Indonesia
NovelToon NovelToon
Locked Away

Locked Away

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:765
Nilai: 5
Nama Author: okolele

Alba lopez di dijodohkan keluarganya dengan pria yang tidak ia kenali,awalnya ia kesal dan ingin memberontak tapi di pikir-pikir tidak ada gunanya toh antek-antek ayahnya bisa dengan mudah menemuinya akhirnya ia ubah rencana dengan bersikap seolah menerima perjodohan itu setelah pernikahannya dengan pria asing dari keluarga mempuni itu terjalankan akan ia buat pria itu kesal dan illfeel agar cepat di ceraikan. Dan yang tak ia ketahui pria itu tak sesederhana yang ia pikirkan, dan tepat di saat ia mengetahui rahasia tergelap pria itu namun mulai sedikit luluh akankah ia tetap bertahan atau melanjutkan rencananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3

⚠️ WARNING — FICTIONAL CONTENT ⚠️

Seluruh adegan, karakter, tempat, dialog, situasi, serta peristiwa dalam cerita ini merupakan hasil imajinasi penulis. Beberapa unsur sengaja dibuat, diubah, atau dikembangkan untuk kebutuhan alur cerita.

Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian nyata, maupun menjadi acuan terhadap kehidupan atau perilaku di dunia nyata.

Harap membaca dengan bijak.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Agro Lopez berdiri di sisi pintu besar yang telah terbuka. Pandangnya jatuh pada putri semata wayangnya.

Gaun babyblue yang baru sejam ia pakai dengan penuh ceceran dan yappingnya itu terlihat pas, seakan gaun itu memang diciptakan khusus untuknya, rambut blonde yang menurun darinya itu di sanggul dengan beberapa helai tipis di biarkan menjuntai jatuh.

Wajahnya... Cantik sekali mengingatkannya akan Margot sewaktu mereka penuh gairah dan muda, mata belo dengan netra hazelnya menurun dari Margot indah sekali benar-benar seperti putri dalam dongeng.

Agro menarik nafas dalam lalu Menghembuskannya lewat mulut. menahan rasa getar, bahagia sekaligis sesak di dadanya pria yang sudah tak lagi muda itu menatap lamat putrinya.

Otaknya memutar kenangan ke belakang, saat di mana dia dan Margot berusaha keras agar memiliki bayi menantikan hadirnya buah cinta dalam kurun waktu yang lama hingga lahirlah Alba Lopez malaikat kecil sekaligus pelengkap dari hidup mereka.

Putri yang ia timang-timang, yang hidupnya tak pernah ia biarkan kesusahan kini tersenyum ke arahnya meskipun ia tahu senyum itu palsu.

"Sorry my Princess. " Tuturnya sembari mengecup tangan Alba.

Kalimat itu terucap lembut penuh kesederhanaan tapi cukup membuat Alba yang wajahnya di tekuk melunak dan tak jadi protes.

Agro maju selangkah menatap telak pada netra hazel Alba. " Kamu kaget?, Mungkin ini terlalu mendadak. Papi tau kamu marah, kesal bahkan mungkin benci sama papi mami itu pantas. "

Ia terdiam lagi mengambil jeda sebelum melanjutkan kalimat berikutnya.

"Percaya sama papi nak, mami sama papi cuman mau yang terbaik dengan menjamin kelangsungan kamu di laki-laki yang tepat. "

"Gak perlu merasa sedih pisah dari mami papi, walaupun Baba sudah berumah tangga papi akan terus pantau Baba. "Agro mengusap lengan putri nya sebelum melangkah mundur.

Setelah Agro melangkah mundur majulah sosok lain.

Margot Lopez, maminya.

Sosok anggun dengan mata hazel seperti Alba itu mendekat dengan gaun berwarna maroon.

Ia mendekat rapat pada Alba sembari memeluk Alba memgirim rasa aman dan nyaman,air menggenang di pelupuk matanya hampir luruh. Tapi tetap ia pasangkan senyum.

"Mami tunggu Baba di dalam ya sayang. " Suaranya bergetar ia mendongakan kepalanya sembari berkedip cepat.

"Mami always love u Baba. "

Seketika itu juga Alba meledak lagi. Dia ingin berkata belum siap lagi, belum siap berpisah dari mami dan papinya tapi ketika tatapan mata maminya jatuh kr matanya dengan sorot penuh cinta kasih membuatnya bungkam.

Maminya melabuhkan kecupan basah dan hangat di jidatnya penuh akan sayang sebelum berbalik masuk ke ballroom.

Pintu besar kembali tertutup menyisakan Alba dan dua bridesmaid dadakanya saja.

"Nangis aja ga papa kok maka-up aku ama waterproof, kecuali kamu nangisnya kejer nah akupun gak berdaya kalo itu. " Celetuk waria yang menjadi bridesmaid nya sembari mengipasi area wajahnya.

Alba mendongak menahan genangan jatuh dari pelupuk matanya.

"Padahal ga papa loh nangis aja, dan sumpah beb kamu itu pengantin paling cantik yang pernah aku make-upin. "

"Kamu bilang aja kalau mau uang tambahan. "Alba mendelik.

Papi Agro memberi kode agar Alba menggandeng tanganya. Alba menggandeng tangan papinya.

" Pi... "

"Hmm."

"Kalau laki-laki nya jelek jangan salahin aku kalau kabur ya. "

Alba dan papinya terus berjalan dengan bridesmaid di belakang mengatur gaun Alba.

Ruangan itu megak spektakuler meski tamunya sedikit, bahkan tak ada satupun kamera yang menyala di sini.

Di ujung sana berdiri dia.

Laki-laki itu.

Saat langkah semakin dekat mata belo hazel Alba yang jernih melebar.

Itu calon aku, alamak beneran gak sih.

Pria itu menggunakan tuxedo hitam dengan sepatu Penthopel hitam mengkilat, fitur wajahnya dewasa dan tegas dengan jewlin yang terbentuk sempurna, hidung mancung, dengan bibir tipis.

Rambut tersisir rapi dengan tubuh tinggi tegap otot sesak mencetak tuxedo nya, kalau Alba berdiri di sampingnya maka Alba terlihat seperti kurcaci.

Tinggi sekali paten memang.

Ge, er boleh tidak, mata pria itu menatap lurus dan telak ke arahnya, dengan bibir terkatup rapat.

Pelit sekali pria itu memberi senyum saja seperti harus membeli dulu.

Tapi, meleleh ini hati.

Kalau gini kayanya ga jadi cerai deh, aneh banget kalo ngelepas cogan.

Tinggal beberapa langkah lagi kalau seumpamanya dia nolak dan pergi ngebatalin pernikahan ini aku seret balik mau gak mau harus tetap nikah titik.

Kayanya pria di depan sana itu cocoknya jadi Sugar Daddynya deh, bau-bau hartanya behh kecium sampe sini.

Siap Alba siap menyandang status baru bahkan kalo sehabis ini dia harus ngelayanin ayok gas eh tapi tar dulu.

Langkah Alba kini telah tepat di depan pria itu kakinya terasa kebas dengan tangan tremor memegang bunga erat.

Sungguh eksitensi dan kharisma pria itu menguar memperlihatkan betapa dominan sosoknya.

Alba tersenyum kikuk saat Agro meletakan tanganya di tangan pria itu.

"Jaga dan kasihi anak saya, dia cuman punya saya maminya dan sahabatnya dan sekarang saya serahkan putri saya untuk kamu tanggung jawabkan!. "

Alba memcoba menahan dirinya agar tidak mewek.

Pria itu hanya mengangguk pelan, lalu atensinya ia labuhkan pada Alba yang membuat Alba kikuk.

"Alba."

Suara itu berat dan dalam keluar dari bibir pria itu.

Seriusan dengar suaranya aja sudah bisa membuat Alba ingin langsung menyeret pria itu ke kamar.

...****************...

Apakah engkau Lazarus Skyler bersedia menerima Alba Lopez sebagai istrimu, mencintainya dan menjaganya maupun suka dan duka hingga ajal memisahkan?. "

Oh namanya Lazarus, nanti panggil nya sayang aja biar gampang namanya belibet di sebut.

"Saya bersedia. "

"Apakah engkau Alba Lopez menerima Lazarus Skyler sebagai suamimu mencintainya, menjaganya maupun suka duka hingga ajal memisahkan? . "

Tungkai Alba terasa kebas dia keringat dingin bimbang harus bagaimama.

Ingin lari saja tapi ada banyak tamu dan kerabat kerja papinya dia tak sampai hati membuat papi dan maminya malu.

Plesnya lagi suami di depanya ini mantap sekali.

Calm down Alba you can.

Alba menghembus nafas berat.

"I do. "

"Sekarang silahkan bertukar cincin sebagai tanda ikatan. "

Kotak maroon di buka memperlihatkan cincin yang mengkilau.

Lazarus terlebih dahulu mengmbil cincin itu lalu meraih tangan Alba, tanganya yang kokoh dengan jari besarnya membuat tangan Alba terlihat mungil. Lazarus menyelipka cincin itu ke jemari manis Alba yang ukuranya pas.

'Anjayy resmi jadi istri nih, mau reques ke roze tempat bulan madu ter hot . '

Alba meraih cincin lalu menyematkannya ke jari manis Lazarus dengan sesekali modus menyentuh tangan Lazarus.

Cincin sudah tersemat masing-masing di jemari keduanya.

"Sekarang kalian berdua sudah resmi menjadi suami istri, kini mempelai pria bisa mencium mempelai wanita."

'Apanihh.'

Belum sempat Alba Memperoses semuanya Lazarus terlebih dulu meraih tengkuh Alba dan menciumnya.

Cup.

'Seriusan? 'Hampir saja jantung Alba berpindah saking terkejutnya ia.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

THANK YOU FOR READING 🌸

Terima kasih sudah membaca sampai akhir.

Semoga ceritanya meninggalkan sedikit kesan untuk kalian.

For u, a dahlia. 🌺

— Author

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!