Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Naya selalu diabaikan Aslan, suaminya. Hingga suatu hari Aslan pergi dinas dan tak pulang selama tiga bulan.

Naya yang khawatir memutuskan untuk menyusulnya, Namun dia justru mendapati Aslan telah menikah siri dengan wanita lain secara diam-diam.

Tanpa marah dan tanpa meminta penjelasan, Naya memilih pergi dari kehidupan suaminya.
Namun, ketika Naya benar-benar menghilang, Aslan justru mulai menyadari bahwa kehilangan istrinya adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

Di dalam ruang tamu yang masih berbau harum bunga dan parfum, suasana pernikahan yang baru saja usai mulai mereda. Tepuk tangan sudah berhenti. Penghulu dan para saksi sudah pamit. Hanya tersisa Aslan, Liza, dan ibu Liza, yang masih duduk di sofa panjang berwarna krem.

Ranti memegang secangkir teh yang sudah agak dingin. Matanya menatap ke arah jendela yang terbuka sebagian, seolah masih mencari sesuatu di luar. Wajahnya tegang, alisnya berkerut dalam.

“Liza,” ujarnya tiba-tiba, suara pelan tapi jelas. “Tadi Mama seperti melihat Naya datang ke rumah ini"

Liza yang sedang duduk di samping Aslan langsung menoleh. Senyum tipis di wajahnya memudar. “Mama salah lihat kali. Tidak mungkin Naya ke sini. Dia kan tidak tahu alamat rumah ini juga” jawabnya cepat, mencoba terdengar tenang. Jari-jarinya yang masih memakai cincin baru sedikit mengetuk-ngetuk lutut.

Ranti menggeleng pelan. “Mama yakin itu dia, Liz. Wanita itu berdiri di depan pintu, memandang ke arah kamu dan Aslan. Rambutnya, wajahnya, bahkan cara berdirinya… Mama tidak mungkin salah. Tapi pas Mama mau melihat lebih jelas, dia langsung pergi. Cepat sekali.”

Liza menghela napas, mencoba tersenyum. “Mama kelelahan kali. Naya di Jakarta. Dia tidak mungkin tahu suaminya ada di sini"

Aslan yang sejak tadi berdiri di dekat meja, merapikan beberapa dokumen, akhirnya menoleh. Ia mendengar perdebatan itu dengan jelas. Alisnya sedikit terangkat. Dengan langkah tenang ia menghampiri keduanya.

“Ada apa ini? Kenapa berisik sekali?” tanyanya. Suaranya datar, tapi ada sedikit ketegangan yang tersembunyi di baliknya.

Liza segera menoleh, wajahnya berusaha tetap rileks. “Mama bilang melihat Naya di luar. Tapi sepertinya Mama salah lihat. Tidak mungkin Naya di sini, kan?” jelasnya, sambil meraih tangan Aslan seolah mencari dukungan.

Aslan terdiam sejenak. Matanya melirik ke arah jendela yang masih terbuka. Angin sore masuk pelan, menggoyang tipis gorden putih. Untuk sedetik, ada bayangan samar di pikirannya, wajah cantik Naya, dan tatapannya yang tenang, yang menjauh tanpa suara. Tapi ia segera mengusir pikiran itu.

“Iya, tidak mungkin Naya ke sini. Dia tidak tahu alamat ini. Dan dia tidak akan berani datang sendirian ke Bandung.” katanya akhirnya, suaranya tegas.

Ranti mendengus kesal. Ia meletakkan cangkir tehnya dengan sedikit kasar di atas meja. “Terserah kalian deh. Mama yakin itu Naya. Mama belum terlalu tua, tidak mungkin sampai salah melihat orang.” Katanya singkat, lalu berdiri. Tanpa menunggu jawaban, ia berjalan menuju dapur, meninggalkan Aslan dan Liza berdua di ruang tamu.

Keheningan mengendap setelah kepergian Ranti. Liza menggigit bibir bawahnya, tampak gelisah. “sayang, benar kan? Tidak mungkin Naya tahu?”

Aslan tidak langsung menjawab. Ia berjalan mendekati jendela, menutupnya pelan, lalu menarik gorden hingga tertutup rapat. Jari-jarinya terasa sedikit dingin. Di dalam dada, ada denyut kecil yang tidak nyaman. Bukan rasa takut. Lebih seperti firasat yang mencoba naik ke permukaan, tapi ia paksa tenggelam.

“Iya, tidak mungkin” ulang Aslan akhirnya, lebih untuk meyakinkan dirinya sendiri. “Naya di rumah. Dia menunggu seperti biasa. Besok atau lusa aku akan meneleponnya, bilang pekerjaan masih lama. Semuanya aman.”

Liza mengangguk pelan, meski matanya masih penuh keraguan. Ia mendekati Aslan dan menyandarkan kepala di bahu suaminya“Aku percaya padamu,” bisiknya.

Aslan meraih pinggang Liza, menariknya lebih dekat. Senyum tipis kembali muncul di wajahnya. “Sudah, jangan pikirkan yang aneh-aneh. Hari ini hari kita. Naya tidak akan mengganggu.”

Lalu sepasang suami istri itu masuk kedalam kamarnya, dan tak lama terdengar suara desahan saling bersahut-sahutan dari kamar itu. Selayaknya sepasang pengantin baru, mereka berdua sedang melakukan malam pertama.

*****

Sudah satu minggu semenjak pernikahan siri itu, Aslan tidak lagi mendapat pesan beruntun dari istrinya.

Aslan mengusap wajahnya kasar. Jari-jarinya membuka kotak masuk sekali lagi, seolah berharap ada notifikasi yang terlewat. Tapi ternyata tidak ada. Biasanya Naya selalu bertanya,“Mas sudah makan belum?”, “hati-hati di jalan”, dan tidak ada pertanyaan“kapan pulang?”. Bahkan tidak ada emoji kecil yang biasanya Naya kirim setiap malam sebelum tidur.

“Ke mana dia… kenapa tidak ada kabar sama sekali?” gumamnya pelan, suara serak karena baru bangun.

Ini tidak biasa. Sangat tidak biasa. Selama bertahun-tahun, Naya selalu menjadi orang yang lebih dulu menghubungi. Meski Aslan jarang membalas, meski ia sering mengabaikan, Naya tidak pernah berhenti. 

Setiap pagi ada pesan singkat menanyakan apakah ia sudah sarapan. Setiap siang ada kabar cuaca di Jakarta. Setiap malam ada pertanyaan lembut tentang pekerjaannya. Kadang menjengkelkan, kadang membuatnya merasa diganggu, tapi sekarang… keheningan itu justru terasa menyesakkan.

Aslan berdiri, berjalan mondar-mandir di kamar yang luas. Tirai jendela terbuka, menampilkan langit Bandung yang mendung. Di sudut lain, Liza sedang berbicara di telepon dengan ibunya, tertawa kecil sesekali. Suara itu terdengar samar, tapi Aslan tidak terlalu memperhatikannya.

Aslan menggigit bibirnya mencoba menghubunginya istrinya. Namun hasilnya sama saja. Nomor itu aktif, tapi tidak pernah diangkat.

Ia duduk kembali di tepi ranjang, menatap layar yang sudah gelap. Untuk pertama kalinya, rasa gelisah benar-benar menggerogoti hatinya. Bukan rasa bersalah yang dalam, lebih seperti rasa kehilangan kendali. Naya selalu bisa ia tebak. Naya selalu ada di rumah, menunggu, mengirim pesan, menyiapkan makanan yang tidak pernah ia makan. Sekarang, seolah wanita itu menghilang begitu saja.

“Aneh…” gumamnya lagi.

Ia membuka aplikasi bank, memeriksa rekening yang biasa ia pakai untuk mentransfer uang bulanan ke Naya. Transfer terakhir sudah masuk dua minggu lalu. Belum ada permintaan tambahan. Belum ada keluhan soal tagihan. Semuanya terlalu tenang.

Di luar kamar, Liza mengetuk pintu pelan. “Sayang, kita mau makan siang di luar? Mama minta dijemput juga.”

Aslan mengangkat wajah. “Sebentar,” jawabnya singkat.

Liza membuka pintu, melihat wajah suaminya yang tegang. “Ada apa? Kau dari tadi memegang ponsel terus.”

“Tidak ada apa-apa. Aneh saja, Naya tidak menghubungiku sama sekali” kata Aslan cepat. Ia mengunci layar dan berdiri.

Liza terdiam sejenak, lalu tersenyum tipis. “Mungkin dia sedang marah. Atau sibuk. Lagipula, kau yang bilang dia patuh dan diam. Biarkan saja. Lebih tenang kan tanpa pesannya terus-menerus?”

Aslan tidak menjawab. Ia hanya mengangguk datar, lalu berjalan ke kamar mandi. Tapi di balik pintu yang tertutup, ia menatap bayangan dirinya di cermin. Senyum kemenangan yang biasa ia pakai setelah mendapatkan apa yang ia inginkan… terasa retak.

Naya tidak seharusnya diam, Naya tidak seharusnya menghilang. Dan semakin lama keheningan itu berlangsung, semakin kuat rasa tidak nyaman yang mengendap di dadanya, rasa yang perlahan mulai berubah menjadi sesuatu yang lebih tajam. Sesuatu yang sangat mirip dengan rasa takut.

1
aku
dengerin pak sam tuh bos 😁
𝐀⃝🥀Weny
jangan sampai kamu terlambat lagi Erland 😊
𝐀⃝🥀Weny
pas pacaran kan banyak janji² manis🤣🤣🤣
falea sezi
🤣🤣 nunggu penyesalan si bangke aslan
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 ingin hidup mewah , dengan merebut suami orang yang bisa kau bodohi tapi dia tetap perhitungan tentang uangnya.Benarkah anak yang kau kandung benih Aslan? Emak harap bukan.Agar jika terbongkar nanti Aslan makin menyesal.😃😃
Ariany Sudjana
hahaha pelacur murahan kamu itu Liza, kamu itu hanya bisa menghabiskan uang, tapi ga bisa menghasilkan uang 🤣🤣😂😂 dan otak kamu zonk, kelas kamu jauh dibawah Naya, yang cerdas dan mandiri 🤣🤣😂😂
jadi kenapa kamu harus marah?
cinta semu 2
🤣🤣🤣🤣 pelakor bergaya elit ...dinkasih ATM langsung tancap gas belanja barang branded... sementara suami siri ny belajar hidup irit...
cinta semu 2
pelakor kelas teri mah level ny terjun ke bawah ..jaman dah canggih masih pake gaya manual🤣🤣sekalian bawa keranjang sayuran biar Aslan yakin kalo mau pergi ke pasar 😁
𝐀⃝🥀Weny
sokoooor.... itulah wanita yang kamu pilih.. ternyata mata duitaaaan.. kuras habis saja Liza uangnya biar kapok tu orang🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny
sok berkuasa 😪 padahal blm di akui secara hukum🤣🤣🤣
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣 terus Liza kuras uang Aslan bersama ibumu, sebelum dibuang saat terbongkar anak dalam kandungan kamu bukan anak Aslan.
sunaryati jarum
Itu baru istri siri sudah mengacaukan pekerjaan kamu nanti setelah jadi istri sah menghancurkan perusahaan kamu 👋👋🤣🤣
Agus Tina
Rasain, memang apa si yang siharapkan dari seorang wabita yg berani menerima cinta dari pria beristri? Kekataan, ketenaraan, jadi terima saja .... itu pilihanmu Aslan ...
Sri Widiyarti
tunggu kurma otw Aslan...
Oma Gavin
rasakan itu ashlan istri siri pilihan mu bisanya habisin duit mata mu sudah ketutup selangkangannya
Ariany Sudjana
kenapa kamu harus marah Aslan? itu uangnya Naya, dan harus dia selamatkan daripada jatuh ke pelacur murahan yang ga tahu diri itu
Ariany Sudjana
baru jadi istri siri, sudah bertingkah seperti nyonya bos 😂😂🤣🤣 maklum sih orang miskin, jadi seperti kacang lupa kulitnya, karena dapat suami orang kaya, dan kelasnya jauh di bawah Naya , jadi terima saja hasil kebodohan kamu Aslan
cinta semu 2
bagus thor q suka
cinta semu 2
kapok ...kakean tingkah ...wong Lanang g bersyukur 🤭
sunaryati jarum
kok punya cuma satu bab Thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!