Kayden berada pada titik terburuk hidupnya ketika di mana ia dipecat dari perkerjaan, kekasihnya pun mengkhianatinya. Sang ibu yang juga tengah sakit kritis dan butuh biaya berobat membuat masalahnya semakin pelik.
Namun seolah Tuhan memihak padanya di waktu yang tepat, Kayden tiba-tiba melihat sebuah tampilan hologram yang menawarkan kekayaan dengan kekuatan super. Syaratnya, Kayden harus balas dendam.
Pada detik itu juga, Kayden berubah menjadi yang tak terkalahkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beby_Rexy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaki Tangan
Di kediaman Kayden, setelah hanya bisa mendapatkan satu jenis kekuatan baru, dengan kurang bersemangat ia bangkit dari sofa sambil meregangkan badan. Ia harus mengaktifkan sistem untuk memberinya misi agar ia bisa melakukan gacha dan mendapatkan kemampuan baru.
Mengingat peningkatan poin yang dibutuhkan untuk melakukan gacha, hadiahnya seharusnya lebih besar, bukan?
Hal ini tentu saja membuat Kayden sangat penasaran. Ia harus menyelesaikan misi hari ini, atau ia akan menjadi gila karena rasa ingin tahu yang menghantuinya.
Sistem ini telah mengubah hidup Kayden, baik dari segi finansial, hingga ke cara pandang dan tujuan hidupnya. Sebelumnya, ia hanya menjalani aktivitas hidup yang monoton dengan bekerja, menerima gaji bulanan lalu menghabiskannya untuk kebutuhan makannya dan biaya rumah sakit ibunya. Tetapi walau sudah bekerja keras hingga nyaris mati kelelahan, tetap saja uangnya kurang, bahkan ia menunggak biaya rumah sakit yang begitu banyak.
Semenjak sistem datang secara ajaib, Kayden mungkin berpikir bahwa ini merupakan jawaban dari doa-doa yang ia minta selama ini. Tapi ia tidak peduli dari mana datangnya, yang pasti hidupnya jadi lebih punya arah. Untuk membalas dendam pada semua orang yang jahat pada dirinya dan sang ibu, Kayden pastikan mulai hari ini hidupnya akan lebih berwarna.
Pada saat ini, Kayden mulai berpikir. Ada beberapa orang lain yang harus ia hancurkan. Namun, itu cukup merepotkan mengingat ia belum punya rencana untuk menghadapi mereka. Tentu saja, ia tidak ingin mengambil risiko besar dalam hal ini. Ia membutuhkan rencana yang matang dengan tingkat keberhasilan minimal 90%!
Oleh karena itu, cara tercepat untuk memicu sistem agar memberinya misi adalah menemukan Fredrinn.
Tentu saja, Leon juga bisa menjadi pilihan lain. Namun, menghadapi Keluarga Cedric secara langsung juga sama berbahayanya. Mereka masih salah satu dari seratus keluarga paling berpengaruh di Kota Corholt.
Kayden menjadi terobsesi pada balas dendamnya, dan hadiah yang menunggunya di dalam sistem. Meski begitu, tetap saja logika harus sejalan dengan tindakan yang akan ia lakukan.
Karena itu, meskipun ia bisa meminta bantuan Benedict untuk menghancurkan Keluarga Cedric, tentu saja tidak semudah itu. Hal itu juga membutuhkan rencana yang matang. Kehancuran Keluarga Cedric akan menarik perhatian keluarga-keluarga besar lainnya, dan mengingat statusnya yang rendah, Kayden tahu itu akan berbahaya. Ia belum siap menjadi pusat perhatian saat ini.
Ini juga terlalu cepat, jika ia muncul dan menyerang lebih dulu, itu akan membuatnya menjadi seorang penjahat. Kayden harus membuat pertahanan untuk dirinya terlebih dahulu. Untuk sejenak, ia jadi berpikir keras.
Lagipula, Kayden yakin bahwa pemimpin Keluarga Cedric bukanlah orang bodoh seperti Leon. Tidak mungkin dia akan membalas dendam secepat itu. Setelah mengetahui Kayden begitu kaya melalui Leon, jelas ayahnya akan berhati-hati. Menurut kayden, ayah Leon pasti tengah memantau pergerakan Kayden terlebih dahulu, untuk memastikan identitas asli Kayden yang sebenarnya. Ini merupakan taktik yang cerdas, orang cerdas pasti akan mengumpulkan informasi dan mencari titik lemah dari lawannya sebelum menyerang.
Oleh karena itu, Kayden masih memiliki banyak waktu untuk mengumpulkan kekuatan sebelum menghadapi Keluarga Cedric.
Dengan semua itu, jelas bahwa satu-satunya cara Kayden adalah menemukan keberadaan Fredrinn. Mengingat Fredrinn gila, mustahil baginya untuk tidak membalas dendam setelah apa yang Kayden lakukan padanya. Ia pasti sudah mengumpulkan kekuatan untuk menghadapi Kayden.
Tentu saja, Kayden merasa yakin bisa menghadapi mereka! Tiga tembakan saja tidak cukup untuk membunuhnya, jadi kenapa dia harus takut pada sekelompok orang yang pukulannya jelas jauh lebih lemah daripada tembakan?!
Oleh karena itu, Kayden sudah memutuskan untuk mencari keberadaan Fredrinn.
Lagipula, dia tahu beberapa tempat yang penuh dengan gangster. Dia hanya perlu mengunjungi semua tempat itu dan dia yakin Fredrinn akan berada di salah satunya.
Pada titik ini, Kayden keluar dari kamarnya, menuju tempat parkir.
Sementara itu, Fredrinn sedang bertemu Tenmu, pemimpin kelompok mafia bernama The Blackjack.
Saat ia melangkah, jejak kebencian terpancar jelas di matanya. Ia harus melaporkan semua yang dialaminya kepada Tenmu, tentu saja menambahkan beberapa detail yang seharusnya tidak ada, agar ia bisa melihat The Blackjack menghancurkan Kayden!
"Kamu harus mati hari ini, Bajingan!" kata Fredrinn dalam hatinya sambil memancarkan niat membunuh yang besar.
Melihat Fredrinn datang dengan wajah penuh memar, Tenmu tak kuasa menahan diri untuk bertanya, "Apa yang terjadi padamu? Apa kamu kalah dari seorang bajingan?"
"Kalau bukan karena dia menyerangku duluan, aku tidak akan kalah, Kakak Tenmu! Dia orang yang sangat licik! Lagipula, dia bilang akan menghancurkan Blackjack dan semua orang di belakangku!" jawab Fredrinn sambil memegangi pipi kirinya yang bengkak.
Mendengar itu, Tenmu dan para anggota The Blackjack berdiri sambil memancarkan niat membunuh yang besar.
"Bajingan ini berani menantang Si Blackjack?! Dia pasti sangat ingin mati!" kata Tenmu dengan ekspresi marah.
Yang lain mengangguk setuju, membuat Fredrinn tersenyum puas dalam hatinya.
"Katakan siapa dia, Fredrinn! Akan kupastikan dia mengalami kematian yang menyakitkan!" lanjut Tenmu.
Menyadari Tenmu telah benar-benar murka dan tak mampu lagi menahan diri untuk menghancurkan Kayden, Fredrinn ingin segera menyebut nama Kayden. Dengan koneksi yang dimiliki Tenmu dan The Blackjack, mencari tahu latar belakang Kayden tidaklah sulit.
Namun, sebelum Fredrinn sempat berbicara, pintu ruangan tiba-tiba terbuka. Seorang pria tampan berpakaian mewah masuk.
Hal ini membuat Tenmu tak kuasa menahan diri untuk bertanya, "Siapa kamu?! Beraninya kamu memasuki markas Blackjack?!"
Pria tampan itu mengabaikan pertanyaan Tenmu, tatapannya hanya tertuju pada Fredrinn. Ia berkata dengan senyum bangga, "Tidak sulit menemukanmu, Fredrinn. Dengan bertanya kepada orang-orang di sekitar sini, tentu saja dengan membayar mereka beberapa juta rupiah, akhirnya aku menemukanmu!"
Dia tak lain adalah Kayden! Di saat yang sama, sistem memberinya pesan, membuatnya tersenyum puas dalam hati. Dia tahu bahwa dengan datang langsung ke markas Fredrinn, sistem akan memicunya untuk memberinya misi!
[Targetmu sebelumnya ingin balas dendam! Fredrinn ingin menghancurkanmu dengan meminta bantuan dari The Blackjack; kelompok mafia kelas bawah dengan dua puluh anggota! Kamu harus benar-benar menghancurkannya kali ini, pastikan dia tidak akan pernah mendatangimu lagi!]
"Dengan senang hati," jawab Kayden dalam hatinya.
Dengan ini, dia bisa menguji seberapa kuat dirinya sebenarnya! Bisakah dia mengalahkan lebih dari dua puluh orang?! Kayden sangat penasaran tentang itu.
Di sisi lain, Fredrinn menunjukkan ekspresi tak percaya melihat kedatangan Kayden. “Apa dia bodoh?! Bagaimana mungkin dia datang langsung ke markas Blackjack dengan percaya diri seperti itu?! Apakah dia benar-benar punya keinginan kuat untuk mati?!” gumamnya dengan wajah yang menatap tak percaya sekaligus gembira.
Meskipun Fredrinn sangat terkejut, itu tidak berlangsung lama. Ia langsung tersenyum puas karena ia dan Si Blackjack tidak perlu bersusah payah mencarinya. Ia senang karena Kayden benar-benar idiot! Seekor tikus telah memasuki sarang singa!
Karena itu, Fredrinn langsung berteriak, "Dialah orangnya, Kakak Tenmu! Dia bajingan yang ingin menghancurkan Blackjack! Lebih dari itu, dia bahkan berani mencantumkan nama Jacob Malvin pada identitas palsunya. Dia benar-benar berbahaya!”
Hal ini tentu saja membuat Tenmu frustrasi. Ia ingin segera membunuh Kayden, tetapi di sisi lain, ia tidak bisa melakukannya.