Indonesia
NovelToon NovelToon
DEKEKOUI

DEKEKOUI

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Matabatin / Vampir
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Muka Kanvas

Ketika penyihir dan Pemburu Penyihir bertemu dalam satu wilayah yang tak pernah mereka sangka. Satu berburu dan yang lain diburu, bagaimana jika akhirnya mereka jatuh cinta?

Dua makhluk Kekal bertikai sejak berabad-abad silam dan tak pernah mampu berdamai, berperang, bersembunyi dan akhirnya tertangkap, berulang tanpa pernah istirahat.

Apakah pada akhirnya mereka mampu bersatu? atau malah menjadi alasan peperangan terjadi lagi, seperti dulu Dekekuoi hancur lebur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muka Kanvas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 : Curang

Yelak menjemput Lira kali ini karena sudah bisa pulang siang hari untuk makan siang, dia menjemput Lira dengan becak.

“Capek ya?” Yelak bertanya pada Lira.

“Sedikit.”

“Kok wajahnya murung gitu?” Yelak bertanya.

“Papa, maaf tadi aku memfitnah mama.”

“Hah? Yasudah jelaskan nanti malam saja saat mama sudah tidur ya, tapi jangan berwajah begini, memang Lira mau mama tahu soal ini?”

“Ti-tidak papa, aku mohon.”

“Yasudah, kalau begitu jangan bermuram durja wahai perempuan manisku.” Yelak menyecup kening anaknya sebelum sebentar lagi mereka sampai.

Mereka sampai rumah, Lira melihat ibunya sedang menanam beberapa tanaman hias di pohon, sembari menggemburkan tanahnya, ibunya terlihat mengucapkan sesuatu dengan berbisik.”

“Mama, itu kan curang.” Lira berkata pada ibunya yang masih duduk di belakang rumah memeganga salah satu koleksi tanaman hiasnya.

“Yang ini sudah mau habis, kalau tidak buru-buru nanti tetangga kita akan lebih sakit lagi, kau tahu kan, rumah sakit juga tidak selalu bisa menampung orang yang dianggap tidak darurat, jadi yang ini mama curang saja dulu ya.” Mamanya Lira berkata sambil tersenyum.

“Kalau untuk keamanan berarti kita boleh melanggar batasan, mama?” Lira bertanya, sembari mencoba mencari cara agar rasa bersalahnya karena sudah memfitnah neneknya terasa lebih ringan.

“Hmm, boleh tapi tidak merugikan orang. Itu yang paling penting.” Mamanya setuju, Lira tersenyum, papanya hanya tertawa.

Curang yang Lira maksud adalah, ibunya memberi mantra pada tanaman hiasnya agar cepat tumbuh, ibunya selalu bilang pada semua orang kalau itu tanaman hias yang dia rawat dalam banyak pot berukuran kecil, sedang hingga besar di belakang rumah, tapi sebenarnya itu adalah tanaman obat yang dikamuflasekan agar tidak menjadi rebutan.

Tanaman obat dalam pot umumnya butuh waktu satu hingga tiga bulan untuk mulai bisa dipetik daunnya, tapi dengan mantra yang dibacakan terus menerus, maka hanya perlu 1 hingga 3 hari tanaman itu akan tumbuh dan mulai bisa dipetik daunnya.

Tanaman yang sedang dimantrai oleh nyonya Yelak adalah tanaman untuk penyakit lepuhan yang menyebabkan lentingan berair pada kulit. Tahun itu penyakit cacar sedang mewabah, puluhan ribu orang terkena penyakit itu dengan cara tertular dari cairan lenting cacar yang pecah karena banyak hal.

Tanaman obat yang mamanya Lira selalu tanam adalah jenis yang bisa menyerap virus dari lenting yang berisi cairan itu, ketika daunnya ditumbuk lalu ditempelkan pada lentingan yang telah pecah, maka seketika lenting pecah itu akan mengering dalam waktu 24 jam, tidak terlalu instan karena nanti akan dibilang sihir, walau memang itu kenyataannya.

Daun obat itu dibuat tumbuh cepat dengan sihir dan memang daun yang berisi pengobatan sihir.

Mamanya Lira sengaja tidak membuat obat itu bekerja secara cepat, bahkan mamanya Lira bisa membuat mantra agar bibit dari daun obat itu bisa membuat lenting pecah itu kering selama beberapa jam saja, tapi tidak dilakukan karena menjaga normalitas pada dirinya.

Dia hanya selalu bilang kalau ini pengobatan secara herbal, perlu waktu untuk sembuh maka sama dengan normal.

Meski 24 jam luka lenting kering tetap saja terlalu cepat, tapi bagi pasien, itu bukan hal yang mencurigakan melainkan hal yang harus disyukuri.

...

“Jadi, Lira tadi mau cerita apa sama papa?”

“Dani teman Lira yang sudah Lira ceritakan, dia bertanya-tanya lagi, Lira berusaha untuk menjawab yang masuk akal, karena papa kan selalu bilang, kita tidak boleh menghindar atau nanti dia akan curiga, maka Lira cari akal supaya cerita Lira masuk akal dan dia tak curiga lagi kalau keluarga kita PKI.” Lira dan Rani memang masih menyangkanya Dani dan keluarganya adalah Ganyang Gestapu.

“Jadi, cerita apa yang Lira ceritakan yang masuk akal itu?” Yelak bertanya.

“Dani tiba-tiba bertanya pelajaran apa yang Lira suka, Lira bilang suka matematika, Lira juga menjawab pertanyaan di papan tulis tadi dan itu benar dengan rumus yang mama pernah ajarkan. Lalu tiba-tiba Rani bilang kalau Lira nggak sekolah dan cuma diajarkan mama. Mendengar itu Dani jadi penasaran, kok bisa mamanya Lira pintar sekali, Lira bingung harus jawab apa, kan tidak mungkin mencari alasan, nanti dia curiga kita PkI lalu nanti papa ditawan lagi, jadi ....”

“Jadi apa?” Yelak tak sabar.

“Jadi agar Dani tak terus bertanya lagi, Lira bilang kalau neneknya Lira itu Nyai yang menikah dengan Meneer, mama adalah orang campuran, jadi mama bisa sekolah karena papanya Menner. Maksudnya Lira kan supaya itu masuk akal, kenapa mamanya Lira pintar, ya karena sekolah, tapi kan dulu perempuan pribumi tak bisa sekolah, maka Lira karang kalau mama itu adalah campuran. Dani percaya dan dia malah kagum.”

Yelak diam, itu membuat Lira sedikit takut, takut kalau papa marah, tapi sedetik kemudian Yelak tertawa tapi menahan mulutnya agar mama tidak dengar.

Lira bingung, kok papanya malah tertawa.

“Bangsawannya suku Dekekuoi kau fitnah jadi Nyai, kau benar-benar cucu durhaka!” Yelak tertawa sambil berbisik mengatakan itu, Lira jadi makin panik, dia menengis karena merasa bersalah.

“Ok, ok, sudah jangan menangis, papa hanya bercanda saja, nak. Nenekmu takkan marah, dia juga akan paham, kita semua selalu bersiasat agar jati diri kita tak ketahuan, selama cerita itu tak merugikan orang lain, yasudah tak apa-apa.”

“Tapi pa, itu kan merugikan nenek, reputasi nenek jadi hancur.” Lira menunduk karena merasa bersalah.

“Oh berarti ditambahi, tidak merugikan orang lain, tapi boleh merugikan Dekekuoi karena hidup kita kan memang untuk menolong banyak orang melalui sihir yang kita punya.”

“Oh, jadi nggak apa-apa kan, pa?”

“Lira anak baik, terima kasih ya karena masih berusaha untuk melindungi semua keluarga kita, terima kasih sudah mencari cara agar kita semua aman, nak. Kau anak hebat karena ingat cerita yang masuk akal semacam ini.”

“I-ya pa, terima kasih jgua karena sudah menenangkan Lira.”

Lira lalu tidur setelah dikecup keningnya oleh Yelak, lalu meninggalkannya untuk tidur dan kembali ke kamarnya.

Mama masih terbangun dan bertanya ada apa, kenapa lama sekali di kamar Lira.

Yelak menceritakan semua dan mama juga ikut tertawa, ibunya dibilang Nyai atau gundiknya param Meneer, padahal neneknya itu adalah penyihir paling hebat di sukunya dengan status bangsawan yang tinggi di perkumpulan Dekekuoi, tapi itu tak membuat ibunya marah, dia justru merasa Lira mirip sekali dengannya, seringkali mencari cara cepat agar masalah selesai.

“Apakah Dani itu tak mencurigakan pa? Apa perlu kita selidiki dia?”

“Kan kau tahu kalau dia adalah bagian dari KAP Gestapu, jadi pasti sudah dididik untuk menjadi anti PKI dan memburu PKI, tak heran dia begitu. Kita boleh waspada tapi ingat tujuan kita pindah adalah untuk memberikan kehidupan normal pada Lira, jadi mari kita bertahan dulu, kalau Dani semakin mencurigakan, kita pergi dari sini.”

“Padahal Lira sudah senang ya pa, bisa hidup seperti layaknya anak-anak, tapi sekarang kita bahkan harus waspada pada anak kecil yang mengajak Lira berteman.”

1
Vie Vie Sue
/Good/
Vie Vie Sue: iya. sama2 kk. aku masih disini cuma nungguin karya² kk. sukses selalu ya
total 2 replies
Betri kardina
berarti jagabaya kasipin jahat ya
Muka Kanvas: nah, akhirnya ada yang ngeh
total 1 replies
Tini Nurhenti
alurnya maju mundur ea thor,😁🤭💪💪💪
Muka Kanvas: Iya nih, stuck di 1965 dulu yaaaa
total 1 replies
Tini Nurhenti
penuh misteri 👍💪💪💪
Tini Nurhenti
hadir thor, cepy story lanjutane to ??
Tini Nurhenti: ok kk
total 2 replies
Arla
mungkin Dani atau orangtuanya
Muka Kanvas: bukan kok, bukan.
total 1 replies
Dea Suci
zombie ya kak
Muka Kanvas: Hampir
total 1 replies
Dea Suci
mei
Dea Suci
wadidaw,,, ternyata ohhh ternyata,, Dani pun sama.
Zakia
sambil nunggu PKJ3 baca ini dulu, sebenarnya heran kok eps beda karena sebelumnya sudah aku baca semua thor
Muka Kanvas: Sudah ganti judul, setelah melalui pertimbangan yang cukup berat, akhirnya aku memutuskan membawa kisah Dekekuoi jadi novel yang panjang.
total 1 replies
Arla
kenapa dihapus kak thor,, pantesan error tadi pas aku mau like🤭
Yosh Pontoh: Pantesan barusan aku cari di rak buku gak ada.
total 2 replies
Damn Nwtch
curiga sama pamannya,Napa Dani g boleh ikut
Muka Kanvas: Lanjt ya, udah ada part selanjutnya
total 1 replies
Tini Nurhenti
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Arla
kasihannya dokter itu
Arla
ngeri jiwa psikonya...
Ayuk Witanto
hiii serem
Ayuk Witanto
gila dia
Ayuk Witanto
bagus
Ayuk Witanto
seru sih...tapi gantung🤭
Wahyu ningsing: lha yaitu...gak enak digantung....pastinya sakit
total 3 replies
Tini Nurhenti
kek cerpen kk👍💪💪
Muka Kanvas: Iya betul, tapi lebih tepatnya antologi horor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!