Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8 Ibu Yang Keterlaluan
Kyarra pagi ini sudah siap-siap terlihat cantik dan anggun, dengan setelan rok yang selalu dia gunakan yang dipadukan dengan blazer dan tidak lupa jilbabnya yang teruntai begitu rapi yang menjadi tren kekinian membuat Kyarra terlihat semakin cantik dan anggun dengan balutan pashmina itu.
Kelly juga sudah bangun, sudah mandi dan memakai seragam sekolahnya yang saat ini sedang menikmati sarapan yang telah dibuatkan oleh Kelly.
"Tante tidak sarapan?" tanya Kelly ketika melihat Kyarra membuat bekal.
"Nanti saja di kampus," jawab Kyarra.
Pintu kamar terbuka berasal dari kamar Alvino. Kyarra hanya melihat sebentar dan kemudian memasukkan bekal tersebut ke dalam tasnya.
"Pagi Papa!" sapa Kelly.
"Pagi sayang," sahut Alvino menghampiri putrinya dengan mencium keningnya.
"Papa tidak sarapan?" tanya Kelly membuat Alvino melihat apa yang dimakan putrinya dan ternyata itu nasi goreng.
Mungkin Alvino penasaran mengapa putrinya tidak sarapan waktu itu dan sulit sekali untuk memesan makanan lain, ternyata hanya nasi goreng saja.
"Tidak! Papa sarapan di kantor saja," jawab Alvino.
"Papa enak tahu sarapan dengan nasi goreng, kalau setiap hari Jum'at, Tante Kyarra akan membuat nasi goreng sebagai sarapan, jarang-jarang tahu pa," ucap Kyarra.
"Setiap hari Jumat, artinya di hari-hari yang lain Ada sarapan yang berbeda?" batin Alvino penasaran.
"Kelly sudah selesai sarapannya? papa akan antar ke sekolah," ucap Kyarra.
"Baik. Pa," sahut Kelly menganggukkan kepala.
Kelly tidak lupa minum dan kemudian turun dari kursi tersebut yang tangannya digenggam oleh Alvino.
"Hati-hati Kelly!" ucap Kyarra.
"Dada Tante," Kelly tidak lupa melambaikan tangannya. Kyarra menghela nafas ketika melihat ayah dan anak itu sudah pergi.
Kyarra tidak lupa membersihkan meja makan terlebih dahulu, sebelum berangkat ke kantor.
*****
Di parkiran Alvino dan Kelly baru saja memasuki mobil dengan Alvino membantu Kelly memakai sabuk pengaman, ternyata Kyarra juga sudah keluar dari Apartemen yang terlihat buru-buru.
"Papa tante Kyarra tidak sekalian ikut dengan kita?" tanya Kelly.
"Beda arah," jawab Alvino tidak tertarik untuk memberi tumpangan kepada Kyarra.
"Sekolah Kelly dekat dengan kampus tante Kyarra," ucap Kelly.
"Kelly akan terlambat sekolah!" ucap Alvino.
"Belum Papa," ucapnya yang seperti mendesak Alvino agar memberi tumpangan kepada Kyarra.
Alvino menghela nafas dan kemudian membunyikan klakson yang membuat Kyarra kaget.
Lagi dan lagi klakson terus saja dibunyikan yang membuat Kyarra kesal dan akhirnya mau tidak mau menghampiri mobil yang sangat mengganggunya.
Kyarra sedikit menunduk dengan kaca mobil yang telah diturunkan oleh Alvino.
"Masuk!" titah Alvino.
Kyarra mengerutkan dahi, seenaknya diperintahkan Alvino.
"Tante ayo masuk cepat!" ucap Kelly.
Kyarra akhirnya menurut karena memang melihat dia juga bahkan akan terlambat pergi ke kampus.
Saat Kyarra sudah memasuki mobil kemudian, Alvino langsung mengendarai mobil tersebut.
Sekolah Kelly pertama kali dapat setelah kampus Kyarra, setelah Alvino mengantarkan Kelly dan kemudian saat ini Kyarra yang masih berada di dalam mobil yang duduk di kursi belakang bersama dengan Alvino.
"Kamu jangan terlalu percaya diri saya mengantar kamu, ini semua hanya permintaan Kelly, saya juga tidak tahu bagaimana kamu menghasut putri saya harus lebih berpihak kepada kamu dibandingkan saya," sahut Alvino dengan sinis berbicara sembari melihat dari kaca yang ada di dalam mobil.
"Kak! saya tidak punya kepentingan apapun untuk menghasut Kelly," sahut Kyarra.
Alvino tidak menjawab lagi, kemudian tiba-tiba menghentikan mobil tersebut dan padahal belum sampai kampusnya.
"Turun!" titah Alvino.
"Turun! Kan, belum sampai kampus saya masih ada beberapa meter lagi di depan," ucap Kyarra.
"Saya tahu itu," sahut Kyarra
"Lalu!"
"Kamu berharap saya akan mengantar kamu sampai di depan kampus kamu, atau saya mengantar kamu sampai depan kelas kamu?" ucapnya seakan-akan tidak akan sudi melakukan hal itu.
Kyarra menghela nafas, tidak memiliki waktu untuk berdebat dengan Alvino membuat Kyarra langsung keluar dari mobil.
Alvino langsung melajukan mobilnya begitu saja.
"Astagfirullah, benar-benar harus bersabar menghadapi orang sepertinya, ternyata lebih sulit menghadapi dia di bandingkan Kelly!" ucap Kyarra menghela nafas.
Kyarra tidak punya waktu untuk mengeluh, Kyarra hampir saja terlambat ke kampus yang membuatnya buru-buru melanjutkan langkahnya, kampusnya sudah di ujung mata, bagaimanapun Kyarra harus cepat.
*********
Mega membuka pintu rumahnya yang masuk ke dalam rumah dengan membawa belanjaan yang begitu banyak.
"Walau Melani sudah pergi entah ke mana, ternyata aku masih tetap kaya, masih bisa memanjakan mata dengan shopping," ucapnya duduk di sofa dan membuka belanjaan tersebut.
Banyak sekali yang dibeli oleh Mega, dari pakaian-pakaian branded, tas dan lain sebagainya.
"Hmmmm, aku sudah merindukan memakai barang-barang seperti ini, besok ada arisan dan aku akan memamerkan kepada teman-temanku barang-barang baru yang aku miliki dan pasti mereka akan iri," ucap Mega tersenyum lebar yang sejak tadi keluarkan barang-barang yang telah dia beli di Mall.
"Ma!" di tengah kesenangan Mega Kyarra memasuki rumah dengan langkah yang sangat cepat.
"Kamu itu seharusnya masuk rumah mengucapkan salam dulu, cuma kamu memakai hijab jika masuk rumah tidak sopan seperti itu," sewot Mega.
"Mama memakai uang les ballet Kelly?" tanyanya memastikan yang membuat Mega tampak cuek.
"Ma, Kyarra sedang bicara!" desak Kyarra.
"Jadi Mama benar-benar memakai uang les itu untuk belanja ini dan itu?" tanya memastikan.
"Mama hanya pinjam sebentar dan nanti juga pasti ada gantinya, lagian Kelly juga sudah tinggal dengan ayahnya, masa iya mengganti uang les saja tidak bisa," sahut Mega.
"Mama benar-benar keterlaluan, uang les anak kecil saja dipakai hanya untuk belanja ini dan itu. Apa belum cukup dengan uang Mama terima ketika aku menikah dengan kak Alvino, apa belum cukup dengan aset yang Mama dapatkan hah!" ucap Kyarra dengan kesal.
"Heh Kyarra, kamu jangan sombong dan berani bentak-bentak Mama seperti itu hanya kamu sudah menjadi istri Alvino. Dulu juga kamu menikmati fasilitas yang diberikan Alvino pada kita di saat dia dan Melani masih menikah, sekarang kamu seharusnya menggantikan posisi Melani, memenuhi kebutuhan ibu kamu, bukan uang les saja yang dipakai dan kamu harus ceramah ini dan itu," sahut Mega seperti biasa tidak akan pernah mau disalahkan.
"Aku tidak akan hitung-hitungan jika Kyarra memegang uang, tetapi pada kenyataannya
Kyarra tidak memiliki uang yang bisa dibagi," sahut Kyarra.
"Ya itu, karena kamu bodoh, kamu sudah menjadi istri pengusaha kaya raya dan seharusnya kamu memerasnya, mungkin bisa saja besok atau Minggu depan dia akan mencerahkan kamu karena yang dia inginkan hanya anaknya, kamu harus menggunakan kesempatan dan putar otak kamu untuk memanfaatkan keadaan!" tegas Mega.
"Benar-benar keterlaluan, Kyarra sudah tidak tahu harus berbicara seperti apa lagi kepada Mama," ucap Kyarra merasa percuma berdebat dengan Mega yang selalu merasa menang sendiri.
Kyarra memilih untuk meninggalkan tempat itu.
"Lihatlah, datang-datang ke rumah ini marah-marah, bahkan dia sendiri tidak sadar biaya kuliahnya juga dari hasil keluarga Alvino, anak sok puitis, aku pikir lebih pintar dari Melani dan ternyata naif dan sok suci," ucap Mega masa bodoh dan kembali melihat isi belanjaannya daripada harus memikirkan Kyarra.
Bersambung....