Indonesia
NovelToon NovelToon
Kembar Genius Sang Mafia

Kembar Genius Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

"Ahh!"

"Kamu harus melahirkan pewarisku, Amoera ... untuk menebus dosa ayahmu!"

Perang berdarah antar-organisasi memaksa Amoera, putri tunggal mafia Blood Dominion, jatuh ke tangan Leon D'Alterio. Pemimpin kejam Cosa Nero itu menuntut balas dendam atas kematian orang tuanya, dan Amoera harus melahirkan pewarisnya.

Namun takdir berjalan brutal. Amoera melahirkan bayi kembar laki-laki, tetapi Leon merebut bayi yang hidup dan mengusir Amoera bersama bayinya yang dianggap telah mati.

Empat setengah tahun berlalu. Amoera kembali sebagai pembunuh bayaran dingin dengan misi mutlak. menghabisi pewaris Cosa Nero, yang tak lain adalah putranya sendiri.

Saat laras pistol telah membidik target, kebenaran fatal terkuak. Leon tertegun melihat bocah di samping Amoera yang sangat mirip dengan putranya.

"Kamu mau membunuh putramu sendiri, Amoera?"

Ketika rahasia masa lalu terbongkar, siapakah yang akan hancur dalam lingkaran balas dendam ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekhawatiran Amoera

Pagi hari yang cerah, Amoera terbangun jauh lebih awal daripada penghuni mansion yang lain. Ia sudah selesai mandi dan mengenakan pakaian rapi, walaupun hanya berupa celana pendek denim dan kaos santai yang selalu menjadi andalan kenyamanannya. Sepatu boots hitam kesayangannya tetap terpasang kokoh di kedua kakinya, sementara rambut panjangnya yang hitam berkilau dibiarkan tergerai indah begitu saja tanpa ikatan.

Wanita itu melangkah mantap menuju ke kamar tidur putranya dengan niat untuk membangunkan sepasang anak kembarnya. Namun, di tengah koridor yang sepi, langkah kakinya terhenti saat berpapasan dengan sosok remaja jangkung yang baru saja berjalan melewatinya.

"Kael," panggil Amoera lirih.

Kael seketika menghentikan langkah kakinya. Ia menoleh perlahan, menatap lurus ke arah wanita yang sudah teramat lama tidak ia lihat keberadaannya. Remaja itu diam membisu, memandangi sosok Amoera yang kini berjalan mendekat ke arahnya secara perlahan.

Amoera mengulas senyum tipis yang hangat. "Sudah hampir lima tahun berlalu, ternyata banyak sekali yang sudah berubah dari dirimu ya," ucap Amoera lembut. "Bagaimana kabarmu? Kamu ... masih suka mengingat trauma masa lalumu?" tanya Amoera dengan nada sarat akan perhatian.

Saat dirinya masih tinggal di mansion ini dulu, Amoera ingat dengan sangat jelas bahwa Kael memiliki trauma psikologis yang cukup mendalam. Anak laki-laki itu bisa tiba-tiba berteriak ketakutan secara histeris di tengah malam, dan Amoera-lah yang selalu datang untuk menenangkan serta memeluk tubuh bergetarnya dengan penuh kasih sayang. Seperti anak-anak pada umumnya, kala kilas balik trauma itu datang menyerang, Kael akan menunjukkan sikap defensif yang tidak biasa.

"Selamat datang kembali di kediaman ini, Nona ... oh, maksud saya, Nyonya," balas Kael dengan nada formal, sebuah panggilan yang seketika membuat Amoera berdecak kesal.

"Bukankah sejak dulu sudah pernah kukatakan kepadamu, panggil aku Kakak saja? Hais, sudahlah lupakan. Aku ingin menanyakan suatu hal yang penting kepadamu," ucap Amoera sembari mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling koridor, memastikan tidak ada orang lain atau pelayan yang menguping pembicaraan mereka. Setelah dirasa aman, ia kembali menatap lekat ke arah Kael yang saat ini tengah diam menunggu pertanyaannya.

"Apakah ... apakah Enzo selama ini ...,"

"Tidak, lebih tepatnya belum, Nyonya. Enzo sejauh ini hanya pernah menyaksikan proses eksekusi, tetapi dia belum pernah diperintahkan untuk melakukannya secara langsung," potong Kael cepat, sebuah jawaban yang seketika membuat Amoera mengembuskan napas lega yang teramat panjang. Dadanya yang semula sesak kini terasa sedikit meringan.

Namun, kalimat Kael berikutnya justru kembali menghantam ketenangannya. "Tuan Leon hanya sedang menunggu sampai usia Enzo genap mencapai lima tahun. Sama persis seperti dirinya sendiri di masa lalu, yang mana harus mulai mengenal jati diri dan kegelapan dunia bawah tanah di saat usianya menginjak lima tahun. Sekarang, ini hanya tinggal menghitung waktu saja," ucap Kael datar.

Mendengar hal itu, kepanikan luar biasa seketika merayapi seluruh raut wajah Amoera.

Melihat reaksi panik dari wanita di hadapannya, Kael sempat mengalihkan pandangan matanya ke sudut lorong lain sejenak sebelum akhirnya kembali menatap lurus ke dalam netra Amoera. "Anda tidak akan pernah bisa menghapuskan silsilah darah kegelapan yang mengalir deras di dalam tubuh Enzo, Nyonya. Suka atau tidak, dia harus mewarisi apa yang sudah Tuan Leon wariskan kepadanya. Pilihan Anda saat ini hanya ada dua, membuat putra Anda berkuasa di puncak tertinggi, atau ... melihatnya berakhir menjadi seorang tawanan tak berdaya di tangan musuh," ucap Kael final, lalu melangkah lebar pergi meninggalkan Amoera yang seketika langsung memegangi kepalanya yang mendadak terasa teramat sakit.

Wanita itu menyandarkan tubuhnya ke dinding, mengedarkan pandangannya ke sekeliling area mansion. Sistem penjagaan di tempat ini benar-benar teramat ketat. Kamera CCTV terpasang di setiap sudut tanpa celah, dan beberapa layar monitor yang berfungsi untuk mendeteksi sinyal elektronik pun tampak beroperasi dengan aktif. Ia dipastikan akan langsung ketahuan dalam hitungan detik jika nekat melangkah keluar dari mansion ini. Ditambah lagi, ia tidak akan pernah bisa pergi meloloskan diri ke jalan utama tanpa adanya fasilitas kendaraan. Hutan belantara yang mengelilingi kediaman terasing ini terlalu luas dan berbahaya untuk diarungi dengan berjalan kaki.

"Leon D'Alterio ... kamu benar-benar sangat membuatku marah," desis Amoera tajam dengan kedua tangan yang mengepal kuat. Dengan langkah kaki yang cepat dan diiringi emosi yang membuncah, ia berjalan searah menuju ke kamar pribadi milik pria itu. Memorinya masih merekam dengan sangat jelas di mana letak kamar utama milik Leon berada.

Begitu sampai di depan pintu jati yang kokoh, Amoera hendak memutar kenop pintu untuk membukanya secara paksa. Namun, dua orang anak buah Leon yang berdiri berjaga dengan sigap langsung bergerak maju menghalangi pergerakannya.

"Lepaskan tangan kalian! Minggir!" titah Amoera dengan nada suara yang penuh akan penekanan mutlak. Namun, kedua pria berbadan kekar itu justru mengabaikan perintahnya dan malah bergerak mengarahkan moncong senjata api mereka tepat ke arah tubuh Amoera.

"Turunkan senjata kalian dan lepaskan dia," ucap sebuah suara bariton yang berat dari arah belakang tubuh Amoera.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bodel mah giliran daddynya bangun malah ngibrit.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bener² ini si Enzo selain bermulut cabe setan tapi juga usil.. .. kalau mau daddymu bangun coba bisikin " KALAU DADDY GA MAU BANGUN TAR MOMMY MAU CARI DADDY BARU" di jamin pasti ampuh tuh kata keramat./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kalau mau nangis, nangis saja Enzo ga apa²... ga bakal Aku ledek kok paling cuma ngetawain doang karna kamu lucu Bodel./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ya ampuuunn, mafianya bego juga ternyata.... perlu sekolah dulu deh kayaknya malah terang²an ngasih alasan mereka butuh Eren padahal harusnya itu kan rahasia mereka_ iya kalau Eren di kasihkan sudah pasti harta karun di dapetin tapi kalau ngga oromatis gatot dong tapi secara ga langsung bisa saja Leon yang gerak buat tuh harta dApetin kalau niat dia serakah mah ... lucu sekali tapi yang jelas tuh harta pasti di balikin sama Leon Amoera ke pemiliknya atau keluarganya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kan yernyata bener, kalau anak kecil yang si Davidson cari kornea matanya ada sama Eren... malah salah culik lagi si Bodel yang hobby makan dan omongannya pedas, bukan si kalem Eren yang di dapet.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Leon buka puasa juga akhirnya.🤭🤭🤭
Lula Lula ada² saja kamu kalau ngomong untung ga di denger Leon./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bukannya nama sahabatnya Amoera itu AGNES ya kok di sini namanya jadi ANGEL.🤔🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kasihan Lexi, padahal baik tapi mau gimana lagi Lex... Amoera bukan jodohmu jadi jangan lama² patah hatinya dan cepet dapet ganti.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ga usah drama Leon langsung DORR saja tuh nenek sihir... kamu kan mudah kleyengan sama omongannya dia tar ujung²nya mabok jadi ragu dan lengah bebasin dia lagi./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Leon katanya ketua mafia tapi bukannya cari atau punya bukti kongkrit buat si nenek ga berkut8k malah dianya sendiri yang ragu dan gampang terpengaruh musuh gimana ceritanya Leon... bisa ga teliti dan ga sradaknsruduk gitu.😤
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dih ngatain Amoera murahan padahal dia ngatain diri sendiri, apa amnesia ya nenek sihir sampe ga sadar kalau kelakuan menjijikannya di masa lalu sampe sekarang bisa jadi neneknya Leon dengan cara apa kalau bukan dengan cara diskon... kakek sama ayahnya Leon di embat demi ambisi.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Basreng sudah ada, terus cari cilor, cilor, cilung, bilung sama tahu bulat sekalian Eren, Enzo. ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
lWater melon ya Leon bukan lagi apel.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Anak kecilyang mana nih, jangan sampe Anak kecil yang di maksud itu Yang kornea matanya di donasikan sama Eren.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
mending nikahnya ga usah di rayakan dulu sebelum tuh si nenek sihir masih hidup karna pasti bakal ngacauin semuanya Leon... kalau sudah beres barubadain pesta biar Amoera dan Twis juga aman
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bodel yang di inget sempolan mulu, ga ada gitu sekalian campur baso gorwngnya pake bumbu, kecap sama saosnya terus di makan anget² rasanya pasti nampooll 👍/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Thor lagi serius²nya baca sampe tegang malah jadi absurd pas denger kata ONDE ONDE./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wuooww... ternyata nenek sihir bukan cuma ingin mengendalikan Leon dan mempertahankan kedudukannya tdan menyembunyikan dirinya sebagai dalang kematian ibunya Leon tapi ternyata lebih menjijikan.🤮
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Busyet, Anaknya mah khawatir sampe di jadikan senjata balas dendam sampe ngelahirin cucu²nya sedangkan yang di khawatirinnya malah asyik dengan dunianya Berjudi... ampuunn deh pak .🤦‍♀️

Bawa pulang Leon jangan sampe benjol tar Amoera fa mau nikah sama kamu..
🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Terus darah bercucuran apa namanya Amoera kalau kepala mu bukan bocor namanya.. hadeuuhh, Amoera jangan sok kuat mending cepet di obatin dulu sebisanya sebelum dokter datang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!