Indonesia
NovelToon NovelToon
DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam
Popularitas:187
Nilai: 5
Nama Author: Stychin

Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

  Keesokan paginya kek adam yang tengah bermalam di rumah reza ikut duduk bersama laki laki itu di luar rumahnya.Terlihat reza sedang mengikat tali sepatunya,pakaiannya sudah rapi.sudah siap untuk pergi ke kampus bersama teman temannya yang lain.

  Sempat terbesit dalam pikiran kek adam,mengapa ia harus berbohong?apa kematian Lastri ada sangkut pautnya dengan mereka?pikirnya.

  Namun ia tak ingin bertanya lebih jauh,setelah tugasnya selesai ia akan cepat kembali ke desa itu.Tak sabar ingin menghadiahkan motor baru untuk anak semata wayangnya.

  Mobil Damar sudah terparkir di halaman rumah reza.Kaca mobilnya dibuka,terlihat ketiga temannya sudah berada di dalam sana.Ia pun bergegas menenteng tasnya tak lupa mengajak kek adam untuk ikut dengan mereka.

  kek adam hanya menurut,ia berjalan bersampingan dengan reza.Laki laki itu pun tak pergi begitu saja,ia memapah kek adam yang usianya sudah terlihat tua.

   Di dalam mobil itu,Damar mengendarai mobilnya dan terus memperingati kek adam agar jangan sampai salah bicara.kek adam hanya mengangguk angguk paham.

   Setibanya di kampus,semua mata tertuju kepada mereka.Tak jarang juga orang orang disana menanyakan siapa sosok kakek yang bersama dengan mereka.Karena tak ingin ditanya terlalu jauh,Arman dan ketiga temannya pergi menuju koridor kampus.

   mereka duduk di kursi berjajar,menunggu kedatangan pak danu.Dosen mereka.

Arman terus memperhatikan jam di tangannya.10 menit sudah mereka menungu,akhirnya pria paruh baya itu datang.Saat hendak membuka pintu ruangannya,pak danu menoleh ke arah arman yang tengah memanggilnya.

  Langkahnya terhenti,ia menurunkan sedikit kacamatanya.Penglihatannya tak begitu jelas jika melihat dari arah jauh.setelah menyadari bahwa itu arman,ia kembali membenarkan posisi kacamatanya.

"Ada apa arman?" tanyanya.

"Pak..ini kakek Lastri mau ketemu bapak.Kemarin sore beliau datang ke rumah Desi"Ucap arman.

"oh..suruh masuk.Kalian masuk ke kelas jangan ada yang di luar"ucapnya dengan nada sedikit menekan.

  Arman mengangguk pamit,kek adam pun di panggilnya untuk segera menghadap Pak danu di dalam ruanganya.

 Mereka berharap kakek tua itu bisa di percaya.

Ketukan perlahan di pintu kaca itu memecah keheningan ruang dosen.Pak danu mendongak dari layar laptopnya.Mendapati seorang lelaki tua yang ringkih dengan tatapan sayu sedang berdiri di ambang pintu.

"Permisi..Pak Danu??"Tanya kek adam dengan nada sedikit bergetar.

 Pak danu berdiri dengan senyumnya ia pun mengangguk.Lalu mempersilahkan kakek tua itu untuk duduk di kursi yang berhadapan langsung dengannya.

"Saya Adam..kakek Lastri"

  Pak Danu tampak tegang,jemarinya saling bertautan.

"Ada yang bisa saya bantu kek?"

Kek Adam menarik napas dalam,memulai skenario bohong yang telah di susun rapi di kepalanya.

  kakek itu menangis,terlihat pipinya basah luruh oleh air matanya.Pak Danu merasa cemas,jantungnya mulai berdetak dengan kencang.Perasaannya tak enak.

"Lastri..pak.."

"Lastri kenapa pak?"Tanya balik pak danu dengan mengerutkan keningnya.

"Lastri meninggal beberapa hari yang lalu,saya kesini selaku anggota keluarganya yang masih tersisa.Menyampaikan berita duka ini agar bapak dan teman temannya tidak penasaran mengapa lastri tak kunjung masuk kuliah pak.."

  Seperti nyata,kek Adam memerankan perannya dengan sempurna.Sampai Pak Danu benar benar mengira jika kakek tua itu benar kakek Lastri.

  Pak danu menggelengkan kepalanya dengan rasa tak percaya.Ia berdiri dan menghampiri kek adam yang masih menangis.Tangannya dengan lembut mengelus bahu milik kakek itu.

"Saya turut berduka cita ya pak..semoga lastri di terima di sisi tuhan.Bapak yang sabar ya pak.Kalo boleh saya tau,Lastri meningal kenapa pak?"

"Lastri kecelakaan di perjalanan pak saat menuju ke kampung.Saya Drop begitu tahu cucu saya meninggal di tempat,lama saya tidak bertemu dengannya..sekali bertemu cucu saya sudah menjadi mayat"ucapnya dengan tangis yang semakin dalam.

  Pak Danu seolah merasakan kesedihan yang di alami kek adam.Ia mengangguk angguk,menyuruh kakek tua itu untuk lebih bersabar.

"Baik..bapak jika sudah jelas.Saya mungkin akan mencoreng nama Lastri dari kampus ini,Tadinya jika hari ini Lastri tidak ada kabar lagi terpaksa pihak kampus akan menghubungi polisi untuk mencari keberadaan lastri.Karena yang saya takutkan lastri menghilang setelah berkemah bersama teman temannya hari lalu"

  Dengan cepat kek adam menggelengkan kepalanya.

"Tidak perlu pak..Cucu saya sudah tenang di alam sana.Saya hanya minta do'a juga permohonan maaf jika seandainya cucu saya Lastri pernah berbuat salah"

"Baik pak..kalo begitu.Saya turut prihatin ya pak"

"Terimakasih pak..saya merasa tenang sudah menyampaikan ini kepada bapak.Kalo begitu saya pamit ya pak mari.."

 Pak danu pun mengantar kek Adam keluar dari ruangannya.ia memperhatikan kepergian kakek tua itu.

...****************...

"Arman,reza,desi dan kamu damar temui saya di ruangan"

Keempatnya saling melempar pandang,jantung mereka berdetak begitu cepat.Takut jika rencana mereka dengan kek adam gagal karena kakek tua itu menyampaikan hal yang sebenarnya terjadi.

Sesampainya di ruangan pak danu mereka duduk di sofa panjang.Dengan kepala yang menunduk,mereka pasrah jika pak danu akan memanggil polisi untuk menindak lanjuti kasus kematian lastri di air terjun itu.

"kakek lastri sudah menceritakan semuanya,saya turut berduka atas meninggalnya salah satu mahasiswi saya.juga teman kalian,saya mengurungkan niat untuk memanggil polisi karena kabar lastri sudah sampai di telinga saya melalui kakeknya"

Arman dan teman temannya menghembuskan napas lega.

"karena hari ini tidak ada kelas,kalian boleh pulang"

"Alhamdulillah.terimakasih pak"seempat orang itu pergi meninggalkan ruangan sang dosen.Pak danu kembali duduk dengan memperhatikan foto lastri yang ada di laptopnya.

Saat hendak mencoret nama mahasiswinya,wajah lastri penuh dengan darah.Pria paruh baya itu membuka kacamatanya lalu kembali memasangkannya lagi.Tak ada darah setetes pun di mejanya.meski hanya ilusi,namun ia merasa ruangannya sedikit horor setelah mengetahui kematian Lastri.

"Akhirnya masalah ini selesai..Des.kamu gak mimpiin lastri lagi kan malem tadi?"Tanya reza kepada gadis di sampingnya.

"aman za..kayaknya lastri udah tenang karena dia udah di kubur dengan layak"lirik gadis itu.

"syukurlah..sekarang kita harus fokus ke kuliah kita.kita tutup rapat rapat tentang lastri"ucap Arman.

Damar berdiam mengasingkan dirinya di antara ketiga temannya.Ia duduk di kursi kantin dengan kopi favoritnya. melihat salah satu temannya bungkam,arman dan yang lainnya menghampiri laki laki itu.

"kenapa dam?masih sedih ya?" Meski damar sudah menjadi mantan kekasihnya,namun di hati desi damar masih menjadi satu satunya laki laki yang ia cintai.

Damar melirik ke arah gadis itu,ia meraih dan menggenggam tangan desi dengan erat.Air matanya luruh membasahi pipi laki laki itu.

"Des..aku minta maaf udah ninggalin kamu.ini karena permintaan lastri,jujur aku suka sama lastri.tapi saat aku tau lastri ternyata masih menyukai arman aku jadi ragu.maafin aku des aku udah nyakitin hati kamu.kamu mau kan balik lagi sama aku?" ucap damar dengan tak henti hentinya mengelus elus tangan desi.

"Semua udah lewat dam..lastri juga udah meninggal.Tapi bukan berarti aku mau balik lagi sama kamu,yang kamu lakuin sama aku itu udah bener bener bikin hati aku hancur dam.Kita berteman seperti biasa aja ya"

Desi melepas genggaman tangan damar.Damar tak bisa memaksa karena memang ini murni kesalahannya.tak bisa membedakan cinta yang tulus dengan cinta yang berpura-pura.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!