Indonesia
NovelToon NovelToon
From Korea With Love

From Korea With Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: AMaeera

Aiu Himmler harus menanggung semua atas apa yang dia lakukan di masa lampau. Tak punya belas kasih dan sombong waktu duduk di bangku sekolah berimbas pada kehidupannya setelah dia mulai bekerja.

Dulu ada seorang murid laki laki pindahan dari korea, penampilannya bisa di bilang di bawah rata rata. Gemuk sipit dan semua yang berbau bau aneh melekat pada dirinya. Kang Joong Woo, dia laki laki yang tak pernah mengenal rasa benci kepada sesama, penuh dengan belas kasih dan kebaikan.

Namun semua itu berubah karena perlakuan Aiu terhadapnya.
Dia di buly habis habisan setelah berani menyatakan perasaannya kepada Aiu.

Di situlah Joong Woo yang selalu menebar senyum, seketika tak pernah terlihat sama sekali.

Beberapa tahun kemudian Aiu di pertemukan kembali dengan Joong Woo yang sudah berubah.

Tetapi Aiu di tuntut untuk merubah penampilannya di depan Joong Woo.

"Kau pasti akan menyesal ketika tahu siapa perempuan ini sebenarnya"

Apa yang sebenarnya terjadi?
Baca kisah mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMaeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkunjung

Raut wajah Aiu terlihat kesal pandangannya menatap keluar dari balik kaca mobil yang taksi yang sedang mengantarnya kembali pulang ke rumah.

Hari itu sudah senja bahkan ketika sampai di depan tempat tinggalnya langit sudah menggelap. Aiu menundukkan kepala dia tersadar bahwa sejak dari tadi tangannya menggenggam erat dompet milik Joong Woo.

Dengan ekspresi wajah yang tengil dia kemudian membuka dompet laki-laki itu. Aiu membolak-balikkan dompet milik Joong Woo. Dompet berwarna coklat berbentuk segi panjang dengan terbuat dari kulit asli itu terlihat mahal. Bahkan hanya dengan meraba saja tanpa melihatnya Aiu tahu iti dompet bermerk.

"Tak ada yang spesial, yah sama seperti dulu kau selalu sederhana seperti ini. Tapi ini termasuk mahal sih, sifatmu sungguh sangat berubah!" Aiu kemudian melihat lebih dalam dia menemukan beberapa kartu berplakat emas jumlahnya lebih dari 3.

"Ya ya ya percaya kalau kau anak orang kaya, kau pikir aku tidak punya! aku juga punya, tuh" ucap Aiu dengan jengkel.

"Tapi sayangnya saat ini sedang kosong, kau juga tahu kan kenapa? karena perusahaan Ayahku ada di bawah kendali Ibumu!" Ayu terus mengomel sambil menunjuk-nunjuk kasar ke arah dompet Joong Woo seolah dia melampiaskan amarahnya ke sana.

Matanya membulat saat melihat lembaran uang di dompet Joong Woo dia tak menyangka orang kaya akan menyimpan uang cash sebanyak itu di dompetnya.

"Ceroboh dia bahkan tahu isi dompetnya sangat banyak dan langsung memberikan kepada orang asing yang belum kenal akrab sepertiku! apa dia tidak pernah berpikir negatif kalau aku akan mencuri semua uangnya?"

Mungkin lebih dari 20 lembar dan totalnya sekitar sekian juta jika dirupiahkan.

"Joong Woo, aku benar-benar tidak bisa menebak jalan pikiranmu!"

***

Keesokan harinya seperti biasa Aiu disibukkan dengan rutinitas setiap pagi setelah mandi dia harus meninggalkan Cindy karena harus berangkat satu jam lebih pagi dari temannya.

Dia masuk ke dalam ruang kerja Joong Woo dengan membawa map dan kopi rasa blueberry di tangan kanannya.

Aiu menata berkas map bersebelahan dengan gelas kopi di atas meja tak lupa dia juga meletakkan dompet milik Joong Woo yang sempat diberikannya kemarin.

Aiu sempat terdiam dan kembali berpikir sepertinya cara dia mengembalikan dompet kepada Joong Woo tidak sopan, Aiu menggelengkan kepalanya dia kemudian mengambil kembali dompet Joong Woo dan membawanya keluar.

Aiu berencana akan mengembalikannya secara langsung jika laki-laki itu ada di ruangannya. Aiu terlihat sibuk di meja Kerjanya dia mulai menyelesaikan berbagai laporan hingga satu jam setelahnya ketika dia menoleh ke arah jam yang melingkar di tangannya Aiu bertanya-tanya karena Joong Woo biasanya sudah tiba.

"Mungkin hari ini dia telat datang" Aiu kemudian melanjutkan unyuk menyelesaikan pekerjaannya 1 jam terlewatkan 2 jam 3 jam dan sampai waktu menunjukkan pukul jam 11 siang Aiu semakin kebingungan karena dia tak melihat batang hidung Joong Woo datang ke tempat kerja.

Aiu yang merasa khawatir kemudian mengambil dompet Joong Woo yang disimpan di dalam laci dan membawanya ke ruang sekretaris Min Joon.

Tok tok tok!

Aiu membuka pintu kemudian melangkah masuk kedalam.

"Permisi sekretaris Min"s sapa Aiu setelah melihat sekretaris Min Joon ada di meja kerjanya.

"Ya?" sahut Min Joon.

"Itu sekretaris Min, bolehkah saya" ucapnya terbata, dia terlihat gugup ketika berucap.

"Bolehkah saya menitip sesuatu untuk presdir?"

Kening Min Joon berkerut setelah mendengar ucapan Aiu.

"Apa itu?"

"Ini" Aiu meletakkan dompet di atas meja dan mendorongnya kearah Min Joon.

"Bagaimana bisa dompet Presidir ada padamu?" Min Joon mengangkat satu alisnya.

"Kemarin Presdir memintaku untuk kembali dengan taxi dan saat itu Presdir menyerahkan dompetnya kepada saya."

Min Joon menganggukkan kepala dia bahkan sebenarnya dia juga sudah tahu insiden apa yang kemarin terjadi di kota A hingga membuat Joong Woo tak berangkat kerja hari ini.

"Apa tidak sebaiknya kau saja yang mengembalikan dompet ini kepada Presdir?" ucap Min Joon seolah dia menawarkan kesempatan kepada Aiu untuk bertemu dengan Joong Woo.

"Boleh, kah?" Aiu terlihat gelisah dia merasa takut dan gugup.

"Kenapa tidak?" Min Joon mengambil pena dan selembar kertas lalu menuliskan alamat tempat tinggal mereka.

"Ini?" Min Joon menyerahkan kertas itu kepada Aiu.

"Itu alamat di mana aku dan Joong Woo tinggal."

"Kalian tinggal bersama?" gumam Aiu dalam hati.

"Oh iya lupa mereka kan Gay."

Min Joon menyipitkan matanya seolah dia tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Aiu.

"Kau jangan berpikir lebih! sekarang ambil dompet Presdir dan setelah selesai kerja kau bisa mengembalikan dompet itu langsung kepadanya" Min Joon berucap dengan bijak.

Aiu dengan cepat langsung menyambar dompetnya kembali. Dia membungkukkan setengah badan ke arah Min Joon dan segera keluar dari ruangan itu.

Setelah jam kerja selesai Aiu bergegas pergi meninggalkan tempat kerjanya dia berlari menghentikan taksi dan langsung pergi menuju ke tempat tinggal Joong Woo.

Namun di tengah jalan dia meminta sopir untuk berhenti, sebagai rasa terima kasihnya kepada Joong Woo karena kemarin telah menolongnya, Aiu bermaksud memasak untuknya.

Aiu keluar dari minimarket dengan membawa beberapa kantong kresek berisi barang belanjaan.

***

Tak lama kemudian dia sampai di alamat yang tertera di kertas. Aiu mah melangkah turun dari mobil kemudian berjalan mendekat menuju pintu masuk.

Tingtong! Ayu menekan Belnya. selang beberapa menit tak ada sahutan dari arah dalam Ayu yang terlihat kebingungan kembali menekan Belnya.

Ting-tong!

Tak lama seorang pelayan membukakan pintu.

"Nona, ada yang bisa saya bantu?"

"Permisi" Aiu menundukkan kepala memberi hormat kepada Pelayan itu.

"Ya, ada yang bisa saya bantu?"

"Emm, maaf apa Presdir Joong ada?"

"Predir Joong? ooh Tuang Muda Joong Woo beliau ada di dalam sedang beristirahat"

Pelayan itu tak membiarkan Aiu masuk karena melihat penampilannya dan merasa perempuan itu sangat asing.

"Mm.. itu bolehkah saya menemui Presdir Joong?"

"Biarkan dia masuk" seru Joong Woo dari arah dalam, dia sempat melihat untuk memastikan siapa yang datang setelah mendengar bunyi bel dan ketika mengetahui Aiu yang datang Joong Woo langsung meminta Pelayan untuk mempersilakan masuk.

"Iya Tuan" Pelayan membuka pintu lebar.

"Silakan masuk Nona"

"Terima kasih" Aiu masuk ke dalam pandangannya nampak mengamati setiap sudut ruangan hingga langkah kakinya terhenti di sebuah ruangan yang tak terlalu besar namun kesannya sangat hangat. Ruangan kecil dengan satu sofa panjang berwarna moca dan sebuah tv berukuran besar mungkin 100inch.

"Silakan duduk Nona."

"Tunggu Bi!"

"Ya Nona?" Pelayan itu menghentikan langkahnya.

Aiu nampak membuang pandangannya ke sekitar sebelum akhirnya berucap.

"Apa Presdir sudah makan?" bisiknya agar Joong Woo tak mendengar.

"Mm, belum Nona saya baru saja mau menyiapkan makan malam untuk Tuan Muda."

"Begitukah? kalau begitu biar aku saja yang menyiapkannya" ucap Aiu sembari menerobos masuk ke dalam pantry.

"Tapi Nona anda adalah tamu di sini, seharusnya saya menjamu Anda, nanti kalau Tuan marah-"

"Tenang Bi, dia tidak akan marah kalau sampai Presdir marah aku yang bertanggung jawab."

Aiu kemudian berjalan menuju pantry meletakkan barang belanjaan dan mengambil celemek untuk dipakai.

Sementara Joong Woo baru saja selesai mandi dia masih mengenakan handuk yang melingkar di pinggangnya.

Dia tak terlalu kesusahan katika memakai celana tapi saat ingin mengenakan kaos Joong Woo tak bisa melakukannya karena dia tak sanggup mengangkat tangannya ke atas.

Joong Woo berdecak jengkel merasa payah karena tak bisa memakai kaosnya sendiri apa lagi saat itu Min Joon belum pulang. Mau tak mau Joong meminta Pelayan untuk membantunya.

"Bi? Bibi? bisakah kau menolongku sebentar!"

"Ya Tuan saya datang."

Aiu yang sedang mencuci beras pun meraih tangan Pelayan dan menghentikan perempuan paruh baya itu.

"Bibi biar saya saja yang ke sana, Bibi bisa bantu saya smenyelesaikan ini?"

"Mm, baikalah."

Aiu melepas celemek yang melekat di tubuhnya kemudian melangkah menuju kamar Joong Woo.

1
Sekar Sekar
aiu yg terkenal pintar knp jdi Oneng😁😁
upiknira
Luar biasa
Cicih Sophiana
Sayang buat kak thor💋💋❤❤❤
Semangat dan sehat sllu..
amaeera: baca lagi kak novelku yg baru, judulnya hamil anak presdir😍😍😍😘
total 1 replies
Cicih Sophiana
ko END sih kak... kaya belum puas deh... makasih karya kakak 👍👍😍😍😍
Cicih Sophiana
ahh akhirnya aq bahagia Joong woo... ohh salah maksud nya Aiu yg bahagia...🥰😍😍😍😍
Cicih Sophiana
gimana coba sakitnya Aiu dan Joong woo...udah berharap mereka yg akan menikah
Cicih Sophiana
jujur aja dulu Joong woo dgn ibu mu... klo kalian mau menikah
Cicih Sophiana
Joong woo kalah cepat...ayo Joong Woo kejar duluin mereka...
Cicih Sophiana
ko bisa sambil ngorol yah... 😂padahak kan mereka lagi sibuk...
Cicih Sophiana
kenapa harus bertanya Joong woo... lakukanlah🤭panaasssss ahhh
Cicih Sophiana
hajar Joong woo Aiu... 😁bikin enak enak sampai lemas...🤭
Cicih Sophiana
Il sung kakak yg baik😍😍
dia berkorban lagi untuk Joong woo
Cicih Sophiana
aq sedih jikalau Joong woo pisah dgn Aiu 😭😭😭😭😭
Cicih Sophiana
Il Sung😔😪😪
Cicih Sophiana
semangat Presdir Joong... aq akan mendorong mu dari belakang 😁😆😆
Cicih Sophiana
kakak yg super baik Il Sung... 🥰🥰🥰dia sll mengalah untuk Joong woo..
Cicih Sophiana
semangat Joong woo ada penghalang di antara kalian... padahal Oh nari udah mengalah...
Cicih Sophiana
aq jadi bingung thor mau pilih yg mana yahhh...
Cicih Sophiana
Joong woo fighting... cepat datang debelum di duluin kakamu...
Cicih Sophiana
😪😭😭😭😭😭😭 sedih untuk cinta Joong woo dan Aiu...
ayo Joong woo kejar Aiu ke jakarta...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!