Menceritakan kisah Perjuangan Calissa Luvenia Anderson, mendapatkan cintanya, akan tetapi ia mencintai orang yang sangat dingin, cuek dan Arlezi juga sedang menunggu orang yang dicintainya Yaitu Nayla Khanzzani White.
Hal itu membuatnya putus asa dan akhirnya Reyhard Cristian sahabat masa kecilnya Caliss serta cinta pertamanya kembali, membuat Caliss bingung, dan bagaimana kelanjutannya?🙂
Bagaimana kisah perjuangan cintanya, kalian penasaran?
Mari baca novelku😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quenni Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 16 Topeng Monyet dan Tante Menor.
Skip
•Pagi Harinya•
"Hoamm...." gumam Syafa lalu mengangkat kakinya memeluk Caliss.
"Emmm ... kok berat sih." gumamku karena merasakan berat diperut dan kakinya.
"Mmmmm ... Syafa nih anak, kebiasaannya keluar deh." ucapku serak sambil mengucek kedua mataku.
"Udah jam berapa sih..." ucapku sambil melirik jam dimeja.
"Astaga jam 06.30..." ucapku panik.
"Nay ... Syaf ... bangun kita hampir telat." ucapku sambil menggoyangkan tubuh mereka. Setelah lama menggoyangkan tubuh masih tak ada respon aku pun memiliki ide.
"Haaaaa ... Huuuuu." ucapku menarik napas panjang.
3
2
1
"NAYA OKTAVIA SAPUTRI ... SYAFA ALYA SAPUTRI BANGUN ... UDAH TELAT." teriakku sekuat mungkin.
"Kmprett ... kaget gue." ucap Naya lalu bangun.
"Gila ... budek kuping gue Cal." ujar Syafa.
"Mangkanya bangun dong, liat tuh jam setengah tujuh kalian mau telat, hah." ujarku lalu berlari mengambil handuk.
"Eehhh, tunggu Cal, bareng aja mandinya biar enggak telat." ujar Naya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
"Gue juga bareng..." ujar Syafa menyerobot masuk.
"Dihh ... gue malu njirr ... kita udah besar, keluar-keluar." ucapku malu.
"Aelah, biasa aja kali kita udah lama sahabatan kek baru kenal aja ... lagian kita kan cewek semua, udah mau mandi." ujar Naya lalu mandi.
...----------------...
"Gila suara Caliss keluar lagi... budek gue." ujar bang Aldo.
'Emangnya ini jam berapa sih, (menoleh ke jam) what jam setengah tujuh.' gumam Aldo lalu berlari ke kamar mandi.
(Kalo Aldi udah siap yah guys)
Meja makan
POV Author
Aldi berjalan menuju meja makan.
"Pagi Mah ... Pah." sapa Aldi.
"Loh ... kok kamu sendirian mana yang lain?" tanya mama.
"Emmm ... mungkin masih molor mah." ujar Aldo.
"Kenapa kamu enggak bangun adik kamu sih Aldi?" tanya Papa.
"Hehe, tapi kalo mereka dibangunin terus, entar keenakan mereka biarin aja Pah." jawab Aldi.
"Terserah kamu deh." ujar Papa pasrah.
"Yah udah sini duduk ... kita nungguin Aldo, Caliss, Naya, dan Syafa dulu." ajak Mama.
"Oke Mah." jawab Aldi lalu duduk di kursi sambil menunggu adik-adiknya.
~10 menit kemudian~
Aldo selesai lebih dulu dan turun ke bawah menuju meja makan.
"Pagi Pah, Mah, Bang Aldi." sapa Aldo.
"Pagi." jawab ketiganya.
"Sini duduk nunggu yang lain." ajak Mama. Aldo mengganguk dan duduk disebelah Aldi.
"Mah ... Pah ... Abang Aldi, Aldo, Morning." teriak Caliss, lalu menuruni anak tangga bersama Naya dan Syafa.
"Morning." jawab mereka.
"Pagi Tan, Om, Kak Aldi, Kak Aldo." sapa Naya dan Syafa.
"Pagi, panggil Mama dan Papa aja sayang, oke." jawab Mama.
"Emmm ... oke tan-Mah." ujar Naya dan Syafa gugup.
"Ya udah sini kalian duduk kita makan." ajak Papa, mereka pun berjalan menuju kursi kosong dan memakan makanan yang tersedia dimeja makan.
"Kami berangkat yah Mah... Pah." ucap Aldi.
"Oh, iya kalian naik apa?" tanya Papa.
"Motor kayaknya Pah." jawab Caliss.
"Oke, yaudah nih uang jajan Papa tambahin makan sepuasnya jangan lupa traktir temen kamu." ucap papa lalu memberikan uang Sebanyak 2 jt kepada Caliss.
"Wuahhh ... makasih Pah, Papa the best deh." jawab Caliss gembira lalu memeluk Papanya.
"Loh ... kami enggak nih Pah?" tanya Aldi cemberut.
'Sih Aldi disekolah cuek banget tapi ... dirumah sikapnya lucu,' batin Naya sambil tertawa geli.
"Kamu ini sirik aja deh." ujar Papa mengejek Aldi.
"Yah Pah, masa kita enggak, ayolah Pah." bujuk Aldo.
"Iya deh iya nih." ujar Papa mengeluarkan uang 2jt untuk Aldi dan Aldo.
"Yeah, Makasih Pah." girang Aldi dan Aldo lalu mengambil satu-satu.
"Iya, oh ini untuk Naya sama Syafa ." ujar papa memberikan uang Sebanyak 2jt untuk Naya dan Syafa.
"Ehhh, gak usah Pa-pah kita punya kok." jawab Naya.
"Udah enggak apa-apa, kalian km tinggal disini malam ini jadi biar Papa yang kasih uang, oke." ujar papa lalu memberikan uang kepada Naya dan Syafa.
"Udah terima aja sayang." ujar mama.
"Oke Mah." jawab mereka.
Setelah itu kami berangkat menuju sekolah dengan mengenakan motor sport masing-masing.
Sesampainya di sekolahan. Kami langsung melaju menuju parkiran banyak Siswa dan siswi yang memperhatikan kami.
'Gila keren banget, siapa sih itu...'
'Itu ada cewek juga, dia pakai rok...'
'Cuma cari sensasi aja tuh cewek norak...'
Begitulah celotehan yang keluar dari murid disekolah dan masih ada banyak lagi.
POV Calissa.
Saat kami ingin melepaskan helm tiba-tiba,
"Brmmm ... brmmmm ..." bunyi motor sport milik beberapa orang didepan gerbang yang memasuki area parkiran.
"Motornya kek kenal ... ada satu cewek juga disalah satu mereka, itu kayaknya Celsi dan yang lainnya." gumamku.
'Wah, itu pasti gengnya Arlezi...'
'Tapi siapa cewek yang bareng mereka?...'
'Siapa tuh cewek berani banget ngedeketin Arlezi' batin seseorang.
Mereka pun memberhentikan motornya tepat disebelah kami dan menuruni motor mereka.
Kami semua pun melepaskan helm kami secara bersamaan.
'Wah gila ... itu anak baru sama si miskin...'
'Kok mereka bisa-bisanya deket sama Arlezi sih, harusnya gue yang disana.' gumam seseorang.
"Hai guys." ujarku lalu mengetos tangan mereka sebagai salam geng Wolf.
"Ya udah guys masuk yuk." ajakku.
"ARLEZI." teriak seseorang.
Kamipun menutup kuping kami saat itu karena suara yang sangat cempreng.
"Gila lo yah Laura bisa enggak ga usah teriak-teriak budeg gue denger suara cempreng lo." kesal Bryen sambil mengejek suara Laura.
"Terserah gue." ucapnya lalu mengandeng tangan Arlezi dengan manja.
'Duh gue enggak sanggup liatnya, Ahh udahlah lagian gue siapanya Arle,' batinku sedih.
"Lepas." ujar Arlezi kesal.
"Sayang kamu kenapa sih deket-deket sama tuh cewek jelek." ejeknya sambil menunjuk ke arahku. Seketika akupun marah dan mengejek balik Laura.
"Heh, emangnya elo udah cantik banget apa hah, ngaca dong muka udah kayak topeng monyet aja bangga." ujarku berteriak mengejek Laura, agar didengar semua orang.
"Ha-ha-ha, bener-bener tuh." ucap semuanya sambil tertawa.
Sedangkan Arlezi dan Aldi hanya mengembangkan senyum kecil diwajahnya sehingga tak terlihat bahwa ia sedang tersenyum.
"Ehh, lu kurang aja banget sih, muka cantik gini lo bilang topeng monyet." kesal Laura.
"Ya udah kalo lo enggak mau jadi topeng monyet jadi tante-tante aja cocok kok, haha." jawabku dan tertawa kecil.
"Haaa, apa lo bilang tante-tante, gue masih muda yah masih Fresh." jawabnya kesal dan melangkah maju menuju arahku.
"Hahaha, Fresh apanya muka udah kayak tante-tante menor aja bangga, Yuk guys kabur ada tante-tante menor, Blek." ujarku lalu berlari bersama Naya, Syafa dan Celsi sambil menjulurkan 👅 lidahku mengejek Laura and The Geng.
"Kurang aja lo, guys kejar mereka." ujar Laura lalu mengejar kami.
"Wah gawat mereka ngejar, lari." ucapku kamipun berlari.
"Cal ... Cal udah yuk berhenti aja terus minta maaf sama Laura." ucap Celsi lalu menarik tanganku.
"Udah enggak apa-apa, sesekali ayo ejek mereka kita bikin mereka malu, gak usah takut Cel, percaya sama gue, oke." ujarku menyakinkan Celsi lalu menggenggam tangannya erat.
'Semoga lu bahagia dek dan enggak ada yang bully lo lagi kalo lo sama caliss.' batin Arlezi kau tersenyum.
"Yah udah lari mereka semakin deket." teriakku. Kami berlari didepan setiap ruang kelas.
"Woi cewek jelek berhenti lo, atau gue bakal buat pelajaran buat lo." teriak Laura sambil berlari mengejar kami.
"Uwahhh, takut ada tante menor ... tolong ada topeng monyet ngejar gue." ujarku berteriak mengejek Laura.
Semua yang ada disana tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku kami yang saling kejar mengejar dan saling hina.
"Duh, gila cewek lo di, ngakak gue baru ini sih Laura kesel banget kayak gitu terus dikatain topeng monyet sama Tante menor lagi, hahaha." ujar Carles sambil memegang perutnya.
"Yah gitu deh, dia enggak suka dihina, walaupun dia sering dihina dia biasa aja, karena mereka ngehina secara enggak langsung, tapi Laura ngehina dia secara langsung mangkanya dia kesel banget kek gitu." jelas Aldi.
"Wah, lo yang irit bicara aja sampe bicara banyak banget lo bener-bener sayang yah sama sih Caliss?" tanya Bryen.
"Iya sayang banget, banyak sisi Caliss yang belum kalian liat." ujar Aldi sendu.
"Udah, udah, yuk masuk entar telat, mereka juga udah pada masuk kelas tuh." ujar Riki mengalihkan pembicaraan.
"Skuy." jawab mereka.