Olivia Kania Smith mati dengan tragis ditangan adik angkatnya.
Olivia tidak tahu selama ini, kenapa keluarga kandungnya begitu sangat membencinya, dan bahkan juga teman-temannya sangat membencinya.
Mereka lebih percaya, dan perhatian kepada adik angkat Olivia.
Hingga pada detik terakhir Olivia akan mati, barulah ia tahu kenapa semua orang sangat membencinya.
Suara hati adik angkatnya dapat didengar semua orang, kecuali dia!
Siapa sangka, setelah kematian tragisnya, ia dapat mengulang kembali kehidupannya, dan dapat mendengar suara hati adik angkatnya.
Bagaimana sikap Olivia menghadapi keluarga kandungnya, setelah kehidupan ke duanya untuk membalas sakit hatinya pada kehidupan sebelumnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35.
"Kembalikan mikrofonnya!!" Dosen Camilla menghambur ke arah Olivia, untuk kembali mengambil mikrofon dari tangan Olivia.
Tangan Olivia dengan cepat menghindari tangan Camilla, yang akan mengambil mikrofon dari tangannya.
"Aku tidak mau!!" jawab Olivia, lalu berlari turun dari depan kelas.
"Olivia! jangan lari kamu!!!" teriak Rektor sembari telunjuknya menunjuk Olivia yang berlari membawa mikrofon.
Camilla juga berlari mengejar Olivia, yang seketika panik karena begitu sulit untuk mendisiplin Olivia.
"Kau jangan lari!!!" teriaknya melihat Olivia yang berlari ke antara mahasiswa yang duduk di kursi mereka.
Ia bersama Rektor mengejar, dan berusaha menangkap Olivia.
Olivia dengan gesit menghindari tangan Camilla yang akan meraihnya.
Ia naik ke atas kursi, lalu kemudian naik ke atas meja.
"Ehh! turun kamu!!!" Camilla semakin kewalahan tidak berhasil menangkap Olivia bersama Rektor.
"Eii.. Ayo sini! rebut mik nya!!!" Olivia mengejek Camilla berlari dari satu meja ke meja lainnya.
Semua hanya bisa melongo melihat aksi Olivia yang berani, membuat Dosen dan Rektor mereka pontang panting mengejarnya.
"Berani sekali dia!" gumam Lydia terpaku di tempat duduknya melihat Olivia yang berdiri di atas meja.
Kehebohan itu membuat yang lainnya saling bergumam melihat aksi Olivia.
"Gila! benar-benar berani sekali!" Hans si preman kampus hampir tertawa melihat apa yang dilakukan Olivia, "Di kelas pendidikan karakter berani sekali melawan pimpinan kampus! berlari keliling ruangan membawa mik!"
Hans melihat Olivia yang berdiri di atas meja mengulurkan tangannya, berpura-pura memberikan mikrofon ke arah Camilla, lalu berganti ke arah Rektor sembari nyaris tertawa mempermainkan Camilla dan Rektor.
Olivia kembali berdiri tegak di atas meja, sembari berkacak pinggang pada satu tangannya, ia kembali bicara menggunakan mikrofon.
"Kubilang kalian semua tolol, langsung panik!!!" katanya memandang Camilla dan Rektor silih berganti yang terlihat kelelahan.
"Kalian semua tidak pernah mencari tahu kebenarannya, main asal menuduh saja percaya sama gosip!!!" sambungnya.
Lydia sontak terkejut mendengar apa yang dikatakan Olivia, ia menjadi gelisah dan panik mendengar Olivia mengatakan asal percaya saja sama gosip.
"Kenapa aku harus minta maaf???" mata Olivia tajam memandang Camilla dan Rektor, "Aku lebih baik minta maaf sama Nenekmu saja!!!"
Olivia mengayuh kakinya ke arah Rektor, saat mengatakan kalimat terakhirnya ke arah Rektor dengan galak, membuat Rektor sontak mundur ke belakang.
Wajah Camilla semakin merah padam memandang Olivia, jari telunjuknya teracung menunjuk Olivia, "Ka.. kau, diam di situ! aku akan menangkapmu!!!"
Olivia bukannya menurut, ia kembali berlari di atas meja, sampai Lydia ketakutan melihat Olivia berlari di atas mejanya.
"Diam di sana! Olivia!!!" teriak Camilla.
Olivia tidak mendengarkan, ia terus berlari dan turun dari atas meja, lalu berlari ke atas ruangan kelas.
Camilla yang mengenakan sepatu hak tinggi menjadi semakin kewalahan mengejar Olivia.
Karena marah sembari berlari mengejar Olivia, membuat nafasnya tersengal-sengal.
Dan Rektor yang sudah berusia sekitar lima puluhan lewat itu pun, sama seperti Camilla tersengal mengejar Olivia yang berlari dengan kencang.
Olivia menghentikan larinya di atas ruangan, lalu menoleh ke arah Camilla yang terlihat begitu marah memandang ke arahnya.
"Camilla Anderson! kau itu pimpinan macam apa, Hah?! jangan kau kira aku tidak tahu, kau selingkuh di hotel sama suamimu dan Rektor kampus!!"
"Apa???" ruangan heboh mendengar apa yang dikatakan Olivia.
"Selingkuh???"
"Tidak mungkin!!!"
Lydia juga sampai terkejut mendengar Olivia mengetahui rahasia Dosen mereka, dan membuatnya sepertinya meremehkan Olivia.
Camilla nyaris menangis mendengar apa yang dikatakan Olivia.
Semuanya sangat jelas mendengar suara Olivia, membuat Camilla seketika menjadi stress, dan seketika menjerit mengacak-acak rambutnya saking marahnya pada Olivia.
"Aaaaa.... !!!" jerit Camilla histeris.
Bersambung.......
..