Indonesia
NovelToon NovelToon
Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Balas Dendam
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Azarin mengira, setelah ia melahirkan anak, Fajar akan bersyukur dan menganggapnya istri.

Namun semua harapan itu hancur setelah ia mendengar percakapan suami dan Ibunya.

Fajar, tidak pernah menganggapnya istri. Baginya hadirnya Mia dalam hidupnya adalah aib. Dan akan membuang Mia dengan dalih kecelakaan.

Mendengarnya Azarin langsung lemas. Ia pun memutuskan untuk kabur malam itu juga, dan tidak lagi mengharapkan belas kasih Fajar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegundahan Azarin

"Makasih yah, tuan. Sudah ajak kami jalan-jalan."

Azarin tersenyum seraya memeluk sang putri, melambai ke arah Dean yang bersiap masuk ke balik kemudi.

Sore itu terlihat lebih cerah dari biasanya. Semburat orange yang memenuhi langit mengindahkan suasana yang sunyi.

Dean tersenyum tipis, membalas lambaian tangan Azarin.

"Istirahat sejenak, Azarin. Nanti malam aku susul." yang langsung dibalas anggukan malu-malu wanita itu.

"Papay papa! Makacih...! Mia ceneng banget!" sela sang putri heboh.

Dean tersenyum manis. Berjalan ke arah mereka berdua, berjongkok di depan Mia, memeluknya erat.

"Sehat-sehat yah putri papa, tunggu papa minang mama yah."

Mia mengangguk heboh, melompat ke pelukan Dean, melilitkan lengannya pada leher Dean erat.

"Papa gamau nginep cini aja? Mia maci kangen papa..." rengek bocil itu.

Dean refleks mendongak, menatap Azarin yang tampak tegang.

Seringaian tipis terbit di bibir maskulin itu, "Entahlah Mia....Apa mamamu akan mengizinkannya?"

Azarin melotot, refleks memalingkan wajah, menutupi pipi dan telinganya yang memerah.

Azarin tarik Mia padanya pelan, "Miaa...Papa harus pulang sayang..."

Mia mendongak, bibirnya tertarik ke bawah, "Tapi kan ini lumah papa juga, ma?"

Azarin makin tegang. Sementara Dean semakin jail meledek Azarin dengan ekspresi nakalnya.

Ia elus pucuk kepala putrinya lembut, membisikkan sesuatu.

Mia membola mendengar bisikan rahasia Dean. Sementara Azarin yang tidak diberi tahu tentu tanda tanya.

"Kalian ngobrolin apa?"

"Yeeyyy! Oteee papa! Mia nulut cama papa!" heboh Mia tiba-tiba.

Dean menegakkan kembali punggungnya. Lalu tanpa aba-aba menarik kepala Azarin mendekat, mengecup dahinya lembut.

"Aku tunggu nanti malam."

Dean lantas berbalik, sementara Azarin mematung, menatap kosong aspal di bawahnya. Tangan satunya terulur lemah menyentuh dahi.

Sementara mobil Dean sudah melaju meninggalkan pelataran kontrakan Azarin.

"Hihihi....papa lomantis banget mama!" heboh Mia lagi.

Sementara Azarin yang menahan malu refleks berbalik, berlari masuk ke dalam kontrakannya dengan wajah yang sudah Semerah tomat.

Sementara Mia pergi ke arah lain.

Tentu ke rumah sohib kecilnya, Azril. Mia paling heboh cerita kalo sudah mengenai mamanya. Dan Azril adalah anak yang paling tahu tentang Mia.

"Azlil...! Mia punya celita baluu...!!" lolong gadis kecil itu seraya menenteng Tote bag berisi banyak jajanan untuk mereka santap berdua.

***

Malamnya, mobil Dean sudah terparkir di depan rumah Azarin.

Mereka sudah berhubungan lewat hp lebih dulu kalo Azarin sedang mengganti baju. Jadi Dean menunggu di luar, seraya menyandarkan punggungnya pada mobil.

Bola matanya menyipit seraya menggulir postingan yang kebetulan iseng ia buka.

Yaitu postingan Fania, mantan kencan butanya dulu.

AKHIRNYA AKU TERLEPAS DARI PRIA KERE ITU! HUH, DOKTER SPESIALIS APANYA. BASI BANGET.

Hening.

Dean masukkan ponsel miliknya ke dalam saku jas tenang, menatap lekat pintu kontrakan Azarin yang belum terbuka.

Ada rasa tak nyaman dalam hatinya.

Tentang.

Hubungan keduanya yang begitu rumit.

Namun Dean tak ingin menyerah. Ia sudah sejauh ini, cinta yang ia pendam muncul sebesar ini.

Tak terbendung sakitnya jika Azarin kembali melihat ke arah Fajar.

Bagaimanapun cinta pertama punya tempat tersendiri di dalam hati bukan?

Untuk sejenak Dean menanyakan posisinya di hati Azarin.

Tentang.

Azarin yang masih mencintai Fajar, atau Azarin yang mulai melihat ke arahnya.

Meski Azarin tak merespon Fajar lagi, itu hanya dorongan rasa sakit dalam hati.

"Bagaimana jika Azarin seperti papa."

Dada Dean langsung ngilu.

Rasa sakit di masa lalu masih berbekas dalam hatinya.

Tentang bagaimana kuatnya mamanya menahan rasa sakit belasan tahun di samping ayahnya.

Mempertahankan pernikahan yang seharusnya sudah hancur demi mental sang putra.

"Tuan..."

"Tuann..."

Azarin lambaikan tangannya di depan wajah Dean. Membuat pria itu terkejut kecil.

"Ba-bagaimana bisa kamu sudah disini?" gagap pria itu.

Azarin tersenyum tipis, "Tuan yang kenapa, malam-malam ngelamun ga baik tau."

DEG!

Dada Dean berhenti berdetak.

Tatapannya begitu lekat mengunci setiap inci tubuh wanita di depannya dari atas sampai bawah.

Di tatap seintens itu Azarin spontan merunduk, tersenyum malu-malu.

"Apa, aku berlebihan, tuan?"

Dean relfeks menggeleng, lagi-lagi ia bengong menatap keindahan Azarin.

Gaun hijau zamrud senada dengan kemeja miliknya, rambut yang dikepang ke depan dengan hiasan mutiara memenuhi kepala, benar-benar sangat cantik.

Bagaimana bisa wanita yang biasa memakai pakaian kedodoran lusuh dan rambut Cepol apa kadarnya, bisa berubah sedrastis ini hanya dengan polesan kecil.

"Kamu cantik, Azarin."

Kata itu lolos tanpa sadar dari bibir Dean.

Bola mata Azarin membeliak, relfeks memalingkan wajah, menahan senyum.

"Ki-kita berangkat sekarang, tuan."

Lagi-lagi Dean tergagap. Kecantikan Azarin benar-benar membuatnya tak fokus.

Sial.

Bagaimana bisa aku melepaskanmu, Azarin.

Setelah semua yang kita lewati. Kecantikan mu yang tidak memudar sedari dulu.

Rasanya aku ingin egois untuk sekali ini saja.

Bahwa kamu akan ku miliki.

Bagaimanapun caranya.

Dean tersenyum kikuk, ia bukakan pintu untuk Azarin. Lalu memutari mobil, masuk ke balik kemudi.

"Mia ngga ikut?"

Azarin yang tengah membenarkan riasannya itu menoleh, menggeleng lemah.

"Dari sore tadi Mia di rumah Naya, sibuk cerita sama Azril, tuan."

Dean mengangguk kecil, mulai menyalakan mesin mobil miliknya.

"Ahh...Azarin."

Wanita itu menoleh kecil, "Iya?"

Sial!

Lagi-lagi aku harus menahan diri seperti ini.

Rasanya sangat menyiksa. Namun ia harus menahannya bukan?

Dean tersenyum tipis, "Tidak." beralih menatap ke depan, "Kita jalan sekarang."

Azarin memanyun kecil, menatap wajah Dean lekat. Iris matanya menyipit saat melihat telinga Dean yang bersemu merah.

Azarin balikkan tubuh ya menghadap depan cepat. Tiba-tiba hawa di dalam mobil terasa sangat panas.

"Kenapa aku jadi segugup ini?"

Untuk menghilangkan rasa gugup, Azarin memilih membuka handphone dan melihat-lihat postingan yang menurutnya menarik.

Sampai akhirnya ia menemukan postingan tentang Fajar.

Dimana Fajar mengalami kolapse akibat bentroknya rumah tangga dengan Fania. Dan diresmikan bercerai malam itu juga.

Tatapan Azarin berubah kosong. Hatinya tiba-tiba berdenyut ngilu. Rasa yang sulit ia artikan, kini tiba-tiba menyerangnya.

Dean lirik Azarin dengan ekor matanya.

Rahangnya mengetat, tangannya menggenggam setir erat. Menatap jalanan di depan sana tajam.

"Apa kamu khawatir pada mantan suamimu, Azarin."

Wanita itu refleks terjingkit, tergagap dari lamunannya.

Azarin menggeleng lemah, "Ti-tidak, tuan."

Bohong.

Dean tersenyum getir.

Apa yang ia takutkan akhirnya terjadi, meski tipis, ia yakin Azarin masih memiliki tempat di hatinya untuk Fajar.

"Aku tidak akan melarangmu peduli, Azarin. Tapi setidaknya aku masih layak menjadi pilihan terakhir mu."

Azarin tatap nanar Dean di samping, wanita itu ingin menyela. Bahwa ia sudah mantap memilih Dean.

Namun.

Pikiran tentang Fajar terus berputar di kepalanya.

Fajar yang ia kenal selalu kuat. Pria itu meski dingin, dia punya sisi perhatiannya tersendiri.

Azarin tau Fajar pasti memperlakukan istrinya dengan baik.

Dalam postingan itu disebutkan mantan istrinya memukulnya, menyerangnya dengan kekerasan verbal, dan disitu Fajar hanya bisa pasrah.

Tanpa sadar matanya memanas.

Tidak!

Kenapa ingin menangis! Aku tidak mungkin masih peduli padanya kan?!

1
Adinda
hidupmu rumit banget naya, kalau suamimu belum mampu ngontrak dulu,uangnya dikumpulkan keburu nanti suamimu diambil pelakor
Adinda
tapi salah naya juga sih kalau suamimu gak mampu setidaknya kamu juga membantu jangan langsung minta rumah
Adinda
fajar sama naya aja
Adinda
mimpi saja kau fajar kalau mau azarin balik sama kamu,tidak akan pernah mau azarin balik sama kau fajar
Adinda
bawa semuanya rin, enak banget ginjalmu diambil,kamu mau dicerain anakmu mau dibawa kepanti
Dokkan Battle
BACOT GOBLOK
Ma Em
Azarin kalau tdk mau Dean seperti fajar makanya rubah penampilan Azarin dan hrs pede jgn merasa rendah diri , kalau Azarin merasa selalu rendah diri tdk berubah jadi wanita yg elegan dan penuh percaya diri pasti Dean akan semakin cinta pada Azarin .
Dynhz: kasih tau makee😭🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
lanjuut thor
Dynhz: siap😍
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
udah nikah aja ma Dean, dari pada nanti di ganggu terus sama fajar ...
lanjuut thor.....
Dynhz: siap kakak😍
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
nah udah tau kan sifat asli istri baru mu..😂😂
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
paling bagus emang cerai saja dan buktikan kalo kamu bisa tanpa suami ...
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
nyesek bgt bacanya...
Ma Em
Azarin jgn sampai kamu kena bujuk rayu fajar biarkan fajar menyesal karena itu pilihan fajar sendiri , semoga Azarin selalu bahagia bersama Mia sang putri tercinta dan semoga Azarin berjodoh dgn Dean 🤲.
Dokkan Battle: kalau ajarin rujuk fiks dia sakit mental
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!