Indonesia
NovelToon NovelToon
Tahta Kaisar Iblis

Tahta Kaisar Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​Di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah, kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang benar, melainkan oleh siapa yang masih hidup.

​Xuan Chen, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang sebelah mata, memilih melangkah di Jalan Demonic yang penuh darah. Berbekal rahasia Mata Dewa Iblis yang sanggup menembus segala hukum alam dan menaklukkan Qi Demonic yang liar, dia menginjak-injak aturan moralitas palsu dunia kultivasi.

​Dari murid luar yang diburu hingga menjadi sosok yang ditakuti seluruh sekte, ini adalah kisah perjalanan dingin Xuan Chen menginjak setiap penentangnya, merebut kembali takdirnya, dan meniti jalan berdarah menuju puncak lima kaisar agung penguasa alam semesta.

​"Qi Demonic ataupun Qi murni hanyalah kekuatan. Seberapa jauh kekuatan itu membawamu bergantung pada seberapa bijak kau mengendalikannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB:30

​Srek! Srek!

​ROOOOOAAARRRRR!

​Raungan dahsyat mendadak memecah keheningan hutan belantara. Gelombang angin yang sangat kencang menyapu pepohonan di sekitarnya, menghempaskan ranting dan dedaunan kering hingga berhamburan liar ke udara.

​Xuan Chen seketika menghentikan langkahnya dan berbalik cepat.

​Tepat lima puluh tapak di hadapannya, semak belukar yang lebat terkuak kasar. Sebuah bayangan raksasa melangkah keluar dengan pijakan berat yang menggetarkan permukaan tanah basah.

​Mata Xuan Chen membelalak lebar, pupil matanya menyempit tajam.

​"Binatang Roh Tingkat Lima?!" desis Xuan Chen.

​Kekuatan seekor Binatang Roh Tingkat Lima bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh oleh praktisi fana. Di dunia kultivasi, tingkatan tersebut memiliki daya hancur fisik dan ketahanan yang setara dengan pakar Ranah Pengumpulan Qi!

​Binatang buas itu berwujud seekor harimau raksasa setinggi dua meter dengan bulu loreng hitam keemasan. Di atas dahinya, sepasang tanduk melengkung berwarna kelabu memancarkan pendaran hawa dingin yang menusuk. Air liur kental menetes tebal dari sela-sela taring tajamnya, membasahi tanah di bawah kakinya.

​Sepasang mata merah membara milik Harimau Bertanduk itu terkunci penuh pada Xuan Chen, menatap pemuda jubah hitam di depannya bagaikan sepotong daging segar yang siap dilahap.

​Aura penindas dari binatang roh tingkat lima menguar tebal dari tubuh binatang tersebut, menciptakan tekanan tak kasat mata yang langsung menekan bahu Xuan Chen.

​"Benar-benar sial..." gerutu Xuan Chen di dalam hati, giginya terkatup rapat.

​Rasa jengkel kembali membara di dadanya. Setelah menghabiskan waktu setengah hari melintasi hutan kosong tanpa menemukan satu pun tanaman spiritual atau harta kuno, kini ia justru langsung dipertemukan dengan pemangsa di tingkat Pengumpulan Qi.

​Tanpa pasokan Qi di dalam Dantiannya sendiri, menghadapi Binatang Roh Tingkat Lima murni dengan kekuatan fisik Lapisan Tiga adalah sama saja dengan menyerahkan nyawa!

​Xuan Chen tanpa menunda memusatkan seluruh kekuatan di kakinya, berbalik dan melesat deras.

​ROOOOAAARRR!

​Harimau itu tidak tinggal diam ketika mangsanya mencoba meloloskan diri. Dengan raungan yang menggetarkan pepohonan, binatang buas itu melompat dan mengejarnya dengan kecepatan yang membakar tanah.

​Xuan Chen menoleh sedikit melalui sudut matanya, melihat bayangan Harimau Bertanduk yang kian mendekat secara ekstrem.

​Perbedaan tingkat kekuatan ini sangat nyata dan mengerikan.

​Xuan Chen mengertakkan giginya. Ia tahu betul jika ia memaksakan diri mengaktifkan Mata Misterius hanya untuk mencari celah melarikan diri, stamina fisiknya akan terkuras habis dalam waktu singkat.

​Namun, tidak ada pilihan lain.

​Ia hanya bisa bertaruh daripada harus mati konyol sebagai santapan binatang buas.

​Bzzzt!

​Dalam satu tarikan napas, mata kirinya berubah memancarkan pendaran keabu-abuan. Pandangannya menembus jarak puluhan mil, memindai hamparan luas hutan di hadapannya secara instan.

​Ia terus mencari titik aman atau celah di mana ia bisa melepas kejaran binatang roh ini.

​Hingga di sudut sisi kiri, penglihatan tembus pandangnya menangkap siluet beberapa figur murid yang sedang melangkah beriringan di antara rimbunnya pepohonan.

​Sebuah seringai dingin perlahan terangkat di wajah Xuan Chen.

​Tanpa keraguan sedikit pun, Xuan Chen bermanuver tajam, mengalihkan rute pelariannya lurus ke arah sisi kiri!

​Wuuush!

​Binatang roh itu mengangkat cakar raksasanya di udara, siap menghantam punggung Xuan Chen yang hanya berjarak beberapa jengkal.

​Xuan Chen tanpa peduli mengerahkan seluruh sisa tenaga di kakinya, melesat lebih cepat hingga tebasan cakar itu hanya menyapu udara kosong. Hal itu membuat Harimau Bertanduk makin murka dan mengejar dengan raungan yang kian beringas.

​Tujuan Xuan Chen sangat jelas: mengarahkan bencana ini ke arah kelompok murid tersebut.

​Setelah melesat cukup jauh menembus pepohonan, terlihat tiga orang murid berpakaian jubah putih bersulam benang hijau—murid-murid dari Sekte Awan Hijau—sedang berdiri di sebuah area lapang.

​Ketiga murid itu seketika berbalik dengan penuh kewaspadaan saat mendengar deru langkah kaki yang menghancurkan semak belukar.

​"Sekte Jurang Jiwa?!" teriak salah satu dari mereka saat mengenali jubah hitam yang dikenakan Xuan Chen.

​Xuan Chen tidak peduli pada tatapan benci mereka. Ia terus melesat melewati celah di antara ketiga murid tersebut tanpa menghentikan langkahnya sedikit pun.

​"Hai!" seru Xuan Chen seraya melambaikan tangannya dengan raut wajah santai.

​"Aku punya tamu istimewa untuk kalian!" ucap Xuan Chen sambil terkekeh pelan, melanjutkan pelariannya tanpa rasa bersalah.

​WUUUUSSSHHH!

​Belum sempat ketiga murid Sekte Awan Hijau itu mencerna ucapan Xuan Chen, dari arah belakang semak-semak, sosok raksasa Harimau Bertanduk melompat keluar dengan cakar membara dan taring terungkap lebar, menerjang lurus ke arah mereka!

​Kehadiran mendadak dari Binatang Roh Tingkat Lima itu membuat ketiga murid tersebut terkesiap hebat, wajah mereka seketika pucat pasi dihantam aura membunuh yang masif.

​"Bajingan iblis!" teriak salah satu murid wanita Sekte Awan Hijau dengan suara melengking penuh murka ke arah punggung Xuan Chen yang kian menjauh.

​Di bawah terkaman Harimau Bertanduk yang dibutakan oleh amarah, ketiga murid aliran suci itu terpaksa menarik senjata mereka dan terlibat dalam pertarungan hidup dan mati yang sama sekali tidak mereka inginkan.

​Sementara itu, Xuan Chen melesat makin jauh ke dalam kegelapan hutan, meninggalkan arena kekacauan tersebut dengan seringai dingin yang menghiasi wajahnya.

​Bagi seorang penganut jalan demonic, memanfaatkan musuh untuk bertahan hidup bukanlah sebuah kejahatan, melainkan langkah paling efisien untuk memenangkan permainan.

Xuan Chen terus melesat menembus rimbunnya pepohonan, sama sekali tidak peduli apakah ketiga murid Sekte Awan Hijau itu akan selamat atau tewas tercabik-cabik oleh cakar Harimau Bertanduk.

​Bagi Xuan Chen, selama ia mampu bertahan hidup dan keluar sebagai pemenang, cara apa pun adalah kesempatan yang sah. Bahkan jika ia harus mengorbankan ribuan nyawa atau menjadikan siapa pun sebagai umpan, jarinya tidak akan pernah bergetar saat mengayunkan langkah.

​Lagipula, meskipun ia tidak mengarahkan binatang roh tersebut ke arah mereka, murid-murid dari sekte aliran suci itu tetaplah musuh alami penganut jalan demonic. Begitu melihat jubah hitam Sekte Jurang Jiwa, mereka pasti akan menghujani Xuan Chen dengan pedang dan niat membunuh tanpa perlu alasan.

​Setelah melesat cukup jauh hingga raungan Harimau Bertanduk dan jeritan murid-murid Awan Hijau tak lagi terdengar, Xuan Chen melompat turun ke sebuah area berbatu di lereng tebing untuk memulihkan staminanya yang terkuras.

​Namun, tepat ketika kedua kakinya menyentuh permukaan batu kelabu di lereng tersebut—

​Brakkkkkk!

​Lantai batu yang diinjaknya mendadak hancur dan runtuh seketika!

​"Apa ini?!" desis Xuan Chen, matanya membelalak kaget.

​Ternyata permukaan batu tersebut hanyalah lapisan kerak tipis yang menutupi sebuah celah jurang bawah tanah. Dalam sekejap mata, tubuh Xuan Chen kehilangan tumpuan dan terjerembab jatuh ke dalam lubang gelap tanpa dasar!

​Wuuuush!

​Angin bawah tanah berdesing keras menyapu tubuhnya yang meluncur deras ke bawah. Xuan Chen mencoba mengerahkan kekuatan fisiknya, meregangkan jemarinya secepat kilat untuk meraih dinding batu di sekeliling lubang guna menahan laju jatuh.

​Srrrt!

​Namun, dinding-dinding batu di dalam rongga tersebut dilapisi oleh lumut basah dan lendir yang sangat licin. Jemarinya yang mengeras tak mampu mendapat tumpuan sedikit pun, hanya meninggalkan garis goresan dangkal sebelum tubuhnya terus merosot turun ke dalam kegelapan yang tak berdasar.

​Rasa jengkel yang teramat sangat membakar dada Xuan Chen di tengah udara.

​Ia benar-benar merasa sama sekali tidak diberkahi oleh langit sejak menginjakkan kaki di Alam Rahasia Kuno ini. Kemarin, baru saja ia mendarat, ia langsung disergap oleh serangan berdarah dingin Yan Ge yang menancapkan belati beracun di rusuknya.

​Lalu hari ini, setelah memeras tenaga berjalan setengah hari tanpa menemukan satu pun tanaman spiritual atau harta kuno, ia justru dikejar oleh Binatang Roh Tingkat Lima yang setara Ranah Pengumpulan Qi.

​Dan kini, belum sempat ia bernapas lega usai meloloskan diri, tubuhnya justru terperosok jatuh ke dalam lubang misterius tanpa dasar!

1
Day Chuk
Xuan Chen punya Cheat di mata 🤣
Kausafiksi: Hehehe benar
total 1 replies
Septiana Athorid
makin seru
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Day Chuk
lanjut 🙏
Kausafiksi: 👍 siap
total 1 replies
Day Chuk
aku pikir su ling yang akan jafi rekan nya thour
Day Chuk: Hahahha sibuk ngapain thor
total 2 replies
:P @.Ar.world(づ ̄ ³ ̄)づ
mampir ya bro ke buku novel gua (。・ω・。) btw novel mu enak juga ya ceritanya tapi sayangnya fotonya hanya ia mau aku bantu kasih karakter laki laki untuk mu gratis
Kausafiksi: terimakasih sudah mampir 🙏😁

novel mu juga bagus,

semangat😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kamar 405 harus nya pakai nama sajah, kesan fantasi timur nya kurang

tapi so cerita nya menarik.
Kausafiksi: terimakasih saran nya, akan aku pertimbangkan 🙏
total 1 replies
Septiana Athorid
naggung thor, 10 bab langsung biar puas 😁
Septiana Athorid: sehari 2 kali thor
total 2 replies
Day Chuk
lanjut thor di tunggu🙏
Kausafiksi: update satu hari sekali ya jam 19:00 di tunggu sajah 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
bagus cerita nya, anti hero, gue suka yang langsung yanpa bertele tele thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!