Masa lalu dari kedua orang tuanya membuat seorang pemuda berusia dua puluh tahun harus mengalami banyak kejadian buruk dalam hidupnya, dialah Kaivalya Rajasa Danendra yang merupakan putra dari Rajasa Danendra.
"Aku inginkan jadi putra Sagara Danendra"
"Kamu tepatlah putra Rajasa nak..."
"Aku tidak ingin darahnya, darahnya membuatku tak bisa menjadi keturunan murni Sagara, aku hanya terus di sebut sebagai keturunan darah mati!"
Keturunan darah mati, itulah julukan Kaivalya dari para mahluk halus yang dia temui. mampukah dia melepaskan bayangan Rajasa dari dalam darahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencoba menyelamatkan
Heru menatap tajam Sagara, Kaivalya dan juga yang lain, dia sudah tidak terlihat seperti Heru lagi karena terus memaksa ingin keluar ke jalan raya yang banyak kendaraan. Jin itu sengaja membisikkan bujukan pada Heru agar Heru berlari ke jalan lalu di tabrak kendaraan yang lewat.
"Heru sadarlah" ucap Kaivalya
"Dia sudah di kendalikan sosok itu" ucap Sagara
Heru tidak mendengarkan Kaivalya sama sekali, terlihat urat urat di tubuhnya berwarna hitam dan matanya berubah merah. Seringai tipis terus dia perlihatkan saat matanya bertatapan dengan Cantika yang sedang melindungi tempat itu dengan pagar gaib yang dia buat bersama Mustafa, Arthayasa dan juga Aariz.
Di luar pagar gaib, Zeeshan, Shafeea dan yang lain menunggu dengan khawatir, tapi Diandra tidak ada di sana, dia justru berada di dalam pagar gaib bersama Kaivalya dan Sagara.
"Kakak itu butuh seseorang untuk memanggilnya kembali, jika tidak, kakak itu akan terus di kuasai sosok hitam itu" ungkap Diandra yang sebenarnya sedang di rasuki khodam Kaivalya yang berupa harimau putih.
"Kamu saja kemarin dia kuasai, bagaimana cara membebaskan dia?" tanya Kaivalya
"Diandra kan di gigit kak Kai, jadi Diandra aman dari dia sekarang, karena Diandra sudah tidak sendiri lagi" jawab Diandra tersenyum manis sambil mengusap anting emas putih yang menempel di telinga Diandra.
"Ceroboh, sepertinya kalau gelang dari kampung mahoni kamu miliki, gelang itu juga akan kamu berikan pada perempuan lain" cibir Sagara
"Daddy ini bukan waktunya untuk memikirkan itu, kita hadapi dia dulu" bujuk Kaivalya memelas.
"Zaki sudah menghubungi ayahnya, dia baru saja sampai di bandara katanya tapi dia akan ke sini, sementara menunggu, kamu lawan dia, daddy ingin lihat seberapa besar kemampuan murid dari Sagara Danendra" jawab Sagara menuntun Diandra dan duduk di bangku penonton.
"Daddy" rengek Kaivalya
"Kasihan kak Kai biar Diandra bantu" ucap Diandra.
Diandra hendak berdiri tapi tangannya langsung di tahan Sagara, di tahu Diandra juga punya kemampuan untuk melawan makhluk halus karena sekarang Diandra di rasuki Baharuddin, tapi energi Diandra tidak akan bisa membantu Kaivalya, justru akan membuat Kaivalya tidak konsentrasi nantinya, jadi Sagara meminta Diandra untuk duduk kembali dan melihat apa yang di lakukan Kaivalya.
"Duduklah, Kaivalya punya kemampuan untuk melawan juga, tidak perlu khawatir" ucap Sagara kembali menatap Kaivalya yang sedang di kejar Heru.
"Aakhhh! Heru lepasin gue! Gue nggak mau Lo peluk lepasin atau gue sembur Lo pakai air do'a!" pekik Kaivalya yang tertangkap dan akan di gigit oleh Heru
"Ggrrr... Aku tidak takut keturunan darah mati!" jawab Heru dengan suara mirip geraman.
Kaivalya menahan rahang Heru agar tidak menggigitnya, dia menendang perut Heru sampai dia terpental, Kaivalya lalu mengeluarkan sirih merah yang selalu dia simpan di dalam saku celananya, dan melemparkannya ke wajah Heru.
"Aakhhh!"
Heru kepanasan bahkan sampai berguling-guling guling dengan wajah yang memerah, tapi sosok itu tetap tidak mau pergi dari tubuh Heru.
"Bagaimana ini dad, kalau terus seperti ini, tubuh Heru yang akan terluka, Kai nggak tega" ucap Kaivalya
"Kalau begitu tetap bertahan dan tangkis semua serangannya, sampai ayahnya datang" jawab Sagara
"Guys, bantu gue tangkap si Heru, setelah itu kita ikat dia" ucap Kaivalya
"Heru akan melukai dirinya kalau kita nekat menangkap dia, lihat saja lidahnya sudah di gigit karena tadi Lo tarik dia Om" jawab Mustafa
Kaivaya jadi serba salah sekarang, setiap kali Kaivalya menangkap Heru, sosok dalam tubuh Heru akan membenturkan kepala ataupun melukai tubuh Heru dengan cara menggigitnya. Para temannya juga tidak bisa membantu banyak, karena sosok itu akan membuat Heru menggigit lidahnya sendiri kalau Heru mereka tangkap.
"Apa yang harus aku lakukan" gumam Kaivalya
"Bilang saja kalau Shafeea ingin pulang dengan dia, Heru naksir Shafeea" bisik Suga
"Kenapa kamu baru muncul?" tanya Kaivalya
"Aku tadi keliling dengan papa Icang mengamankan murid supaya tidak tahu kejadian ini" jawab Suga
"Bagaimana caranya mereka tidak tahu, ini di tengah tengah lapangan?" tanya Kaivalya
"Kami semua penunggu sekolah ini membuat mereka tidur sebentar, para guru dan petugas sekolah juga" jawab Suga
"Hei, keluar dari tubuh anak itu, jadilah jin yang punya harga diri, jangan bersembunyi di dalam tubuh manusia yang kamu anggap tidak setara dengan kamu" ucap Icang
"Apa kalian pikir aku ini bodoh? Aku menghasut semua orang yang putus asa agar mereka mengakhiri hidup mereka, jadi aku tidak akan pergi sebelum anak ini mati" jawabnya
"Gawat, dia akan berbuat nekat" bisik Kaivalya saat melihat sosok itu mulai menggigit pergelangan tangan Heru.
"Heru.. Jangan begitu!" teriak Shafeea dari sudut kanan.
Heru berhenti, tapi beberapa detik kemudian dia kembali menggigit tangannya. Shafeea tidak menyerah, dia terus mendekati Heru agar Heru bisa lebih jelas mendengar suaranya dan ternyata berhasil, Heru berhenti dan menatap shafeea dengan bibir penuh darah, juga pergelangan tangan yang terus mengeluarkan darah juga.
"Hiks... Jangan di gigit, nanti kamu terluka" ucap Shafeea menitikkan air mata dan meraih tangan Heru.
"Jangan percaya, dia hanya kasihan padamu, dia tidak mencintai kamu, kamu hanya orang asing yang tidak berguna untuknya" bisik sosok itu membuat Heru kembali goyah
"Kak Heru, Kak Heru sebenarnya sudah dua puluh satu tahun, kak Heru telat sekolah karena dulu sempat terlantar setelah bercerai, kak Heru juga selalu kesepian dan sering menyendiri di sudut kantin, sering pesan mie ayam tapi tidak mau pakai sawi, hanya mie saja karena kak Heru tidak suka sayur" ucap Shafeea membuat Heru melotot, matanya sudah tidak merah lagi karena dia sudah mulai menguasai dirinya sendiri.
"Ka.. Kamu tahu?" tanya Heru
"Iya, Fea tidak sengaja ngintip kak Heru pas nulis di buku diari kak Heru, dan Fea adalah panggilan sayang kak Heru untuk Shafeea kan?" tanya Shafeea yang sebenarnya mendapatkan penglihatan bagaimana Heru mengagumi dirinya selama ini.
"Jangan dengarkan dia..."
"Kak, Shafeea obati luka kak Heru ya" bujuk Shafeea mengusap pipi Heru.
Dhuar.
Tiba tiba saja sesuatu keluar dari tubuh Heru dan terdengar suara ledakan, tubuh Heru langsung terkulai lemas dan di tangkap oleh Kaivalya.
"Sekarang waktunya, serang makhluk itu tanpa ampun!" ucap Sagara
Icang dan Suga maju lebih dulu, mereka membuat makhluk itu menjauh dari para manusia yang ada di sana agar Kaivalya bisa membawa Heru ke dekat Sagara untuk di rukiyah.
"Heru kamu masih kuat?" tanya Sagara karena pergelangan tangan Heru masih mengeluarkan darah
"Iya pak ustadz" jawabnya lemah