Aku Minta maaf bang, aku tidak bisa hidup tanpa kamu, tolong tarik ucapan kata putus kamu,, sinta terus menangisi keadaannya, ketika pacarnya mengatakan putus untuk yang kedua kalinya selama mereka menjalin hubungan.
Soni sebenarnya diam-diam sudah mencintai Sinta sejak delapan bulan hubungan mereka, tapi Soni tidak mau menunjukkan rasa sayangnya dan mencoba terus bersikap dingin dan cuek, dengan maksud agar Sinta tidak menganggap remeh dirinya, dan berharap sintalah yang akan terus berusaha memperbaiki hubungan ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deswita P. sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merencanakan Putus
POV Rahmat
Hari ini aku dan istri mendapat telepon dari anak pertama kami Sinta.
"Pak, Harini bapak jangan kesawah dulu ya sama ibuk, aku dan teman ku mau berkunjung"
"Iya nak, kami tunggu ya"
Setelah tiga jam menunggu kehadiran Sinta, akhirnya merekapun tiba dirumah kami. Saat berbincang-bincang dengan teman lelakinya Sinta, aku sangat terkejut dengan semua kata-kata yang keluar dari mulutnya, ntah kenapa firasatku mengatakan kalau dia pria yang buruk akhlak nya.
Aku sangat geram melihat tingkah laku Soni pacarnya Sinta. Aku merasa ada yang tidak beres dengan tingkahnya, sepertinya dia bukan pria yang baik-baik. Aku merasa dia hanya ingin memanfaatkan Sinta saja.
"Pak nanti kalau kami menikah berarti kami nggak perlu beli sayuran lagi dong ya pak, percuma dong bapak sama ibuk sudah punya sawah kalau anak masih belanja dari pasar, lagi pula lumayan uangnya bisa kami tabung nantinya pak"
Kudengar Soni menuturkan pendapatnya. Tentu saja Hatiku sangat panas mendengar penuturan Soni. Sebenarnya tanpa diminta pun aku akan memberikan hasil panenku pada anakku jika kelak dia telah menikah. Tapi tidak dengan cara seperti ini. Aku merasa seperti dimanfaatkan saja.
Aku langsung berdiri dari tempat dudukku dan segera kutarik tangan Sinta sedikit menjauh dari Soni dan istriku.
"Sinta, ayo ikut bapak sebentar nak" ucapku yang langsung di ikuti Sinta.
Dikamar utama kami, aku langsung memberi kan pendapatku mengenai Soni bahwa pria itu bukan lelaki yang baik untuk diajak membangun mahligai rumah tangga"
"Sinta, apa kamu yakin dia pria yang baik nak dari mana kamu bisa mengenalnya?"
"Soni bekerja ditoko sebelah tempatku bekerja paj, kenapa bapak bicara seperti itu, bapak tidak menyukai sifatnya barusan yah?"
"Jujur saja nak bapak tidak terlalu suka melihat sikapnya barusan, kalau ada yang lebih baik bagus kamu cari yang lain saja nak, sebelum nantinya kamu terlalu mencintainya terlalu dalam, bapak tidak setuju kamu melanjutkan hubunganmu dengan Soni"
"Iya pak sebenarnya sinta juga kurang suka dengan prilakunya, dulu nya sih Sinta tertarik dengannya karena teman-teman ku mengatakan sini pria baik pak, tapi mereka tidak tau dibalik itu apa yang Sinta rasakan, mereka hanya bisa melihat luarnya Soni saja, tapi Sinta harus cari cara agar dia yang akan memutuskan hubungan ini pak, agar nanti nya dia tidak sakit hati kepada sinta. Bapakkan tau aku bekerja dikota, aku takutnya nanti dia dendam pak, makanya harus cari cara dengan lembut"
"Syukurlah nak kalau kamu sudah tau. Bapak hanya takut kamu selalu tersiksa batin nantinya setelah menjalani rumah tangga bersamanya."
"Yasudah pak ayo kita kedepan lagi takutnya nanti Soni curiga pada kita"
Aku dengan Sinta segera menghampiri Soni yang sedang berada diruang tamu dengan istriku.
Setelah lama berbincang akhirnya Soni pun meminta ijin ingin kembali kekota karna hari juga sudah mulai sore.
"Kalau begitu kami pamit dulu ya pak, buk, lain kali kami berkunjung lagi", ucap Soni sambil mengulurkan tangannya hendak menyalami aku dan istriku
"Iya nak, kalian hati-hati ya pelan-pelan saja Soni, nggak usah terburu-buru "
Soni pun menganggukkan kepala nya sambil beranjak pergi kearah motornya. Aku dan istriku terus memandangi Sinta sampai sudah tak terlihat lagi.
"Buk, bapak tidak setuju dengan laki-laki pilihan Sinta itu, dia bukan pria yang baik" ucapku kepada istriku yang sedang menutup pintu utama rumah kami
"Memangnya kenapa pak, bapak tidak setuju karena perkataannya yang lancang yah?"
"Iya buk masih calon mantu saja dia sudah berani seperti itu, apalagi kalau sudah jadiantu beneran, bisa-bisa jadi tinggal tulang anak kita buk, tiap hari hanya merasakan penderitaan bathin"
"Ibuk sih terserah Sinta saja pak, kalau dia bahagia dengan pilihannya ibuk sih merestui saja"
Aku pun menggelengkan-gelengkan kepalaku mendengar perkataan istriku barusan. Dia memang sangat baik hatinya, sampai-sampai tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain, karna itulah aku sangat mencintainya.
Segera kutinggalkan istriku yang sedang terduduk diruang tamu sambil menonton tv acara kesukaannya di channel ikan terbang, aku segera mengambil wudhu ingin melaksanakan shalat ashar.
Didalam sujudku kupanjatkan Do'a untuk anakku agar selalu diberi kemudahan dalam kehidupannya dan dijauhkan dari orang-orang yang ingin berbuat zalim padanya serta dijauhkan dari perbuatan maksiat dan fitnah dunia.
[Pak aku sudah sampai ya dikos], kulihat pesan masuk dari Sinta yang memberitahukan kalau dia sudah sampai dikota.
Alhamdulillah ya Allah.
Akupun mengucapkan syukur kepada Allah karna telah memberikan keselamatan pada anakku dalam perjalanan.
[Iya nak, kamu istirahat ya nak, baik-baik kamu dikota orang dan juga harus pandai-pandai jaga diri] , balasku pada Sinta.
****
Saat sedang berduaan ditaman kota bersama Soni, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke handphone Sinta.
"Siapa ituh" tanya Soni
"Nggak tau lah bang, belum juga dilihat"
Sinta pun membuka pesan masuk dari aplikasi mesenggernya. Dia melihat ada pesan dari seseorang yang bernama Adi Wahyudi. Sintapun terkejut , karena dia tidak menyangka Adi akan menemukan akunnya, wah bisa gawat ni kalau si soni tau, bathin Sinta
"Siapa sin, coba sini handphone mu biar kuperiksa", Soni pun dengan cepat merampas handphone tersebut, untung Sinta dengan sigap sudah menghapus notifikasinya, kalau tidak bisa-bisa Soni akan menuduhnya selingkuh. Ya walaupun Sinta ingin putus dengan Soni tapi tidak ingin meninggalkan jejak buruk sifatnya dihati Soni.
Saat membuka handphone Soni cuman hanya melihat beranda Facebook yang sedang terbuka .
"Hanya notif pemberitahuan pembaharuan status orang bang" jawab Sinta berbohong.
"Awas kamu ya sin, jangan sampai kamu macam-macam dibelakang ku, aku tidak akan memaafkannya" ungkap soni dengan sedikit penekanan.
"Yaudah makan yok bang ah, masalah notif saja kok dipermasalahkan, aneh kamu bang, seandainya pun itu pesan, ya mana aku tau orang kan banyak dimedia sosial kalaupun mereka mengirimiku pesan ya bukan salahku dong, kan aku juga tidak mengenal mereka dan yang terpenting bukan aku yang mendahuli berkirim pesan dengan mereka, kalau aku yang mengirim terdahulu baru kamu pantas marah kepadaku bang" ungkap Sinta dengan panjang lebar dengan sedikit menentang Soni.
Sintapun dan soni langsung kewarung seafood langganan mereka.
"Dek, mana uangnya biar kubayar"
"Astaga, bang aku lupa memasukkan dompet ku kedalam tas, kamu dulu yang bayar ya, lagian kan kamu baru gajian kan bang nggak mungkin lah sudah habis uang mu, sesekali gantian dong bang yang bayar"
"Hemmm kamu gimana sih Sinta, kan kamu yang ngajak makan kok malah jadi uang ku yang bayar, tau gini aku nggak mau kamu ajak makan", Soni sedikit heran dengan perubahan sikap Sinta yang tidak seperti biasanya Yang selalu menuruti kemauan nya.
"Iya deh besok aku ganti uangmu bang" jawab Sinta berbohong, karena sebenarnya dompetnya ada di dalam tas, sebenarnya Sinta cuman ingin melihat reaksi Soni, dan ternyata sama saja tidak ada perubahan, sikap pelitnya sangat keterlaluan. Kali ini sinta akan tegas dia tidak mau terus-menerus diporotin Soni. Tinggal lihat saja sampai mana Soni bertahan, bathin Sinta
ak paling sebel si kalo ketemu pria kek gini😂
btw, mampir di karya ku juga thor