Indonesia
NovelToon NovelToon
The Mafia’S Possession

The Mafia’S Possession

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Roman-Angst Mafia / Cinta setelah menikah
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Jauhi suami saya!"

Teriakan melengking di sebuah kafe elit Manhattan itu meremukkan dunia Pearl Glow Hurt dalam sekejap.

Pria bertutur kata lembut yang dicintainya ternyata seorang penipu beristri. Demi menyelamatkan harga diri dari skandal yang memalu, Glow nekat membual bahwa kekasih aslinya bernama "Lean"—dan bersumpah akan mengelilingi New York untuk menemukan serta menikahi pria bernama Lean demi memvalidasi kebohongannya.

Pencarian impulsif itu membawa Glow ke sebuah bengkel kusam di Queens, memutuskannya berhadapan dengan Lean—seorang mekanik bersikap dingin yang mengintimidasi dan mengaku sebagai kanibal. Glow menganggap sosoknya hanyalah rakyat jelata bersikap sok misterius.
Namun, Glow tidak menyadari bahwa pria itu adalah Orion Leander Ashford, putra penguasa takhta kegelapan New York yang menjalankan bisnis senjata rahasia.
Ketika takdir bertabrakan di antara intrik dan bahaya, permainan nama Lean mendadak berubah menjadi pusaran cinta dan bahaya yang mengancam nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#17

Sinar matahari pagi di bandara privat John F. Kennedy berbiaskan kilau keemasan di atas badan pesawat jet pribadi berlogo konsorsium Hurt. Angin sejuk musim gugur mengibarkan gaun terusan warna baby blue yang dikenakan Glow.

Di sampingnya, Lean melangkah santai dengan kemeja putih berlengan tergulung dan kacamata hitam yang bertengger di pangkal hidungnya yang mancung.

Glow berjalan dengan dagu terangkat tingginya, ketukan sepatu heels-nya nyaring membentur lantai apron. Namun, lirikan matanya beberapa kali mencuri pandang ke arah tas bagasi kecil di tangan Lean.

"Kau benar-benar tidak membawa baju ganti lain selain yang kita beli di mall kemarin?" tanya Glow saat mereka mulai menaiki tangga jet.

Lean menurunkan sedikit kacamatanya, menatap Glow dari balik lensa gelap. "Bukankah kau sendiri yang memilihkan set kemeja kasual itu, Istriku? Lagipula, di resor privat Maladewa, aku ragu kita akan membutuhkan banyak pakaian."

"Lean!" desis Glow dengan pipi yang seketika merona. "Bisa tidak mulutmu difilter sedikit saja?! Ada para kru pesawat di sekitar kita!"

Lean hanya memamerkan senyuman tipis yang teramat provokatif, lalu melangkah mendahului Glow memasuki kabin mewah jet pribadi tersebut. Kabin bernuansa interior kayu mahoni dan kulit krem itu menyambut mereka dengan kenyamanan tingkat tinggi.

Begitu pesawat lepas landas membelah awan New York menuju Samudra Hindia, Glow memilih untuk menyandarkan tubuhnya di kursi sofa bed yang empuk. Ia menyesap jus jeruk hangatnya sembari menatap pemandangan luar jendela, berusaha mengabaikan keberadaan Lean yang duduk berseberangan darinya sambil membaca dokumen yang tidak Glow pahami di tablet digitalnya.

"Kenapa kau menatap layar itu terus?" cetus Glow akhirnya, tidak tahan dengan keheningan yang canggung. "Katanya liburan. Tapi pikiranmu sepertinya ketinggalan di bengkel kusammu itu."

Lean tidak langsung mengangkat wajahnya. Jemari panjangnya menggeser halaman dokumen keamanan mengenai pergerakan Reynal Space yang baru saja dikirimkan oleh Eric. Setelah memastikan seluruh instruksi penjagaan di New York aman, Lean mematikan layarnya dan menatap Glow lurus-lurus.

"Aku sedang memastikan tidak ada gangguan yang akan merusak jadwal bulan madu kita, Pearl," sahut Lean rendah. "Termasuk gangguan dari pikiranmu yang terus-menerus menuduhku punya kekasih."

DEG.

Glow hampir tersedak jus jeruknya. Wajahnya memerah teringat amarahnya tadi malam di kamar pink. "S-siapa yang menuduh?! Aku cuma menyatakan kemungkinan! Pria bersikap sok misterius dan dingin sepertimu itu biasanya punya simpanan di mana-mana!"

"Simpanan?" Lean Terkekeh pendek, suara tawa keringnya terdengar begitu seksi di dalam kabin yang tenang. Ia menegakkan tubuhnya, mengikis jarak di antara kursi mereka dan membungkuk sedikit di atas meja kecil yang memisahkan mereka. "Menghadapi satu istri yang hobi berteriak dan mengigau semalaman saja sudah menyita seluruh energiku. Untuk apa aku menambah masalah dengan wanita lain?"

"Aku tidak mengigau!" jerit Glow spontan, menunjuk Lean dengan sedotannya. "Sudah kubilang semalam itu—"

"Semalam kau mengoceh tentang gaun edisi terbatas Chanel dan menendang kakiku dua kali," potong Lean dengan raut wajah tanpa dosa. "Aku bahkan punya rekaman suaramu kalau kau mau bukti."

"Kau... kau merekamku?!" Glow membelalakkan matanya sempurna, rasa malu dan terkejut meledak jadi satu. Ia melompat berdiri dari kursinya, berusaha merebut ponsel yang tersimpan di dalam saku kemeja Lean. "Hapus tidak! Lean! Kembalikan ponselmu!"

Lean dengan mudah menangkap kedua pergelangan tangan Glow hanya dengan satu cengkeraman tangannya yang kekar. Dengan gerakan sekali tarik yang halus namun bertenaga, Lean menarik tubuh ramping Glow hingga gadis itu terduduk tepat di atas pangkuannya.

"Lepaskan aku, Penipu!" pekik Glow, berusaha melepaskan diri meski aroma maskulin khas kayu cedar dari tubuh Lean seketika mengurung seluruh indranya.

"Duduk yang tenang, Istriku," bisik Lean tepat di samping telinga Glow. Tangannya yang lain melingkar protektif di pinggang ramping Glow, menahannya agar tidak terjatuh akibat guncangan ringan pesawat. "Penerbangan ini memakan waktu empat belas jam. Kau mau menghabiskan waktu dengan bertengkar atau tidur di pelukanku?"

"Pilihan kedua tidak akan pernah ada dalam daftar hidupku!" desis Glow pedas. Namun, meski mulutnya berkata demikian, Glow tidak bisa memungkiri desiran hangat yang mendadak menjalar di dadanya saat merasakan detak jantung Lean yang stabil dan kuat di balik dada tegapnya.

Empat belas jam penerbangan berlalu dengan kombinasi adu mulut kecil, aksi saling ejek, hingga akhirnya Glow yang kelelahan tertidur lelap dengan kepala bersandar di dada Lean—hal yang dimanfaatkan Lean untuk menatap wajah tertidur istrinya dengan pandangan yang sulit diartikan.

...****************...

Saat helikopter privat yang membawa mereka dari bandara Male mendarat di helipad resor pulau pribadi di Maladewa, waktu menunjukkan pukul empat sore setempat.

Pemandangan laut semesta berwarna biru pirus yang jernih, pasir putih halus bagaikan tepung, serta deretan water villa mewah di atas air menyambut kedatangan mereka.

Suara deburan ombak yang tenang dan hembusan angin tropis yang hangat seketika menyapu rasa lelah dari perjalanan panjang.

Seorang manajer resor berbusana serba putih menyambut mereka dengan busur hormat yang dalam.

"Selamat datang di Royal Ocean Villa, Tuan dan Nyonya," sapa manajer itu ramah. "Segala fasilitas pribadi Anda sudah disiapkan. Villa utama berada di ujung dermaga privat untuk menjaga kerahasiaan dan kenyamanan bulan madu Anda."

Glow menghembuskan napas terkagum-kagum melihat keindahan air laut yang tembus pandang hingga memperlihatkan terumbu karang di bawahnya. Namun, begitu mereka melangkah masuk ke dalam water villa seluas lima ratus meter persegi itu, mata Glow seketika tertuju pada satu area utama.

Kamar tidur utama berkonsep terbuka yang menghadap langsung ke Samudra Hindia itu hanya memiliki satu tempat tidur king-size besar yang ditaburi kelopak bunga mawar merah membentuk pola hati.

Glow membeku di ambang pintu. Ia menoleh perlahan ke arah pelayan yang baru saja meletakkan koper mereka.

"Permisi," panggil Glow dengan suara yang agak bergetar. "Apakah tidak ada kamar tambahan atau setidaknya sofa bed di villa ini?"

Pelayan itu tersenyum manis. "Maaf, Nyonya Hurt. Ini adalah suite bulan madu kelas tertinggi kami. Seluruh konsep ruangan memang dirancang khusus untuk pasangan suami istri agar dapat menikmati kebersamaan secara maksimal."

Glow menelan ludah kasar. Begitu pelayan itu pamit mundur dan meninggalkan mereka berdua, Glow memutar tubuhnya dengan cepat untuk menatap Lean yang sedang berdiri di tepi kolam renang infinity pribadi villa tersebut.

Lean telah melepas kacamata hitamnya dan membuka dua kancing atas kemeja putihnya, membiarkan angin laut memainkan rambut cokelat gelapnya.

"Kau..." Glow menunjuk Lean dengan mata menyipit tajam. "Kau yang mengatur semua ini, kan?! Kau sengaja memesan kamar dengan satu kasur!"

Lean memutar tubuhnya santai, memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku celana. "Aku tidak memesannya, Istriku. Kakakmu, Camilo, yang mengurus seluruh reservasi ini. Kau mau protes pada kakakmu di New York?"

Glow mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Kakaknya yang jahil itu memang sangat berniat menumbalkan dirinya pada pria di hadapannya ini.

"Lalu bagaimana kita tidur malam ini?!" seru Glow frustrasi, melangkah mendekati Lean di tepi kolam. "Aku tidak mau tidur bersama pria mesum yang suka mengukur dada orang seenaknya!"

Lean mengulas senyum tipis, langkah kakinya maju perlahan mendekati Glow hingga gadis itu terdesak mundur ke arah pembatas kaca kolam renang.

"Kalau begitu," bisik Lean rendah, mengurung tubuh Glow di antara kedua lengannya yang bersandar pada pembatas kaca, "kau bisa tidur di sofa luar, atau kau pasrah membiarkan 'suami kanibal'-mu ini berbagi kasur denganmu lagi."

Glow menatap iris mata biru Lean yang memantulkan bayangan laut dan langit sore. Tatapan itu begitu mengintimidasi, begitu dalam, hingga untuk sejenak Glow lupa bagaimana caranya bernapas.

"Kau... benar-benar pria paling menyebalkan di muka bumi, Orion Leander," bisik Glow lirih dengan pipi yang membara panas.

"Dan kau," balas Lean seraya menundukkan wajahnya hingga jarak di antara hidung mereka hanya tersisa beberapa senti, "adalah istri paling berisik yang dengan sialnya harus kuawasi sepanjang sisa hidupku."

1
Astrid Kucrit
gek sat set pria kanibal 🤣🤣
Astrid Kucrit: wkwkwkwowk 😂😂
total 2 replies
Astrid Kucrit
geli nggak glow 🤣🤣
Rosdianah 🌷: hahah 🤣
total 1 replies
Astrid Kucrit
jangan khawatir glow,suamimu sangat mencintaimu
Astrid Kucrit
seru nihh
Astrid Kucrit
hajar le 😂😂
Astrid Kucrit
siap2 pisah kamar 😂
Rosdianah 🌷: wkwkkw🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
makin dag dig dug bacanya...keren Thor /Good/
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
hu... semangat 2 kk Thor 💪💪💪🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii ma'aciww 🥳
total 1 replies
Astrid Kucrit
di hajar kamu glow 🤣🤣
Astrid Kucrit
selamat berbuka puasa 🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤣
total 1 replies
Yusry Ajay
gpp up dikit kk..yg penting tetap semangat 💪 berkarya 🤗🤗
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Bu Dewi
hari ini gak update tah kak..? bolak balik liat tapi belum ada update an/Smile//Smile//Smile/
pdhl penasaran ama kelanjutannya😍😍😍
Rosdianah 🌷: huhu author minta maaf ya kak 🙏🏻 author sedikit sibuk dunia nyata hari ini. besok up banyak 🫠
total 1 replies
Nita Nita
pada hal gampang buat glow tau siapa lean 😎
Rosdianah 🌷: wkwkw 🤭
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
kayak Mr and Mrs Smith Thor😜😜😜
Rosdianah 🌷: ow iya kak, wkwk🤭
total 3 replies
Bu Dewi
update lagi dunkz kak😍😍😍😍😍
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Nita Nita
Glow bkn bisa nembak ya
safaana
cerita othor emang gak pernah gagal meskipun ada sedikit typo tapi ke tutup sama jln ceritanya semangat Thor semoga sehat selalu
Rosdianah 🌷: Ma'aciww banget kak🫶
total 1 replies
safaana
aku penasaran itu Leon Ama kakaknya di banting kemana Thor,,gak ada jejak
Rosdianah 🌷: nanti di bab selanjutnya kak 🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat 2 up Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
keren bgt🤗🤗orion...
Rosdianah 🌷: anak siapa itu🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!