Indonesia
NovelToon NovelToon
Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Ingatanku Kembali Ke Usia 18 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / CEO / Nikahmuda
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Saat membuka matanya, Clarissa Wilson tidak mengingat, kapan dia telah menikah dengan Stephen Sylvester, lelaki yang sudah lama ia suka.

Clarissa ingat, kalau ia baru saja menyatakan rasa sukanya pada Stephen, di acara kelulusan Sekolah mereka, tapi.. kenapa tiba-tiba saat membuka mata, ia sudah memiliki seorang putri berusia lima tahun bersama Stephen?

Apa yang sebenarnya terjadi? Clarissa merasa ada yang ia lewatkan, begitu ia terjatuh saat ingin memeluk Stephen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 26.

Clarissa menoleh, dan melihat Aurora tersenyum simpul kepada mereka.

Clarissa merasa malu tertangkap basah hampir berciuman dengan Stephen, membuatnya tidak dapat bicara melihat senyum putrinya itu.

"Aurora, kenapa kamu belum tidur?" tanya Stephen memandang Aurora yang tersenyum.

"A.. aku akan menidurkan Aurora!!" Clarissa yang merasa malu dengan cepat mengangkat Aurora.

Lalu langkahnya juga dengan cepat pergi dari sana meninggalkan Stephen.

Stephen yang juga merasa malu menutup kembali botol obat cream, dengan perasaannya yang salah tingkah.

Clarissa menyelimuti Aurora, yang telah tidur dengan nyamannya, setelah selesai membaca buku cerita.

Stephen di depan pintu kamar Aurora yang setengah terbuka, melihat bagaimana lembut, dan penuh kasih sayangnya Clarissa memperlakukan putri mereka yang sudah tertidur.

Jemari Clarissa mengelus pipi Aurora sebelum ia keluar dari dalam kamar Aurora.

Diam-diam Stephen tersenyum melihat Clarissa, yang telah kembali seperti Clarissa sebelum mengenal Ethan Grayson.

Menjelang pagi.

Clarissa yang tengah tertidur nyenyak di samping Aurora, menggeliat dalam tidurnya.

Keningnya terlihat mengerut dengan dalam, sampai ke dua alisnya nyaris bersatu.

Keringat mengalir dari rambutnya, membuat anak-anak rambut pada keningnya basah.

Ke dua tangannya terkepal dengan erat di atas selimut yang menyelimuti tubuhnya, dengan kepala bergerak dengan gelisah.

"Clarissa! bukankah kamu bilang, kalau kamu suka samaku?!"

Clarissa mendengar suara kencang seorang lelaki membentaknya dalam mimpinya.

Ia melihat lelaki itu sedikit jauh darinya, membuatnya tidak begitu jelas melihat wajah lelaki itu.

"Clarissa, Clarissa! kalau kamu memang suka padaku, kenapa kamu masih juga belum bercerai? hahahaha.. !!!"

Suara tawa lelaki itu terdengar penuh provokasi.

"Kamu sungguh tidak punya malu! dasar perempuan penjilat!!"

Clarissa kemudian berpindah lokasi, ia sekarang berada di balkon villa.

Ia melihat Aurora menangis dengan wajah yang begitu kasihan, sembari memeluk boneka gajahnya dengan erat berdiri di dekat pagar balkon.

"Semua ini karenamu! kalau bukan karena kamu, Ethan tidak akan dingin sama padaku!!!" teriaknya pada Aurora.

Lalu ia merampas boneka gajah Aurora dari dekapan Aurora, dan kemudian dengan penuh amarah melemparkannya ke bawah pada pekarangan villa.

"Kenapa kamu tidak hilang saja, Hah?!!" teriaknya membentak Aurora.

Ia kemudian meraih tubuh kecil Aurora, lalu dengan kuat melemparkan Aurora keluar balkon villa.

"Wuaaaa.... !!!" tangis Aurora semakin kencang ketakutan.

"AURORA!!!" teriak Clarissa terjaga dari mimpinya.

Tubuh Clarissa tersentak sampai terduduk di tempat tidur, dengan nafas tersengal seperti baru saja berlari jauh.

Clarissa menoleh ke samping, memandang Aurora yang tertidur dengan nyenyak di sampingnya.

Ternyata dia hanya bermimpi.

Perlahan Clarissa tersenyum dengan lega, melihat Aurora baik-baik saja tidur di sampingnya.

Perlahan ia mengelus pipi putrinya itu dengan lembut sembari tersenyum.

"Syukurlah, untung masih di sini" gumamnya menatap Aurora.

Drtttt!

Ia mendengar ponselnya bergetar, ia mengambil ponselnya dari atas meja.

"Jennie" ternyata sahabatnya yang meneleponnya.

Ia pun menerima panggilan Jennie, "Halo!"

Clarissa kemudian mendengarkan apa yang dikatakan Jennie kepadanya.

Siangnya jam sebelas siang.

Jennie menunggu Clarissa di tempat shooting, yang sudah ia beritahu kepada Clarissa.

Ia melihat jam tangannya dengan gelisah.

"Jennie!!" panggil Clarissa.

Begitu melihat Clarissa, spontan Jennie berlari menghambur menyambut Clarissa.

"Clarissa! akhirnya kamu datang!!"

Jennie meraih ke dua tangan Clarissa, dan Clarissa menyambut tangan Jennie menggenggam tangannya.

"Bagaimana cara kamu mengambil foto?? posisinya miring semua! fotoku jadi mulut miring, mata juling! bisa tidak sih posisinya jangan miring begini?!!"

Tidak jauh dari tempat mereka berdiri, seorang wanita terdengar marah-marah pada seorang juru foto.

"Artis dari grup Hudson itu terlalu banyak maunya" bisik Jennie kepada Clarissa.

"Kak, tunggu dulu!!" ke dua juru foto terdengar mencoba menahan wanita yang marah-marah tersebut.

Clarissa melihat ke arah wanita itu, dan ia mencoba mengingat, siapa grup Hudson.

Bersambung......

1
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
tu kan salah paham lagi....
ihhh gemesss deh kenapa gk saling jujur gtu. atau komunikasi kek bir gk salah paham... 😭
pacarnya zayyan XODIAC💚💚💚
wahh Clarissa kamu dibohongin.
memang benar sekertaris nya ettan berbohong.baru aj mulai baikan udah mau salah paham lagi...
Dilla Fadilla
lanjut thor up yg bnyk
kymlove...
bagus Clarissa dan Stephen.. bila perlu hancurkan keluarga anak nakal itu!!
kymlove...
Stephen mana weee
Guest
crazy up thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!