan suasana sunyi yang mencekam langsung menyambut begitu pintu lift khusus membawa mereka menuju lantai teratas.

Para pengawal sudah menyambut nya dan membiarkan Fariz dan Nina masuk 3 pengawal ikut masuk ke dalam dan membiarkan beberapa pengawal tetap berjaga di luar.

"Mau apa kita ke sini yah?" tanya Nina pura-pura takut,meski nyalinya juga sedikit menciut melihat orang-orang bertubuh besar yang cukup banyak.

"Kau ikut Ayah saja, Ayah ada urusan penting di sini" jawab Fariz menggenggam tangan Nina yang dingin.

Lantai penthouse itu sangat luas namun remang-remang. Jafar belum terlihat di sana, menurut salah satu pengawal, sang CEO masih berada di ruang kerja khususnya di lantai atas. Di ruangan utama, hanya ada beberapa anak buah Jafar yang berdiri tegak bak patung, menatap kedatangan Faris dan Nina dengan sorot mata tanpa ampun.

Faris menggenggam kartu akses di tangannya yang basah oleh keringat dingin. Ia melirik Nina yang berdiri di sampingnya, gadis polos berhijab yang mengenakan gaun indah pemberiannya, tampak begitu lugu, tidak tahu apa-apa, dan menunduk ketakutan.

Tiba-tiba, bayangan senyum Nina saat makan malam tadi dan memori tentang ibu kandung Nina yang pernah amat dicintainya berkelebat di benak Faris. Hati nuraninya yang selama ini mati terhimpit keserakahan mendadak bergejolak hebat. Rasa bersalah yang teramat sangat menghantam dadanya.

"Gadis ini darah dagingku... Bagaimana bisa aku menjualnya pada pria kejam seperti Jafar hanya demi harta? "batin Faris gemetar.

"T-Tuan..." suara Faris memecah keheningan, memanggil kepala pengawal yang berdiri di depan pintu utama. "Saya... saya ingin membatalkan perjanjian ini. Saya tidak bisa menyerahkan putri saya. Saya akan mencari cara lain untuk melunasi utang-utang saya!"

Langkah Nina tertahan seketika. Di balik penampilannya yang menunduk, matanya membelalak tipis. Ia benar-benar tidak menyangka Faris, pria jahat yang tega membuang ibu dan dirinya demi wanita lain, tiba-tiba memiliki penyesalan dan memutuskan untuk melindunginya di detik-detik terakhir.

Namun, anak buah Jafar tidak dibuat untuk bertoleransi.

"Perjanjian dengan Tuan Jafar tidak bisa dibatalkan seenaknya, Faris," desis kepala pengawal dengan suara berat.

Tanpa peringatan, satu pukulan keras mendarat tepat di rahang Faris.

BUGH!

Faris tersungkur ke lantai marmer yang dingin. Ringisan kesakitan keluar dari mulutnya, bersimbah darah yang mulai menetes dari bibirnya. Belum sempat ia bangkit, dua pengawal lainnya maju dan mulai menendang serta memukuli tubuh Faris tanpa ampun.

Nina berdiri mematung di tempatnya. Konflik batin yang sangat hebat berkecamuk di dalam dadanya. Di satu sisi, dendam membara membuat bagian dirinya merasa pria penjahat itu pantas menerima penderitaan ini. Namun di sisi lain, melihat ayah kandungnya dihajar bersimbah darah tepat di depan matanya sendiri, rasa kemanusiaan dan ikatan darah memicu gejolak emosi yang asing.

Lebih dari itu, Nina terjebak dalam dilema yang mematikan. Latihan militer dan keahlian bela diri yang diajarkan Paman Juan sanggup membuat Nina melumpuhkan ketiga pengawal itu dalam hitungan detik. Namun, jika ia bertindak, topeng gadis desa yang lemah dan lugu yang sudah dibangunnya dengan sangat rapi akan hancur berantakan seketika. Rencana balas dendam besarnya bisa gagal total. Ia belum melihat pelakor itu menderita.

Dalam keadaan terdesak dan sudut mata yang memar, Faris menoleh ke arah Nina dengan napas tersengal-sengal.

"N-Nina... Lari!" teriak Faris parau, mencoba menahan kaki salah satu pengawal. "Kabur dari sini, Nak! Lari!"

Mata Nina berkilat panik yang campur aduk. Ia memilih untuk tetap bertahan dalam perannya. Ia memundurkan langkahnya, mencengkeram gaunnya, lalu berteriak histeris dengan suara bergetar ketakutan yang memenuhi seluruh ruangan penthouse.

"Ayaaaah! Tolong! Jangan pukuli Ayah saya!" teriak Nina dengan nada panik luar biasa, air mata buatan sekaligus asli dari tekanan batin mulai menetes membasahi pipinya. "Tolong! Siapa saja, tolong kasihanilah Ayah saya! Jangan... tolong stop!"

Nina jatuh terduduk di lantai, menangis tergugu sembari menutupi wajahnya, berpura-pura menjadi korban teror yang sangat malang dan tak berdaya di tengah kejahatan orang-orang itu.

Tepat di saat jeritan histeris Nina bergema di koridor, suara langkah kaki yang berat dan teratur terdengar dari arah tangga atas. Suasana mendadak menjadi jauh lebih dingin dan mencekam.

Langkah kaki itu menghentikan seluruh pergerakan di ruangan. Anak-anak buah Jafar seketika mencengkeram tubuh Faris yang lunglai dan bersimbah darah, menahannya agar tetap berlutut di atas marmer dingin.

Laki-laki itu turun dari tangga melingkar. Masker hitam masih menutup erat separuh wajahnya, menyisakan sepasang mata tajam berbulu mata lentik yang kini memancarkan kilat kejam. Sebuah tawa renyah namun dingin keluar dari balik maskernya, terdengar mengerikan di tengah keheningan penthouse.

Jafar menikmati pemandangan di hadapannya, Faris, pengusaha yang biasa bersikap sombong, kini tak berdaya bagai cacing tanah. Matanya lalu beralih pada sosok Nina yang sedang meringkuk di lantai, menangis gemetar dalam balutan gaun indahnya. Terlihat sangat cantik, polos, dan sama sekali berbeda dari wanita-wanita yang biasa ia temui.

"T-Tuan Jafar... Saya mohon..." panggil Faris parau, dadanya naik turun menahan sakit. "Lepaskan putri saya... Jangan sentuh dia..."

Tanpa bersuara, Jafar melangkah makin mendekat. Gerakannya sangat cepat saat tangannya terulur, mencengkeram dan mencekik leher Faris dengan cengkeraman besi. Faris terangkat sedikit, matanya mendelik, dan wajahnya mulai berubah merah keunguan karena kehabisan udara.

Meskipun rasa benci dan dendam atas penderitaan ibunya masih membakar dada, Nina tidak sanggup melihat ayah kandungnya tewas secara tragis di depan matanya sendiri. Dengan napas tersengal dan raut wajah panik setengah mati, Nina memaksakan diri berdiri, maju satu langkah seraya berteriak histeris.

"Stop! Berhentilah!" jerit Nina dengan suara gemetar hebat. "Sebenarnya ada apa ini?! Kenapa Ayah saya dipukuli seperti ini?!"

Jafar menghentikan cengkeramannya. Ia melepaskan leher Faris hingga pria itu tersungkur ke lantai, terbatuk-batuk menghirup udara. Di balik maskernya, Jafar mengukir senyum licik. Matanya terkunci rapat pada paras murni Nina.

"Ada apa?" ulang Jafar dengan suara berat yang bergema. "Ayahmu ini datang menyerahkanmu padaku. Dia menjualmu untuk menukar seluruh utang perusahaannya yang bernilai puluhan miliar padaku."

"T-tidak! Jangan percaya dia, Nina!" Faris memberontak histeris, meski kedua tangannya dikunci rapat oleh anak buah Jafar. "Aku tidak akan menjualmu! Aku akan bayar lunas semua utang itu! Tolong... Jangan ambil satu-satunya putri kandung ku!"

Jafar mendelik tajam, memberikan sinyal pada Dako yang berdiri tegak di sampingnya.

Dengan wajah tanpa ekspresi, Dako melangkah maju dan menatap Nina dingin. "Dengarkan baik-baik, Gadis Desa. Tuan Jafar mengambilmu hanya untuk dijadikan pemuas nafsunya. Dan setelah beliau puas, kamu hanya akan dibuang seperti sampah. Jadi jangan berharap lebih."

Kalimat itu menghantam udara seperti godam. Nina membelalakkan mata, menutupi mulutnya dengan jemari yang gemetar, menampilkan reaksi terkejut bukan main yang amat sempurna. Namun, sebelum Nina sempat bersuara, Jafar sudah merogoh bagian dalam jasnya.

CLACK!

Sebuah pistol hitam berkilat kini berada di genggaman Jafar. Muncong senjatanya menempel tepat di pelipis Faris yang terkulai tak berdaya. Faris memejamkan mata erat-erat, tubuhnya gemetar hebat ketakutan.

"Satu kata menolak lagi dari mulut ayahmu, dan otaknya akan berceceran di lantai ini," bisik Jafar dingin, matanya menatap Nina tanpa berkedip.

Melihat moncong senjata api itu, rasa iba dan insting kemanusiaan Nina bergejolak. Ia tahu, jika Faris mati malam ini, rencananya membongkar kejahatan keluarga itu akan berantakan, dan Faris mati terlalu mudah sebelum merasakan penderitaan yang setimpal. Nina harus mengambil kendali permainan ini.

Nina menarik napas panjang. Ia mengusap air matanya, memberanikan diri menatap sepasang mata membunuh milik Jafar. Topeng kepasrahannya berganti menjadi raut keberanian seorang gadis yang rela berkorban demi ayahnya.

"Baik... Saya setuju," ucap Nina dengan suara bergetar namun jelas. "Saya bersedia ikut dengan Tuan."

"Nina, jangan!" teriak Faris histeris.

Nina mengabaikan teriakan ayahnya dan menatap Jafar lebih dalam. "Saya setuju menjadi milik Tuan... Tapi saya punya syarat."

Jafar menaikkan sebelah alisnya di balik masker. Rasa penasarannya kian memuncak melihat gadis lugu di hadapannya berani mengajukan syarat di bawah ancaman senjata api.

"Syarat?" gumam Jafar pelan, perlahan menurunkan pistol dari kepala Faris. "Katakan."

1
Ayusha
udah paling bener begitu, orang bebal susah sadar sebelum masuk liang kubur
@Mita🥰
bagus Nina
Ayusha
wis lah, ga usah di kasih hati orang begini
Ayusha
lagi dan lagi, hanya rasa sakit yg di dapat
Teh Qurrotha
🤣 faris2 lucu,mungkin karena uang hasil jual Nina blm kamu nikmati dan lupa utang dibayarin dengan jual Nina.
sungguh terlalu kamu Faris
Ayusha
gaada penyesalan kah di hati Faris, dulu menyia²kan istri dan mengorbankan anak kandung nya.
@Mita🥰
Faris ...faris
suti markonah
faris ini ga sadar bahwa selama ini ga merawat nini, tp giliran butuh uang' anak yg selama ini tak di ksh nafkah malah di peras
@Mita🥰
jafar udah mulai bucin
@Mita🥰
mungkin preman suruhan nina
@Mita🥰
🤣🤣🤣🤣🤣 jafar kejang" Krn terkejut 🤣🤣🤣
M⃟3💋AisyahRendra
Jafar oh Jafar..Pelan tapi pastiiii, dikit demi sedikit lama² jadi bukitt itu cintamu untuk Nina 🤣 tunggu sajaaa MP nyaa yaaa 🫢😆🤣 gasabar nih menantikan saat² romantisnya 🫠
Sri Supriatin
Wah karma tuh Faris... Akakah mereka kapok 🤭🤭🤣🤣
Sri Supriatin
wah Fajar mulai deketin Nina🤭🤭
M⃟3💋AisyahRendra
Berasaaa lumayan puas sihh yaa sm nasib kehidupan Faris Anggun Dkk. 🫠 Tapiiiii tunggu tunggu tunggu dlu Hazel belum dapet giliran, dan lagiiiii kakaknya yg berada dalam rehabilitas juga belum merasakan kesakitan yg amat krn sudah pernah bermimpi ingin menganuuu Nina 🙄😒😏 next kak Onel
Ayusha
jajan nya orang have, sekali beli jajan nya aset dong 🤭
Ani Sulastri
Jafar pasti shock nich , liat nonif dari perbankan 😂😂..
gantung banget cerita nya Thorrrr
next 💪💪🥰🥰
Sri Supriatin
Tks upnya thor💪💪💪
Ayusha
gadis desa yg keren khaan🤭
Ayusha
malah bagus dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!