"Wanita yang dulu kau buang seperti sampah, kini menjadi Ratu yang tak sanggup kau beli!"
Demi Fandi, Maya rela melepas statusnya sebagai supermodel ternama dan menjadi ibu rumah tangga biasa. Namun, pengorbanannya dibalas penghinaan. Begitu penampilannya tak lagi segar, Fandi menceraikannya demi wanita lain dan mengusirnya tanpa membawa apa pun.
Fandi mengira hidup Maya sudah hancur. Namun, ia salah besar.
Di balik kehancurannya, Maya bangkit merintis kembali kerajaannya. Ketika Maya berdiri di puncak kejayaan sebagai wanita paling berpengaruh, Fandi merangkak dalam penyesalan yang tak bertepi.
Sayangnya... Ratu yang dulu disia-siakannya kini melayang terlalu tinggi untuk kembali.
bagaimana ceritanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. DSKKR
"Mbak, tolong lihat ya.. minta maaaf kalau memang Kirana salah lalu bawa kemari|" Ucapku pada pengasuh kirana.
"Baik nyonya.."
"Nonaaa.. nonaa .. nona tidak apa" ucap pengasuh kirana membantu kirana berdiri.
"Tidak apa.. mba" jawab anak maya.
"Heh.. ini dijaga dong anaknya.. lihat? Baju ku ini mahal, jadi kena ingus nya nih.. ih jijik banget.." Ucap perempuan itu.
Kirana berdiri dan menghadap ke arah perempuan itu lalu meminta maaf.
"Maafkan kirana kak." Ucap kirana sopan.
"Hah! Kirana! Kok kamu disini!" Ucap perempuan itu.
"Tante siapa?" Ucap kirana bersembunyi di belakang pengasuh nya.
"Emm maaf ya mba, nona kami tidak sengaja nabrak. Lalu nona juga sedang tidak pilek kok." Jelas pengasuh kirana.
"Heh.. kalau ada anaknya artinya ibu nya disini dong? Dimana dia? Dia harus tanggungjawab, lihat? Baju ku kena coklat-coklat gini. Gaji kamu saja engga bakalan sampai beli baju ini tau!"
"Iya.. minta maaf sih gampang, terus tanggungjawab nya manaa? Huh.." Ucap teman perempuan itu.
"Nah.. Ganti rugi sekarang! Kirana.. sini sama tante dulu. Kamu akan tante balikin setelah ibu kamu ganti rugi" Ucap perempuan itu/
Dia menarik paksa Kirana lalu temannya mendorong pengasuh nya hingga jatuh.
"Hehh mba.. kalian gila ya.. ini anak kecil loh.. nona kami sudah minta maaf ke kalian ya!" Ucap pengasuh itu berdiri dan mencoba menolong Kirana yang menangis.
Semua pengunjung mall ikut menonton dan berusaha menengahi mereka.
"Eh mba, lagi ngapa tu. Lepasin anak itu.." ucap pengunjung mall.
"Jahat banget sih jadi orang" ucap pengunjung yang lain.
"Diam ya kalian. Anak ini keponakan ku. Dia cuma kaget di tarik-tarik wanita itu." Ucap perempuan itu.
"Tidak.. nonaa.." ucap pengasuh itu masih dihalangi teman perempuan itu.
Tiba-tiba maya pun berjalan datang menghampiri.
"Heh lepaskan anakku" Ucap maya berjalan anggun namun tegas.
Perempuan itu pun menoleh ke arah Maya dan otomatis kedua matanya melotot kaget melihat maya sekarang.
"Mbak maya" Ucap perempuan itu.
"Lepaskan anakku! Kalau tidak, kamu akan aku laporkan pada polisi" Ucap maya tegas dengan matanya yang menyorot tajam.
"Mbak.. jangan dikira kamu sudah kaya jadi bertindak enaknya ya! Lihat.. ini ulah kirana" Ucap perempuan itu.
"Kirana bersih. Dia tidak kotor. Bisa saja noda itu dari kamu sendiri kan?" Jawab maya dengan santai.
"Apa maksud mu mbak! Kamu menghina ku? Kirana yang nabrak aku loh."
Kirana masih menangis di genggam erat oleh perempuan itu.
"Maamaa.. Kirana udah minta maaf ma.." Ucap Kirana menangis syahdu.
"Kamu dengar sendiri? Dia sudah minta maaf. Kamu yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan buat dapat uang bukan?" Jawab Maya lalu tanpa basa-basi dia mengeluarkan ponsel nya dan menelpon bagian keamanan.
"Hey! Jangan di kira kamu terkenal kamu bisa lepas tanggung jawab ya. Salah anak kamu ini buat kotor baju sahabatku. Tinggal kamu ganti rugi sudah selesai. Lagian untuk uang 20 juta di kamu tidak ada apanya kan? Ribet sekali sih. Baru tau ternyata maya kartika orang nya begini" Sahut sahabat wanita itu.
"Sudah selesai omel nya? Pak.. keluarkan mereka dari sini." Ucap maya pada satpam yang datang mendekat.
"Kau! Pelit sekali sih mba! Hitung-hitung sedekat dengan ipar sendiri" Seru Perempuan itu.
"Sedekah? Untuk dapat sedekah dari ku, kamu tidak pantas intan.. Lebih baik kamu tau diri dan refleksi diri semua kesalahan kamu dan semua kebohongan kamu" ucap maya tenang.
"Tidak! Aku engga salah apapun... Maya mbak maya kamu seharusnya memikirkan juga hidup keluarga suami kamu gimana.. Sombong sekali sih" Ucap Intan berteriak saat satpam memegang tangannya menyeret nya keluar.
"Maaf bu maya atas bertapa telatnya keamanan kami" Ucap kepala keamanan mall.
"Tidak apa.. jangan biarkan ini pada pengunjung lain lagi" jawab maya lalu dia mengandeng kirana.
Karena maya adalah investor mall dan bekerjasama dengan VANE agency, ia memliki sejumlah keuntungan karena itu.
"Mamaaa...huhu" tangis kirana.
"Tidak apa-apa sayang.. Mama disini.. Mbak.. ayo lanjutkan makan saja." Ucap maya pada anak dan pengasuh itu.
Maya pun berjalan kembali menuju restoran yang dimana ada ibu nya, arka, arki dan pengasuh nya.
"Loh.. Kirana kenapa sayang.." Ucap Ibunya maya.
"Tidak apa bu.. kirana hanya engga sengaja nabrak orang terus orang itu minta ganti rugi padahal kirana tidak melakukan apapun" jelas maya singkat.
"Loh.. lalu gimana? Ganti rugi berapa?" Tanya ibunya maya.
"Tidak usah ganti apapun bu.. Lagian kirana engga salah.. dia nabrak lalu minta maaf sudah. Ahh sudahlah bu.. mending lanjut pilih pesanan ayo.. kita makan bareng" Ucap maya.
"Iya sudah.. habis ini kita langsung pulang ya.. ibu udah pegel pegel ini.."
"Iya bu.."
***
Hari-hari berlalu maya melupakan kejadian yang lalu dan terus menatap masa depan. bagaikan kilatan cahaya bagi Maya, Setiap detik hidupnya kini diisi dengan hal-hal yang membangun jiwa dan raganya. Rutin berolahraga, menjaga pola makan bernutrisi, serta rangkaian perawatan kulit yang konsisten membuat penampilannya berubah drastis secara konstan.
Kulitnya kini kenyal, kencang, dan bersinar sehat seperti kembali ke usia dua puluhan. Tubuhnya yang dulu berisi dan membungkuk kini tegap, ramping, serta dipenuhi lekuk otot yang proporsional dan anggun.
**
Siang itu, sebuah majalah bisnis dan gaya hidup bergengsi menobatkan Maya sebagai salah satu 'Woman of the Year'. Sesi pemotretan sampul majalah dilakukan langsung di studio VANE Group.
Maya berdiri di tengah panggung latar putih, mengenakan gaun sutra maroon dengan belahan tinggi di bagian kaki dan potongan dada yang elegan. Ketika lampu kilat kamera menyala bertubi-tubi, Maya bergerak secara alami. Setiap gestur, pandangan mata, dan pose tubuhnya memancarkan pesona bintang sejati yang telah lama terpendam.
Arch berdiri di belakang tim fotografer, memperhatikan Maya tanpa berkedip. Ada binar rasa bangga dan kagum yang tak lagi bisa ditutup-tutupi dari wajah pria itu.
"Dia benar-benar luar biasa, Mas Arch," bisik salah satu pengarah gaya majalah tersebut. "Aura supermodel-nya gak hilang sedikit pun, malah sekarang kelihatan jauh lebih matang dan berkelas."
Arch tersenyum tipis, matanya tetap tertuju pada Maya. "Dia memang terlahir untuk jadi mahakarya. Dia memang ditakdirkan buat itu"
Setelah sesi pemotretan selesai, Maya melangkah ke area istirahat. Dia menyunggingkan senyum ramah saat beberapa staf memberinya tepuk tangan riuh.
"Terima kasih semuanya," ucap Maya jernih dan penuh wibawa.
Arch melangkah mendekat seraya menyerahkan segelas jus buah segar. "Penampilan yang sangat sempurna, May. Tim majalah tadi bilang, foto sampulmu bakal jadi edisi paling laris tahun ini loh."
Maya menerima gelas itu, menatap Arch tulus. "Ya ampun.. mas arch terlalu memuji tau.. Semua ini gak bakal terjadi tanpa dukungan penuh dari Mas Arch dan tim VANE Group."
"Kamu yang mengusahakannya sendiri, Maya," balas Arch lembut. "Oya, malam ini ada jamuan makan malam bersama para calon mitra ekspansi kita dari luar negeri. Aku harap kamu bisa hadir sebagai wajah utama dari *brand* ini."
"Pasti, Mas Arch. Aku siap," jawab Maya mantap tanpa ragu.
~Bersambung...~